NovelToon NovelToon
Miss Magang Menyebalkan

Miss Magang Menyebalkan

Status: sedang berlangsung
Genre:Dosen / Idola sekolah / Diam-Diam Cinta
Popularitas:640
Nilai: 5
Nama Author: Nadiya Nafras

Mahasiswa magang dari universitas A, dan mereka semua kembar berjumlah 6 orang. Tentunya hal itu sering membuat siswa dan guru salah mengenali mereka. saksikan kisah mereka

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadiya Nafras, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hal yang mengejutkan

" Saya tidak sedang salah dengarkan bu Maria, yang magang di sekolah tersebut adalah mahasiswa kembar semua. Kalau begitu bagaimana caranya Bu Maria membedakan antara satu dan lainnya, contohnya si Grace aja lah kita buat. Tadi kan Bu Maria bilang kalau Grace memiliki saudara kembar bernama Gina, bagaimana cara membedakan antara garis dan juga Gina?" tanya seorang dosen yang tentunya sangat terkejut dan juga sangat penasaran dengan solusi yang akan dilakukan oleh Bu Maria.

" Awalnya saya juga kaget ketika mengetahui kalau mereka adalah mahasiswa kembar semua, apalagi peraturan di kampus kita akan mengatakan kalau mereka bisa bebas mencari tempat magang. Dan selain itu mereka juga bebas memilih siapa saja yang akan menjadi teman magangnya, setelah itu kita hanya tinggal ACC dan mengantar mereka ke tempat di mana mereka magang." jelas bu Maria.

" Sepertinya mereka berenang memang sangat dekat, sehingga akhirnya mereka berenang memutuskan untuk magang di sekolah yang sama. Tapi hal itu justru membuat pusing Bu Maria dan juga para pihak sekolah kan, karena pastinya guru-guru dan juga para siswa di sekolah akan sering menyapa mereka dengan nama yang salah."

" Sejauh ini saya tidak ada menerima laporan seperti itu, tapi semoga saja hal seperti itu tidak akan terjadi. Yang saya lihat walaupun mereka kembar tetapi mereka tetap memiliki perbedaan, ya walaupun kalau dilihat secara sekilas mereka tidak ada perbedaan sama sekali." jelas bu Maria dengan mengingat bagaimana rupa dari keenam mahasiswi bimbingannya itu.

" Sepertinya siang nanti kita harus meminta mereka berenam untuk menemui kita, jujur saja saya sangat ingin membedakan mereka. Tapi untuk magang di tahun berikutnya Sepertinya kita harus memikirkan mengenai pembagian kelompok, karena jika mereka yang memilih tempat magang takutnya akan terjadi hal seperti ini kembali."

" Sebenarnya itu juga yang ingin saya usulkan kepada Ibu dekan dan juga yang lainnya, jujur saja hal ini membuat Kepala saya pusing karena ternyata mereka satu tempat magang. Sejauh ini saya masih bisa membedakan mereka, tapi saya tidak tahu di kemudian hari. Takutnya di kemudian hari saya juga tidak bisa membedakan mereka, apalagi jika mereka berpenampilan sama." jelas bu Maria yang menjelaskan kemungkinan yang bisa saja terjadi di kemudian hari.

" Baiklah hal ini akan menjadi pertimbangan, dan kita harus mengangkat kasus ini kepada dekan. Semoga saja dengan begitu hal seperti ini tidak akan terulang kembali, dan kita bisa sedikit tenang karena mengurangi beban kita masing-masing."

Pak Liam masih larut dalam pikirannya mengenai Grace, Iya masih tidak menyangka dengan informasi yang disampaikan oleh Bu Maria. Iya sungguh salut dengan pola pikir dari grace, Iya akhirnya berhasil meluluhkan semuanya. Grace telah membanggakan nama kampus mereka, dan itulah yang membuat Pak Liam selaku penasihat akademi ikut bangga.

' Sepertinya aku harus mengobrol dengannya, Aku sangat bangga dengan kinerjanya. Dan semoga saja aku bisa membujuknya agar dia mau menjadi asdosku, dengan begitu aku merasa senang karena bisa mendidik seseorang yang sangat pintar.' batin Pak Liam.

...----------------...

Ibu dekan yang sebelumnya sempat lewat kantor dosen, saat ini ia pun memikirkan apa yang dikatakan oleh para dosen-dosen tersebut. Kini beliau menjadi sangat penasaran dengan mahasiswanya yang bernama Grace, Ia pun meminta asistennya untuk mencari tahu mengenai Grace. Dan akhirnya ia pun mendapatkan informasi kalau Grace adalah mahasiswa pendidikan bahasa dan sastra Indonesia, dan ia pun mengamati wajah Grace dengan baik-baik.

