Keluarganya di rampok oleh pemdekar Aliran hitam, ayah dan ibunya terbunuh sedangkan ia terjatuh di lembah Bangkai, Seekor Elang hitam raksasa menyelamatkan nya, di bawah asuhan Elang Hitam Dia tumbuh menjadi pendekar sakti dan menumpas kejahatan
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bang deni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Di tolong Elang Hitam
Setelah menyuruh Nyai Mayang pergi Lodaya berdiri menunggu Macan Hitam yang mengejar mereka
" Hanya kau sendiri! Mana istri Adipati dan anaknya!" Bentak Macan Hitam marah melihat hanya Lodaya sendiri yang berada di sana padahal ia jelas melihat istri Adipati mahesa lari bersama Lodaya.
"Hiaaaat"
Lodaya tak menjawab ia langsung menyerang Macan Hitam dengan segenap kekuatannya
Huh
Macan Hitam mendengus, dan menggerakan tongkat di tangannya
Wuuut
Plaaak
Aaargh
Lodaya menjerit saat tongkat itu mengenai tangannya, ia mundur dengan cepat saat tongkat itu kembali akan memukul kakinya
" Cukup gesit, tapi hanya di sini saja " Macam Hitam berkata pelan, namun lodaya berkeringat dingin mendengarnya
Ia melirik ke arah Nyai Mayang pergi, hatinya sedikit lega melihat Nyai Mayang dan Jaka tak terlihat, ia berharap mereka bisa selamat dan membalaskan dendamnya nantinya
" Wish"
" Wish"
Satu persatu anak buah Macan Hitam berdatangan, keadaan Lodaya semakin terjepit
" Biarlah aku mengadu jiwa dengan kalian yang penting Mereka berdua selamat" Tegas Lodaya dalam Hati, ia lalu mengempis tenaga dalamnya sampai ke puncaknya
" He he he, apa lagi yang akan kau pamerkan, hanya ilmu silat cakar kucing kau perlihatkan padaku" Macam Hitam terkekeh melihat jurus Lodaya
" Hiaaaaat"
Syuuuut
Plak
Plak
Dua serangan Lodaya di tangkis dengan mudah oleh Macan Hitam,
" Terima ini!" Seru Macan Hitam setelah menangkis serangan Lodaya
Wuuut
Braaaak
Aaargh
Lodaya terpental saat telapak tangan Macan hitam mendarat di dadanya.
Ia menjerit dan tewas saat menyentuh tanah
" Kalian berpencar jangan sampai lolos anak dan istri Mahesa" Seru Macan Hitam setelah membunuh Lodaya, ia sendiri melesat ke arah yang dilihat oleh Lodaya sebelum mengeluarkan ilmu andalannya, nalurinya mengatakan mereka lari kesana, dan ia tahu di sana ada sebuah jurang dalam, pastinya mereka tak bisa lari lagi
Sementara Nyai Mayang sambil menggendong Jaka terus berlari, ia hanya berlari ke depan menjauh dari tempat pertarungan,
" Ha ha ha mau lari kemana Cah ayu!" lari Nyai mayang terhenti saat dua anak buah Macan Hitam tiba tiba berdiri di hadapannya
" Tolong, biarkan kami pergi" pinta Nyai Mayang, ia jelas tak bisa melawan karena ia tak pernah berlatih ilmu silat, ia berjalan mundur ke belakang namun baru beberapa langkah ia berhenti, bukan karena berani tetapi di belakangnya jurang yang dalam
" He he he,mau lari kemana lagi!" anak Buah Macan Hitam terkekeh melihat buruannya tak ada lagi jalan mundur
" Tolooooong" Nyai Mayang berteriak sekuat tenaga berharap ada yang menolongnya
" Ha ha ha teriaklah sepuasmu cah Ayu" Dari belakang Macan hitam datang dan langsung menangkap pinggang Nyai Mayang
Ah
Nyai mayang terkejut dan jatuh terguling, jaka terlepas dari pegangannya,ia segera bangkit berdiri untuk menghampiri jaka , namun saat akan berdiri Macan Hitam menarik kain yang di pakainya,
Breeeet
kain itu sobek, Nyai mayang segera menutupi bagian tubuhnya yang terbuka
" He he he," Macan Hitam terkekeh, matanya berbinar penuh nafsu saat melihat tubuh putih mulus Nyai Mayang, nafsunya seketika bergejolak, dengan cepat ia meraih tubuh Nyai Mayang
" Akh, Lepaskan" Nyai mayang meronta, namun pegangan Macan hitam sangat kencang ia tak mampu membebaska diri, Macam Hitam yang sudah di kuasai nafsu dengan buas menciumi leher Nyai Mayang yang putih jenjang
