NovelToon NovelToon
Perjalanan Cinta Dokter Zonya

Perjalanan Cinta Dokter Zonya

Status: tamat
Genre:Menikah Karena Anak / Duda / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Paksaan Terbalik / Naik ranjang/turun ranjang / Dokter / Tamat
Popularitas:2.1M
Nilai: 4.4
Nama Author: Ratu jagad 02

9

Pernikahan adalah cita-cita semua orang, termasuk Dokter Zonya. Namun apakah pernikahan masih akan menjadi cita-cita saat pernikahan itu sendiri terjadi karena sebuah permintaan. Ya, Dokter Zonya terpaksa menikah dengan laki-laki yang merupakan mantan Kakak Iparnya atas permintaan keluarganya, hanya agar keponakannya tidak kekurangan kasih sayang seorang Ibu. Alasan lain keluarganya memintanya untuk menggantikan posisi sang Kakak adalah karena tidak ingin cucu mereka diasuh oleh orang asing, selain keluarga.

Lalu bagaimana kehidupan Dokter Zonya selanjutnya. Ia yang sebelumnya belum pernah menikah dan memiliki anak, justru dituntut untuk mengurus seorang bayi yang merupakan keponakannya sendiri. Akankah Dokter Zonya sanggup mengasuh keponakannya tersebut dan hidup bersama mantan Kakak Iparnya yang kini malah berganti status menjadi suaminya? Ikuti kisahnya

Ig : Ratu_Jagad_02

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ratu jagad 02, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 2

Tepat satu minggu setelah kematian Nasila. Hari ini, meski menolak dengan berbagai cara. Namun pada akhirnya, baik Zonya maupun Sean tidak lagi dapat mengelak saat semua ini demi kebaikan Naina. Ya, Naina adalah alasan terbesar keduanya yang pada akhirnya mengantarkan mereka pada acara sakral ini sekarang.

"Bagaimana, apakah akad-nya sudah bisa dimulai?" tanya penghulu.

"Silahkan Pak."

"Sean Askara bin Boris, saya nikahkan engkau dengan putri kandungku Zonya putri Nugroho dengan maskawin uang satu juta rupiah dibayar tunai," ucap Ayah Ardan lantang.

"Saya terima nikah dan kawinnya Zonya Putri Nugroho bin Ardan Adi Nugroho dengan maskawin tersebut, tunai."

"Bagaimana saksi, sah?"

"Sah!"

Seiring dengan kata sah yang terdengar. Zonya memejamkan mata, merenungi nasibnya yang kini harus menikah dengan mantan kakak iparnya sendiri. Tidak ada air mata bahagia ataupun kesedihan. Yang ada hanya tatapan datar dari Zonya yang terlihat sangat kuat dan tegar. Namun siapapun dapat melihat kesedihan yang ia simpan dalam dirinya. Hingga akhirnya, setelah beberapa saat, kediaman Nugroho yang semula cukup ramai, kini kembali hening karena tamu yang sudah berpulangan.

"Zoe—" Bunda Gita mendekati putrinya dan memeluk sang putri dengan erat, "Maafkan Bunda Nak, semoga ini jalan yang terbaik untuk kalian. Bunda benar-benar tidak bisa mempercayakan cucu Bunda pada wanita lain dan Bunda harap kau mengerti akan semua ini."

Zonya hanya diam. Sungguh, ia merasa kecewa dengan keputusan kedua orang tuanya. Namun kekecewaan itu sudah tidak berguna sekarang, sebab kini ia telah resmi menyandang status sebagai istri dari Sean Askara, laki-laki yang beberapa waktu lalu masih berstatus sebagai Kakak Iparnya. Ia lantas melirik laki-laki yang kini berstatus suaminya, tidak ada senyum di wajahnya, tidak ada sesuatu apapun di sana selain raut wajah datar, yang seakan benar-benar mempertegas pernikahan mereka yang hanya terjadi karena sebuah kepentingan.

"Sean—" kini giliran Sean yang didekati Bunda Gita, "Bunda tahu kau berat menjalani pernikahan ini. Tapi bagaimanapun, Zoe adalah istrimu sekarang. Dia juga anak Bunda, Nak. Pesan Bunda masih sama saat kau menikahi Nasila dulu, jaga putri Bunda dengan baik."

Sean menatap Zonya, begitupun sebaliknya. Untuk beberapa saat, keduanya saling tatap dengan raut wajah datar mereka. Setelahnya, keduanya sama-sama memalingkan muka dan menatap ke lain arah.

"Mulai hari ini, aku akan membawa Zonya dan Naina untuk tinggal di rumahku Bun," ucap Sean.

Itu bukanlah jawaban yang Bunda Gita harapkan. Namun apalah daya, kini putrinya adalah seorang istri dan sudah sepantasnya ikut ke manapun yang suaminya inginkan. Bunda Gita 'pun mengangguk dalam tangisan.

"Ingat pesan Bunda untuk selalu menjaganya Sean."

