Serena Laurent, seorang wanita yang pernah terluka cinta, terpaksa meninggalkan semuanya setelah difitnah mantan pacarnya, Logan Winston. Bertahun-tahun kemudian, mereka bertemu lagi dalam keadaan yang tidak terduga, Logan telah menikah karena perjodohan, justru tidak bisa melupakan Serena dan ingin memilikinya kembali.
Dengan dalih dendam, Logan menebus Serena kepada pemilik Club malam dimana Serena Bekerja untuk menebus hutang ayahnya, kemudian memaksa Serena untuk menikah dengannya secara diam-diam.
Namun, Semakin lama Serena semakin terjebak dalam permainan cinta yang berbahaya. Logan mulai menunjukkan sisi lain dirinya, dan Serena mulai merasakan perasaan yang sudah lama ia kubur.
Apakah Serena akan menjadi korban racun cinta kedua, ataukah menemukan jalan keluar untuk lepas dari pernikahan rahasia mereka?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Desifa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 2.
Brak!! Nampan yang ia pegang jatuh kebawah hingga membuat orang-orang didekatnya terkejut.
"Serena!" Mami Starla menegur. Mami Starla memanggil pelayan untuk mengambilnya, sebelum Serena mengambil nampan tersebut.
Serena tersadar, ia memejamkan matanya pelan dan membukanya lagi untuk memastikan bahwa pria didepannya bukanlah pria yang sama.
"Layani tamu-tamu penting kita dengan baik! Mami mau kesana!" Wanita itu mengusap Lengan Serena lalu pergi meninggalkan Serena dan Sanes bersama tamu-tamu pentingnya.
Serena merasa sesak berada dimeja Hansel, tidak disangka dia akan bertemu kembali dengan pria yang terus menatapnya setelah lima tahun berlalu.
"Aku... Mau izin ke toilet sebentar!"
"Jangan lama-lama, Serena. Aku mau kamu disini!" Sahut Hansel sembari mengedipkan sebelah matanya, Serena tersenyum paksa kemudian berlalu pergi dengan cepat.
Setelah Serena pergi, Logan berdiri sembari melonggarkan dasinya. "Aku mau ke toilet!"
"Apa perlu saya antar tuan?" Tawar Sanes.
"Tidak perlu!" Pria itu kemudian membawa langkahnya pergi menuju toilet. Max menatap tuan mudanya, seakan tau kalau pasti tuan mudanya bukan ke toilet melainkan menyusul masa lalu.
Didalam toilet, Serena menutup pintu lalu menatap pantulan dirinya didalam kaca wastafel, matanya terpejam sesaat lalu terbuka.
Lima tahun yang lalu.
Semuanya berjalan dengan normal dan baik, namun di hari itu, Logan mengirimnya pesan untuk datang ke hotel Amerce.
"Aku akan tiba dua jam lagi. Kamu tunggu saja dihotel, sayang. Aku akan datang begitu sampai di Arcadia!"
Serena sejujurnya kurang percaya kalau Logan menyuruhnya datang ke hotel, selama menjalani hubungan, mereka saling menjaga. Logan juga menjaganya baik-baik dan tidak pernah menyentuhnya, karena menghargai keinginan Serena yang tidak ingin disentuh sebelum mereka menikah.
Tapi begitu sampai dihotel, bukan Logan melainkan Tiga pria asing yang datang. Serena dipaksa untuk melayani mereka, mereka menganggap Serena sebagai kupu-kupu malam yang mereka pesan untuk bergilir.
Lalu para media datang, bersama Logan dan teman satu managernya. Hidup Serena hancur, karirnya, percintaannya, dan keluarga Winston yang memiliki pengaruh kuat di Arcadia, mengusir Serena dari sana. Ia dibenci semua orang dan mereka memandang Serena dengan jijik.
Masalah keluarganya juga terungkap, kalau ayahnya seorang pejudi online, semua aset mereka habis dan akhirnya ibunya dijerumuskan kelembah hitam sebagai kupu-kupu malam.
Sampai detik ini, Serena tidak pernah melupakan kejahatan Logan yang telah menjebaknya. Karena Logan, karirnya hancur, sekarang dia terjebak di tempat malam yang dimana para pria haus belaian.
