NovelToon NovelToon
Jerat Cinta Sang Kakak Tiri

Jerat Cinta Sang Kakak Tiri

Status: sedang berlangsung
Genre:Kriminal dan Bidadari / Diam-Diam Cinta / Idola sekolah / Cintapertama
Popularitas:7.3k
Nilai: 5
Nama Author: Nadia

Aruna Arabella, gadis cantik yang terlibat hubungan asmara dengan seseorang laki-laki tampan yang tak lain adalah kakak tirinya setelah sang mama memutuskan untuk menikah lagi dengan seorang duda kaya, yang mempunyai seorang putra.

Aruna harus menelan pahitnya kehidupan di dalam keluarga nya, sang papa berselingkuh takala usia Aruna menginjak tujuh tahun, tak hanya itu, sang papa serta pelakor tersebut membawa kabur kakak laki-laki Aruna.

Setelah kejadian itu Aruna tingal bersama dengan mama nya, yang bekerja sebagai penjahit di sebuah butik kecil sederhana.

Karena kepintaran nya, Aruna di terima masuk di sebuah sekolah elite, ia mendapat beasiswa, di sanalah Aruna memulainya, kisah cinta dengan seorang laki-laki posesif yang ternyata adalah anak laki-laki dari pria yang menjadi papa sambung nya.

Dari sini lah kisah cinta terlarang itu di mulai ...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 02

Pemandangan ini sudah biasa di lihat oleh orang-orang di sekolah dan tak sedikit dari mereka yang iri dengan hubungan baik antara Aruna dan Reyhan. Reyhan juga lumayan tampan, di sekolah ia juga punya beberapa wanita yang menyukai nya.

Setelah itu Aruna dan Reyhan berjalan masuk ke dalam kelas mereka, karena kebetulan bel sekolah juga sudah berbunyi menandakan kalau pelajaran pertama akan segera di mulai.

Aruna dan Reyhan adalah teman sebangku, jadi Aruna tidak perlu canggung atau merasa kesepian dalam setiap mata pelajaran.

Entah karena usia mereka yang sama Aruna dan Reyhan sangat akrab dan mudah berbagi cerita satu sama lain.

"Selamat pagi anak-anak," sapa wali kelas sebelas yang saat ini masuk ke dalam kelas mereka sambil diikuti seorang gadis.

"Pagi pak," jawab seluruh isi kelas yang sedikit kebingungan dengan gadis asing tersebut.

"Anak-anak kalian pasti bertanya-tanya soal dia? Oke bapak akan langsung perkenalkan saja karena jika bertele-tele kita akan membuang banyak waktu untuk belajar, ini adalah Vani, dia siswa baru di sekolah kita dan dia murid pindahan dari sekolah X, bapak harap kalian bisa berteman baik ya," kata sang wali kelas yang cukup terdengar asik dan ramah.

Namun seisi kelas hanya diam, mereka melirik Vani yang terlihat cupu lemah dan culun namun dari semua barang-barang yang di pakai nya, bisa di ketahui kalau dia adalah anak orang berada.

"Vani ada yang ingin kamu katakan?" tanya pak guru kepadanya yang terlihat masih canggung dengan suasana baru.

"A-anu, semuanya salam kenal, aku Vani," ucap nya gugup.

"Hallo salam kenal!" kata Aruna sendirian sambil melambai-lambaikan tangan.

Sementara yang lainnya terlihat tak peduli.

"Baik lah Vani, kau bisa memilih bangku kosong untukmu," kata sang wali kelas tersebut.

"Terima kasih pak," ucap Vani yang kemudian berjalan menuju barisan Aruna dan Reyhan.

"Hey Vani, di belakang ini masih kosong, silahkan duduk," ucap Aruna meminta Vani untuk mengisi bangku belakang nya.

"Makasih ya," jawab Vani yang kemudian meletakkan tas nya di sana lalu segera menyamankan diri untuk duduk.

Pelajaran pun segera di mulai, Aruna dan Reyhan mulai seperti biasanya berbincang dan mengerjakan tugas bersama.

"Lo ngapain sih dari tadi noleh ke belakang mulu? Lo merhatiin Vani ya?" tanya Aruna sambil menyenggol lengan Reyhan

"Enggak, mana ada, Lo cemburu ya?" goda Reyhan sambil tersenyum kepada Aruna.

