Diumurnya yang ke 27 tahun, Afra belum terpikir untuk menikah apalagi dengan kondisi ekonomi keluarganya yang serba kekurangan. Hingga suatu hari disaat Afra mengikuti pengajian bersama sahabatnya tiba-tiba sebuah lamaran datang pada Afra dari seorang pria yang tidak ia kenal.
Bagaimana kisah selanjutnya?
Apa Afra akan menolak atau mernerima lamaran pria tersebut?
Siapa pria yang melamar Afra?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon elaretaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 2
Afra tentu saja ragu membelikan roti untuk Kenan pasalnya harga roti di toko tersebut tidak cocok dengan dompetnya yang begitu pemilih soal harga.
"Kita beli yang lain aja mau?" tanya Afra.
"Gak mau, maunya roti itu. Umi sama Abi biasanya beliin Kenan roti itu," ucap Kenan.
'Ya Allah, gimana ini. Aku sebenarnya mau bantu, tapi uangku tinggal 50 ribu dan kalau aku belikan dia roti disana berarti uangku habis..... Astagfirullah Afra, apa yang kamu pikirkan, kamu mementingkan urusan dunia, tapi aku emang lagi gak ada uang,'
Namun, karena tidak tega, Afra pun menuruti apa yang diinginkan Kenan. "Yaudah, ayo kita ke sana," ucap Afra dan menggandeng tangan mungil Kenan.
Beberapa saat kemudian, Afra dan Kenan pun sudah ada di dalam toko roti tersebut. Ini adalah pertama kalinya Afra masuk ke dalam toko roti ini, Afra begitu takjub karena interior toko tersebut begitu bagus.
Kenan mengambil roti yang ia inginkan lalu memberikannya pada Afra, "Kakak mau beli yang mana?" tanya Kenan.
"Eh, Kakak gak beli kok. Kakak cuma nemenin kamu aja," ucap Afra.
Tentu saja Afra masih sayang uangnya, ia tidak mungkin menghabiskan uangnya untuk beli roti yang harganya tidak masuk akal itu. Bukannya pelit, hanya saja Afra bukan berasal dari keluarga kaya.
"Kenapa Kak?" tanya Kenan.
"Hem, Kakak kurang suka manis," ucap Afra.
"Pasti karena Kakak udah manis ya makanya Kakak gak suka manis," ucap Kenan yang begitu polos.
Mendengar jawaban Kenan, Afra pun tertawa pelan, "Kamu ini tau aja ya kalau Kakak ini udah manis, jadi gak butuh lagi yang manis-manis," ucap Afra.
"Yaudah sekarang ayo kita kit bayar," ajak Afra dan diangguki Kenan.
Saat sampai di depan kasir, Afra pun membuka dompetnya. Namun saat akan mengambil uang tiba-tiba Kenan memberikan selembar uang seratus ribu pada Afra.
"Loh, kamu dapat uang darimana?" tanya Afra.
"Dari Umi, Kak," ucap Kenan dan menunjukkan beberapa lembar uang yang ada di kantong celananya.
"Umi selalu siapin uang buat Kenan, Kak. Biar kalau Kenan mau apa-apa Kenan bisa beli," ucap Kenan.
'Beruntungnya Kenan, dia bisa mendapatkan apa yang dia mau sejak kecil. Bahkan orangtuanya memberikannya uang sebanyak ini, astagfirullah Afra kenapa sih akhir-akhir ini kamu sering gak bersyukur,'
"Gapapa pakai uang Kakak aja, kamu simpan uang kamu ya," ucap Afra.
"Jangan Kak, kata Umi kalau mau beli apa-apa harus pakai uang Kenan sendiri makanya Umi sampai siapin uang buat Kenan. Ini Kak," ucap Kenan.
Afra pun mengambil uang tersebut dan membayar roti pesanan Kenan, tak lama setelah itu Afra segera memberikan sisa uang tersebut pada Kenan dan menyimpannya di kantong celananya.
Afra dan Kenan pun keluar dari toko roti tersebut dan tak lama setelah mereka keluar, seorang perempuan dengan memakai gamis dan juga cadar datang menghampiri mereka.
"Astaga Kenan, Umi cariin dimana-mana kok gak ada ternyata kamu ada di disini, Umi khawatir banget sama kamu sayang, Umi takut kamu kenapa-napa," ucap perempuan bercadar tersebut dengan memeluk Kenan.
"Maafin Kenan, Umi. Tadi Kenan ngejar bola ini terus Kenan pengen roti, tapi Kenan gak berani masuk untung ada Kakak cantik yang bantu Kenan," ucap Kenan dan tersenyum pada perempuan tersebut.
"Astaghfirullah, sayang ingat ya lain kali gak boleh kayak gitu lagi, kalau mau sesuatu Kenan harus tunggu Umi atau Abi dan gak boleh sendirian lagi," ucap perempuan tersebut.
