Elang Erlangga seorang mafia kejam berdarah dingin. Suatu malam Erlangga di kepung oleh para musuhnya di kota Jogja, saat sedang menjalankan sebuah misi untuk mencari ibu nya. Karena kebocoran informasi pada tentang keberadaan nya, dia nyaris mati. Untung nya dia di selamatkan oleh seorang gadis desa baik hati. Tersentuh akan kebaikan dan kelembutan sang gadis desa. membuat Elang ter obsesi untuk bisa memiliki gadis desa tersebut.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sang senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 1
Kamar khas anak laki-laki yang teramat mewah. Seorang ibu sedang mendekap putra nya penuh dengan kasih sayang. Suaranya lembut, membacakan cerita dongeng pada putra semata wayangnya. Anak kecil itu mendongak, memandang wajah cantik sang mommy yang sedang bercerita.
Wajah cantik berkulit kuning Langsat, begitu indah di pandangan anak laki-laki itu. Sang mommy sedang membacakan cerita tentang Kisah Cinderella. Namun sang putra tidak berfokus tentang kebahagiaan pangeran dan sang Cinderella. Malah lebih fokus pada kisah Cinderella yang di tinggal mati ibu nya.
"Mommy, apa mommy, suatu hari juga akan meninggalkan Elang?" Tanya pria kecil berusia 6 tahun itu. Mendengar pertanyaan putranya wanita Cantik berdarah asli Indonesia itu tersenyum lembut pada anaknya. "Selama Mommy masih hidup. Mommy akan selalu bersama elang. Dan akan terus berusaha memberikan semua yang terbaik untuk Elang." Janji sang mommy.
Elang kecil sangat gembira mendapatkan jawaban sang mommy. Dengan patuh, pria kecil itu segera bersiap untuk tidur. Sedangkan sang mommy tidur di samping nya sambil memeluk nya erat.
*
*
Sebulan berlalu, Elang kecil keluar dari mobilnya bersama sang pengasuh. deny wajah cemberut dan bibir manyun. Elang kecil berlari ke dalam mansion, mencari keberadaan sang Mommy. Karena dia ingin protes. Kenapa hari ini sang Mommy tidak datang untuk menjemput nya di TK.
"Mommy... mommy... Elang pulang!" Mommy.." Elang terus-menerus memanggil sang mommy, namun tidak ada jawaban dari sang mommy. Elang kecil berlari menuju kamar mommy dan Daddy nya berada. Baru sampai depan pintu, Langkah kecil Elang, telah di hentikan oleh sang Daddy.
"Kau mencari mommy mu? Ketahuilah, bahwa mommy mu telah pergi, meninggalkan kita. Dia sudah pergi dengan laki-laki lain. Mommy mu tidak menginginkan kita!!" Kata Sang Daddy sambil berjongkok. Mensejajarkan tubuhnya pada putra nya.
"Bohong, Daddy bohong!!. Mommy tidak mungkin meninggalkan Elang!!" hwaaa..Hwa...!" Jeritan dan tanggis Elang sambil berlari kesana kemari mencari Mommy nya.
Namun tetap saja, tidak dapat menemukan sang Mommy.
Chao Jinggou segera menghentikan langkah putra nya kembali. Dan memegang pundak kecil itu dengan sedikit kasar. "Cukup elang!!" Jangan merengek lagi, Wanita si*lan itu sudah pergi. Dia tidak menginginkan kita lagi. Mulai sekarang, jangan lagi menangis. Karena menangis hanya memperlihatkan bahwa kita Lemah. Buktikan pada Mommy mu itu. Bahwa kita, bisa hidup lebih baik, meski tanpa nya, Mengerti!!" Teriak sang Daddy menghentikan tangisnya.
*
*
*
"Hah..Hah..Hah... Elang terbangun terengah-engah, mimpi yang sama lagi, seolah mimpi itu selalu melekat pada dirinya. Dan tak mau pergi. Mimpi terburuk bagi Elang. Mimpi di mana sang mommy tidak lagi ada di hidupnya. Seperti nya dia harus bertemu dengan wanita yang pernah melahirkan nya itu. Sekali seumur hidup, agar mimpi buruk itu tak lagi hadir menghantuinya.
Elang segera bangun, membuka gorden tebal yang menghalangi cahaya masuk ke kamar nya. Setelah terbuka Elang dapat merasakan sinar matahari yang masuk memantulkan cahaya nya dari jendela kaca di kamar nya."
Elang Segera bersiap-siap menemui sang Daddy, ia ingin meminta izin untuk mencari ibunya di Indonesia. Setelah semua nya beres. Elang melangkah lebar ke kantor sang Daddy.
Tok.. Tok..
"Masuk!!" Tanpa ragu Elang masuk keruang kerja sang Daddy yang sedang sibuk, degan setumpuk pekerjaan. Yang tidak ada habisnya. Semenjak kepergian Sang mommy seperti inilah kehidupan Daddy nya, alih-alih mencari pengganti sang Mommy. Chao Jinggou menyibukkan dirinya dengan pekerjaan dan Menambah kekayaannya.
