NovelToon NovelToon
Ruang Kekayaan Milik Saga

Ruang Kekayaan Milik Saga

Status: tamat
Genre:System / Fantasi Urban-Mendadak kaya / Sistem / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 4.8
Nama Author: [ Fx ] Ryz

Sinopsis:

Saga Indraguna, seorang anak yang dibuang oleh salah satu orangtua nya di panti asuhan. Maka dari itu, Saga hidup dan besar di panti asuhan. Diumurkan yang ke 19 tahun, Saga memutuskan untuk hidup sendiri dan pergi merantau ke kota metropolitan.

Setibanya di kota itu, Saga ditempatkan di rumah yang terkenal angker menurut para tetangga. Hingga suatu malam, Saga mendengar suara aneh dan saat mencari sumber suara itu ternyata berasal dari sebuah ruangan rahasia yang bernama Chamber.

Di ruangan itu, suara wanita di ruangan mengatakan bahwa Saga seorang pewaris dari ruangan itu dan diharuskan bekerja dengan pembayaran honorer satu poin seharga satu gram emas.

Saga pun mendapatkan informasi tentang kedua orangtuanya yang ternyata seorang yang kaya raya lalu, Saga mewarisi segala harta dari kedua orangtua kandung nya tersebut.

Sejak saat itulah, Saga menjalani kehidupan yang penuh dengan petualang dan melalui penghasilan itu juga Saga dapat banyak membantu sesama yang mengalami kesulitan ekonomi. Selain itu, Saga mencari kebenaran tentang kedua orang tuanya.

Ini adalah kisah Saga Indraguna bersama dengan ruang kekayaannya.


# This is ...

Multiple Gendre.
Multiple Stories.
Multiple Love.
Multiple Characters.
... In one Novel.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon [ Fx ] Ryz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 02. Rumah yang angker? Mungkin?

Chapter 02. Rumah yang angker? Mungkin?

Rumah tua yang cukup luas untuk tinggal seorang diri meski begitu, aku bersyukur karena Ibu Lani seorang yang baik bahkan dia melepaskan uang sewa rumah ini.

Mendapatkan tempat tinggal gratis, kenapa aku harus menolaknya?

Beberapa saat Ibu Rosa meninggalkan rumah, aku pun langsung bergegas membersihkan rumah dan secara kebetulan, peralatan tukang di rumah ini masih layak pakai seperti parit, cangkul, alat pel, sapu dan lain-lain. Maka dari itu, aku memutuskan untuk mengerjakan pembersihan rumah dan halaman.

Hal ini aku biasa lakukan di Panti. Selain itu, aku sudah lama tidur di kereta dan sudah makan jadi tidak masalah untuk aku langsung bekerja. Pertama yang kulakukan melepaskan semua kain putih, menyapu serta membersihkan sarang laba-laba setelah itu, aku mengepel lantai.

Selanjutnya, aku mengambil parit dan memangkas semua rumput dan ilalang. Ada beberapa orang yang lewat, mereka hanya memberikan senyuman dan anggukan kepala kepadaku. Meski, ini diperumahan namun para tetangga seperti ramah. Aku bersyukur akan hal itu.

Pekerjaan pemangkasan dibutuhkan waktu dua jam sampai benar-benar rapi. Langit pun tanpa terasa akan menjadi gelap dan awan sudah berubah orange. Syukurlah, aku menyelesaikan semuanya sebelum malam.

Disaat aku sedang membakar sampah, Ibu Lani datang mengunjungiku dengan membawa rantang dan air mineral yang besar.

“Kerja mu cepat juga, Nak Saga!” puji Ibu Lani.

“Tidak juga, Bu. Saya terbiasa mengerjakan di Panti.”

“Yasudah istirahat dahulu. Ibu bawa makanan dan minum untuk mu,” ucap Ibu Lani.

“Iya, terima kasih, Bu!”

Seusai itu Ibu Lani masuk ke rumah dan aku pun juga masuk kedalam. Ibu Lani melihat sekeliling rumah dengan wajah yang tersenyum dan menaruh rantang yang dibawanya keatas meja makan.

