NovelToon NovelToon
Tuan Higienis Dan Titipan Tak Tahu Diri

Tuan Higienis Dan Titipan Tak Tahu Diri

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Enemy to Lovers / Slice of Life
Popularitas:3.2k
Nilai: 5
Nama Author: Ariska Kamisa

"Jangan sentuh apa pun. Jangan duduk di sofa sebelum mandi. Dan singkirkan remah kerupuk itu dari jangkauan radar saya!" — Calvin Harvey Weinstein.
Nirbita Luminara Rein mengira hidupnya sudah berakhir saat orang tuanya pergi dan kakaknya, Varro, menyatakan mereka bangkrut. Tapi ternyata, penderitaan yang sesungguhnya baru dimulai saat ia "digadaikan" oleh kakaknya sendiri kepada Calvin—CEO jenius yang punya alergi akut pada segala sesuatu yang tidak rapi.
Bagi Calvin, Nirbi adalah sumber kuman berjalan. Bagi Nirbi, Calvin adalah kulkas dua pintu yang cerewetnya minta ampun. Namun, di balik semprotan disinfektan dan aturan ketatnya, Calvin menyimpan rahasia: Ia sudah jatuh cinta pada "si kuman kecil" ini sejak insiden pelukan salah sasaran di kampus dulu.
Bisakah rumah super steril Calvin bertahan dari badai keberantakan Nirbi? Atau justru hati Calvin yang akhirnya "terkontaminasi" cinta?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ariska Kamisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

12. Raja Minyak vs Raja Disinfektan

Malam semakin larut. Penthouse itu seharusnya sudah sunyi, tapi bagi Calvin, suasana justru terasa sangat gaduh—oleh pikirannya sendiri.

Varro sudah mendengkur keras di kamar tamu sebelah, sementara Nirbita... gadis itu malah ketiduran di sofa ruang tengah setelah kelelahan tertawa mendengarkan cerita konyol kakaknya. Ia tidur dengan posisi meringkuk miring, satu tangannya dijadikan bantal, dan mulutnya sedikit terbuka—tipikal Nirbi yang sangat tidak estetik tapi entah kenapa terlihat sangat damai.

Calvin berdiri di dekat jendela besar, tapi matanya tidak menatap kerlap-kerlip lampu Jakarta. Matanya terpaku pada sosok di sofa.

Pelan, sangat pelan, Calvin melangkah mendekat. Ia berjongkok di samping sofa. Di bawah cahaya lampu remang-remang, wajah Nirbi terlihat sangat tulus. Calvin mengulurkan tangannya, ragu sejenak (karena takut kuman atau takut membangunkan), lalu akhirnya ia memberanikan diri menyelipkan anak rambut Nirbi yang menutupi matanya ke belakang telinga.

Tatapan Calvin melunak. Sangat lunak. Tidak ada tatapan dingin CEO di sana, yang ada hanya binar pemujaan yang dalam. Ia tersenyum tipis, hampir tak terlihat.

"Dasar berantakan," bisik Calvin sangat rendah, suaranya serak penuh kasih sayang. "Kenapa harus kamu yang bikin saya sekacau ini, Bi?"

"Ehem! Fokus banget, Pak Bos?"

Calvin tersentak hingga hampir terjengkang ke belakang. Ia segera berdiri dan berbalik secepat kilat. Di sana, Varro berdiri bersandar di pilar, melipat tangan di dada dengan seringai yang sangat menyebalkan.

"Navarro? Kenapa kamu tidak tidur?" suara Calvin kembali datar, tapi detak jantungnya berderu kencang.

Varro berjalan mendekat, melirik adiknya yang masih terlelap, lalu menatap Calvin tajam. "Gue mau minum. Tapi gue malah dapet pemandangan yang lebih seger dari air es. Tatapan lo tadi... Vin, lo nggak bisa bohongin gue. Itu bukan tatapan musuh yang terpaksa jagain titipan."

Calvin membuang muka. "Jangan berhalusinasi. Saya hanya memastikan dia tidak kedinginan."

"Oh ya? Pake tangan kosong? Tanpa sarung tangan latex kesayangan lo?" sindir Varro. Ia melangkah maju, menepuk bahu Calvin dengan keras. "Inget ya, Vin. Gue titipin Nirbi ke lo karena gue percaya lo bakal jaga dia, bukan buat lo sikat diam-diam."

