NovelToon NovelToon
Antara Dua Pilihan Hati

Antara Dua Pilihan Hati

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Misteri / Perjodohan / Romantis / Pengantin Pengganti / Komedi
Popularitas:606
Nilai: 5
Nama Author: Gurania Zee

Karya terbaru Gurania Zee yang menceritakan tentang gadis tidak peka dan cinta segitiga antara Aluna, Arsen dan Prasha Arzelio.
memiliki kisah yang sedikit rumit perihal rahasia misteri kematian ayahnya dan adanya permainan bisnis yang menjadikannya sebuah kunci utama dari misteri tersebut. dan Cinta yang mulai tumbuh perlahan. Aluna seorang gadis yang polos tanpa sadar menjadi pusat permainan dalam dunia bisnis mendiang ayahnya. yang jauh lebih besar dari semua intriks itu bahkan paling tidak menyadari akan hal yang paling sederhana yaitu, perasaannya sendiri. karena terkadang misteri dalam hidup, bukanlah rahasia dari kisah masa lalu melainkan hati yang terlambat menyadari.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gurania Zee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 2 ADPH

Ujian selalu datang tak pernah kita tau dan mau, Arden tidak suka stasiun, terlalu banyak orang, makanya perjalanan ke rumah Prasha keduanya memakai jasa online.

Malam itu ia tidak berniat kemanapun, tapi ia juga tidak enak berlama lama di rumah Prasha, ia hanya ingin kembali pulang saat itu.

Pukul 9 malam, langit sudah nampak hitam sempurna, aneh ada cahaya samar seperti lampu proyek saat itu yang seharusnya tidak aktif, ya saat ini mereka memaksakan diri untuk pulang, diantar oleh Bima. Arden hanya menatap dari luar jendela didalam mobil tersebut.

Namun mobil mereka tiba tiba saja berubah haluan, bima saja heran ada apa ini sebenarnya, padahal ia tidak memakai navigasi, tapi mobilnya malah melambat sendiri, ia juga tidak menekan pedal rem, dasboard mobil pun menyala dengan pemberitahuan yang belum pernah ia lihat sebelumnya.

Layar informasi berkedip, mobil itu seolah dikendalikan oleh orang lain dan mengarah pada rel tua tersebut.

Mobil berbelok ke arah samping, bima mencoba memutar kembali kemudian itu, tapi tidak bisa, rel tersebut tak pernah ada jadwal masuk jam oprasionalnya dimalam hari.

Bima sengaja injak gas, mesin yang meraung tapi mobil yang ia kemudikan seolah dikendalikan oleh orang lain, ini sangat aneh sekali.

"Jalur ini seharusnya mati." ucap Bima.

Bima mencoba mematikan mesin dan mengotak atiknya berkali kali, tidak respon dan asisten terkunci.

Layar kembali berkedip, tangannya menjadi gemetar, darahnya terasa dingin saat itu. seseorang telah mengendalikan sistem mobil ini.

"Kita buka pintunya,"ucap Arden.

Bima memukul setor, "Buka, Buka."

Lampu kereta semakin mendekat, suara klakson penjang memecah udara malam saat itu. Mobil mereka berhenti tepat ditengah rel, bukan keinginan bima saat itu, tapi sistem mesin pada mobil itu yang dimatikan secara paksa.

Berakhir dengan Arden harus di rawat dirumah sakit karena sempat terjadi kecelakaan, dan kepalanya mengalami benturan, kembali ia tidak mengingat siapapun.

Setelah kejadian itu, Bima pun menghilang entah kemana. Namun yang Arden ingat ada satu suara yang begitu ia kenal.

Di ruang ICU ia terbaring begitu lemah, tidak mengingat apapun sama sekali, tidak Aluna maupun rumah. Apa yang ia ingat pun tidak ia ceritakan pada siapapun lebih dulu

Suara bisikan ditelinganya berkata "sudah waktunya dimulai."

Diruang perusahaan Raharjo Subroto, seorang teknisi sedang memeriksa laporan. "ini aneh pak"

"Ada percobaan penetrasi pas area rel lama beberapa hari lalu." ucapnya pada atasannya.

"Atas nama siapa?"

"Bima." Prasha diam, ia berada dibelakang mereka.

Semua dijelaskan perihal keanehan itu pada Prasha, "jangan dikeluarkan file ini dari ruangan." ucapnya.

Prasha menoleh, dan menjauh, tahap pertama selesai, gumamnya lalu mengetik kata kata itu pada seseorang.

Saat dirumah sakit pun Prasha begitu tenang, namun satu hal lagi yang Arden ingat dalam secarik surat itu, jangan percaya dari keluarga Raharjo sebelum bertemu dengan Prasha Arzelio.

"Tangan percaya pada siapapun dulu sebelum.bertemu dengan Prasha."

"Apa maksudnya ini."

