NovelToon NovelToon
Lahirnya Kultivator Naga Keabadian

Lahirnya Kultivator Naga Keabadian

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Dikelilingi wanita cantik / Kebangkitan pecundang / Budidaya dan Peningkatan / Ahli Bela Diri Kuno / Balas dendam dan Kelahiran Kembali
Popularitas:4.2k
Nilai: 5
Nama Author: Dana Brekker

Dijuluki "Sampah Abadi" dan dicampakkan kekasihnya demi si jenius Ma Yingjie tak membuat si gila kekuatan Ji Zhen menyerah. Di puncak dinginnya Gunung Bingfeng, ia mengikat kontrak darah dengan Zulong sang Dewa Naga Keabadian demi menjadi kultivator terkuat.

"Dunia ingin aku merangkak? Maka aku akan menaklukkannya lebih dulu!"

[Like, vote dan komentar sangat bermanfaat bagi kelanjutan cerita. Selamat membaca]

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dana Brekker, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 2: Perjanjian Darah

Gua di puncak Gunung Bingfeng itu mendadak menjadi saksi bisu sebuah transaksi terlarang. Di hadapan Ji Zhen, makhluk bersisik yang mengaku sebagai Zulong itu masih melayang, membiarkan simbol-simbol bercahaya biru pucat menyelimuti udara di antara mereka. Setiap garisnya memancarkan tekanan yang membuat dada Ji Zhen terasa sesak, seolah ada gunung yang diletakkan di atas jantungnya.

“Baca dengan mata jiwamu, Manusia,” suara Zulong bergema, tidak lagi penuh amarah, melainkan penuh perhitungan. “Seperti yang kau tau, aku tidak memberikan hadiah cuma-cuma. Ini adalah pertukaran nyawa.”

Ji Zhen menatap deretan rune kuno itu. Meskipun ia belum pernah mempelajari bahasa dewa, keberadaan qi naga yang merembes ke udara seolah menerjemahkan setiap makna langsung ke otaknya. Syaratnya jujur dan brutal. Ia akan mendapatkan warisan Dao Es Sejati, yaitu teknik kultivasi tertinggi, metode tempur yang mampu membekukan lautan, dan pengetahuan ribuan tahun. Namun, sebagai gantinya, fisiknya akan menjadi wadah permanen bagi Zulong. Saat Ji Zhen mencapai tahap Keabadian, kesadarannya akan memudar, dan Zulong akan bangkit mengambil alih raga tersebut.

Bahkan ada satu poin yang membuat dahi Ji Zhen berkerut, itu adalah sebuah klausul yang menyebutkan bahwa Zulong berhak melakukan penyesuaian persepsi pada sang wadah. Itu artinya, naga ini bisa memanipulasi pikiran atau perasaannya secara halus.

“Kau bisa memutarbalikkan pikiranku?”

“Jika kau bertindak bodoh dan membahayakan investasi ini, ya, tentu saja,” jawab Zulong tanpa tedeng aling-aling. “Aku tidak butuh wadah yang berakhir bunuh diri sebelum waktunya. Bagaimana? Masih punya keberanian, atau kau lebih suka mati membeku di sini sebagai pemuda gagal?”

Ji Zhen menatap tangannya yang membiru. Ia teringat wajah Ma Yingjie yang penuh kesombongan, tatapan menghina Yang Huiqing, dan air mata ibunya yang setiap hari harus melihat putranya dihina. Rasa sakit di hatinya jauh lebih menyengat daripada ancaman manipulasi pikiran ini. Ambisinya bukan sekadar bertahan hidup karena ia ingin berdiri di puncak dunia, tak peduli siapa yang harus ia jadikan pijakan, termasuk naga di depannya ini.

“Siapa yang peduli dengan masa depan jika saat ini saja aku sudah dianggap bangkai?” Ji Zhen menyeringai. “Ambil tubuhku di tahap Keabadian nanti, Ular sawah. Tapi sebelum itu, pastikan kau memberiku kekuatan untuk menghancurkan mereka semua yang merendahkanku.”

Tanpa menunggu instruksi lebih lanjut, Ji Zhen menggigit ibu jarinya kuat-kuat. Darah segar merembes keluar, terlihat sangat kontras di tengah hamparan putihnya salju. Dengan gerakan tegas, ia menempelkan ibu jarinya ke tengah formasi cahaya.

