NovelToon NovelToon
Olaf & Cyntaf

Olaf & Cyntaf

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan di Sekolah/Kampus / Cinta Seiring Waktu / Romantis
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

"Orang lama menang karena sejarah, tapi orang baru menang karena masa depan."

Azeant Apolo-valerio kehilangan cintanya, namun menemukan kembali harga dirinya. Kata "Putus" dari Claudia Astor seharusnya menjadi akhir, namun bagi pewaris tunggal keluarga Valerio ini, itu hanyalah sebuah awal dari pembebasan.

Apolo adalah pria yang hidup dalam presisi rumus teknik, namun ia gagal menghitung variabel ego seorang wanita yang hanya haus akan validasi.

Segalanya berubah saat sebuah notifikasi dari aplikasi kencan masuk, membawa nama Veronica Brooklyn.
Gadis itu adalah anomali; dia tidak memuja ketampanan Apolo, malah menantangnya dengan kejujuran yang Brutal.

Veronica hadir bukan untuk mengisi kekosongan yang ditinggalkan Claudia, melainkan untuk menciptakan standar baru yang tak pernah Azeant Apolo-valerio bayangkan sebelumnya.

Apolo belajar bahwa terkadang, orang yang datang paling akhir adalah satu-satunya yang layak menjadi yang pertama.

🦋
Selamat Membaca 🌷

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#19

Dinding-dinding apartemen Tribeca yang biasanya menjadi saksi bisu kenikmatan, malam ini berubah menjadi saksi bisu sebuah tragedi yang dibalut gairah.

Kata "menikah" yang meluncur dari bibir Veronica bertindak seperti bensin yang disiramkan ke dalam api yang sudah berkobar di dada Azeant Apolo-Valerio.

Azeant tidak bangkit dari sujudnya dengan ketenangan. Ia bangkit dengan kemarahan yang purba. Matanya yang biasanya biru tenang, kini gelap oleh awan badai. Ia menarik pergelangan tangan Veronica, menghempaskannya kembali ke atas ranjang dengan kekuatan yang tak terbendung.

"Bukankah kau ingin menikah, Sayang? Bukankah kau ingin menjadi istri yang sempurna bagi pria panti asuhan itu?" desis Azeant, suaranya lebih tajam dari sembilu.

Tanpa menunggu jawaban, ia kembali melakukan penyatuan. Kali ini tidak ada kelembutan.

Tidak ada rayuan manis. Hanya ada hentakan yang kasar, sebuah upaya putus asa untuk mengklaim kembali apa yang ia rasa adalah miliknya. Azeant bergerak seolah ia ingin menyatu secara permanen dengan tulang dan daging Veronica, seolah dengan rasa sakit, ia bisa mencegah wanita itu pergi.

"Apa suamimu akan menerimamu nanti, Vea? Hm?" Azeant membisikkan kata-kata itu tepat di telinga Veronica saat ia menghentakkan tubuhnya dengan liar. "Kau sudah kupakai setahun penuh. Setiap inci tubuhmu sudah kukenal lebih baik daripada dirimu sendiri. Kau mengkhianatiku, Vea. Kau memberikan harapan padaku selama setahun ini hanya untuk mencampakkanku demi sebuah hutang budi!"

Veronica memejamkan matanya rapat-rapat. Rasa sakit dan kenikmatan yang tumpang tindih membuatnya hampir kehilangan kesadaran. Namun, di balik desahannya yang berat, hatinya menjerit. Aku tidak mengkhianatimu, Azeant. Aku sedang menyelamatkanmu. Aku sedang menyelamatkan kita dari kehancuran yang lebih besar, batinnya.

"Kau... kau akan mendapatkan teman ranjang yang lebih baik dari aku, Azeant..." rintih Veronica di sela-sela penyatuan mereka yang brutal. "Ada ribuan wanita yang mengantre untuk menjadi milikmu..."

"AKU MENCINTAIMU, VERONICA!" teriak Azeant putus asa.

Suara itu menggelegar di dalam kamar yang kedap suara tersebut. Azeant membolak-balikkan tubuh Veronica, memaksa wanita itu menatap matanya yang basah oleh air mata kemarahan.

"Kenapa kau tidak pernah melihat ke arahku selama ini? Hah? Kenapa? Selama setahun aku memberikan segalanya! Aku memberikan waktuku, apartemenku, tubuhku, bahkan hatiku yang tidak pernah kusentuh sebelumnya! Kenapa kau tetap memilih jalan ini?"