"Dih apaan, percaya diri Lo kebangetan ya," balas Aruna dengan tatapan jengkel.

Sementara Vani hanya bisa memperhatikan mereka berdua sambil membenarkan kacamata bulat nya.

Selang beberapa puluh menit kemudian, jam pelajaran pertama pun selesai, seluruh siswa dan siswi bergegas keluar dari kelas mereka dan menuju kantin sekolah untuk melepas dahaga juga rasa laparnya masing-masing.

"Rey, ke kantin jajanin gue makanan gue udah laper, tugas Lo udah kelar nih," ucap Aruna sambil memberikan buku milik Reyhan, pangillan akrab itu terdengar nyaring (Rey)

"Akhirnya, siap boss, ayok!" kata Reyhan yang siap membelikan apa saja makanan yang di inginkan Aruna karena wanita itu lah yang mengerjakan tugas sekolah nya, dirinya masuk sekolah hanya bermodalkan uang orang tua dia tidak punya kepintaran seperti Aruna.

Namun saat Aruna dan Reyhan hendak pergi ke kantin, Vani yang sedari tadi diam saja tiba-tiba menghampiri mereka.

"Maaf, aku boleh ikut kalian gak?" tanya Vani sambil menatap Reyhan dan Aruna secara bergantian.

"Lo juga mau ke kantin?" tanya Reyhan.

"Lo nanya apa sih? Ya iya lah dia kan juga laper, boleh Vani Lo iku kita aja," kata Aruna dengan senang hati.

"Makasih ya," ucap Vani sambil tersenyum lembut.

Senyuman itu membuat Reyhan merasakan sesuatu yang aneh di hatinya, karena selama ini Reyhan menyukai gadis yang lemah lembut, pendiam dan lugu, itu lah idaman Reyhan sebagai seorang laki-laki, menurut Aruna tipikal yang diinginkan Reyhan adalah yang sangat buruk.

"Kayaknya Reyhan menemukan tipe yang dia cari-cari selama ini deh," batin Aruna.

Mereka pun berjalan bersama menuju kantin sekolah.

Setibanya di kantin mereka pun duduk bersama di bangku yang masih kosong, beberapa pasang mata mulai mengarah ke arah mereka.

"Lo gak perlu takut sama tatapan mereka, karena itu bukan buat Lo kok, itu buat gue," kata Aruna sambil mengatur tempat duduk nya.

"Gue pesen makanan dulu ya, Vani lo mau makan apa?" tanya Reyhan kepada Vani.

"Ah Vani suka makan mie, tapi gak mau yang pedes, soalnya gak bisa makan pedes," ucap Vani dengan lembut.

"Oke siap," kata Reyhan singkat.

"Gue gak Lo tanyain?" Tanya Aruna sambil menunjuk dirinya sendiri.

"Lo mah gak usah, ayam idup aja Lo bisa makan," kata Reyhan yang kemudian berjalan pergi meninggalkan Aruna dan Vani untuk memesan makanan dengan ibu kantin.

"Lo ngapain ngelihatin Reyhan kayak gitu? Aneh ya? Tu anak emang agak gimana gitu," ucap Aruna kepada Vani untuk memecah kan keheningan yang terjadi di antara mereka.

"Ah, gak kok, em nama Lo Aruna ya?" tanya Vani dengan suara lembut nya.

"Ya, kan Lo tadi denger Reyhan mangil gue Aruna, oh ya Lo kenapa bisa pindah dari sekolah lama ke sini? Kalau gue lihat-lihat Lo bukan orang miskin kan?" tanya Aruna blak-blakan.

"Emm, gue emang gak miskin tapi gue agak lemah, gue juga sering sakit-sakitan dan jadi bahan bulian di sekolah, jadi gue mutusin buat pindah, gak nyangka di sini ketemu kalian yang ternyata asik banget," ucap Vani panjang lebar.

Aruna mendengar ucapan Vani dengan seksama, dia melihat penampilan vina yang cukup bisa di bilang mewah namun culun dan juga benar-benar terlihat lemah dan mudah di tindas.

"Dia yang anak orang kaya aja bisa di tindas di sekolah lama cuma gara-gara culun dan sakit-sakitan, lah gimana sama gue yang miskin gini?" batin Aruna sambil mengamati Vani dengan seksama.

"Aruna, Reyhan itu orang nya kayak gimana?" tanya Vani mulai kembali membuka obrolan.

