NOVEL SEDANG DIREVISI
Karena keterpaksaan mertua, Siska harus menjalani tekanan batin yang luar biasa,
namanya Fransiska Damayanti usia 33 tahun sementara suaminya bernama Arya Praptama berusia 35 tahun.
Selama 10 tahun Siska menjalani rumah tangganya bersama suaminya, namun belum dikaruniai anak, hingga akhirnya Siska memutuskan untuk menikahkan suaminya bersama gadis belia berusia 17 tahun yang bernama Dinda Kinara. Dinda adalah gadis yatim piatu yang tinggal disebuah desa terpencil, keterbatasan ekonomi mengharuskan Dinda menjadi tulang punggung keluarga, hingga akhirnya ia mendapatkan tawaran dari Siska untuk menjadi istri kontrak selama satu tahun sampai ia memiliki anak.
Yang penasaran bisa ikuti cerita ini langsung dibawah ini yah, sebelum membaca saya berharap kepada teman readers agar bersabar dan berlapang dada dalam membaca ceritaku.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Isna Putri Tarimakase, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Melamar Keyla
***
Hari ini pekerjaan Arya begitu menumpuk, banyak laporan yang masuk hingga membuat Arya semakin pusing, sejenak Arya bersandar di kursi kantornya yang nyaman sambil menyeruput kopinya.
Triiing triing triing
Tiba-tiba terdengar suara ponsel Arya berbunyi, Arya langsung menggapai ponselnya yang berada diatas meja, lalu melihat kontak yang menelpon.
"Mamah! ngapain telpon?" gumam Arya penuh tanya.
"Ya hallo mah" Arya mengangkat telepon mamanya.
"Hallo Arya, mama cuma mau bilang, kalau sebentar malam kamu siap-siap yah, soalnya kita mau ke rumah keluarganya Keyla untuk melamar Keyla sekaligus membicarakan tanggal pernikahan kalian"
Mendengar ucapan mamanya, seketika membuat Arya terkejut.
"Apa!! kok secepat itu mah? dan kenapa mama baru bilangnya sekarang?"
"Loh kan mama sudah kasih tahu kamu Arya dari sebulan yang lalu"
"Iya tapi aku gak bisa kalau secepat ini"
"Pokoknya mama gak mau tahu, kamu harus datang gak pakai alasan titik"
"Tapi mah"
"Udah gak usah pakai tapi-tapian, pokoknya mama sama papa tunggu kamu dirumah Keyla bye"
Tiba-tiba telepon terputus membuat Arya semakin geram, ingin rasanya ia membanting ponselnya sampai hancur.
"Arrrggggghhhh" teriak Arya berdengus kesal.
***
Sampai dirumah Arya berteriak memanggil Dinda karena emosi dengan mamahnya yang menyuruh melamar keyla.
"Siska"
"Dinda"
Panggil Arya sehingga membuat Siska dan Dinda sama-sama menuruni tangga menemui Arya yang berada dibawah.
"Ada apa mas? kenapa panggil aku dan Dinda?" tanya Siska menghampiri Arya bersama Dinda.
"Cepat kalian berdua duduk disitu ada yang ingin aku bicarakan dengan kalian berdua" perintah Arya menyuruh Siska dan Dinda duduk di sofa.
Setelah Dinda dan Siska duduk disofa sejenak Arya menarik napasnya lalu menghembuskan perlahan, sementara Dinda dan Siska sedang tegang menunggu Arya bicara.
"Kamu tahu Siska, mama menyuruhku untuk melamar Keyla malam ini"
"Apaaaa!" teriak Siska dan Dinda bersamaan.
"Jadi bagaimana mas? apa kamu akan melamar Keyla?"
"Aku juga tidak tahu, tapi aku juga tidak mau melamar Keyla, Siska"
"Hmm Tuan kan bisa menolaknya kalau tidak mau" kata Dinda memberikan pendapatnya.
"Tidak bisa Dinda, mamaku itu orang yang keras kepala"
"Terus bagaimana dong Tuan?"
"Aku juga belum tahu, aku juga masih memikirkan bagaimana caranya agar bisa menolak lamaran ini" kata Arya berjalan mondar mandir dihadapan Siska dan Dinda.
"Mas aku punya ide" ucap Siska.
"Apa itu Siska?"
"Bagaimana kalau kita mengakui saja kalau kamu sudah menikah dengan Dinda, lalu mengatakan bahwa Dinda sudah hamil"
Mendengar ide Siska membuat Arya dan Dinda terkejut.
"Tapi aku takut Nyonya" ucap Dinda ketakutan.
"Tidak bisa Siska, yang ada mama shok kalau mendengar ini dan kena serangan jantung"
"Tidak mas, mama tidak akan serangan jantung, kita tidak akan mengatakannya secara langsung, tapi harus dengan cara yang pelan"
"Bagaimana caranya Siska?"
Siska langsung menjelaskan seluruh idenya kepada Arya dan Dinda, setelah selesai Arya langsung terdiam dan memikirkannya kembali.
"Ayolah mas, cuma itu satu-satunya jalan agar kamu tidak jadi menikah dengan Keyla"
"Bagaimana Dinda? kamu setuju kan dengan ideku?" tanya Siska menatap Dinda.
"Hmm aku terserah saja dari Nyonya"
"Bagaimana mas? kamu setuju?"
Sejenak Arya menghembuskan napasnya lalu memberikan pendapatnya.
"Baiklah Siska, kita coba idemu, semoga saja berhasil" jawab Arya akhirnya.
"Aamiin, semoga saja mas" ucap Siska memberikan Arya semangat.
***
Malam hari Arya, Siska dan Dinda sudah bersiap dengan pakaian rapih seperti mau ke acara formal, merekapun naik mobil bersama-sama, setelah Arya masuk ke mobil, perlahan Arya mulai mengidupkan mesin lalu melajukan mobilnya menuju rumah Keyla.
----
Sampai dirumah Keyla, Arya memarkirkan mobilnya didepan halaman rumah keyla, disana juga nampak mobil mobilnya orang tua Arya terparkir duluan didepan.
"Dinda kamu tunggu disini dulu yah, aku dan mas Arya akan masuk kedalam, kamu tidak apa-apa kan sendirian disini?"
"Iya Nyonya tidak apa-apa" sahut Dinda merasa gugup karena takut akan berhadapan dengan ibu Helena.
"Ayo Siska kita masuk kedalam, agar kita bisa selesaikan masalah ini secepatnya" ajak Arya.
"Iya Mas" sahut Siska.
Arya dan Siska sama-sama menuruni mobil meninggalkan Dinda sendirian didalam mobil.
Perlahan Arya dan Siska mulai sama-sama berjalan masuk kedalam rumah Keyla dengan perasaan gugup, Arya dan Siska bersama-sama menghembuskan napasnya lalu bergandengan tangan dengan erat.
Bersambung... 🤣🤣🤣
Maaf yah tak bikin penasaran dulu.. 🤭🤭