"Iya, Umi. Kenan minta maaf," ucap Kenan.
"Iya, Umi maafin," ucap perempuan tersebut.
"Kenan sayang, Umi," ucap Kenan lalu memeluk perempuan yang Kenan panggil Umi.
Perempuan tersebut pun berdiri lalu menatap Afra, "Makasih ya Mbak karena sudah mau membantu anak saya," ucap perempuan tersebut.
"Iya, Mbak. Saya senang bisa membantu Kenan," ucap Afra.
"Perkenalkan nama saya Hira, saya orangtuanya Kenan, saya tadi sedang mengobrol dengan teman saya dan saya gak sadar kalau ternyata Kenan pergi. Saya benar-benar berterimakasih sama Mbak, ini ada rezeki untuk Mbak karena sudah membantu Kenan," ucap perempuan yang bernama Hira itu.
"Terimakasih Mbak, saya membantu Kenan Dengan ikhlas. Saya tidak mengharapkan imbalan apapun," ucap Afra.
"Iya, saya tau Mbak ikhlas membantu anak saya. Hanya saja saya juga ikhlas memberikan ini, ini salah satu oleh-oleh dari daerah tempat saya tinggal, saya memberikan ini sebagai oleh-oleh. Saya benar-benar ikhlas memberikannya," ucap Hira.
Afra ragu untuk mengambilnya karena jika Afra mengambil pemberian itu, takutnya Hira berpikir yang buruk-buruk tentang dirinya padahal Afra hanya ingin membantu Kenan tanpa mengharapkan apapun dan seolah mengerti apa yang sedang ada di pikiran Afra, Hira pun tersenyum lalu mengambil tangan Afra dan memberikan paperbag tersebut pada Afra.
"Ambil Mbak, saya sangat menghargai Mbak. Saya memberikan ini bukan berarti saya merendahkan Mbak atau apapun itu, justru sebaliknya, saya sangat berterimakasih sama Mbak. Anggap saja ini sebagai rasa terimakasih saya atau hadiah dari saya," ucap Hira.
"Saya yang harusnya berterimakasih sama Mbak karena Mbak sudah baik sama saya," ucap Afra dan Hira pun tersenyum di balik cadarnya.
"Kalau boleh tau Mbak namanya siapa ya?" tanya Hira.
"Nama saya Afra, Mbak," ucap Afra.
"Masyaallah, nama yang cantik secantik Mbak Afra," ucap Hira.
"Masa nama saya cantik Mbak, arti nama saya debu loh Mbak," ucap Afra.
"Bukannya bagus, debu itu dianggap sebagai simbol kesederhanaan dan kerendahan hati, karena debu adalah bagian dari elemen alam yang paling kecil namun penting. Nama mbak m juga sering loh digunakan untuk menggambarkan seseorang yang memiliki sifat rendah hati, tulus, dan bersahaja. Jadi, bukankah nama Mbak begitu cantik, sama seperti artinya insyaallah Mbak Afra adalah perempuan yang rendah hati," ucap Hira.
"Masyaallah, makasih ya Mbak. Saya sebenarnya sempat kurang percaya diri dengan nama saya, tapi dengan penjelasan Mbak Hira, saya jadi paham begitu cantiknya nama saya," ucap Afra.
"Alhamdulillah, Mbak," ucap Hira.
Setelah mengobrol, mereka pun berpisah karena hari semakin sore dan takutnya Ibu Mila menunggu Afra.
Tak lama setelah itu, Afra pun smpai di rumah dan begitu ia masuk, Ibu Mila sudah menunggunya. "Kamu udah pulang, gimana udah dapat uangnya?" tanya Ibu Mila.
"Bu, Afra ini baru pulang kerja, gak bisa ya nunggu Afra bersih-bersih dulu setelah itu Ibu boleh tanya-tanya soal uang," ucap Afra.
"Ibu kan cuma mau pastikan saja Ra, tinggal bilang aja sih susah banget," ucap Ibu Mila.
.
.
.
Bersambung.....
TERIMAKASIH ATAS DUKUNGANNYA SEMUANYA 🍒
Kalau kalian suka dengan cerita Author jangan lupa kasih LIKE, KOMENTAR, mau kasih HADIAH juga gapapa, VOTE juga boleh, jangan lupa juga buat kasih author bintang (⭐) di kolom komentar ya supaya author tambah semangat nulisnya dan bisa up bab setiap hari.
Follow juga akun instagram Author : @elaretaa
mantaaaabh
lanjut ka elaaaa 👍🏻🌹🌹
semangaaaaaaats 💪🏻💪🏻🌹🌹
dasar cocote Ra pada ada akhlaknya
lanjut ka elaaaaa 👍🏻🌹🌹🌹
semangaaaaaats 💪🏻💪🏻
senewen q jadinya
lanjut ka elaaaaaaa
semangaaaaaats 💪🏻💪🏻