NovelToon NovelToon
Menyingkirkan Gundik Suamiku

Menyingkirkan Gundik Suamiku

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Cinta Terlarang / Obsesi / Pelakor jahat
Popularitas:6.6k
Nilai: 5
Nama Author: kikoaiko

Di balik senyumnya yang lembut dan rumah tangga yang terlihat harmonis, Kiandra menyimpan luka yang tak kasat mata. Lima tahun menikah, pengorbanan dan cintanya pada Adam Mahendra, suaminya, seakan tak berarti.

Nadira, wanita manipulatif yang datang dengan sejuta topeng manis dan ambisi untuk merebut apa yang bukan miliknya.

Awalnya Kiandra memilih diam, berharap badai akan berlalu. Namun ketika suaminya mulai berubah, ketika rumah yang dibangunnya dengan cinta hampir runtuh oleh kebohongan, Kiandra sadar diam bukan lagi pilihan.

Dengan hati yang patah namun tekad yang utuh, Kiandra memulai perjuangannya. Bukan hanya melawan Gundik yang licik, tapi juga melawan rasa sakit yang suaminya berikan.

Di tengah air mata dan pengkhianatan, ia menemukan kekuatan baru dalam dirinya. Harga diri, dan cinta yang layak di perjuangkan.

Kiandra kembali membangun karirnya, membuat gundik suaminya semakin tidak setara dalam segala hal.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kikoaiko, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 2

Kiandra menarik napas dalam-dalam, dadanya terasa sesak meski ia berusaha menyangkal perasaan itu. Tatapannya tak lepas dari layar ponsel di tangannya, sebuah foto yang entah sejak kapan menancap di pikirannya.

Adam, suaminya, tampak berdiri terlalu dekat dengan seorang wanita. Senyum di wajah pria itu terasa asing baginya, namun Kiandra memilih menepis segala prasangka yang mencoba menyelinap. Ia memejamkan mata sejenak, berusaha menguatkan hatinya. Pernikahannya baru berjalan tiga tahun, dia tidak ingin pernikahannya hancur begitu saja sebelum semuanya jelas terjadi.

Perlahan, Kiandra mengangkat wajahnya dan menatap Marsha yang duduk di hadapannya. Ia memaksakan senyum, senyum yang terlihat tenang meski hatinya bergejolak.

“Itu mungkin rekan bisnis Adam,” ucapnya lembut, seolah meyakinkan bukan hanya adiknya, tapi juga dirinya sendiri. “Hubungan aku dan dia baik-baik saja. Tidak mungkin Adam selingkuh.”

Marsha menghela napas, matanya menatap Kiandra dengan sorot khawatir yang tak bisa ia sembunyikan. “Kak, aku tahu kakak sayang sama Mas Adam,” katanya pelan namun tegas. “Kakak boleh percaya sama suami mu, tapi jangan sepenuhnya menutup mata. Bisa saja selama ini dia sengaja bersikap biasa saja agar kakak tidak mengetahui apa yang sebenarnya dia sembunyikan.

Ucapan itu membuat senyum Kiandra memudar. Ada sesuatu yang terasa mengganjal di dadanya, bukan karena ia percaya pada kata-kata Marsha, melainkan karena ia tak suka keraguannya ditanamkan oleh orang lain. Kiandra menegakkan tubuhnya, menatap Marsha dengan sorot mata yang lebih dingin namun tetap terkendali.

“Sha, kamu memang adik kakak. Tapi kamu tidak berhak ikut campur urusan rumah tangga kakak.” ucap Kiandra tegas.

Marsha terdiam. Ia tahu kakaknya bukan sedang marah, namun jelas ada batas yang baru saja ditarik. Kiandra memang seperti itu, dia selalu tenang, lembut, tapi kokoh pada pendiriannya. Ia tidak mudah terombang-ambing oleh kata orang, terlebih jika menyangkut Adam.

Kiandra mengalihkan pandangannya ke jendela. Di luar, langit tampak mendung, sama seperti perasaannya yang ia pendam rapat-rapat. Dalam hatinya, ada rasa takut yang perlahan tumbuh, namun ia memilih menekannya jauh ke dasar. Ia tidak ingin curiga tanpa bukti, tidak ingin rumah tangganya digerogoti oleh dugaan dan prasangka.

Ia menggenggam ponselnya erat, lalu mematikan layar itu. “Aku akan percaya, kalau memang ada sesuatu, aku ingin melihatnya dengan mata kepalaku sendiri.” gumamnya lirih.

Bagi Kiandra, kepercayaan bukan sekadar kata manis yang mudah diucapkan, melainkan sebuah pilihan yang diambil dengan penuh kesadaran. Pilihan untuk bertahan, untuk tidak menyerah pada prasangka, dan untuk tetap berdiri di sisi orang yang ia cintai.

Untuk saat ini, ia memilih mempercayai suaminya sepenuhnya, menggenggam keyakinan itu erat-erat, sampai suatu hari nanti, jika takdir benar-benar memaksanya, ia harus menatap kenyataan yang tak lagi bisa ia sangkal.

Dengan gerakan pelan, Kiandra mengulurkan ponsel itu kembali ke tangan Marsha. Wajahnya kembali tenang, seolah percakapan barusan tak meninggalkan bekas apa pun.

“Ayo, kita keluar, lihat Zayyan.” ucap Kiandra sambil tersenyum.

Ia bangkit dari tempat duduknya, merapikan pakaiannya sekilas sebelum melangkah menuju pintu. Tanpa menoleh lagi, Kiandra keluar dari kamar itu, meninggalkan Marsha yang masih duduk mematung. Punggungnya tampak tegap, namun ada kesunyian yang tertinggal di langkahnya, kesunyian seseorang yang sedang berusaha kuat demi dirinya sendiri.