Begitu banyaknya pertanyaan pada Arden, dan ia mencari bima tak ada, saat itu bima entah kemana menghilang dalam sekejap.

Malam itu. mobil, dan rel, semua pertanyaan keanehan yang terjadi saat kecelakaan membuat Arden terngiang ngiang di memorinya, akan bayangan kejadian saat itu.

"Arden merasa kecelakaan yang ia alami begitu tidak wajar, hanya saja dari kepingan ingatannya yang masih bagaikan kepingan puzzle.

Ia masih menyembunyikan sisa sisa ingatannya tersebut, yang ia perhatikan adalah bagaimana pola yg dipakai oleh seseorang untuk berusaha melenyapkannya saat itu. Meskipun ia menyadari bahwa ia bukanlah target utamanya.

Prasha masuk ke dalam ruangan, dan berdiri tenang, bagaimana kondisimu sekarang?

Arden memperhatikan gestur tubuh Prasha, ia seolah mengingat saat kejadian di real itu seolah ada sosok yang berdiri tenang namun tidak bergerak hanya berdiri dari kejauhan, bayangannya yang terlihat tersorot oleh cahaya lampu malam itu. membuat Arden yakin jika ada sesuatu yang tidak beres. Yang membuatnya tidak melakukan hal gegabah saat itu.

Hanya berpura pura dengan tatapan kosong seolah ingatannya belum kembali, meskipun masih ada potongan bayangan yang memutar dalam ingatannya.

Bukan hanya Arden yang mencurigai sesuatu, tapi Aluna juga, Aluna duduk di area luar rumah sakit yang nampak sepi, membuka surat dari almarhum ayahnya. Ia merasa aneh, dan mempertanyakan mengapa ia harus pergi kerumah keluarga Raharjo sementara jangan dulu percaya pada keluarga Raharjo, lalu apa ini,..jangan percaya sebelum bertemu dengan Prasha, tapi pertanyaannya ia sudah bertemu dengan Prasha dan sekarang yang membiayai rumah sakit pun Prasha bukan lagi ayah angkatnya.

Aluna melipat lagi surat itu dan memasukkannya ke dalam tas ransel miliknya. di dalam rumah sakit, Arden bertanya pada Prasha

"Mas saat saya kecelakaan, mas ada dimana?

"Dirumah." jawab Prasha.

"Kenapa memangnya?, kamu mengingat sesuatu?."

"Tidak., hanya saja saya merasa saat itu saya tidak sendirian." ucap Arden.

Tatapannya yang kosong, tingkat kesadaran dalam, ingatannya yang sesekali pulih meski belum benar benar stabil.

Ia bertekad untuk menyelidiki semua ini, dan merasa yakin kecelakaan ayahnya itu maupun yang terjadi padanya bukan kecelakaan murni.

Dibawah selimut ia mengepalkan tangannya. Prasha kembali pulang, tersisa hanya Aluna sendiri yang menjaganya. "Luna,." panggilnya lembut.

"Iya kak"

"Aku sudah mulai mengingat"

"Apa, kakak ingat aku?."

"Sedikit."

"Tidak apa kak, jangan dipaksakan"

"Kata dokter juga bertahap saja kak."

Arden mengangguk pelan

"Lun,..kita harus mencari tau kematian ayah."

Aluna mendongak heran sekaligus bingung, tapi juga mengiyakan. Karena dari apa yang ia baca dalam surat sangatlah rancu penuh tanda tanya.

"Kenapa ayahnya ingin dia menikah dengan Prasha dari keluarga Raharjo tapi malah jangan dulu mempercayai keluarga Raharjo sebelum bertemu prasha, apa benar yang ditemuinya benar Prasha asli?.

Itulah yang dia ungkapkan pada sang kakak, suatu hari Arden sudah diperbolehkan pulang, Aluna pun kembali dengan aktivitasnya sekolah seperti biasa, sebentar lagi ulangan jadi Aluna tidak boleh kebanyakan bolos.

Arden meski masih lemah tapi masih menyediakan kebutuhan Aluna, pada saat itu Aluna belum bertemu Arsen anak dari ayah angkatnya.

Dikarenakan Arsen masih ada keperluan bisnis dengan perusahaan Raharjo. Mendapat titah dari sang ayah yang entah tujuannya apa.

"Ini bekal kamu Aluna, sekolah yang rajin."

"iya dong kak."

"jangan pacaran dulu."

"Iya kakakku, makasih ya kak, wah ayam kecap menunya, enak nih pasti."

"Syukurlah kalo kamu suka, nanti kalo habis kakak buatkan lagi setiap hari."

"Bosen atuh kak tiap hari ayam terus."

"Yasudah sana gih, ntar telat lagi, sudah kakak pesankan ojol."

"Ok kak, Luna pergi dulu ya, assalamualaikum."

"Waalaikumsalam."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!