Cerita Chef yang ogah nikah dan Dokter yang juga ogah menikah.
Arletta Peterson, cucu-cicit-buyut chef terkenal dari keluarga Reeves McCloud itu belum kepikiran menikah di usianya yang menginjak 26 tahun. Chef cantik itu sangat menikmati hidup lajangnya. Hingga di bulan Desember, dia melayani pesta natal di sebuah rumah sakit di London Inggris . Disana Arletta bertemu dengan Dokter Jeff Clarke yang 12 tahun lebih tua darinya. Gara-gara sebuah mistletoe dan kecerobohan Arletta, dokter Jeff mencuri dua kali ciuman dari chef cantik itu. Pertemuan kacau mereka, membuat dokter tampan itu jatuh cinta pada Arletta. Bagaimana cara Dokter Jeff bisa meyakinkan chef cantik itu kalau mereka memang berjodoh?
Generasi ke delapan klan Pratomo
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hana Reeves, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Jeff Clarke
Arletta merasa geli saat teringat tadi si dokter kesandung ember. Gadis itu tapi segera mengalihkan perhatiannya ke orang PR dan Panita Natal.
"Disini tempat acara pesta natalnya, Chef Peterson," ucap Eliza, ketua panita Natal. "Aula ini memang dipakai untuk pesta natal. Kami tahu ruangannya tidak mendukung tapi ini tempat paling pas untuk semua orang bisa mengambil makanan disini karena biasanya Natal kita malah ramai."
"Saya tahu itu karena Oom saya dokter disini. Rasendriya Bianchi?" senyum Arletta.
"Oh ... Dokter Bianchi. Ya ampun ... itu dokter bedah terkenal dan paling cool disini."
Arletta tertawa. "Cool yang paling cool!"
"Benar!" ucap Eliza dan July, orang HRD, tertawa bersama.
"Jadi kita mau model apa ini pestanya?" tanya Arletta. "Biar kita sama enaknya buat letak makanan besok." Gadis itu mengambil Ipad-nya dan mulai memotret lokasi.
"Bagaimana kalau ...." Arletta berdiskusi dengan Eliza dan July.
***
"Terima kasih Dokter Clarke. Saya bisa kembali ke hobi merajut saya," ucap Betty, salah satu pasien nya yang sukses operasinya. Tangannya sempat terluka akibat kecelakaan lalu lintas padahal dia senang merajut.
"Saya ikut senang, Betty. Setidaknya saya bisa dapat syal bulan depan?" goda Jeff membuat Betty tertawa senang.
"Tenang saja, Dokter Clarke. Saya akan membuat syal dengan warna sama dengan warna mata anda. Apa anda tahu, suami saya yang sudah meninggal, punya mata seperti anda. Mata Paul Newman atau mata Paul Walker. Sayang aku sudah tujuh puluh. Coba masih muda ya ...." kerling Betty.
Jeff tersenyum. "Terima kasih Betty. Sayangnya aku bukan Paul Newman."
***
Arletta menyempatkan diri mampir ke ruang kerja Rasendriya Bianchi. Oomnya itu tampak senang melihat keponakannya datang.
"Bagaimana Australia?" tanya Rase usai memeluk Arletta.
"Seru. Aku sempat ke Kingaroy juga buat cari bahan makanan disana terutama yang halal. Alhamdulillah Oom Sander dan Tante Selyn punya stok. Jadi aku bisa bawa ke Melbourne."
"Alhamdulillah. Senang kamu di Aussie?" tanya Rase sambil memberikan sebotol air mineral.
"Senang sih. Banyak cerita deh Oom."
"Boleh dong cerita, Letta. Oom jenuh nih!" pinta Rasendriya yang pindah dari New York ke London karena merasa bosan.
***
Jeff Clarke bersiap untuk pulang karena hari ini dia sudah cukup lelah. Ditambah dia sudah 36 jam berada di rumah sakit dan Jeff sudah kangen dengan anjingnya yang ditinggal di rumah. Beruntung tetangganya, Sue, mau memeriksa Snowy meskipun Jeff sudah menyiapkan semua perlengkapannya dan peralatan untuk makan dan minum yang disetting otomatis. Tapi tetap saja, Snowy pasti lebih suka jika dia pulang.
Sue sendiri tetangganya yang bekerja di tempat penampungan hewan. Wanita berusia lima puluh tahun itu mendapatkan warisan banyak dari suaminya yang lebih dia pakai untuk menikmati hidup untuk hewan-hewan terlantar dan bekerja di penampungan. Sue tidak punya anak, lebih suka hidup bersama hewan-hewan.
Dan Sue satu-satunya tetangganya yang punya nomor kode apartemennya untuk memeriksa Snowy. Sue tahu ritme kerja Jeff sangat amburadul dan Snowy sendirian di apartemen yang termasuk besar itu. Jeff kenal Sue selama lima tahun, jadi memberikan nomor password-nya demi memeriksa hewan peliharaannya.
Jeff memakai jaketnya dan menutup pintu lokernya lalu keluar dari ruang loker. Dia tersenyum ramah ke para dokter dan suster yang menyapanya.
