NovelToon NovelToon
SALAH SERVER! MAFIA BERDARAH Di Kamar Mandi Nyonya CEO.

SALAH SERVER! MAFIA BERDARAH Di Kamar Mandi Nyonya CEO.

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Pengganti / CEO / Mafia / Mengubah Takdir
Popularitas:9.7k
Nilai: 5
Nama Author: Ariska Kamisa

"Aku cuma mau jadi beban keluarga CEO, kenapa malah dikasih beban nyawa Mafia?!"
Velin mengira transmigrasi ke tubuh istri pengganti dalam drama CEO klise adalah tiket liburannya dari dunia korporat. Tugasnya mudah: diabaikan suami, dihina pelakor, lalu mati konyol.
Tapi Velin menolak alur! Saat ia sedang asyik berendam mawar untuk merayakan kebebasannya, plafon kamar mandinya jebol.
Bukannya suami yang datang minta maaf, justru seorang pria asing bersimbah darah jatuh tepat di hadapannya. Kieran Marva D’Arcy—Ketua Mafia kejam yang seharusnya tidak ada dalam naskah ini.
Satu pria ingin membuangnya, satu pria lagi mengancam akan menembaknya.
Saat alur drama sudah "Salah Server", apakah Velin akan tetap mengikuti naskah, atau justru menulis takdir baru bersama sang Mafia?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ariska Kamisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 17: Ciuman Sang Ratu Mafia

Taman itu mendadak terasa mencekam. Kata-kata Adriano tentang kematian ibu Kieran seolah menjadi belati yang menusuk tepat ke titik terlemah Kieran. Di balik pohon besar, Kieran berdiri kaku. Bayangan masa kecilnya—darah, ledakan helikopter, dan tatapan dingin ayahnya yang menyalahkan cincin itu—kembali menghantui pikirannya.

Rahang Kieran mengeras hingga pembuluh darah di lehernya menegang. Tangannya mengepal begitu kuat hingga kuku-kukunya melukai telapak tangannya sendiri. Matanya yang biasanya tajam kini meredup, dipenuhi kilat trauma yang gelap. Ia hampir kehilangan kendali, hampir melangkah keluar untuk menghancurkan kepala Adriano dengan tangan kosong.

Adriano yang tidak menyadari kehadiran Kieran semakin ugal-ugalan. "Lihat itu, Velin! Cincin di jarimu itu adalah penghisap nyawa! Kieran tidak mencintaimu, dia hanya butuh tumbal baru agar klan D'Arcy tetap berjaya. Apa kau mau berakhir jadi abu seperti ibunya?"

Velin menarik napas panjang. Ia melihat bayangan Kieran yang gemetar di balik pohon. Jiwa budak korporatnya yang dulu sering menghadapi bos toxic kini berubah menjadi keberanian murni.

"Sudah selesai bicaranya, Mas?" tanya Velin dengan suara yang sangat tenang, namun mematikan.

"Velin, aku memberitahumu ini karena aku peduli—"

"Peduli?" Velin tertawa sinis, langkahnya mendekat ke arah Adriano. "Kau bilang Kieran iblis? Kau bilang dia kejam? Mas, kau yang lebih kejam. Kau membiarkanku mati kesepian di rumahmu sambil kau sibuk berzina dengan wanita lain. Kau menyebut cincin ini kutukan? Bagiku, kutukan sesungguhnya adalah menghabiskan sisa hidupku dengan pria pengecut yang hanya bisa menyalahkan alkohol atas pengkhianatannya!"

"Velin, kau buta karena hartanya!" bentak Adriano.

"Bukan harta! Tapi karena dia menghargaiku sebagai manusia!" seru Velin. Ia kemudian menoleh ke arah pohon besar. "Tuan Kieran, keluarlah. Jangan biarkan sampah ini mengotori telingamu lagi."

Kieran melangkah keluar dari kegelapan. Auranya sangat mengerikan, seolah-olah iblis yang dibicarakan Adriano benar-benar bangkit. Matanya merah, menatap Adriano dengan tatapan haus darah.

"Kau..." suara Kieran rendah, bergetar karena emosi yang tertahan. "Kau tahu apa soal ibuku?"

Adriano sempat ciut melihat sosok Kieran, namun ia tetap mencoba berlagak berani. "Aku tahu kau pembawa sial, Kieran! Kau akan membunuh wanita ini juga!"

Kieran melangkah maju, tangannya sudah terangkat hendak mencekik leher Adriano. Namun, sebelum amarah itu meledak, Velin menarik lengan baju tuksedo Kieran.

