NovelToon NovelToon
Sang Kaisar Abadi Yang Terlahir Kembali

Sang Kaisar Abadi Yang Terlahir Kembali

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Reinkarnasi / Mengubah Takdir
Popularitas:5.6k
Nilai: 5
Nama Author: Bodattt

Seorang Kaisar Abadi yang berkuasa dan ditakuti di seluruh alam semesta dikhianati dan dibunuh oleh orang-orang terdekatnya. Namun, alih-alih jiwanya hancur, ia terbangun kembali sebagai seorang pemuda tak berguna di sebuah klan kecil yang hampir punah, ribuan tahun di masa depan. Dengan semua ingatan dan pengetahuannya yang luas dari kehidupan sebelumnya, ia memulai kembali perjalanan kultivasinya. Kali ini, ia tidak akan mengulangi kesalahan yang sama.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11: Di Bawah Bayang-Bayang Surya

Darah menetes dari sudut bibir Arga, jatuh di atas batu hitam arena yang telah menyaksikan puluhan pertarungan hari itu. Rasa sakit dari pukulan Surya masih menjalar di perutnya, tapi ia memaksakan diri untuk berdiri tegak. Menatap lawannya yang berdiri beberapa langkah di depannya dengan ekspresi dingin.

"Kau masih bisa berdiri," komentar Surya datar. "Menarik. Seharusnya pukulan tadi cukup untuk mematahkan tiga tulang rusukmu."

Arga tidak menjawab. Ia mengatur napas, merasakan Benang Perak di Dantian-nya berdenyut lebih cepat dari biasanya. Hampir tujuh ruas jari. Setiap detik dalam pertarungan ini mendorongnya semakin dekat ke delapan.

Surya bukan lawan biasa. Kecepatannya di atas kemampuanku saat ini. Aku tidak bisa mengandalkan mata—harus membaca aliran Qi-nya.

Surya melangkah maju. Gerakannya santai, seolah sedang berjalan-jalan di taman. "Kau tahu, aku sebenarnya menghormatimu. Sedikit. Dari sampah klan yang bahkan tidak bisa menyerap Qi, menjadi seseorang yang bisa mencapai final festival. Itu pencapaian yang tidak buruk."

Ia berhenti dua langkah dari Arga. "Tapi kau membuat kesalahan fatal. Kau menyentuh adik-adikku. Di Klan Wirya, kami melindungi darah kami sendiri. Dan untuk itu, kau harus membayar."

Qi Surya meledak. Bukan dalam jumlah besar—hanya cukup untuk meningkatkan kecepatannya ke level yang sulit diikuti mata biasa. Ia menghilang dari tempatnya berdiri.

Arga sudah bergerak sebelum otaknya sempat memproses. Langkah Bayangan Bulan membawanya ke kiri—tapi tidak cukup cepat. Pukulan Surya mengenai bahunya, membuatnya terhuyung.

Braak! Braak! Braak!

Tiga pukulan beruntun mendarat di tubuhnya. Bahu, rusuk, paha. Arga seperti boneka kain yang diombang-ambingkan badai. Setiap pukulan terasa seperti dihantam batu besar. Tulang-tulangnya berteriak. Otot-ototnya menjerit.

Tapi ia tidak jatuh.

Di tepi arena, Bima berdiri dengan tangan mengepal. "Bangun, Arga... bangun..."

Raka yang berdiri tidak jauh darinya menatap dengan mata menyipit. "Dia bukan bertahan. Dia sedang... mengamati."

"APA?! DIA SEDANG DIHAJAR! BAGAIMANA BISA MENGAMATI?!"

Raka tidak menjawab. Ia memperhatikan mata Arga yang—meski tubuhnya babak belur—tetap tenang. Seperti mata elang yang mengawasi mangsa dari ketinggian.

---

Di dalam kesadarannya sendiri, Arga menghitung.

Satu. Dua. Tiga. Empat.

Setiap pukulan Surya ia terima, tapi ia perhatikan polanya. Surya selalu memulai dengan langkah kaki kanan. Serangannya selalu mengincar titik-titik vital. Dan setiap tiga pukulan, ia memiliki jeda seperempat detik—waktu yang ia gunakan untuk mengatur ulang Qi-nya.

Jeda itu celahnya.

Surya melayangkan pukulan kelima—tinju kanan mengarah ke ulu hati. Arga melihatnya datang. Kali ini, ia tidak menghindar sepenuhnya. Ia memiringkan tubuhnya, membiarkan pukulan itu mengenai sisi perutnya, bukan tengah. Rasa sakit tetap ada, tapi tidak melumpuhkan.

Dan saat Surya masuk ke jeda seperempat detiknya, Arga bergerak.

Teknik Cakaran Naga Penghancur.

Lima garis perak menyambar ke arah wajah Surya. Pemuda berambut perak itu terkejut—ia tidak menyangka Arga masih bisa melancarkan serangan balik. Ia memiringkan kepala, dan cakaran energi itu meleset melewati pipinya, hanya menyisakan goresan tipis.

Tapi itu cukup untuk membuatnya mundur selangkah.

Seluruh arena menahan napas. Untuk pertama kalinya dalam pertarungan ini, Surya Wirya menghindar dari serangan si sampah klan.

Surya menyentuh pipinya. Ada darah di ujung jarinya. Ia menatap darah itu, lalu menatap Arga. Matanya yang tadinya dingin kini berubah—ada api kemarahan di dalamnya.

"Kau... berani melukaiku."

