NovelToon NovelToon
Kaisar Pedang Penelan Surga

Kaisar Pedang Penelan Surga

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Sistem / Balas Dendam
Popularitas:2.5k
Nilai: 5
Nama Author: Bodattt

Di Sekte Langit Biru, Xiao Fan hanyalah murid sampah yang terdampar di Alam Kondensasi Qi lapis pertama. Dicemooh, dihina, dan nyaris diusir ke dapur luar—ia dianggap sebagai aib terbesar sekte. Namun, tak seorang pun tahu bahwa di balik tubuh lemahnya, tersimpan jiwa Kaisar Pedang yang pernah mengguncang sembilan langit. Selama tiga tahun, pedang kuno bernama Penelan Surga menggerogoti seluruh kultivasinya. Kini, pedang itu telah terbangun. Dengan teknik terlarang yang membalikkan hukum Surga dan Bumi, Xiao Fan memulai jalan sunyinya sebagai Kaisar Pedang Iblis. Misi pertamanya: menghancurkan sekte yang merendahkannya... hanya dalam seratus hari. Namun bagi Xiao Fan, tiga hari sudah lebih dari cukup.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27: Latihan di Lembah Tersembunyi

Lembah itu seperti dunia kecil yang terlupakan.

Air terjun setinggi dua puluh meter mengalir deras, menciptakan kabut tipis yang membiaskan cahaya matahari menjadi pelangi samar. Kolam di bawahnya jernih, dasarnya terlihat jelas—batu-batu halus dan ikan-ikan kecil yang tidak takut pada manusia. Pepohonan hijau mengelilingi lembah, akar-akarnya mencengkeram dinding kapur putih. Tempat yang sempurna untuk bersembunyi sekaligus berlatih.

Xiao Fan berdiri di tengah kolam, air setinggi pinggang. Di hadapannya, Liu Ruyan berdiri dengan pedang besi terhunus, wajahnya serius.

"Hari ini kau akan belajar menggunakan energi yang keluar dari segelmu secara sadar," kata Xiao Fan. "Tadi malam itu insting. Sekarang kita latih kendali."

Liu Ruyan mengangguk. "Bagaimana caranya, Guru?"

"Tutup mata. Rasakan segel itu. Bukan sebagai penghalang, tapi sebagai pintu. Pintu yang sedikit terbuka." Xiao Fan mengalirkan Qi Kematian tipis ke sekeliling, menciptakan zona latihan yang aman. "Jangan paksa terbuka. Hanya intip celahnya, dan ambil sedikit energi yang keluar."

Gadis itu memejamkan mata. Napasnya melambat. Satu menit. Dua menit. Keringat mulai muncul di pelipisnya.

Lalu—sedikit saja—matanya mulai bersinar ungu redup di balik kelopak.

"Bagus. Sekarang buka mata, dan arahkan energi itu ke pedangmu."

Liu Ruyan membuka mata. Bola matanya tidak sepenuhnya ungu seperti tadi malam, hanya ada kilatan ungu di sekitar pupil. Ia menatap pedang besinya, berkonsentrasi.

Perlahan, bilah pedang itu mulai diselimuti kabut ungu tipis. Tidak setebal saat melawan Penjaga Tulang, tapi cukup terlihat.

"Aku... melakukannya," bisiknya tak percaya.

"Tebas air di depanmu."

Liu Ruyan mengayunkan pedangnya ke permukaan kolam. Kabut ungu itu melesat bersama tebasan, membelah air hingga ke dasar kolam. Ikan-ikan kecil berhamburan. Belahan itu bertahan selama tiga detik sebelum air kembali menyatu.

Xiao Fan mengangguk puas. "Itu baru awal. Dengan latihan, kau bisa memperpanjang durasi dan meningkatkan kekuatannya. Energi itu—sebut saja Energi Kegelapan Sejati—adalah kebalikan dari Qi Surgawi. Ia tidak menciptakan, tapi meniadakan. Itu sebabnya bisa menghancurkan inti Penjaga Tulang."

Liu Ruyan menatap pedangnya sendiri dengan mata berbinar. "Jadi aku bisa meniadakan serangan lawan?"

