Daniella Liontin B.A.Y , terlahir nama seperti itu dan dia tidak tahu arti dari BAY itu , ia dirawat oleh pengasuh ibunya bernama Aisyah dan Parta , sementara ibunya Ella meninggal tak berselang lama setelah bertemu dengan pengasuhnya itu, keduanya sudah dianggap nenek dan engkongnya sendiri.
Engkong Parta meninggal saat Ella masih kecil.
hingga Nenek Aisyah meninggal ia diberi wasiat nenek Aisyah suruh mengambil liontin yg berada di tas milik nenek yg disimpannya di lemari . Di tas tersebut ia juga menemukan kartu nama dan ponsel jadul , dan Ella juga diminta untu mencari orang bernama Budiman sesuai kartu nama yg ditemukan, Fakta mengatakan Budiman adalah seorang pengacara saat diketahui lewat kartu nama di tas nenek Aisyah. namun semuanya buntu , karena nomor ponsel dan alamat yg tertera tidak dapat menemukan orang yg dicarinya . hingga Ella menelpon orang yg sering dihubungi lewat ponsel itu , sedikit demi sedikit terkuak .
dgn kemampuannya meretas , Ella pun mencari tahu semuanya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon si ciprut, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rumah Nenek Ais
Daniella bangun pagi pagi dan mempersiapkan segala sesuatu , hari ini ia belum ada kelas mata kuliahnya karena Minggu depan baru akan masuk .
Hari ini Ella akan membantu bibi Odah dan ibu ibu lainnya untuk mempersiapkan selamatan neneknya itu. Selain itu akan mengantar paketan pesanan yg tertunda
" neng Ella , mau kuliah ya...kalau mau kuliah dulu juga ngga papa " ,
Mpok Sarni yg sudah datang bersama bibi Odah sudah mulai memasak pagi hari ini , mereka suka rela untuk membantu Ella.
" engga bi , kan baru membereskan adminitrasi dan perkenalan kemarin , besok Senin baru masuk kuliah "
" Alhamdulillah , lho bukannya pakai beasiswa to nduk " mbak Sri adik ipar dari Mpok Sarni ikut menimpali , ia ngontrak Deket rumah bersebelahan dengan Mpok Sarni, maklum meski orang asli sini mereka lebih baik ngontrak dari pada jadi satu orang tua atau mertua yg kadang malah riweh fan ribet.
" ya memang beasiswa, tapi kalo pendaftaran sama lain lainnya Yo masih pakai uang sendiri , nanti kalau udah kuliah baru biaya biaya itu yg masuk beasiswa " Ella mencoba memberi pengertian kepada mbak Sri yg mempertanyakan adminitrasi kuliahnya.
" kecuali uang pendaftaran , memang engga pake mbak , kalo ngurus photo copy sama pas photo kan harus biaya sendiri "
" lha iya itu , kalo yg kaya gitu Yo tetep biaya sendiri , emang jauh tempat kuliahnya La "
" di Jakbar mbak , lumayan kalo naik motor , pinggang bisa encok kalau tiap hari , kalau naik kereta makan waktu , ngga bisa sambil dagang lagi " keluh kesah Ella kepada ibu ibu .
" nyari ilmu ya begitu neng...harus berkorban " Mpok Odah yg sedang memotong kentang pun ikut menimpali.
Di dapur tempat nenek itu mereka asik mengobrol, hingga kesedihan yg dirasakan Ella sedikit berkurang dan terhibur.
" neng Ella didepan ada yg nyariin tuh , cowok ganteng....."
Mbak Watik yg baru masuk sehabis dari warung untuk belanja kekurangan bumbu memberi tahu jika ada tamu.
" orang kurir tukang paket bilangnya cowok ganteng , makanya nikah tik Watik..." Seloroh Mpok Odah yg tahu jika didepan ada orang nyari Daniella mau ambil paketan dan itu sudah hampir tiap hari kecuali hari kemarin karena suasana berduka.
" belum ada yg pas Mpok...pinginnya dapet CEO atau bos besar gitu....kaya di novel novel gitu Mpok..."
Wati tidak mau kalah karena sering dibilang perawan tua , walaupun belum tua , karena wajah keibuan tapi kelakuannya kekanak Kanakan.