Jaka yang melihat itu berdiri sambil menahan sakit karena terjatuh tadi, tanpa menghiraukan
tubuhnya yang masih kecil ia berlari dan menubruk Macan Hitam
" Bocah Sial!" Dengus Macan Hitam kesal, ia menyentakan tangannya
wuut plaaak
Aaaaargh
Jaka terpental dan meluncur ke dalam jurang
" Jakaaaa!" Nyai Mayang berteriak
histeris saat melihat jaka masuk ke dalam jurang, ia meronta berusaha melepaskan diri, namun Cengkraman tangan Macan Hitam ,
melihat tak ada lagi harapan ia meraih cundrik kecil di lipatan kembennya
Slap
Aah
wuut
prak
egh
Nyai mayang dengan cepat menusukan cundriknya pada perut Macan Hitam, reflek Macan Hitam memukul Nyai mayang, Nyai mayang melenguh kecil saat pukulan Macan Hitam mengenai kepalanya dan ia tewas saat itu juga
" Kurang ajar! aku kecolongan" gerutu Macan hitam sambil memegangi perutnya yang tertusuk cundrik
Ia mengambil sebungkus obat dan menaburkan di luka nya,
"lihat anak tadi apa benar benar terjatuh ke dalam jurang"
ucap Maan Hitam pada anak buahnya
mereka segera melihat ke jurang di mana Jaka jatuh tadi,
" sepertinya dia tak akan selamat," gumam anak buah Macan Hitam, karena melihat jurang itu sangat dalam seperti jurang tanpa dasar kecil kemungkinan bisa selamat jika terjatuh kedalam sana
Macan Hitam dan anak buahnya meninggalkan Nyai Mayang yang terbujur dengan bersimbah darah
Sementara Jaka yang terjatuh terus meluncur, ia masih dalam keadaan pingsan karena pukulan Macan Hitam.
Keaaaaak
Dari sebuah pohon besar, bayangan hitam meluncur dan menyambar Jaka yang meluncur deras ke dadar jurang, Bayangan hitam itu ternyata seekor elang besar dengan bulu hitam, besarnya dua kali lipat besarnya dengan tubuh Jaka
Elang itu meluncur ke sebuah goa besar yang terdapat di tebing jurang.
" Keaaaaak"
Elang itu mendorong paruhnya ke tubuh Jaka yang tergeletak, namun tak ada reaksi,
"Keaaaak"
Kembali ia mendorong, masih tak ada gerakan, setelah beberapa kali mendorong dengan paruhnya tetapi tak ada reaksi, ia melesat keluar kembali, dan tak lama ia kembali buah kecil berwarna merah,ia meletakan buah itu di dekat Jaka lalu diam menunggu Jaka tersadar dari pingsannya
Sementara Kerajaan Karang Setra, menjadi geger saat menemukan anak dan menantu Raja tewas dengan kondisi mengenaskan,
" Cepat temukan petunjuk siapa yang membunuh anakku!" Raung Raja Tirta Bayu marah," Dan temukan cucuku Jaka,"
" Kami akan segera ke sana Paduka," Sahut Patih Maladewa dan langsung memimpin satu pasukan khusus untuk mencari petunjuk siapa yang telah membunuh Mahesa sekeluarga, juga mencari keberadaan Jaka, karena mereka tak menemukan adanya mayat Jaka.
" Engg" setelah sehari pingsan erangan kecil terdengardari mulut jaka, dan perlahan matanya terbuka
" Ibuuu!" saat kesadarannya pulih ia langsung menjerit karena teringat ia dan ibunya dalam bahaya
Keaaaak
bukan suara ibunya yang menyahut tetapi teriakan Elang itu yang terdengar, jaka melihat ke arah asal suara dan dia terkejut melihat seekor elang Besar ada di dekatnya
Ia mencoba berdiri namun badannya terasa sakit
Elang Hitam yang melihat itu mendorong buah yang di bawanya tadi
" Ini untukku?" tanya Jaka yang berharap elang itu mengerti bahasanya
Keaaaak
elang itu berteriak dan manggut manggut seakan mengerti ucapan Jaka
Jaka meraih buah itu dan menelannya
" Cesss"
tenggorokannya langsung segar, dan perlahan rasa sakit di tubuhnya berangsur hilang, tahu jika ia di tolong oleh Elang itu dengan cepat ia membungkuk
" Terima kasih kakak Elang" ucapnya
Keaaaak
elang berteriak dan menganguk angguk, Jaka berdiri dan memeluk elang itu rasa takutnya hilang karena ia tahu elang itu penolongnya