NovelToon NovelToon
Menyingkirkan Gundik Suamiku

Menyingkirkan Gundik Suamiku

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Obsesi / Pelakor jahat
Popularitas:171.9k
Nilai: 5
Nama Author: kikoaiko

Di balik senyumnya yang lembut dan rumah tangga yang terlihat harmonis, Kiandra menyimpan luka yang tak kasat mata. Lima tahun menikah, pengorbanan dan cintanya pada Adam Mahendra, suaminya, seakan tak berarti.

Nadira, wanita manipulatif yang datang dengan sejuta topeng manis dan ambisi untuk merebut apa yang bukan miliknya.

Awalnya Kiandra memilih diam, berharap badai akan berlalu. Namun ketika suaminya mulai berubah, ketika rumah yang dibangunnya dengan cinta hampir runtuh oleh kebohongan, Kiandra sadar diam bukan lagi pilihan.

Dengan hati yang patah namun tekad yang utuh, Kiandra memulai perjuangannya. Bukan hanya melawan Gundik yang licik, tapi juga melawan rasa sakit yang suaminya berikan.

Di tengah air mata dan pengkhianatan, ia menemukan kekuatan baru dalam dirinya. Harga diri, dan cinta yang layak di perjuangkan.

Kiandra kembali membangun karirnya, membuat gundik suaminya semakin tidak setara dalam segala hal.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kikoaiko, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 2

Kiandra menarik napas dalam-dalam, dadanya terasa sesak meski ia berusaha menyangkal perasaan itu. Tatapannya tak lepas dari layar ponsel di tangannya, sebuah foto yang entah sejak kapan menancap di pikirannya.

Adam, suaminya, tampak berdiri terlalu dekat dengan seorang wanita. Senyum di wajah pria itu terasa asing baginya, namun Kiandra memilih menepis segala prasangka yang mencoba menyelinap. Ia memejamkan mata sejenak, berusaha menguatkan hatinya. Pernikahannya baru berjalan tiga tahun, dia tidak ingin pernikahannya hancur begitu saja sebelum semuanya jelas terjadi.

Perlahan, Kiandra mengangkat wajahnya dan menatap Marsha yang duduk di hadapannya. Ia memaksakan senyum, senyum yang terlihat tenang meski hatinya bergejolak.

“Itu mungkin rekan bisnis Adam,” ucapnya lembut, seolah meyakinkan bukan hanya adiknya, tapi juga dirinya sendiri. “Hubungan aku dan dia baik-baik saja. Tidak mungkin Adam selingkuh.”

Marsha menghela napas, matanya menatap Kiandra dengan sorot khawatir yang tak bisa ia sembunyikan. “Kak, aku tahu kakak sayang sama Mas Adam,” katanya pelan namun tegas. “Kakak boleh percaya sama suami mu, tapi jangan sepenuhnya menutup mata. Bisa saja selama ini dia sengaja bersikap biasa saja agar kakak tidak mengetahui apa yang sebenarnya dia sembunyikan.

Ucapan itu membuat senyum Kiandra memudar. Ada sesuatu yang terasa mengganjal di dadanya, bukan karena ia percaya pada kata-kata Marsha, melainkan karena ia tak suka keraguannya ditanamkan oleh orang lain. Kiandra menegakkan tubuhnya, menatap Marsha dengan sorot mata yang lebih dingin namun tetap terkendali.

“Sha, kamu memang adik kakak. Tapi kamu tidak berhak ikut campur urusan rumah tangga kakak.” ucap Kiandra tegas.

Marsha terdiam. Ia tahu kakaknya bukan sedang marah, namun jelas ada batas yang baru saja ditarik. Kiandra memang seperti itu, dia selalu tenang, lembut, tapi kokoh pada pendiriannya. Ia tidak mudah terombang-ambing oleh kata orang, terlebih jika menyangkut Adam.

Kiandra mengalihkan pandangannya ke jendela. Di luar, langit tampak mendung, sama seperti perasaannya yang ia pendam rapat-rapat. Dalam hatinya, ada rasa takut yang perlahan tumbuh, namun ia memilih menekannya jauh ke dasar. Ia tidak ingin curiga tanpa bukti, tidak ingin rumah tangganya digerogoti oleh dugaan dan prasangka.

Ia menggenggam ponselnya erat, lalu mematikan layar itu. “Aku akan percaya, kalau memang ada sesuatu, aku ingin melihatnya dengan mata kepalaku sendiri.” gumamnya lirih.

