Ruang posesif...
Velycia amora daneswara adalah seorang mahasiswi cantik di universitas rayaksha yang pindah karena akan menikah dengan seorang mahasiswa bernama kevin Arya alexsa dari universitas ganesha yang terkenal dengan price ice, dia termasuk ketua BEM di universitasnya dan seorang kapten basket. Karena pernikahan mereka disembunyikan banyak dari mahasiswa universitas Ganesha yang menyukai istrinya hal itu membuat kevin frustasi.
episode 2 CSKB
Disisi lain...
Di universitas ternama di kota B tepat di bangku kantin seorang mahasiswi yang bernama velycia dan dua temannya anggi dan ella sedang menghabiskan waktu bersama dikantin sebelah kampus. untuk ya apalagi kalau gak gibah
mereka yang selalu pergi bersama seperti persahabatan bagai kepompong. Meskipun begitu mereka memiliki sifat yang berbeda velycia mahasiswi berprestasi di kelasnya dan memiliki paras yang cantik tak heran jika banyak kaum adam mengaguminya,
sedang anggi dan ella memiliki sifat yang tidak jauh berbeda mengerjakan tugas di dekat dekat deadline dan memiliki paras yang tak kalah cantik juga dari velycia, tetapi mereka bertiga sama sama rajin hanya saja anggi dan Ella tergantung mood saat mengerjakan tugas atau tunggu waktu mepet.
"Eh vel lihat deh kak rangga Liatin loh tuh" ucap ella.
"Ya jadi gue harus gimana jungkir walik, salto kagak kan?" jawab velycia
"Ya elah vel kak rangga itu lo, orang terpopuler di kampus masa gak ada tertarik tertariknya gitu" ucap anggi.
"Gak males gue"
"Elo gak belok kan vel? " jawab anggi asal
"Eh mulut ya bun, saya masih normal sayang"
"Ye kita kira lo belok kak rangga yang keren dan cool gitu aja lo gak tertarik apalagi endrik yang bar bar" jawab ella.
"Ya tidaklah, gini gini gue doyan lakik juga kali"
"Lakik orang" jawab ella
"Eh kagak ya kirain gue apa! pelakon"
"Apatuh pelakon mau nglawak lo"
"Pelakor ella sayang"
"Oh.. " jawab ella ber oh ria
"Jadi selera lo yang gimana ni vel? " tanya anggi penasaran.
"Hm.. Selera gue itu KIM SEOKJIN BTS" jawab velycia sambil menyeruput jus jeruknya karna dia fansnya bts
"Ehh... Halu lo"jawab anggi
" lah biarin"jawab velycia sambil angkat bahu, terlalu asik mengobrol ternyata rangga menghampiri meja mereka.
"Hai vel boleh kita gabung disini?"tanya rangga.
" eomo mimpi apa gue semalam kak rangga nyamperin kita woy"heboh anggi velycia pun menyikut lengan anggi. Yang terlalu heboh.
"Eh ya kak,bsilahkan gabung aja gak papa" bukan velycia yang jawab tapi ella.
"Makasih" ucap rangga sambil duduk didepan velycia dibarengi oleh teman temannya yaitu endrik, wawan dan dika.
"Aaaaaaa.... Meleh gue demi apa kak rangga bilang makasih aa.." ucap ella sambil memukul mukul velycia.
"Iss apaan si lla sakit tau" ucap velycia karna kesal
"Eh dek vely yang cantik udah pulang atau ada kelas lagi kah? " tanya endrik teman rangga.
"Ee.. Mulai konslet ni anak" ucap wawan
"Tauh tu anak gak bisa diem kalau nampak yang bening bening" timpal dika.
"Eh kak endrik udah selesai, bentar lagi pulang" jawab velycia
"Oh ya, wah kebetulan aa endrik pun gak ada kelas aa antar pulang ya"jawab endrik sambil tersenyum
Plak wawan menggeplak kepala endrik
" auh... Sakit ege"ucap endrik sambil menggosok gosokkan kepalanya.