“Kamu memang anak yang rajin, Nak Saga,” ucap Ibu Lani yang memujiku.

Aku hanya tersenyum meresponnya.

“Nak Saga, Ibu sudah memberitahu beberapa tetangga disini. Jadi, kalau ada apa-apa kamu bisa meminta bantuan juga ada warung didekat sini!” ucap Ibu Lani.

“Baik, Bu.”

Tidak lama kemudian, seorang wanita cantik berambut panjang coklat berdiri ditempat pintu masuk dengan tangan yang dilipatkannya.

“Ma, ada tamu tuh di rumah!” ucap wanita tersebut.

Aku dan Bu Lani yang mendengar suara itu menoleh kearah pintu masuk dan aku serta dirinya saling menatap heran berbeda dengan Ibu Lani. Dia memperkenalkan wanita tersebut.

“Nak Saga, Perkenalkan dia Tanya anak kedua ku! … Tanya, yang sopan dong! Ayo kenalan!” seru Ibu Lani.

Wanita yang bernama Tanya itu dengan sikap malam menghampiriku dan Ibu Lani.

“Iya, ya. Aku Tanya!” ucap Tanya sambil memberikan tangannya kepadaku dengan sikap yang jutek.

“Aku Saga,” jawabku yang menerima tangan nya.

Tanya langsung melepaskan tangannya dari ku dan menyuruh ibunya untuk pergi.

“Ayo, Ma! Kasihan dia sudah nunggu lama!” seru Tanya.

“Maaf ya, Nak Saga. Ibu pergi dahulu!” ucap Ibu Lani.

“Iya, Bu!”

“Dah!” ucap jutek Tanya.

“Iya.”

Tidak lama mereka pun pergi meninggalkan rumahku. Aku pun kembali sendirian dan perut juga sudah berbunyi maka dari itu, aku memutuskan untuk menyantap makanan yang dibawa oleh Ibu Lani.

Malam pun tiba yang dimana banyak nyamuk berkeliaran dan mengigit seluruh badanku. Aku memeriksa gudang penyimpanan dan lemari namun tidak ada satupun obat nyamuk disana. Aku pun memutuskan untuk membelinya diwarung.

“Permisi, beli!” sapaku.

Tidak lama, keluarkan ibu penjaga warung. “Ya, mau beli apa?” tanya ibu warung.

“Saya ingin membeli sekotak obat nyamuk bakar!”

“Tunggu, sebentar!” ucap Ibu warung sambil mengambil sekotak obat nyamuk bakar.

Sesudah itu, Ibu warung melihat ku dan sedikit terkejut.

“Kamu anak muda yang baru pindahan itu ya?” tanya Ibu Warung.

“Iya, Bu.”

“Ibu hanya memperingatkan! Rumah itu angker suka ada suara aneh kalau malam,” ucap pelan Ibu warung yang sepertinya dia memang sedikit takut dengan rumah yang aku tinggali.

“Iya, Bu. Saya mengerti.”

Sesudah membayar obat nyamuk, aku pun kembali pulang dan melakukan aktifitas seperti biasa. Tidak lupa juga aku mengabari Ibu Rosa tentang Ibu Lani dan tempat tinggalku. Sesudah itu, aku pun beristirahat.

Ditengah tidurku terdengar suara orang yang seperti mengebuk-gebuk tembok.

Buk! Buk! Buk!

Suara itu membuatku terbangun dan aku pun penasaran dengan suara itu maka, kuhampiri sumber suara itu dan berakhir di gudang penyimpanan yang dimana suara semakin keras. Aku pun terus memeriksa ruangan itu dan tidak ada satu pun barang yang menjadi sumber suara sampai aku sadar bahwa suara itu berasal dari lantai.

Meski sudah mengetahui itu, aku tidak tahu bagaimana cara membukanya? Maka dari itu, aku mengambil lingis dan membongkar lantai gudang penyimpanan yang dimana setelah lantai terbongkar sebuah pintu besi yang berbentuk seperti berangkas dengan tuas memutar. Selain itu, ada alat pendeteksi sidik jari. Aku pun berusaha menarik tuas namun tidak membuahkan hasil.