Bagi Kiandra, kepercayaan bukan sekadar kata manis yang mudah diucapkan, melainkan sebuah pilihan yang diambil dengan penuh kesadaran. Pilihan untuk bertahan, untuk tidak menyerah pada prasangka, dan untuk tetap berdiri di sisi orang yang ia cintai.

Untuk saat ini, ia memilih mempercayai suaminya sepenuhnya, menggenggam keyakinan itu erat-erat, sampai suatu hari nanti, jika takdir benar-benar memaksanya, ia harus menatap kenyataan yang tak lagi bisa ia sangkal.

Dengan gerakan pelan, Kiandra mengulurkan ponsel itu kembali ke tangan Marsha. Wajahnya kembali tenang, seolah percakapan barusan tak meninggalkan bekas apa pun.

“Ayo, kita keluar, lihat Zayyan.” ucap Kiandra sambil tersenyum.

Ia bangkit dari tempat duduknya, merapikan pakaiannya sekilas sebelum melangkah menuju pintu. Tanpa menoleh lagi, Kiandra keluar dari kamar itu, meninggalkan Marsha yang masih duduk mematung. Punggungnya tampak tegap, namun ada kesunyian yang tertinggal di langkahnya, kesunyian seseorang yang sedang berusaha kuat demi dirinya sendiri.

Marsha menghela napas panjang begitu pintu tertutup. Tatapannya jatuh pada ponsel di tangannya, dada gadis itu terasa berat. Dalam hatinya, ia berharap semua yang ia temukan hanyalah kesalahpahaman, bahwa bukti yang ia lihat tidak lebih dari potongan kenyataan yang keliru. Ia ingin keyakinan kakaknya terbukti benar.

Marsha tidak sanggup membayangkan senyum Kiandra runtuh oleh kekecewaan. Ia tidak ingin melihat kakaknya terluka oleh orang yang paling ia percaya. Dalam diam, Marsha hanya bisa berharap, dan berharap semoga kali ini, kepercayaan Kiandra tidak berakhir sebagai penyesalan.

******

Di sebuah ruangan perusahaan yang tampak mewah dan berkelas, Adam duduk di balik meja kerjanya yang besar. Dinding kaca memperlihatkan pemandangan kota dari ketinggian, sementara cahaya matahari siang menyelinap masuk, memantul pada permukaan meja yang rapi dan dingin. Tumpukan berkas tersusun teratur di samping laptopnya, menandakan betapa seriusnya ia menekuni setiap pekerjaan yang berada di tangannya.

Sorot matanya fokus, rahangnya mengeras, sesekali jemarinya bergerak cepat di atas layar, menandatangani dokumen digital tanpa ragu.

Ceklek......

Keheningan ruangan itu terpecah ketika pintu terbuka pelan. Pandu, asistennya yang selalu sigap, melangkah masuk dengan membawa sebuah tablet di tangannya. Langkahnya terukur, ekspresinya profesional seperti biasa. Pintu kembali tertutup di belakangnya, menyisakan suasana formal yang terasa kaku namun akrab bagi keduanya.

Adam menghentikan aktivitasnya. Ia mengangkat wajah, menatap Pandu dengan sorot mata datar namun penuh wibawa.

“Ada apa?” tanyanya singkat.

Pandu melangkah lebih dekat, berhenti di hadapan meja kerja Adam.

“Lusa Anda harus ke Jerman untuk perjalanan bisnis, Tuan, Ada pertemuan penting yang harus Anda hadiri dengan pihak investor.” ucapnya lugas.

Adam terdiam sejenak, mencerna informasi itu. Ia lalu mengangguk pelan, seolah jadwal padat semacam itu sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari hidupnya.

“Kamu atur semuanya seperti biasa,” perintahnya tanpa nada ragu.

“Baik, Tuan,” jawab Pandu cepat.

Adam kembali menunduk pada pekerjaannya, namun pikirannya sempat melayang sejenak. Perjalanan bisnis ke luar negeri bukan hal baru baginya, tetapi entah mengapa kali ini ada sesuatu yang terasa mengganjal di dadanya, sesuatu yang segera ia tepis. Ia kembali tenggelam dalam dunia angka, kontrak, dan kesepakatan, sementara di luar ruangan itu, waktu terus berjalan, membawa setiap keputusan kecil menuju konsekuensi yang lebih besar.