*

Sean dan Zonya berpamitan pada orang tua dan keluarga mereka. Isak tangis mengiringi kepergian Zonya dari kediaman Nugroho. Terutama dari Bunda Gita dan Anggi yang harus berpisah dari Zonya untuk pertama kalinya. Zonya mendekati sang Bunda dengan Naina yang berada dalam gendongannya.

"Zoe pamit Bun."

"Do'a Bunda selalu menyertai langkahmu Nak."

Zonya menunduk, menyembunyikan wajahnya yang sudah memerah. Ia lantas berjalan mendekati sang Ayah, dan memandang wajah tua itu lekat-lekat. Ia tersenyum lembut seakan mengatakan bahwa dirinya baik-baik saja. Namun Ayah Ardan tentu tahu bagaimana perasaan putrinya yang sebenarnya.

"Zoe pamit Yah," lagi-lagi Zonya mengucapkan kalimat yang sama pada sang Ayah.

"Ayah akan berdo'a untuk kebahagiaanmu Nak. Berbahagialah!"

Zonya berbalik untuk menemui suaminya yang sudah menunggu di mobil. Begitu Zonya akan mencapai pintu untuk keluar, tiba-tiba tubuhnya terdiam saat merasakan ada tangan yang memeluk tubuhnya dari belakang.

"Maafkan Anggi yang tidak bisa membantu Kakak," ucap Anggi.

Sejenak, Zonya membiarkan Anggi yang memeluk tubuhnya. Sebelum akhirnya ia melepas belitan tangan adiknya dengan satu tangan, sedangkan tangan lainnya ia gunakan untuk menopang bayi dalam gendongannya. Ia menghela napas lemah, sebelum akhirnya berbalik dan menghapus air mata adiknya.

"Bereskan skripsimu segera dan gantikan Kakak memimpin rumah sakit!"

Anggi mengangguk dengan wajah yang sudah basah oleh air mata, "Aku berjanji untuk menyelesaikannya segera Kak."

"Jaga Ayah dan Bunda, Kakak pamit." Zonya menatap setiap sudut rumah kediaman keluarganya. Lalu tatapannya beralih pada kedua orang tuanya dan kedua orang tua Sean. Ia mengangguk sembari tersenyum kepada mereka semua, "Assalamu'alaikum."

"Wa'alaikum salam."

Sean membukakan pintu mobil begitu melihat Zonya mendekat. Setelah Zonya masuk, ia ikut masuk dan duduk didepan kemudi. Setelah itu, mobil 'pun melaju membelah jalanan menuju rumah yang selama ini Sean tempati bersama Nasila. Sepanjang jalan, tidak ada pembicaraan apapun diantara Sean dan Zonya. Hingga beberapa saat berlalu, akhirnya mobil yang dikemudikan Sean tiba di rumah besar miliknya.

"Pak Tris, tolong masukkan barang-barang yang ada di bagasi!" ucap Sean pada salah satu pekerja rumahnya.

"Baik Tuan."

Sean langsung turun dari mobil dan melangkah masuk tanpa mengajak Zonya. Sedangkan Zonya sendiri melangkah pelan mengikuti arah langkah suaminya. Begitu tiba di pintu utama, sebuah foto besar terpajang indah menyambut kedatangan Zonya.

Sejenak, Zonya menghentikan langkahnya dan memandang foto sang Kakak bersama suaminya. Untuk pertama kalinya, matanya berkaca-kaca memandang foto itu. Ia tersenyum dan mencium wajah Naina yang terlelap dalam gendongannya.

"Selamat jalan Kak, aku harap kau tenang di sana." batin Zonya.

"Aku tidak akan melepas pajangan foto itu hanya karena keberadaanmu di rumah ini."

Zonya melihat suminya yang berjalan mendekat. Ia lantas menghapus air matanya yang membasahi pipi dan membalas tatapan suminya tanpa rasa takut, "Tidak apa-apa Mas, aku mengerti."

"Bagus kalau begitu," Sean ikut menatap foto pernikahannya bersama istri tercintanya. Setelah itu ia kembali menatap Zonya, "Ayo ikut aku!"

Tanpa bantahan, Zonya mengikuti langkah Sean menuju kamar. Zonya menghentikan langkahnya saat melihat sang suami membuka pintu kamar dan menampakkan fasilitas di dalamnya yang tentu saja menyimpan kemewahan.

"Kau akan tidur di kamar ini bersama Naina," Sean menggeser tubuhnya, memberikan akses pada Zonya untuk melihat lebih dalam. "Jangan pernah memasuki kamarku dengan alasan apapun dan jangan pernah mengusik waktuku dengan alasan apapun. Sekarang, kau adalah ibu sambung Naina, kau bertanggung jawab penuh untuk mengasuhnya. Jadi lakukan tanggung jawabmu dengan baik!"

Setelah mengatakan itu, Sean langsung pergi dari sana. Meninggalkan Zonya yang kini menatap kamar tersebut dengan menghela napas kasar. Ia lantas memasuki kamar dan mengunci pintunya. Setelah itu, ia menidurkan Naina pada ranjang bayi yang memang tersedia di sana.