" Halah...dapat kaya gitu nunggu beling busuk mbak ? ".
Mbak Sri yg dari tadi diem ikut menimpali selorohan Watik.
Watik hanya cengar cengir , dan anggap angin lalu , karena memang setiap harinya begitu kalau sore hari sambil ngerumpi .
Di tempat nenek Daniella rata rata kontrakan , jadi tidak kaget kalau setiap harinya akan seperti itu. Ibu ibu suka gosip sana sini.
Hanya rumah nenek Ais yg tidak dikontrakkan , karena rumahnya yg sederhana , tidak kecil dan tidak terlalu besar , masih sisa halam rumahnya yg sering untuk menanam bunga bunga oleh nenek Ais.
***
" Itu semua berapa biayanya mas ?" Tanya Ella kepada kurir paket yg menjemput paketan yg mau dikirim Ella.
" 215 ribu mbak , banyak banget soalnya , tadi sudah saya hitung ulang , biaya untuk pengiriman yg jauh sudah saya pisah sama yg dekat , jadi sekitar segitu..."
Kurir itu sambil mengulang hitungannya , kemarin libur jadi hari ini banyak banget.
" tak bawain 250 ya mas , kurang atau lebihnya besok aja gapapa , kan tiap harinya mas Adit yg ambil..."
" Ok siap mbak..."
Kemudian Adit memasukkan paketan itu ke dalam box motornya , selain box ia juga membawa karung berisi paketan yg lain.
" makasih ya mas "
" sama sama , saya langsung ya mbak , assalamualaikum"
" waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh"
Ella kemudian masuk lagi menuju ke dapur tempat ibu ibu yg memasak.
" kalau mau kenduri pas ini Mateng aja ya , jadi ntar siang sama sore buat acara malam saja , biar satu satu beres , bagaimana neng Ella ?" Mpok Odah mencoba nego waktu untuk kenduri di pagi hari sekitar pukul 10an pagi , biar kalau sore ngga bentrok untuk persiapannya.
" Yo alangkah baiknya begitu Mpok "
Mbak Sri menimpali ucapan Mpok Odah yg bertanya kepada Ella.
" alangkah baiknya bagaimana , semua saya serahkan bibi Odah dan yg lainnya , saya ngikut aja bi..."
Ella mencoba memahami maksud dari Mpok Odah , yg akhirnya semua setuju untuk usulan itu .
***
Sore harinya Ella bersiap sholat Maghrib, karena setelah itu akan bersiap siap untuk acara ngaji , mendoakan almarhumah nenek Ais.
Ella mencoba bertawakal dengan semua ujian ini , mungkin esok lebih baik. Harapannya dan rasa berserah diri ketika sedang memanjatkan doanya kepada sang pencipta.
Begitupun hari berikutnya ketika 3 hari meninggalnya sang nenek , masih acara ada acara ngaji dan mendoakan neneknya.
Sehingga 3 hari berturut turut , Ella dan ibu ibu sekitarnya bahu membahu untuk mempersiapkan semuanya.
Setelah acara 3 hari selesai Mpok Odah membereskan segala sesuatu yg masih tersisa. Baik perlengkapan masak atau lain lainya.
Suaminya Mpok Odah membantu bagian depan , membereskan tenda dan kursi pinjaman yg dipakai kemarin hingga malam nanti.
" BI.. , masih ada hutang warung atau ngga , kan kalau acara seperti ini biasanya pinjam warung dulu .."
Ella mencoba mengingat apa saja yg belum beres.
" ada beberapa , coba ntar bibi tanyain , baiknya pakai uang yg dari orang takziah aja neng , karena itu untuk nenekmu "
" tapi kalau kurang kasih tahu saya ya bi.. , bagaimanapun juga itu tanggung jawab saya "
Ella mencoba memberikan tawaran itu , karena merasa tak enak hati jika semuanya Mpok Odah yg membereskannya , bahkan sampai hutang neneknya kemarin di warung telah dibayar Mpok Odah karena nenek Ais sudah meninggal.