Veronica tidak menjawab. Ia hanya bisa mendesah pasrah saat Azeant kembali melahap bibirnya dengan rakus.

Tubuh Veronica kini penuh dengan tanda kemerahan—bekas gigitan, bekas cengkeraman, dan jejak-jejak gairah yang sengaja ditinggalkan Azeant sebagai "tanda kepemilikan" yang sia-sia.

Azeant ingin Andrew—siapa pun pria itu—melihat bahwa ada pria lain yang telah lebih dulu memetakan setiap jengkal kulit calon istrinya.

"Siapa namanya? Hmm? Siapa nama calon suamimu yang beruntung itu?" tanya Azeant sambil terus bergerak tanpa ampun.

"Andrew... Ahhh... lebih cepat lagi, Azeant... kumohon..." bisik Veronica, air mata mulai mengalir di sudut matanya, menyatu dengan keringat yang membasahi bantal.

"Andrew? Nama yang bagus. Apa aku perlu menemuinya? Apa dia baik? Apa dia bisa memberikanmu apa yang kuberikan malam ini?" Azeant tertawa sinis, sebuah tawa yang penuh dengan patah hati.

Di balik ketegaran yang ia tunjukkan, sejujurnya Veronica sudah mencintai Azeant Apolo-Valerio sejak bulan ketiga mereka bersama.

Bagaimana tidak? Azeant adalah pria sempurna yang paling memperlakukannya sebagai manusia. Pria yang mengingat jadwal kuliahnya, pria yang selalu memastikan dia pulang dengan aman, pria yang diam-diam mengagumi kecerdasannya di atas segalanya.

Namun, Veronica bukan gadis naif. Ia sadar betul siapa dirinya. Ia hanyalah sebuah titik kecil di dalam peta kekuasaan keluarga Valerio.

Ia tahu sejarah keluarga kaya; mereka bukan sekadar orang kaya, mereka adalah dinasti. Jika ia bersikeras tetap berada di samping Azeant, ia tidak hanya akan menghancurkan masa depan Azeant, tapi ia juga membahayakan nyawanya sendiri. Drama keluarga kelas atas tidak pernah berakhir dengan diskusi di meja makan; mereka akan menghilangkan jejak apa pun yang dianggap sebagai aib atau penghalang.

Menikah dengan Andrew adalah pengorbanan yang masuk akal. Andrew adalah pria baik, pria yang tumbuh bersamanya di panti, pria yang tidak akan pernah menuntutnya menjadi "wanita terhormat" versi kelas atas.

Dengan menikahi Andrew, ia bisa tetap hidup, dan Azeant tetap bisa menjadi matahari yang bersinar di puncak dunianya tanpa ada noda dari masa lalu seorang anak panti asuhan.

Keputusannya sudah tepat. Rasa sakit malam ini adalah harga yang harus ia bayar untuk kebebasan Azeant di masa depan.

Penyatuan itu berakhir saat fajar hampir menyingsing. Keduanya tergeletak lemas di atas ranjang yang kini lebih mirip medan perang daripada tempat istirahat. Napas mereka berat dan tidak beraturan.

Azeant tidak langsung menjauh. Ia menarik tubuh Veronica ke dalam pelukannya, menyurukkan wajahnya ke ceruk leher wanita itu yang sudah penuh dengan tanda merah buatannya.

Bahunya bergetar. Sang pewaris itu menangis dalam diam, air matanya membasahi kulit Veronica.

"Aku membencimu, Veronica," bisik Azeant dengan suara yang pecah. "Aku benar-benar membencimu karena kau telah membuatku menjadi pria yang menyedihkan seperti ini."

Azeant mengecup leher Veronica berulang kali, ciuman yang kini terasa dingin dan penuh keputusasaan.

"Dan kuharap setelah ini... kita tidak akan pernah bertemu lagi. Jangan pernah muncul di depanku. Jangan pernah biarkan aku mencium aroma lavendermu lagi. Karena jika aku melihatmu sekali lagi, aku tidak yakin bisa membiarkanmu tetap hidup di pelukan pria lain."

Veronica hanya bisa terdiam, membiarkan Azeant menumpahkan segala luka dan bencinya. Ia menutup matanya, menyimpan setiap rasa sakit ini ke dalam lubuk hatinya yang terdalam. Ini adalah akhir. Pesta perpisahan yang berdarah ini telah selesai.