"Nai... Kenapa jalan hidup kita seperti ini Sayang. Kau ditinggal Mama, sedangkan Aunty harus menikah dengan papamu karena terpaksa," lirih Zonya. Ia lantas mencium wajah sang keponakan dengan air mata yang kembali mengalir. "Kita jalani ini bersama-sama ya, bantu Aunty untuk menghadapi semua ini."

1
Si Memeh
bagus cerita nya thor
Elara: Alhamdulillah, terima kasih Kak🙏
total 1 replies
ayu cantik
kisah kkknya Anggi
Elara: Betul sekali, Kak. Betah-betah ya bacanya, maaf kalau masih banyak typo atu mungkin feell cerita yang ngga ngena di hati. Thank you karena udah baca/Kiss/
total 1 replies
Endang Sulistia
maunya jahit mulutnya Zoe..
Elara: Kenapa?
total 1 replies
Anonymous
😂🤭
Anonymous
🤣🤣🤣
Elizabeth Zulfa
emang nadila meninggalnya knpa yoh
Elara: Lanjut baca bab berikutnya ya, biar tau jawabannya. Oh iya, mampir juga di karya terbaru aku, judulnya Reveal The Facts/Rose//Plusone/
total 1 replies
Elizabeth Zulfa
kita sama zonya.... krna aq pun prnah sempat brpikir dan merasakan sprti itu... bahkan disaat kamu gak melakukan apapun pun tetap diiri sama si bungsu.. pdhl klo dirasa pun kita sbgaibank kedua brusaha selalu bisa mandiri dri kecil tpi rasa2nya semua itu blm cukup bagi sebagian orang trutama sodara kita sndiri
Elizabeth Zulfa: ho'oh
total 2 replies
echa purin
👍🏻
Zulfi Sufairoh
Kecewa
Zulfi Sufairoh
Buruk
Umi Maryam
thor aku minta anak nya zou itu kembar laki2 semua yah ,kan baru tiga minggu bisa nambah dong , 🤭🤭🤭
Elara: Hihihi novelnya udah tamat Kak, jadi ngga bisa direvisi ya.
total 1 replies
Elara
Hai semuanya, terima kasih atas dukungan kalian atas karya aku ini ya. Jujur, ini karya aku yang pling rame pembaca dan paling banyak hujatan/Facepalm/tapi ngga papa, yang penting rame/Grin/
Btw, jangan lupa baca karya-karya aku yang lain ya, terutama karya-karya terbaru aku. Love banyak banyak buat kalian semua/Heart//Plusone/
Susi_Lin
tapi thor, sbenarnya dr.obgym jga gak yg sekolot2 sampe gak tau sama sekali, kan nerawal dri dokter umum, tentu tau dasar2 untuk pertolongan pertama pada pasien baik anak/dewasa...!! tapi mkin saja efek panik jdi zoya nge bleng.
ini pengalaman dunia kerja saya ,skaligus saya sering jadi asisten dr.obgyn 🙏🙏 semangat thor ❤️
Elara: Oh, maf ya kak kalau masih banyak salahnya. Tapi terlepas dari itu semua, terima kasih sudah mampir di novel aku/Heart//Plusone/
total 1 replies
Moona
aku sbgai anak kedua mengerti bnget apa yg dirasakan zoe,karena begitulah yg aku rasakan selama ini..yg sllu di diabaikan,di banding2kan,mgkin sbb itu aku jd pribadi jg keras untk menguatkan diri meski penilaian org di luar sana aku adlh pribadi yg jutek dan sombong..aslinya aku sllu menyembunyikan air mata dr semua org..tp aku bs bertahan sampai sejauh ini...ceritanya bagus bnget..sukses selalu kak author...
Elara: Makasih banyak, Kak/Whimper/
Mampir juga di karya terbaru aku yang berjudul Reveal The Facts yukkk
total 1 replies
Ce Habibah
seharusnya tetep ada Beby sister,kasian zoe gk ada pengalaman
Elara: Iya 'kan? Emang dasar author somplak yang nulis.
total 1 replies
Nur Koni
ga tau knp peran dr zoe sangat mengena d hati ga sedikit d dunia nyata anak yg d perlakukan sprt dr zoe olh klrgnya sendiri.... mewek aku thor
Elara: Iya Kak, dan ini juga cukup relate sama apa yang dirasakan anak kedua. Btw terima kasih udah baca karya aku, tapi maaf banget karena karya aku belum ada yang sempurna. Terlebih karya ini. Aku kurang riset dan yaa hasilnya jadi se-alakadarnya.
total 1 replies
Shyfa Andira Rahmi
👍👍👍
Shyfa Andira Rahmi
🤦🤦🤦
Shyfa Andira Rahmi
🤣🤣🤣
Umi Maryam
belim maksimal usaha nya udah myerah , gada usaha nya lebih kamu lepas aja sean lagian mama kamu juga bukan mertua yg baik ,mendingan zie nikah dg pria lain aja ,biar bisa adopsi naina.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!