" iya neng , tenang aja...saya juga utang Budi sama Nenek Ais juga Kakek Parta , coba kalau tak ada mereka , belum tentu saya sama Abang berada disini neng "
Mata Mpok Odah mengembun mengingat kejadian beberapa tahun silam . Ia dan suaminya kena jambret ketika mau membawa anaknya ke puskesmas. Kakek Parta saat itu masih sehat dan segar , apalagi dia dijuluki jawara di kampung ini .
Sempat menolong Mpok Odah dan membawa anaknya ke puskesmas , sehingga anaknya yg muntaber bisa tertolong , uang serta kalung yg mau dijual bisa kembali dari jambret itu.
" udah bi , jangan di ingat lagi , semua sudah ada jalannya "
Ella mencoba menghibur , Mpok Odah yg teringat kejadian waktu lampau.
Mpok Odah hanya mengangguk angguk , tapi air matanya pun luluh mengalir ke pipinya.
Wanita berkerudung itu menyeka air matanya dan kemudian memeluk Ella.
" bibi , boleh Ella menitip sesuatu jika Ella kuliah nanti "
Ella mencoba mengalihkan obrolannya ketika Mpok Odah mulai sesenggukan .
" tolong apa neng ?" Sambil menyeka air matanya , Mpok Odah mencoba mengerti dan mendengarkan permintaan Ella.
" Ella mau kuliah , mohon doanya , sama Ella nitip rumah nenek , Ella mau kos Deket tempat kuliah , kalau balik kesini jauh soalnya , mau ya bi ?"
" Oalah neng , tentu bibi doain biar sukses jadi orang nantinya , kalo masalah rumah ntar ada laki bibi , sama Deni biar bantu , tapi ini tetep punya neng Ella, bibi hanya menjaga , tidak lebih , tanpa neng minta bibi tetep akan jaga ni rumah , walaupun ngga ada orangnya "
" Makasih Bi ..."
Ella memeluk Mpok Odah haru , alangkah bahagianya jika ini adalah saudara kandungnya , tp ini orang lain yg sudah dianggap saudara sendiri.
" nyak , bagi duit buat beli pulsa.." Deni anaknya Mpok Odah tiba tiba masuk dan menengadahkan tangannya ke arah Mpok Odah.
" kagak , lu tuh ya...game terus , war waran terus , kagak , nyak kagak bawa duit "
Mpok Odah sempet emosi kalau sudah melihat anaknya sering main game , bukannya belajar malah game terus.
" buat apaan Deni..?"
Ella mencoba bertanya , pagi ini baru mau berangkat sekolah , Ella yg sudah terbangun dari jam 4 pagi sudah beberes bersama Mpok Saodah.
" Buat beli pulsa kak , disekolah suruh bawa hp buat ngerjain tugas "
" nih..." Uang warna biru diterima Deni dari Ella, Deni kemudian mencium uang tersebut
" wangi , makasih kak Ella"
" eh...eh...eh...jangan dikasih cuman buat game Mulu tuh " sambil tangannya met enteng dan masih memegang sodet buat dibersihkan .
" Salim dulu nyak yg cantik tapi pelit "
Deni mencium punggung tangan Mpok Odah dan Ella bergantian .
" Assalamualaikum"
Lalu keluar untuk berangkat sekolah .
" jangan dibiasakan neng Ella "
" ga papa Bi.. ngga tiap hari ini "
Kemudian mereka melanjutkan beberes rumah. Tak lama kemudian Mbak Watik dan yg lainnya datang membantu mereka.
" Bi... kalau sehabis 7 hari nanti , kalau bahan yg ada ini masih sisa dibagiin aja ya pok , banyak banget soalnya "
Ella memperhatikan belanjaan dan sebagian banyak yg dibawa orang yg takziah berupa kebutuhan dapur itu terkumpul di balai ruang tengah.
" beres mbak Ella "
Seloroh Mbak Watik selalu duluan kalau masalah bagi bagi.
" ya udah , ntar aja kalau 7 hari sudah selesai , kalo nunggu 40 hari takutnya udah ngga enak dan sebagian basi "
Mpok Odah pun setuju usulan itu.
Sehingga hari itu untuk kegiatan bersih bersih dan beberes rumah.
Hingga tak terasa hari pun beranjak sore.
Berganti malam , menyambut esok pagi.
Semoga bahagia.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Surprise banget😄