Dunia di sekitar Ji Zhen pun mendadak lenyap. Kontrak itu meledak menjadi ribuan partikel cahaya yang langsung menerjang masuk ke seluruh pori-porinya.

“ARGH!!!”

Ji Zhen jatuh tersungkur. Sensasinya bukan seperti dialiri energi, melainkan seperti ribuan jarum es yang dipanaskan lalu ditusukkan ke setiap jalur meridian di tubuhnya secara serentak. Qi naga yang liar dan dingin membanjiri pembuluh darahnya tanpa ampun. Jalur energinya yang selama ini buntu dipaksa terbuka lebar secara kasar. Tubuh Ji Zhen kejang hebat di lantai gua yang keras. Darah mulai keluar dari sela-sela giginya, bercampur dengan butiran es yang terbentuk dari energi yang meluap.

Adapun Zulong hanya melayang di sana, mengamati penderitaan itu dengan tatapan objektif. Tidak ada bantuan. Tidak ada kata-kata penyemangat. Jika Ji Zhen mati di proses ini, berarti ia memang bukan wadah yang layak.

Hampir satu jam penuh Ji Zhen bertarung melawan rasa sakit yang seolah ingin mencabik setiap serat ototnya. Nafasnya terputus-putus, matanya membelalak hingga urat-urat merahnya terlihat jelas. Namun, di tengah penderitaan itu, mental bajanya menolak untuk pingsan. Setiap kali kegelapan ingin merenggut kesadarannya, ia membayangkan wajah orang-orang yang meremehkannya, menjadikannya bahan bakar untuk terus bertahan.

Tiba-tiba, suara yang nyaring terdengar dari dalam dadanya. Energi es yang tadinya liar mendadak tenang dan mengumpul di bagian tengah tubuhnya. Sebuah ledakan energi tak kasat mata menyapu debu di dalam gua.

Ji Zhen terengah-engah, wajahnya pucat pasi, namun ia bisa merasakan perubahan drastis. Ia bukan lagi seorang pemuda dengan fisik biasa. Ia telah melompati pembatas besar, menembus langsung ke Penghimpunan Qi Lapis puncak. Kekuatan itu mengalir mantap, terasa asing namun luar biasa padat.

“Hehe… hahahaha!” Ji Zhen tertawa lemah, meski setiap tawa itu membuat dadanya terasa nyeri. “Rasa sakit ini… benar-benar sebanding. Ibu… lihat aku!”

“Jangan terlalu bangga, Bocah,” Zulong mengganggu tawanya. “Kau baru saja memaksakan energi naga ke dalam tubuh yang belum siap. Itu adalah terobosan paksa. Jika kau tidak hati-hati, teknik ini akan merobek dagingmu sendiri sebelum musuh sempat menyentuhmu.”

Naga itu kemudian memancarkan secarik pengetahuan ke pikiran Ji Zhen. “Ini teknik dasar pertama: Lapisan Embun Beku. Gunakan qi-mu untuk memanifestasikan es di permukaan kulit. Ini bisa menjadi perisai, atau jika kau cukup cerdik, senjata yang mematikan.”

Ji Zhen segera mencoba. Ia menggerakkan qi di dalam meridiannya sesuai instruksi. Namun, saat energi itu menyentuh telapak tangannya, rasa sakit menusuk kembali muncul. Meridiannya terasa seperti dipaksa memuntahkan api dingin.

Brak!

Es yang terbentuk langsung pecah menjadi kepingan tak berguna. Tapi Ji Zhen tidak berhenti. Ia mencoba lagi. Gagal. Mencoba lagi. Setiap kegagalan membuat tangannya lemas, namun matanya tetap fokus. Hingga pada percobaan kedelapan, sebuah lapisan es bening yang sangat keras terbentuk sempurna membungkus telapak tangannya. Rasa dinginnya menyatu dengan darahnya, memberikan sensasi kekuatan yang nyata.

“Bagus, sekarang kau punya waktu terbatas untuk kembali ke sekte,” perintah Zulong. “Ingat, di dunia luar sana, setiap kekuatan punya harga. Dan harga yang kau bayar… baru saja dimulai. Sekte Qingyun tidak akan menyambutmu dengan karpet merah.”

Ji Zhen keluar dari gua dengan Bunga Hanling yang tersimpan aman di balik pakaiannya. Tubuhnya terasa berat, namun setiap langkahnya kini meninggalkan jejak retakan es di atas salju.