Varro melanjutkan dengan nada yang mulai serius namun tetap ada bumbu menyebalkan. "Adek gue itu sangat berharga. Dia cantik, tulus, meskipun otaknya agak geser dikit kayak gue. Gue punya rencana besar buat dia. Setelah usaha gue sukses, gue mau kenalin dia ke rekan bisnis gue, Raja Minyak dari Dubai. Biar dia hidup mewah, mandi berlian, nggak perlu kerja jadi asisten yang lo omelin tiap hari."

Rahang Calvin mengeras seketika saat mendengar kata 'Raja Minyak'.

"Raja Minyak?" desis Calvin. "Kamu mau menjual adikmu demi koneksi bisnis?"

"Bukan jual, Vin! Itu namanya menjamin masa depan!" seru Varro. "Dia layak dapet yang terbaik. Yang nggak kaku kayak kanebo, yang nggak hobi nyemprot parfum disinfektan ke mana-mana. Jadi, awas aja kalau lo sampe suka sama adek gue. Lo nggak masuk kriteria gue buat jadi ipar."

Calvin terdiam sejenak, lalu ia menatap Varro dengan tatapan yang sangat dingin sekaligus menantang.

"Dubai itu panas, Navarro. Terlalu banyak debu gurun. Nirbita punya kulit yang sensitif, dia tidak akan cocok di sana," sahut Calvin tenang namun menusuk.

"Hah? Terus masalahnya apa?" tanya Varro bingung.

Calvin melangkah satu langkah lebih dekat ke arah Varro, aura otoritasnya keluar. "Masalahnya adalah... tidak ada Raja Minyak atau raja mana pun yang bisa memberikan apa yang bisa saya berikan. Di sini, dia punya sistem keamanan terbaik. Dia punya makanan paling higienis. Dan yang paling penting..."

Calvin melirik Nirbi sekali lagi sebelum kembali menatap Varro. "Dia punya saya yang tahu setiap detail keberantakannya dan tetap ingin menjaganya. Jadi, simpan tawaran Raja Minyak-mu itu. Karena saya tidak akan membiarkan satu kuman pun dari Dubai menyentuh asisten saya."

Varro melongo. "Lo... lo barusan ngaku kalau lo suka sama dia?"

Calvin tidak menjawab. Ia hanya mengambil selimut cashmere mahal dari lemari samping, lalu menyelimuti tubuh Nirbi dengan sangat rapi hingga ke leher.

"Tidurlah, Navarro. Besok kamu harus pulang pagi-pagi, kan? Jangan sampai saya berubah pikiran dan mengirim tagihan biaya inap hotel bintang lima ke alamat kantormu yang baru," ucap Calvin sambil berjalan menuju kamarnya tanpa menoleh lagi.

Varro berdiri mematung di tengah ruangan. "Sialan... si kulkas beneran korsleting gara-gara adek gue!" gumamnya sambil garuk-garuk kepala, antara bingung harus senang atau ngeri punya ipar seperti Calvin.

1
umie chaby_ba
😍😍😍😍
umie chaby_ba
ga takut di gigit nyamuk bulan madu di hutan 🤣
Rian Moontero
mampiiirrr/Bye-Bye/👍😍
umie chaby_ba
amazon ga tuh... 🤣🤣🤣🤣
umie chaby_ba
🤣🤣🤣🤣🤣
An
amit" pake penggaris??diukur segala?? kang bangunan kah🤭🤣🤣🤣
Ariska Kamisa: Terimakasih kak, sudah mampir 🙏
total 1 replies
umie chaby_ba
yaelah Caplin...
umie chaby_ba
kirain syekh puji... 😄😄😄🤣🤣🤣🤣
umie chaby_ba
Vario Vario.. 🤣
umie chaby_ba
buset...🤭🤭🤭🤭
umie chaby_ba
alah sia cemburu... 😄
umie chaby_ba
duh... si Caplin udh kedemenan itu 😍🤣🤣
Ariska Kamisa: Calvin kak... /Facepalm/
tapi lucu sih kenapa jadi Caplin /Chuckle/
Semoga kak umi menikmati cerita saya yaa... /Kiss/
total 1 replies
umie chaby_ba
sumpah lucu😄
umie chaby_ba
Dih.. Varro Kocagghh....
udah ngasih beban nitipin NOBITA eehh.. maksudku Nirbita...
nglunjak lagi..🤣🤣🤣🤣🤣
umie chaby_ba
ini ceritanya romansa komedian nih... asik kayanya .. kakaknya kocakk.
dari sahabat jadi musuh ini kah... bukan musuh dari awal.
Nirbita lucu banget ... ini bukan kembaran nya Nobita kan ??? /Joyful//Joyful//Joyful//Joyful//Joyful/
udah ini mah lucu lucu romantis gemes dan lebbayyy tapi aku suka
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!