"Sengklak lo" jawab dika
" tau, Lo lupa nanti kita latihan basket untuk tanding sama universitas ganesha bulan depan"jawab wawan
"Ye gak lah, lagian apa salahnya sih gue libur sehari jugak gak masalah kan" Jawab endrik
"Eee ni anak mintak dilempar ke atas genteng" jawab dika. Rangga yang melihat tingkah teman temannya pun hanya bisa menggelengkan kepalanya.
Sambil menunggu pesanan mereka datang.
"Kok gue berasa kita jadi pajangan ya" ucap ella
"Iya gue setuju " jawab anggi sedangkan rangga sibuk curi curi pandang ke arah velycia sambil tersenyum.
"Vel, lo kok diem aja sih dilihatin sama kak rangga" tanya anggi
"Ya jadi gue harus gimana... "
"Jukir walik kek, salting gitu"
"Entah ni, kalau gue jadi lo beh dah tantrum disini vel"
"Ya udah tantrum lah gue liatin , gue kasih support pun"
"Iss loh mah gitu vel.. " velycia hanya tertawa saja melihat wajah kesal anggi
Tak terasa ponsel velycia berbunyi memampilkan MY Mother dengan emoji love.
"Ya hallo mah"jawab velycia
" vel kamu sudah pulang belum? "tanya winda mama velycia
" sudah, ni vely lagi dikantin bentar, abis itu pulang napa rupanya mah? "
"Tidak, tadi mamah udah suruh mang cecep jemput kamu mungkin sudah sampai"
"Oh ya, kenapa gak bilang sih mah? "
"Lah kan ni mamah udah bilang sama kamu"
"Ya maksud vely kenapa tidak bilang dari tadi, kan kasian mang cecep tungguin vely kalau sudah sampai dari tadi"
"Iya iya tadi mamah lupa. Sudah ya kamu cepat pulang jangan keluyuran lagi"
"Iya mah "
"mama tutup dulu telpon nya" velycia yang melihat panggilan diakhiri baru lah beranjak dari tempat duduk nya
"Eh dek vel, mau kemana! kok buru buru banget " tanya wawan
"Iya kak wan vely udah ditunggu sopir. kasian kalau lama lama" jawab veli
"Yahhh... Ni jadi aa endrik gak jadi entar dek vely yang cantik"
Plak sakarang yang menggeplak kepala endrik ialah rangga.
"Ah apaan sih ngga, ikut ikutan lo sama wawan gak asik lo"ucap endrik sambil mengelus elus kepalanya, velycia yang mendengar itu pun tersenyum kikuk
" maaf kak, vely udah dijemput "ucap velycia sambil menarik kedua temannya.
" ouh, ya sudah lah dek vel besok besok aa endrik yang antar kamu"
"Eh iya kak, kakak kakak sekalian vely dan lainnya pamit pulang yah" ucap vely sambil berlari keparkiran tempat di dijemput.
"Eh, vel tunggu ayok nggi malah bengong mulu lu kak kami pamit duluan ya" ucap ella. Dan di angguki oleh keempat pria itu
" cantik vely hati hati ya sayangku" teriak endik.
Plak.. Kepala endrik kena pukul lagi oleh dika.
"Eh dik, kok ikut lo, kalian kira kepala gue gendang apa main geplak aja" jawab endrik kesal melihat teman teman-temannya, temannya yang hanya tertawa.
"Abisnya lo godain anak orang mulu" jawab dika sambil terkekeh.
"Ya kitakan lagi berjuang gak kayak rangga tuh hanya diam diam liat doang kayak gitu tidak ada hasil bray, bagusan sat set sat set"jawab endrik santai
" yang ada anak orang yang takut sama lo"timpal wawan. Mereka pun mengobroli cerita absurd mereka hingga strategi yang akan digunakan untuk latihan mereka.
Disisi lain vely yang sudah menggandeng tasnya menuju parkiran yang ikutin oleh kedua temannya itu untuk melihat mang cecep yang sudah atau belum sampai di parkiran, ternyata sudah sampai
kedua temannya pun melambaikan tangan ke arah velycia yang menuju ke tempat mang cecep sedangkan mereka mengambil kendaraan mereka masing masing dan pergi.
"Mang udah lama nungguin vely"
"Tidak non, mang cecep baru aja sampai tidak lama non keluar"
"Oh gitu ya udah yuk mang kita berangkat"
"sipp non" jawab mang cecep