"Tuan, jangan kotorinya tanganmu untuk orang seperti dia," bisik Velin.

Kieran menatap Velin dengan napas memburu. "Dia menghinamu, Aveline. Dia bilang kau tumbal..."

"Aku bukan tumbal. Aku istrimu," sahut Velin mantap.

Untuk membuktikan pada Adriano—dan terutama untuk menyembuhkan luka di hati Kieran—Velin berjinjit. Ia menarik kerah baju Kieran, memaksa pria jangkung itu menunduk, dan langsung mendaratkan bibirnya di atas bibir Kieran.

Dunia seolah berhenti berputar. Adriano terbelalak, harga dirinya hancur berkeping-keping melihat pemandangan itu.

Ciuman itu bukan lagi kecelakaan seperti di atas kasur dulu. Ini adalah pernyataan perang terhadap masa lalu. Velin mencium Kieran dengan penuh perasaan, seolah sedang menyalurkan seluruh kekuatannya untuk mengusir bayangan gelap di otak pria itu.

Kieran tertegun. Genggaman tangannya yang semula mengepal perlahan melunak. Kehangatan bibir Velin meruntuhkan tembok es yang selama ini membentengi hatinya dari rasa bersalah atas kematian ibunya. Pendar merah dari cincin di jari Velin bersinar sangat terang, membalut tubuh mereka berdua dalam cahaya yang hangat dan magis.

Velin melepaskan ciumannya, lalu berbalik menatap Adriano yang mematung lemas.

"Lihat, Mas? Tidak ada kutukan. Yang ada hanyalah cinta yang tidak akan pernah kau mengerti," ujar Velin dengan dagu terangkat. "Sekarang, pergi dari sini sebelum aku sendiri yang meminta pengawal melemparmu ke laut. Kau bukan lagi siapa-siapa bagiku. Kau hanyalah mantan atasan yang gajinya nunggak di hatiku!"

Adriano terjatuh terduduk di atas rumput. Ia sadar, ia telah kalah telak. Bukan karena senjata Kieran, tapi karena ia telah kehilangan hati wanita yang dulu begitu memujanya.

Kieran merangkul pinggang Velin, menariknya rapat ke dadanya. Ia menatap Adriano dengan senyum kemenangan yang dingin. "Terima kasih sudah datang, Mally. Berkat bualanmu, aku sadar bahwa wanita ini adalah satu-satunya hal berharga yang akan kujaga bahkan jika seluruh dunia harus hancur."

"Jaxon!" panggil Kieran lantang.

Jaxon muncul dari balik semak-semak. "Siap, Tuan."

"Buang sampah ini dari pulauku. Dan pastikan semua perusahaannya bangkrut besok pagi. Aku ingin dia merasakan bagaimana rasanya menjadi miskin yang sesungguhnya," perintah Kieran tanpa ampun.

Velin menatap Kieran dengan kagum. "Duh, galaknya dapet banget! Tapi kok aku malah makin cinta ya? Emang bener, Mafia kalau udah bucin itu ugal-ugalan!"

...****************...

1
awesome moment
ti kn...hamidun yg super absurd
awesome moment
velin mmg super absurd
awesome moment
bikin genre kocak bgini lg dunk
Ariska Kamisa: baik, ditunggu aja ya kak,
terimakasih kak, 🙏🙏🙏
total 1 replies
awesome moment
kocak mmg tu aveline
awesome moment
cerita sekocak n koq minim pembaca😭😭😭syedih q tu
awesome moment
omelet penuh cinta
awesome moment
adriano rugi besar
awesome moment
ngabrut
awesome moment
whoah...jodoh velin n
awesome moment
😄😄😄👍😄😄👍
Ariska Kamisa: terimakasih banyak kak 🙏🙏🙏
total 1 replies
aditya rian
ngeluh mulu si velin ampun...
aditya rian
busett
aditya rian
telat Adriano kalah kaya habisnya/Applaud/
aditya rian
sumpah... kadang isi otak velin ini absurd ditambah bibi Amora nya yang sama /Scream/
Ariska Kamisa
siap kak..
terimakasih 🙏🙏🙏
Mifta Nurjanah
lanjut
Rin Jarin
lanjutkan
Lola Maulia
😊😊😊😊
Mifta Nurjanah
cieee ciuman
Mifta Nurjanah
wkwk cincin pindah ke lu ven
Ariska Kamisa: terimakasih banyak kak 🙏🙏🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!