Entah lah, kurang kata apa lagi mereka ini. Namun Chao Jinggou tak pernah merasa puas. Dengan kekayaan yang mungkin tak akan habis 7 turunan. "Ada apa kau datang mencari ku?"
Elang duduk, di sofa ruang kerja sang Daddy tanpa di persilahkan. "Aku ingin pergi mencari Mommy!"
Brak.." Jinggou melempar kan sebuah map tebal ke arah Elang. Dengan Cepat Elang langsung menghindar, membuat map itu terlempar menghantam tembok di belakang nya.
"Sudah berapa kali Daddy bilang. Jangan pernah membahas wanita itu di depan Daddy, Dan Jangan pernah mencari tau keberadaan Wanita J*lang itu!!"
Elang berdecak kesal. "Aku hanya ingin menemui nya, hanya sekali mungkin, Karena aku tak ingin, mimpi Si*lan itu terus mengganggu ku!"
Chao Jinggou mengangguk mengerti. Dan mengetuk-ngetuk meja kerjanya dengan bolpoin. "Baiklah, Jika kamu, bersikeras untuk menemui Wanita itu. Tapi sebelum itu, kamu harus dapat menyelesaikan. Semua Misi yang Daddy berikan!"
Elang mengangguk, menyetujui permintaan Sang Daddy tersebut. "Baik, elang akan Melakukan nya."
Chao Jinggou tersenyum puas, Dengan penuh siasat.
*
*
*
Misi pertama Elang Adalah. Melawan klan mafia lain. Dengan mudah Elang membasmi mereka semua, merebut kawasan kekuasaan mereka menjadi Milik nya.
Tugas kedua Elang merombak semua pasukan nya, dan menyelidiki satu persatu orang-orang nya. Elang Menemukan beberapa penghianat dan mata-mata dari Klan mafia lainnya. Tiga orang di ikat pada kursi besi. Di markas kusus tahanan. Tempat itu sangat lah gelap, lembab, tengkorak-tengkorak manusia banyak berceceran di tempat itu. Dan di samping nya terdapat binatang buas yang sangat ganas. Namun begitu jinak pasa Elang dan ayah nya. Seperti Buaya, Singa, harimau dan juga serigala putih.
Elang berdiri gagah menghadap pada ketiga tahanan itu. Di tangan nya, ada Cambuk yang menjuntai panjang hingga ke tanah.
Ctas...Stas...
"Katakan pada ku, Siapa yang telah mengirim kalian?" Tanya Elang dengan wajah dingin dan mengimidasi. Namun ketiganya tetap bungkam tak mau membuka mulut. Karena mereka memilih tetap bungkam. Elang segera menghajar mereka dengan cambuk. Membuat kulit-kulit mereka terkelupas akibat cambukan yang bertubi-tubi.
Namun mereka tetap memilih bungkam. " Cih.. Lebih baik kami memilih mati, dari pada membuka mulut pada mu!!" Kata salah satu dari mereka dengan meludah ke arah Elang. Elang menyeringai dengan sangat menyeramkan. Aura membunuh nya sangat terasa du ruangan pengap dan bau itu. Padahal ketiganya sudah hampir sekarat dengan tubuh penuh luka dan mengeluarkan darah.
Elang mengeluarkan pistol nya, "Katakan atau akan ku buat kematian kalian tak akan mudah !!" Elang menodongkan pistolnya pada mereka bersiap menembak mereka. "Bunuh saja kami, kami lebih siap mati ketimbang mengatakan nya pada mu." Kata mereka masih sangat keras kepala.
Dor.. Dor..
Elang melepaskan dua tembakan tepat di kedua paha salah satu mereka. Orang tersebut menjerit kesakitan. Namun belum sampai mati. Sakit yang teramat tidak bertahan kan. Elang menendang kursi orang yang dia tembak itu. Lalu menginjak kepala nya. "Katakan!!" Desak Elang.
Dan akhirnya orang tersebut menyebut nama salah satu musuh mereka. Setelah mengetahui siapa yang telah menempatkan mata-mata di Klan nya. Elang menembak kepala mereka bertiga, secara bergantian. Ketiga nya pun terkapar tak bernyawa."Seperti permintaan kalian." Kata Elang tanpa perasaan. Dan meninggalkan tempat itu begitu saja.
Untuk setelah dialog ada dialog tag, itu pakai huruf kecil ya. Akhiran dialog itu pakai koma, jika bukan tanda tanya atau tanda seru, kecuali selanjutnya adalah aksi setelah dialog jika pakai titik.
Pliss namanya aestheticc bgt lhoo🫣
Contoh:
Dadanya bergedup kencang dan wajahnya peluh oleh keringat dingin yang membasahinya.
Ini contoh sederhana yang masih bisa disempurnakan.
→ Dengan hasutan...
→ Karena hasutan...
Tanpa menyebut lagi pun ini sudah menjelaskan.