"Pada tingkat dasar, ya. Pada tingkat tinggi... kau bisa meniadakan eksistensi itu sendiri." Xiao Fan melangkah keluar dari kolam. "Tapi itu nanti. Sekarang, latihan fisik. Langkah Bayangan, tapi kali ini dengan Energi Kegelapan di kakimu. Coba."

Mereka berlatih selama berjam-jam. Matahari bergerak dari tengah ke barat. Liu Ruyan jatuh bangun puluhan kali, tapi ia selalu bangkit. Energi Kegelapan Sejatinya masih tidak stabil—kadang menyala terang, kadang padam sama sekali. Tapi semakin lama, ia semakin bisa mengendalikannya.

Sementara itu, Xiao Fan duduk di atas batu besar, bermeditasi. Di lautan kesadarannya, Pedang Penelan Surga kini memiliki dua fragmen yang menyatu. Bentuknya lebih solid. Dan kemampuan barunya—Tebasan Dimensi—masih menunggu untuk diuji.

Ia membuka mata dan menghunus Pedang Bintang Jatuh. Ia membayangkan sebuah titik di udara, sekitar lima meter di depannya. Lalu ia menebas.

Tidak ada gerakan pedang yang terlihat. Tapi di titik yang ia bayangkan, ruang itu sendiri robek sejenak—garis hitam tipis selebar satu jari, menghilang dalam sekejap. Sehelai daun yang kebetulan melayang di sana terpotong sempurna menjadi dua.

[Tebasan Dimensi berhasil diaktifkan. Jarak maksimum saat ini: 7 meter. Konsumsi Qi Kematian: 15% per tebasan.]

Xiao Fan menyeringai. Ini bisa menjadi kartu as melawan Xue Lang. Musuh tidak akan melihat serangan datang—karena serangannya tidak melewati ruang di antaranya.

Sore menjelang. Mereka beristirahat di tepi kolam, makan buah-buahan yang tumbuh liar di lembah. Liu Ruyan terlihat lelah tapi puas.

"Guru, apa kita akan di sini sampai Xue Lang pergi?"

"Tidak. Dia tidak akan pergi sampai menemukan kita." Xiao Fan menatap langit yang mulai memerah. "Tapi kita tidak akan menunggunya di sini. Besok pagi, kita akan bergerak lagi. Ke selatan, menyusuri pegunungan. Ada kota kecil di kaki selatan—Kota Pasir Putih. Kita bisa mencari informasi tentang fragmen ketiga di sana."

"Dan Xue Lang?"

"Dia akan mengikuti. Tapi dengan medan yang kita pilih, kita bisa mengatur jebakan." Xiao Fan mengepalkan tangan. "Aku tidak akan membiarkan dia mendikte kapan dan di mana kita bertarung."

Malam turun di lembah. Bintang-bintang bermunculan, terlihat jelas karena tidak ada cahaya kota. Liu Ruyan tertidur di dekat api unggun kecil, pedang besinya di samping.

Xiao Fan tetap terjaga. Ia merasakan sesuatu. Bukan Xue Lang—masih terlalu jauh. Tapi sesuatu yang lain. Kehadiran yang samar, seperti bayangan di balik bayangan.

Ia mengaktifkan Meditasi Seribu Benang. Kehadiran itu tidak mendekat, hanya mengamati dari kejauhan. Sama seperti Kera Hutan sebelumnya, tapi berbeda. Ini bukan monster. Ini... manusia.

[Mendeteksi entitas tidak dikenal. Kultivasi: Fondasi Inti Puncak. Identitas: Tidak teridentifikasi. Niat: Netral untuk saat ini.]

Xiao Fan tidak bergerak. Ia hanya mengalirkan Qi Kematian ke sekeliling, menciptakan penghalang peringatan. Jika entitas itu mendekat, ia akan tahu.

Siapa lagi yang mengawasi mereka? Mata-mata Liu Yuan? Atau seseorang yang lain?

Malam semakin larut. Dan di kejauhan, di balik pegunungan, Xue Lang terus mendekat. Serigala Darah tidak pernah berhenti. Tidak pernah lelah. Ia hanya punya satu tujuan: memburu dan menghancurkan Putri Kegelapan.

Tapi ia tidak tahu bahwa kali ini, sang Putri tidak sendiri.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!