Pria itu membawa tasnya dan berjalan menuju pintu depan rumah sakit ketika melihat Chef Arletta Peterson sedang memberikan tanda tangan ke Chubby di buku notesnya.
Chubby sepertinya sedang heboh bercerita ke Arletta dan gadis itu memberikan tips yang dicatat oleh pria kulit hitam itu.
Sepertinya soal resep masakan deh!
Jeff mengangkat kerah jaketnya dan memakai topi bennienya lalu berjalan keluar.
***
Christmas Party
Arletta tampak sibuk memerintah para anak buahnya saat memasang peralatan memasak dan meja-meja untuk penyajiannya. Untuk pesta natal ini, Arletta sengaja membuat menu Indonesia yang panas agar cocok di musim dingin ini.
"Rawon, Soto Betawi, Sup Iga, makanan khas Natal ... Oke, ini akan bikin Oom berantakan dietnya!" ucap Rasendriya sambil memeriksa makanan yang disiapkan Arletta.
"Pokoknya serba hot lah Oom. Biar semua orang merasa hangat." Arletta tersenyum lebar ke Rasendriya.
"Oom mau soto Betawi ya nanti Letta," pinta Rasendriya.
"Oke Oom. Sama teh tarik panas?" tawar Arletta.
"Absolutely!" jawab Rasendriya tegas.
***
Menjelang jam makan malam, para dokter, perawat dan staff sudah berkumpul di aula yang disulap Arletta menjadi tempat pesta Natal lengkap dengan berbagai ornamen termasuk pohon Natal dan mistletoe yang tergantung di dekat pintu masuk.
Arletta dengan ramah memberitahukan tentang menu hari ini dan banyak yang lebih suka masakan panas yang berbeda dari menu Natal pada umumnya.
"Chef, kita kekurangan daging!" seru Tara.
"Apa masih ada di van?" tanya Arletta.
"Masih ada."
"Biar aku ambil." Arletta pun menyerahkan pemimpin ke Sous Chef nya. "Paul, kamu pegang dulu."
Gadis itu pun berjalan menuju parkiran mobil van milik RR's Meals dimana dua anak buahnya sedang berada disana untuk persiapan.
***
Jeff berjalan ke aula karena banyak bilang masakannya berbeda dari menu Natal seperti sebelumnya dan enak sekali. Pria itu berjalan sambil memasukkan ponselnya ke dalam snelinya tanpa melihat arah depannya hingga dia bertabrakan dengan Arletta yang berjalan terburu-buru.
"Oh!"
"Auw!"
Jeff secara reflek memeluk Arletta yang terhuyung.
"Sorry." Arletta tersenyum ke Jeff yang terkejut saat tahu siapa yang dipeluknya.
"Kamu baik-baik saja?" tanya Jeff.
"Aku baik-baik saja ... Dokter ..." Arletta melihat nama Jeff di ID cardnya yang menempel di snelinya. "Dokter Jeff Clarke."
"Apa kamu yakin?" tanya Jeff.
"Positive!"
Jeff lalu melepaskan pelukannya. "Kamu mau kemana?"
"Oh, ambil daging. Kami kehabisan ...." Arletta hendak pergi ketika seseorang berseru.
"Dok! Chef! Kalian berdua berdiri di bawah mistletoe! Ayo kalian berdua berciuman!" seru Eliza. "Sudah tradisi!"
Jeff dan Arletta melongo.
"Oh, no no ... Tidak perlu ...." Arletta mengangkat kedua tangannya dan bersusah menolak. "Tidak ada cium-ciuman."
"Oh ayolah Chef ... Ini Natal dan sudah tradisi. Hanya ciuman kecil!" seru yang lain.
Wajah Arletta memerah karena baginya, ini sangat memalukan.
Jeff menatap Arletta. "Hanya ciuman kecil. Tidak ada yang terluka. Lagipula, seperti yang dibilang, ini tradisi."
Arletta menatap tajam ke Jeff. "Tidak seperti ini juga!"
Tanpa diduga Jeff memegang wajah Arletta dan mencium bibirnya lembut.
***
Note
Mistletoe adalah tumbuhan semak parasit (semi-parasit) hijau abadi yang hidup menempel dan mengambil nutrisi serta air dari cabang pohon lain. Dikenal sebagai hiasan Natal, tanaman ini memiliki daun hijau, buah kecil berwarna putih/kuning, dan tumbuh dalam kelompok bulat. Mistletoe melambangkan keromantisan, perdamaian, dan keberuntungan dalam tradisi Barat.
Tradisi Natal: Umumnya digantung di atas pintu, mistletoe dianggap membawa keberuntungan dan kedamaian. Tradisi populer menyebutkan bahwa pasangan harus berciuman di bawahnya.
Sumbe Google
***
Yuhuuuu up pagi yaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu
letta mulai nyaman dg jeff ya😁😁😁
chef Letta tampaknya mulai ada rasa penasaran 🤫
Jeff kaga usahh ke GR an yaa gegara di kirim makan sama Letta
menyebalkannya tapi ngangenin lho😅😅🤭