1
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔
mampus lah kau ...semoga si Adam itu tau Nayla kena HIV ..biar dia ikut takut 🤭....padahal kan kena HIV nya sesudah gak di pake sama dia sih 🤣
Lee Mba Young
Dah mau mati tp gk tobat bner bner semoga mati nya tdk husnul khotimah, mati dng cara pling mnjijikkan dan AIB yg menyebar luas.
Brown choco
Udah ga mutu ceritanya, jalan cerita muter di tempat ga ada perkembangan karakter sama jalan cerita. Bungkus aja
Dini Anggraini
Yang aku heran zayyan saja melihat wajah nayla tante galak kayak monster tapi kok bisa2nya adam lihat nayla cantik darimananya anak kecil kan bicara jujur gak bohong. 🙏🙏😍😍😍
Dini Anggraini
Yang aku heran zayyan saja melihat wajah nayla tante galak kayak monster tapi kok bisa2nya adam lihat nayla cantik darimananya anak kecil kan bicara jujur gak bohong. 🙏🙏😍😍😍
Yantie Narnoe
jadi penasaran...pa kiandra ma adam pisah ya...semangat outhor up nya...💪💪
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔
Adam tuh dah menikmati perselingkuhan..pasti akan berulah lagi ... kecuali dia mati baru sadar 🤣
Ambo Nai
Adam akan hancur kalau kembali berulah
Lee Mba Young
Bener kan Adam itu udah gk 100% Cinta ma kiandra. hatinya dah terbagi.
ibarat kata Nayla sisa banyak lelaki pun masih mau 🤣.
pasti nnti kl Nayla menghub dan merengek minta di temani krn sisa umur akn Adam temani yakin lah 🤣🤣.
laki sempat di puaskan dan berbagi peluh smp puas pasti gk akn lupa 🤣. Adam selingkuh nya bukan Nafsu saja tp Cinta juga. Kiandra saja yg masih mau ma bekas an nayla.
Ovha Selvia: setuju 1000%, adam selingkuh sama nayla itu pake hati.. bukan sekedar berbagi ranjang, dia milih kiandra hanya pakai logika.. Bukan karna memiliki perasaan cinta yg besar, lihat adam masih berdebar ketemu nayla aja udah tau klo adam masih punya rasa utk nayla. Kiandra ini bodoh apa gimana ya, bisa2nya masih mau sama adam yg bekas nayla. Malahan skrg hamil lagi, dirayu dikit sama adam langsung luluh wkwkwwk.. Pdhl dia orkay, gak kekurangan duit. Tapi bisa2nya milih bertahan sama suami yg sudah bekas org 🤔
total 2 replies
Dini Anggraini
Nayla hanya butuh uangnya adam saja untuk membiayai penyakitnya nanti bila sakitnya sembuh dia menguasai adam dasar licik ya nayla kak author
mama
lepasin aj adam ki,drpd pikiran ny adam masih ke nayla trs.. biar di urus sm adam tu nayla yg penyakit n..karna percm adam bertahan sm km toh pikirany masih sm nayla..klu udh gk ad hubungan apa2 sm nayla dan mutusin semuanya harus ny gk udh peduli sm keadaan nayla,.mai muka pecat kek,badan ny kurus kek itu sudah bukan urusan km dam🤣
Daulat Pasaribu
tobat nayla tobat
uda di kasih penyakit bukannya tobat malah menjadi
Yana Phung
entah kpn drama si kuman akan berakhir 🤣🤣🤣
Yana Phung
ini ya yg dinamakan kesalahan yg efeknya seumur hidup
yg si cewek bukannya tobat tapi seperti merasa ada kesempatan kedua utk menarik simpati laki org
Yana Phung
udah di part 101
kalo adam masih ingat2 nayla,, udah bagusnya pisah aja
Yana Phung
si nayla ini sakit tapi sifatnya nggak mau berubah
Yana Phung
ish.. gemesnya kamu zayyan
Yuli Yulianti
nay nay emang kamu nya nggak ad harga diri mu deh meminta suatu hal bikin diri mu murahan ...Adam mungkin masih ad rasa tapi rasa kasian saja ke nay
Ovha Selvia
Kapan drama nayla ini akan berakhir sih? udah eps 100 sekian 🤔 Kiandra, lebih baik kamu lepaskan aja adam. Toh adam belum move on, dadanya masih berdebar ngeliat nayla.. Kamu hanya punya raga adam, tapi tidak hatinya yg mungkin terbagi atau sepenuhnya utk nayla.. Mereka udah puluhan atau ratusan kali berbagi peluh, berbagi kenangan yg indah.. Bisa2nya kamu masih terima adam, malahan lagi hamil lagi..
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔: drama nya abis ya abis bab nya 🤣...makanya panjang kaya rel kereta api
total 2 replies
Ambo Nai
buat si gundik Adam ini mati.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!