Namun Aruna masih diam dan larut dalam pikiran nya.

"Aruna?" Melihat Aruna yang melamun, Vani pun melambai-lambai kan tangan nya di hadapan Aruna.

"Ah iya, ada apa?" Bukan nya menjawab dia malah bertanya balik.

"Reyhan itu orang nya kayak gimana?" Sekali lagi Vani mengulangi pertanyaan yang barusan dia lontarkan.

"Lo tiba-tiba aja nanyain Reyhan, suka ya Lo sama dia, kayak nya gue gak perlu jelasin deh, sebaiknya Lo nilai sendiri aja," jawab Aruna yang melihat Aldo sudah kembali dengan membawa nampan berisi makanan ke meja mereka.

"Makanan nya udah sampe, ini buat Lo Vani, yang gak pedes kan?" Ucap Reyhan ramah sambil meletakkan semangkuk mie ayam di hadapan Vani.

"Makasih ya Reyhan," ucap Vani.

"Sama-sama, nih buat Lo nenek lampir," ucap Reyhan yang kemudian meletakkan semangkuk mie ayam pedas di hadapan Aruna.

"Makasih ya kakek tua," kata Aruna sambil tertawa kecil.

Begitu lah panggilan mereka yang akrab, siapapun yang melihatnya pasti akan mengira kalau Reyhan dan Aruna berpacaran karena mereka sangat dekat.

****

1
Felycia R. Fernandez
penasaran kenapa Maura meninggal kk Thor
👑公爵夫人🪷: sabar nanti juga tau🥹🥹🥹
total 1 replies
D_wiwied
baru kali ini aku dukung orang yg playing victim 🤣😆
👑公爵夫人🪷: wkwkwkw orang kayak gitu lawan nya juga harus yang kayak gitu kak
total 1 replies
Nana Biella
lanjut kak
Felycia R. Fernandez
lama lama aku eneg liat Reyhan...
sama aja kek Vani ,gak jelas apa mau nya.dulu Aruna dihina karena dekat ma dia,sekarang udah jauh Deket ma Erlan juga salah.mau nya kalian apa sih...
Felycia R. Fernandez
mau Lo apa sih Jalang...
Aruna udah jauh dari Reyhan pun Lo gak puas...
Aruna Deket cowo lain Lo pun sewot...
gak jelas juga itu otak lho 🤣🤣🤣
D_wiwied
Erlang aja bs menilai si Vani si ular berbisa, cm kamu aja yg bodoh Reyb🤭😆
Felycia R. Fernandez
Harus gtu pake kata "butik usang" ???🤬
🇦 🇵 🇷 🇾👎
kau cp... ud hbt... sok bgts... moga gmbel ya🤣
Felycia R. Fernandez
vibes nya udah kek punya suami aja ya Aruna...
jiaaah nih bocah cowo kudu di jitak kepalanya...
buat anak gadis orang cenat cenut aja
🤣🤣🤣🤣
D_wiwied
usia 21 dan masih SMA 🤔🤔
👑公爵夫人🪷: baca dulu penjelasan nya agar gak salah paham kakak
total 1 replies
Felycia R. Fernandez
ngajakin bobo bareng nih Erlan...
jangan Ngadi Ngadi ya bocil 🤣🤣🤣
jagain Baek Baek tuh adek ketemu gede
Felycia R. Fernandez
Rahan lagi???
👑公爵夫人🪷: maaf kak typo maksudnya Erlan
total 1 replies
Felycia R. Fernandez
Rahan ini siapa kk Thor??
Felycia R. Fernandez: ok kk👍
total 2 replies
Widisukma Arta
lanjut kak
Felycia R. Fernandez
Erlan gak seburuk itu,malah mereka seperti kk dan adik kandung...
kk dan adik udah biasa berantem ajaa,saling jahil.abg ku aja yang paling besar suka nyelipin kepala ku di keteknya ,kayak miting gtu.padahal aku udah punya anak.auto ngamuk aku,dianya malah lari keliling rumah
🇦 🇵 🇷 🇾👎
next
🇦 🇵 🇷 🇾👎
gk nydr
🇦 🇵 🇷 🇾👎
enk... otak busuk mu kn tau🤣
🇦 🇵 🇷 🇾👎
mampus
🇦 🇵 🇷 🇾👎
jgn" nnt kk ny erlan🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!