Marsha menghela napas panjang begitu pintu tertutup. Tatapannya jatuh pada ponsel di tangannya, dada gadis itu terasa berat. Dalam hatinya, ia berharap semua yang ia temukan hanyalah kesalahpahaman, bahwa bukti yang ia lihat tidak lebih dari potongan kenyataan yang keliru. Ia ingin keyakinan kakaknya terbukti benar.

Marsha tidak sanggup membayangkan senyum Kiandra runtuh oleh kekecewaan. Ia tidak ingin melihat kakaknya terluka oleh orang yang paling ia percaya. Dalam diam, Marsha hanya bisa berharap, dan berharap semoga kali ini, kepercayaan Kiandra tidak berakhir sebagai penyesalan.

******

Di sebuah ruangan perusahaan yang tampak mewah dan berkelas, Adam duduk di balik meja kerjanya yang besar. Dinding kaca memperlihatkan pemandangan kota dari ketinggian, sementara cahaya matahari siang menyelinap masuk, memantul pada permukaan meja yang rapi dan dingin. Tumpukan berkas tersusun teratur di samping laptopnya, menandakan betapa seriusnya ia menekuni setiap pekerjaan yang berada di tangannya.

Sorot matanya fokus, rahangnya mengeras, sesekali jemarinya bergerak cepat di atas layar, menandatangani dokumen digital tanpa ragu.

Ceklek......

Keheningan ruangan itu terpecah ketika pintu terbuka pelan. Pandu, asistennya yang selalu sigap, melangkah masuk dengan membawa sebuah tablet di tangannya. Langkahnya terukur, ekspresinya profesional seperti biasa. Pintu kembali tertutup di belakangnya, menyisakan suasana formal yang terasa kaku namun akrab bagi keduanya.

Adam menghentikan aktivitasnya. Ia mengangkat wajah, menatap Pandu dengan sorot mata datar namun penuh wibawa.

“Ada apa?” tanyanya singkat.

Pandu melangkah lebih dekat, berhenti di hadapan meja kerja Adam.

“Lusa Anda harus ke Jerman untuk perjalanan bisnis, Tuan, Ada pertemuan penting yang harus Anda hadiri dengan pihak investor.” ucapnya lugas.

Adam terdiam sejenak, mencerna informasi itu. Ia lalu mengangguk pelan, seolah jadwal padat semacam itu sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari hidupnya.

“Kamu atur semuanya seperti biasa,” perintahnya tanpa nada ragu.

“Baik, Tuan,” jawab Pandu cepat.

Adam kembali menunduk pada pekerjaannya, namun pikirannya sempat melayang sejenak. Perjalanan bisnis ke luar negeri bukan hal baru baginya, tetapi entah mengapa kali ini ada sesuatu yang terasa mengganjal di dadanya, sesuatu yang segera ia tepis. Ia kembali tenggelam dalam dunia angka, kontrak, dan kesepakatan, sementara di luar ruangan itu, waktu terus berjalan, membawa setiap keputusan kecil menuju konsekuensi yang lebih besar.

1
Arka Zaidan
bagus ceritanya ka
Dini Anggraini
Mama ina coret adam dari ahli waris dan ambil semua barang di nayla pelakor dan usir adam dari perusahaan dan rumah itu apa selingkuhannya masih mau bila adam miskin gak punya apapun yang di banggakan. 👍👍😍😍😍
pink blossoms
ini kowh ga lanjut2 pdhal seru lho thor
Sunarmi Narmi
lnjutt thor
Sunarmi Narmi
Fi blokir Adam...ngapain cuma dimatikan...🥴🥴
Sunarmi Narmi
Demi moment ini kita memang hrs berjuang bertahan Kiandra....Semangat hempaskan pelakor 💪💪💪💪
Sunarmi Narmi
Kiadra..klo kmu pngen menang permainan Ranjangmu hrs lebih binal dri pelakor..toh suami SAH..aman ngak usah malu " Gass kan....sampai menttok dn milik suamimu kebas dn kenyang ...ngak ada wktu melirik yg lain🤣🤣🤣
Sunarmi Narmi
Perjuangan yg amat berat bagi seorang berstatus istri dan seorang ibu..klo demi ego jelas males buat kembali sama suami..tpi klo demi anak dn keluarga hrs jdi prioritas..disitulah kdang kita merasa berat buat memilih..rata" EGO yg dominan..baca kisah ini jujur jiwa dn hatiku tersentuh Thor....pokoke karyamu is the best 👍👍👍👍♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️
Sunarmi Narmi
Kata" tulisanya keren Thor...mengena di hati dn bermakna dlm...👍👍👍👍
louis
dasar gundik tak tahu malu dan tidak ada akhlak
louis
dasar laki2 bejat. lihatlah karma akan menimpamu karena telah mengkhianati istrimu.
Sunarmi Narmi
Blm mau Coment karena cerita ino terlalu bagus..cuma satu kata untukmu Thor LANJUTKAN💪💪💪💪
Isabela Devi
laki laki gitu buat dia menyesal seumur hidup aja thor, apa lagi ga menghargai wanita gitu
Isabela Devi
lanjut thor, buat laki laki itu jadi gembel aja thor
Bunda Kevin
Lanjut
Sunarmi Narmi
Wah keren karyamu Thor..kita di sini bila berhadapan dgn pelakor balasnya hrs elegan,cantik dn kontrol emosi....berat jg ya...lanjut thor 💪💪💪💪😘😘😘😘😘😘😘😘😘🤔♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!