Mungkin satu-satunya cara harus mengunakan sidik jari. Tidak ada salahnya mencoba.

Lalu, aku menempelkan ibu jari tangan kananku kedalam alat deteksi. Lalu, tiba-tiba sebuah laser hijau memeriksa jariku dan tidak lama, ada suara wanita yang memberitahu.

“Akses. Diterima!”

Sesaat suara itu muncul, tuas bulat itu pun bergerak dengan sendirinya dan pintu besi berbentuk kotak juga terbuka.

“Ini tanda, aku beruntung atau sial!” gumamku sendiri.

Seusai mengatakan itu, aku pun juga terpikir ada kemungkinan pemilik sebelumnya menaruh harta disini. Maka tanpa pikir panjang lagi, aku masuk kedalam dan menuruni tangga yang menempel di dinding. Setibanya dibawah, aku hanya melihat ruangan kecil yang tidak berisikan apapun hanya ada pintu lagi. Lampu diruangan itu pun hanya mengunakan lampu sorong.

Aku yang sudah terlanjur ingin tahu ruangan rahasia ini maka, aku pun membuka pintu namun sebelum terbuka sebuah laser hijau lagi-lagi muncul dan kali ini memeriksa kornea ku.

“Akses. Diterima!”

Kreng!

Pintu pun terbuka sendiri.

Aku yang melihat itu masuk kedalamnya yang dimana tidak ada ruangan dibalik pintu sangat gelap. Namun, saat pintu tertutup tiba-tiba sebuah cahaya terang menyinariku sampai-sampai sulit untuk melihat.

“Cahaya apa ini?”

Meski cahaya itu sangat menyilaukan tapi itu tidak lama dan cahaya itu berlahan memudar. Menyadari itu, aku pun membuka matanya dan terkejut saat melihat aku sedang berada di sebuah ruangan serba putih baik dinding atau pun lantai yang sangat luas.

“Dimana aku?”

“Selamat datang datang di Dungeon Chamber Of Secret, Sang Pewaris! Kami telah menunggu ada,” suara wanita yang sebelumnya ada di pintu kini bergema di seluruh ruangan.

“Aa, apa-apa ini?”

Dan, Itulah saat pertama kali menemukan sebuah ruangan misterius didalam rumahku.

1
Agung Tri
Biasa
koen
5000 usd cuma 30jt ?
artinya kurs dolar cuma 6000 dong thor..
nih cerita jaman sebelum ORBA kah
hehehee
Safira Zaki
masih nyimak
Jeme Sham
Luar biasa
Nf@. Conan 😎
👍👍✌
Nf@. Conan 😎
Angela nie nma si nenek thor apa pndatang bru
Nf@. Conan 😎
laaah kok saya
🤨🤨🤨
Nf@. Conan 😎
lepas landas thor bkannya lepas lantas
Nf@. Conan 😎
kebajuga apaan thor 🙄🙄🤔🤔🤔
Nf@. Conan 😎
kok ibu nya Tanya sih thor
Nf@. Conan 😎
prbedaan nya jauh betul
Nf@. Conan 😎
g pikir Cahaya nih ibu nya ehh nggak thu nya ayahnya
Nf@. Conan 😎
Ehh.....
kok Rizal
Nf@. Conan 😎
oleh thor bkannya boleh
Nf@. Conan 😎
🤔🤔🤔
Nf@. Conan 😎
mnyimak, msih bnyak typo thor
Nf@. Conan 😎
mmpir thor, smoga crita nya bgus sdikit typo nggak d gntung crita nya trus smpai tmat😁😁😁
☯️꧁༒⫷Loͥngͣ ͫTian ⫸༒꧂☯️
sudah saya duga 😄😄😄
AXYs
Napa punya banyak uang lalu berubah jadi sesat gini. Tolongin aja Senja tanpa embel2 ati minta upah agar Senja mw *ngejual* diri gutu juga😡
AXYs
Itu Rizal napa jafi seperti itu siy.. mentang2 dah punya banyak uang 😡
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!