" Ini bukannya Gina Hanif ya kenapa namanya jadi Grace Hanif?" tanya ibu dekan kepada asistennya itu.

" Itu adalah Grace Hanif Bu mahasiswa pendidikan bahasa dan sastra Indonesia, sedangkan Gina Hanif adalah saudara kembarnya yang merupakan mahasiswa pendidikan bahasa dan sastra Inggris."

" Oh ternyata mereka adalah saudara kembar, kalau begitu pantas aja saya tidak bisa membedakan mereka dan mengira Grace adalah Gina."

" Sejujurnya saya juga sama sekali tidak bisa membedakan mereka berdua Ibu dekan, mereka berdua memiliki kemiripan yang sangat signifikan. Sehingga orang-orang yang tidak mengenal mereka tidak bisa membedakannya, tetapi saya yakin orang-orang yang memang sudah mengenal mereka dekat pasti dapat membedakan mereka berdua."

" Tugasmu saat ini hubungi Gina Hanif, minta dia membawa Grace untuk menemui saya sore nanti!"

" Sore nanti Ibu deh kan, bukan kah sore nanti Ibu ada pertemuan dengan rektor?" tanyanya dengan mengingatkan jadwal dekan tersebut.

" Oh iya saya lupa kalau sore nanti ada jadwal pertemuan dengan rektor, kalau begitu undur saja dan katakan pada Gina untuk membawa Grace menemui saya esok hari." ucapnya

" Baik bu saya akan menginformasikan kepada Gina untuk membawa Grace bertemu dengan ibu esok hari, kalau begitu saya izin untuk membacakan jadwal Ibu hari ini."

" Hari ini saya akan masuk kelas di mana?"

" Hari ini ibu akan masuk kelas di fakultas hukum, jamnya itu di jam kedua dipukul 10.30."

" Kalau begitu ayo ikut saya ke fakultas hukum, Sebenarnya saya sangat malas untuk masuk ke fakultas hukum ini. Karena di sini ada banyak anak-anak yang sangat sulit mengerti pembicaraan saya, apalagi di kelas yang akan saya masuki ini. kelas A kan?"

" Iya benar Bu hari ini Ibu ada jadwal masuk di kelas A, dan kemudian sore nanti Ibu juga ada jadwal masuk di kelas B." jelasnya.

Keduanya pun segera melanggarkan kakinya menuju ke arah fakultas hukum, karena memang waktu yang sudah hampir mendekati. Dan mereka juga tidak bisa meninggalkan tanggung jawab mereka untuk mengajar, walaupun dia seorang dekan tapi dia juga harus mengajarkan kepada para mahasiswanya. Dia adalah orang yang disiplin dan tidak boleh mengingkari aturan kedisiplinan itu, karena jika Ia mengingkari aturan kedisiplinan dirinya sendiri maka itu akan mencoreng nama baiknya sendiri.

...----------------...

Saat ini sudah memasuki jam istirahat kedua, mereka semua saat ini berkumpul di meja piket. Tentunya mereka bercerita mengenai keadaan di dalam ruangan kelas, indah dan juga Irma hanya menyimak saja apa yang dikatakan oleh teman-temannya itu. Karena mereka memang belum masuk ke dalam kelas, tentunya mereka menanyakan keadaan mereka di dalam ruangan kelas apakah gugup atau tidak.

" Kau merasa gugup atau tidak ketika berada di ruangan kelas tadi Grace?" tanya Irma.

" Aku sama sekali tidak merasakan kegugupan itu, apalagi aku sudah masuk ke dalam kelas sejak kemarin." jawabnya.

" Kalian tidak usah menanyakan saudara kembarku ini, dia selalu saja mengatakan kalau dia sangatlah tenang dan tidak merasakan takut. Bahkan yang merasa takut adalah para siswa yang berada di ruangan itu, karena pastinya para siswa itu sudah merasakan aura dingin dari saudara kembarku ini." jelas Gina yang memang sudah mengenal sifat dan tabiat dari Grace.

1
mond ☘︎☘︎
boleh kasih saran?
etto... sampulnya kurang menarik perhatian (sorry kalau menyinggung☹️)
Nadiya Nafras
oke kak, terimakasih
mond ☘︎☘︎: sama sama ^^
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!