Arga tersenyum tipis, meski bibirnya penuh darah. "Kau tidak sekuat yang kau kira."

Surya meraung. Qi-nya meledak sepenuhnya—kali ini tanpa menahan diri. Tekanan energi itu membuat penonton di barisan depan terhuyung. Kultivator tahap keenam puncak, melepaskan seluruh kekuatannya.

"AKU AKAN MEMBUNUHMU!"

Ia menerjang dengan kecepatan dua kali lipat sebelumnya. Arga mengaktifkan Langkah Bayangan Bulan sekuat tenaga, tapi ia tahu itu tidak akan cukup.

Braaaakkk!

Pukulan yang diperkuat Qi menghantam dadanya. Arga merasakan tulang rusuknya benar-benar retak kali ini. Tubuhnya terpental seperti daun kering, menghantam lantai batu hitam dan tergelincir beberapa meter.

"ARGAAAA!" teriak Bima dari tepi arena.

Arga terbaring. Pandangannya kabur. Darah mengalir dari mulut dan hidungnya. Setiap tarikan napas terasa seperti ditusuk pisau.

Apakah ini batasku? pikirnya.

Surya berjalan mendekat, langkahnya berat dan penuh kemenangan. "Kubilang akan kuhancurkan kau. Sekarang, aku akan menghancurkan Dantian-mu. Kau tidak akan pernah bisa berkultivasi lagi. Itu hukuman yang setimpal untuk seseorang yang berani melawan Klan Wirya."

Ia mengangkat tangannya, Qi berkumpul di telapak tangannya—cukup untuk menghancurkan pusat energi seorang kultivator.

Dan saat itulah, sesuatu terjadi.

Di dalam Dantian Arga yang hampir hancur, Benang Perak berdenyut. Bukan sekali. Bukan dua kali. Tapi terus-menerus, seperti genderang perang kuno.

Denyut. Denyut. Denyut. Denyut.

Panjangnya merambat. Dari hampir tujuh ruas jari, ia melonjak ke tujuh setengah. Lalu delapan.

Dan saat mencapai delapan ruas jari, seluruh dunia Arga berubah.

---

KRAK!

Bukan suara dari luar, melainkan dari dalam dirinya. Sebuah pintu terbuka. Pengetahuan baru mengalir deras ke dalam benaknya, lebih kuat dari dua teknik sebelumnya.

Teknik Perisai Langit Kesepuluh.

Sebuah teknik pertahanan murni. Bukan sekadar menangkis serangan—teknik ini menciptakan penghalang energi yang terbuat dari esensi Langit Kesepuluh. Tidak ada serangan di bawah ranah Inti Emas yang bisa menembusnya.

Tapi teknik ini membutuhkan energi yang sangat besar. Dengan Benang Perak-nya yang baru delapan ruas jari, Arga mungkin hanya bisa mengaktifkannya selama tiga detik. Itu pun akan menguras seluruh tenaganya.

Tiga detik. Itu cukup.

Surya menurunkan tangannya yang berselimutkan Qi ke arah Dantian Arga.

"SELAMAT TINGGAL, SAMPAH!"

Sekarang.

Arga mengaktifkan Perisai Langit Kesepuluh.

BZZZZT!

Sebuah perisai transparan berwarna perak keunguan muncul di sekujur tubuhnya. Tangan Surya yang penuh Qi menghantam perisai itu—dan terpental.

"AAPA?!"

Surya mundur beberapa langkah, menatap tangannya sendiri yang kini gemetar. Perisai itu tidak hanya menahan serangannya—ia juga menyerap sebagian energi serangan itu dan memantulkannya kembali.

Arga bangkit. Perlahan, dengan susah payah, ia berdiri. Perisai di sekelilingnya mulai memudar—tiga detik hampir habis. Tapi ia tidak membutuhkannya lagi.

Di dalam Dantian-nya, Benang Perak sepanjang delapan ruas jari berdenyut dengan kekuatan yang belum pernah ia rasakan. Ia tidak tahu berapa lama teknik itu akan tetap aktif. Tapi ia tahu satu hal.

Sekarang, ia bisa melawan.

"Giliranku," bisiknya.

Ia melangkah maju.

1
Mommy Dza
So sweet 😁 akhirnya Arga bs tdur nyenyak
Mommy Dza
Masuk ke dalam kegelapan
kenangan pertama
Mommy Dza
Mencari pecahan
Mommy Dza
Pilihan yg sulit
Mommy Dza
pemangsa yg kesepian ternyata🥹
Mommy Dza
Lanjut💪
Mommy Dza
Tetap semangat Arga 💪
Mommy Dza
Cara memperkuat segel adalah
Mommy Dza
Bravo Arga 👍💪
BlueHeaven
Sekelas Penguasa Tertinggi kok sampe nggak tau sih, apalagi setetes demi setetes tiap harinya
MyOne
Ⓜ️👣👣👣Ⓜ️
Mommy Dza
Arga kembali 💪
Mommy Dza
Arga mau dimangsa 🥹 haddehh
hancurkan dia Arga
Mommy Dza
Memperbarui segel dan mengurung pemangsa 💪
Mommy Dza
Arga semakin kuat 💪
Mommy Dza
Nasib apa yg menunggunya 🥹
Mommy Dza
Lanjut thor
Mommy Dza
Wah ketemu pecahan kedua yah 💪
Mommy Dza
Siapa lagi yg muncul /Smug/
Mommy Dza
Bunuh dia Arga 💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!