Saat ia sedang menuruni lereng yang curam, telinganya menangkap suara geraman buas. Dari balik bebatuan besar, muncul lima ekor serigala besar. Mata mereka kuning kelaparan, bulu mereka berdiri tegak menandakan agresi. Ini adalah predator yang biasanya menghindari kultivator kuat, namun kondisi Ji Zhen yang penuh luka membuat mereka berani mendekat.

Serigala pertama langsung melompat dengan taring terbuka.

Melihat itu Ji Zhen tidak menghindar. Ia menggerakkan qi naga ke tangan kanannya. Rasa sakit membakar meridiannya lagi, namun ia menahannya dengan geraman keras.

“Lapisan Embun Beku!”

Tangannya membeku dalam sekejap. Saat serigala itu menerjang, Ji Zhen melayangkan pukulan lurus ke arah moncong binatang itu.

DUAKK!

Es yang melapisi tangannya memancarkan hawa dingin yang luar biasa. Kepala serigala itu seketika membeku, dan saat tubuhnya menghantam tanah, bagian kepalanya pecah berkeping-keping. Empat serigala lainnya terhenti, mereka menatap kawan mereka dengan bingung.

Sementara Ji Zhen berdiri tegak, meski nafasnya berat dan badannya terasa seperti akan remuk. Ia menatap kawanan predator itu dengan tatapan predator yang lebih buas. Seringai dingin muncul di wajahnya. Melihat mangsa mereka tidak lagi menunjukkan rasa takut dan justru memancarkan aura es yang menekan, kawanan serigala itu perlahan mundur ke dalam badai salju. Mereka memutuskan bahwa pemuda penuh luka ini bukan lagi mangsa yang mudah.

Setelah itu Ji Zhen terus berjalan hingga ia mencapai kaki Gunung Bingfeng.

Di perbatasan hutan sebelum gerbang sekte, suara Zulong kembali terngiang di kepalanya. Sang Naga Keabadian kini bisa keluar masuk sesuka hati dalam bentuk fisik spiritual dan hanya Ji Zhen yang bisa melihat, maupun mendengarkan suaranya. “Kau sudah mengambil langkah pertama. Tapi ingat, jangan terlalu cepat bahagia. Kekuatan naga adalah kutukan bagi mereka yang tidak bisa mengendalikannya. Sekte itu tidak akan membiarkanmu naik dengan tenang.”

Mendengar itu Ji Zhen lantas berhenti, menatap gerbang Sekte Qingyun di kejauhan yang mulai terlihat di antara kabut. Ia tidak menjawab Zulong dengan kata-kata. Ia hanya mengencangkan kepalan tangannya yang masih menyisakan hawa es.

“Biarkan mereka mencobanya,” gumam Ji Zhen. “Aku ingin melihat wajah Ma Yingjie saat dia menyadari bahwa ‘sampah’ ini telah kembali untuk mengambil kembali semua yang mereka curi.”

1
YunArdiYasha
gas poll
MuhFaza
gas lanjutkan
MuhFaza
lanjut bg
Tuan Belalang
😍😍👍👍💪💪
YunArdiYasha
musuh
yuzuuu ✌
bagus ini ceritanya
DanaBrekker: terima kasih /Coffee/
total 1 replies
Tuan Belalang
😍👍👍👍
Tuan Belalang
sehat sehat othor
DanaBrekker: semoga semua pembaca karya othor juga sehat selalu
total 1 replies
Tuan Belalang
👍👍👍😍👍
Tuan Belalang
alamak, gukguk? 🤣
DanaBrekker: /Doge/
total 1 replies
Tuan Belalang
eyuhh najis 😄
Tuan Belalang
astoge udh gak ketolong nih anak 🤣
Tuan Belalang
pffftt mampus 👍👍🤣
DanaBrekker: /Cleaver//Gosh/
total 1 replies
Tuan Belalang
curang gak sih bangg 🤭🤭🤣
Tuan Belalang
mampus aja luu
Tuan Belalang
ji zhen nih tahan banting 💪
Tuan Belalang
mff bawell thorr abs novelmu bagus 😄😍👍🤭
DanaBrekker: terima kasih /Coffee/
total 1 replies
Tuan Belalang
🤭😍👍👍👍
Tuan Belalang
benr tu kt zilong
Tuan Belalang
😍😍👍👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!