Besok, tidak akan ada lagi Vea. Besok, Azeant akan wisuda dan menjadi raja di dunianya. Dan Veronica? Ia akan berjalan menuju pelaminan yang tidak ia inginkan, membawa rahasia tentang cinta sejatinya yang terkubur di bawah bayang-bayang gedung Tribeca.

Azeant melepaskan pelukannya, bangkit dengan sisa-sisa kekuatannya, dan berjalan menuju kamar mandi tanpa menoleh lagi.

Pintu tertutup rapat, meninggalkan Veronica sendirian di tengah kedinginan pagi yang kejam.

Setahun mereka kini berakhir tepat saat matahari mulai naik, menyisakan luka di balik sutra yang mungkin tidak akan pernah benar-benar sembuh.

1
Xiao Ling Yi
Dia itu perwakilan perempuan paling nyebelin sedunia
Ros 🍂: hihi🤭
total 1 replies
ren_iren
semangatt kak nulisnya, ceritamu selalu tak tunggu 🤗
Ros 🍂: ma'aciww ya kak. author tunggu masukannya 🫶
total 1 replies
Wifasha
kok gk da,ngulang lg nih bca nya dri awal
Ros 🍂: Maaf ya kak 🫶 cerita nya sudah direvisi, Dan mulai dari awal lagi. dan dengan cerita yang berbeda 🙏🏼🥰
total 1 replies
❥␠⃝ ͭ🍁YW💋🆂🆄🅼🅰🆁🅽🅸👻ᴸᴷ
Bagus lh, ngaku sendiri 🤣🤣🤣
Ros 🍂: Reader silent Silent 🤣🤣🤭
total 3 replies
❥␠⃝ ͭ🍁YW💋🆂🆄🅼🅰🆁🅽🅸👻ᴸᴷ
B.... ehhh ini aja, Ade, lebih manis, Pemain 🤣🤣🤣
❥␠⃝ ͭ🍁YW💋🆂🆄🅼🅰🆁🅽🅸👻ᴸᴷ: Logan, 2 kali kena Karma ya, De 🤣🤣🤣
total 2 replies
❥␠⃝ ͭ🍁YW💋🆂🆄🅼🅰🆁🅽🅸👻ᴸᴷ
wkwkwk menang di 'card' juga sih 🤣🤣🤣
❥␠⃝ ͭ🍁YW💋🆂🆄🅼🅰🆁🅽🅸👻ᴸᴷ: 'Black', yg keluar, auto kalah smua y, De, temen² Apolo itu 🤣🤣🤣
total 2 replies
❥␠⃝ ͭ🍁YW💋🆂🆄🅼🅰🆁🅽🅸👻ᴸᴷ
Kiwww Kiwww Visual di lempar ke 'Arena' ini 🤣🤣🤣
❥␠⃝ ͭ🍁YW💋🆂🆄🅼🅰🆁🅽🅸👻ᴸᴷ: Hi hi Fav ya, De 🤣🤭🥳
total 2 replies
❥␠⃝ ͭ🍁YW💋🆂🆄🅼🅰🆁🅽🅸👻ᴸᴷ
Ht², jgn sampe hangus 🤣🤣🤣
❥␠⃝ ͭ🍁YW💋🆂🆄🅼🅰🆁🅽🅸👻ᴸᴷ: Hi hi 🤣🤣🤣
total 4 replies
❥␠⃝ ͭ🍁YW💋🆂🆄🅼🅰🆁🅽🅸👻ᴸᴷ
Biasaa, cwo msh kudu dgetok martil dulu baru sadar-sesadarny 🤦🤦🤦
Ros 🍂: Mari kita getok Bersama Kak 🤭🤣🤣🫣
total 1 replies
❥␠⃝ ͭ🍁YW💋🆂🆄🅼🅰🆁🅽🅸👻ᴸᴷ
Awas y, jgn nyesel udh putusin Apolo
Ros 🍂: iyaa kak 🫶🥰
total 3 replies
ren_iren
selalu menyukai debaran tulisan yg kau ciptakan kak.... serasa diriku masuk ke ceritanya liat adegan2 mereka yg malu2 meowwww... 😂🤣
Ros 🍂: ma'aciww ya kak 🫶😍 semoga suka cerita nya🥰
total 1 replies
ren_iren
gasssss bacaa bacaaa....... 🤗
ren_iren: always kak 🤗
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!