"Seumur hidupku, aku akan selalu membencimu, Logan Winston! Kamu satu-satunya orang yang bersalah! Mengapa kamu muncul lagi, hah?" Bentak Serena, ia menggebrak meja karena emosinya naik melihat wajah tampan yang paling mengerikan Logan muncul lagi.
Serena menarik nafasnya dalam-dalam lalu menghembuskannya dengan perlahan, perasaannya mulai tenang lagi. Ia harus bisa bersikap pura-pura tidak mengenal Logan, demi Mami Starla. "Kamu bisa Serena! Lawan pria itu!"
Setelah lebih tenang, Serena memastikan dress selutut merah menyala yang terlihat seksi ditubuh moleknya, terlihat sempurna lagi. Bekas tanda menjijikan yang ditinggalkan pria asing tadi juga ia tutupi dengan foundation dan bedak, jadi tidak kelihatan dileher jenjangnya yang putih mulus.
Ceklek!
Pintu ditarik, namun tiba-tiba saja Serena didorong mundur oleh seseorang yang memiliki postur tubuh tinggi kekar dengan balutan kemeja hitam dan celana hitam senada. "Apa yang kau lakukan!" Pekik Serena marah sekaligus terkejut. Namun begitu mendongakkan kepala untuk tau siapa pria itu, Serena syok.
"Kauuu!!!" Emosinya seperti kembali ingin meledak. Ia sungguh membenci Logan dan sikap semena-menan pria itu padanya. Kesalahan terbesarnya dulu adalah ia yang jatuh cinta pada Logan, padahal hubungan mereka sudah berjalan tiga tahun namun berakhir tragis karena Logan menjebaknya.
Logan mengurung Serena yang akan melepaskan diri, Serena sudah mepet dinding toilet sehingga tidak ada celah untuk melarikan diri. Dengan satu kaki menendang kebelakang, pintu kamar mandi tertutup rapat.
"Lepaskan aku! Kau mau apa, hah?" Bentak Serena, ia tidak berhenti untuk berusaha mencari jalan keluar. Tapi Logan tidak mau memberikan jalan dan melepaskannya.
"Lima tahun kita tidak bertemu, apa kau tidak merindukanku? Dulu kau selalu rindu bahkan satu hari saja aku meninggalkanmu!" Bisik Logan dengan pelan.
Rindu? Rindu pria yang sudah menghancurkan hidupnya tentu saja Serena enggan, ia tidak pernah rindu Logan sama sekali. Justru hanya ada kebencian dan dendam yang menyala-nyala sekarang.
"Hentikan omong kosongmu! Biarkan aku pergi!" Serena melangkah kesamping namun lagi dan lagi Logan memutuskan akses jalannya. "Lepaskan aku atau aku teriak sekarang!" Ancam Serena, mata hazelnya menatap dengan tajam, namun justru bagi Logan terlihat cantik dan menantang.
Apalagi sikap tegas dan arogansi dari Serena menambah kecantikannya berkali-kali lipat. Serena terlihat tambah dewasa dan mempesona, pantas saja dulu saat menjadi aktris banyak yang mengidolakannya.
"Teriak saja! Sikapmu yang seperti ini, justru membuatmu semakin cantik, sayang... Kau semakin cantik dan dewasa!" Logan membelai wajah cantik itu dengan lembut, Serena langsung melengos dan menepis tangannya.
"Jangan berani-beraninya menyentuhku! Kau mau apa lagi, hah? Lepaskan aku! Apa masih kurang puas yang kau lakukan padaku lima tahun yang lalu! Seumur hidupku, aku tidak akan pernah lupa bagaimana kau menghancurkan hidupku! Aku... Bukan lagi Serena yang dulu cinta padamu! Di mataku, kau adalah penghianat dan penjahat yang paling kejam, diantara orang-orang yang pernah menyakitiku!" Ucap Serena dengan tegas, mengutarakan isi hatinya yang dipendam.
Pria itu tiba-tiba saja diam, saat Logan tengah lengah, Serena menggunakan kesempatan itu untuk kabur dari kurungannya.
Setelah Serena pergi, pria itu mengepalkan tangannya kuat-kuat lalu meninju dinding kamar mandi sebagai luapan emosinya. Entah kenapa mendengar kata-kata Serena, Logan tidak terima, apalagi melihat kecantikan Serena yang dinikmati banyak pria!
thank you Thor 😘
💗💗💗💗💗