NovelToon NovelToon
One Piece : Sistem In The Shinobi World

One Piece : Sistem In The Shinobi World

Status: sedang berlangsung
Genre:Anime / Sistem / Naruto
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: RabilMuhammadTahir

Seorang penggemar anime tiba-tiba terbangun di sebuah pulau terpencil di dunia Naruto. Saat kebingungan mencari jalan keluar, sebuah sistem misterius muncul.

One Piece System.

Dengan sistem ini, ia dapat memperoleh karakter-karakter dari dunia One Piece sebagai bawahannya. Namun, untuk mendapatkan mereka, ia harus membangun reputasi dan pengaruh.

Bajak laut, Angkatan Laut, hingga tokoh-tokoh besar One Piece—semuanya bisa menjadi bagian dari kekuatannya.

Di dunia Naruto yang penuh konflik, ia harus menentukan jalannya sendiri.

Membangun kekuatan dari balik bayangan, atau menjadi legenda yang dikenal seluruh dunia?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RabilMuhammadTahir, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7: Pemburu Buronan dari East Blue

Cahaya keemasan redup yang membiaskan garis-garis siluet di udara perlahan memadat. Angin malam yang berhembus di atas tebing karang mendadak terasa sedikit lebih hangat, membawa aroma asing asin khas lautan lepas yang berbeda dengan bau laut Negara Air.

Di hadapan Rian, partikel cahaya itu runtuh dan mengungkapkan sesosok pria tinggi kurus yang berdiri tegak.

Pria itu mengenakan kacamata hitam bulat, ikat kepala bermotif kain sederhana, rompi biru terbuka yang memperlihatkan dada bidangnya, serta mantel panjang berwarna hijau gelap. Di pinggang kirinya terselip sebilah pedang katana berukuran sedang dengan sarung sederhana, sementara tangannya menggenggam gagang pedang dengan santai.

Pria itu membetulkan posisi kacamata hitamnya dengan ibu jari, memandang ke sekeliling celah karang yang gelap sebelum pandangannya terkunci pada Rian.

"Oi, oi... tempat mana ini? Aromanya samar-samar mirip laut, tapi udaranya terasa agak aneh," ujar pria itu dengan suara nyaring dan sedikit kasar khas pelaut. Ia lalu membungkukkan badannya sedikit ke arah Rian, menyeringai memperlihatkan giginya. "Tapi sistem sudah memasukkan aturan mainnya ke dalam kepalaku. Kau adalah Aniki baru yang harus kuikuti, kan? Namaku Johnny! Pemburu buronan dari East Blue!"

Rian menatap sosok di depannya dengan cermat.

Johnny—salah satu dari duo pemburu buronan terkenal bersama Yosaku dari Laut Timur. Meskipun di dunia One Piece Johnny tergolong karakter tingkat bawah (Common/Uncommon), kemampuan fisiknya sebagai pemburu buronan yang terbiasa bertarung hidup dan mati di lautan lepas berada di atas rata-rata manusia biasa di dunia ini.

[SISTEM NOTIFIKASI: Perekrutan Karakter Berhasil]

Nama Karakter: Johnny

Kategori: Uncommon

Asal: East Blue (Bounty Hunter)

Status/Kekuatan:

Strength: 18

Speed: 15

Vitality: 16

Stamina: 17

Keahlian: Basic Swordsmanship (Bounty Hunter Style), Nautical Survival.

Loyalitas: Tingkat Dasar (Sistem Binding) - Mematuhi perintah Host sebagai pemimpin, namun mempertahankan kepribadian penuh.

Melihat nilai Strength Johnny yang mencapai angka 18—lebih dari dua kali lipat kekuatan fisik Rian yang saat ini hanya bernilai 8—Rian menghembuskan napas lega. Ia kini memiliki "otot" yang nyata untuk mengeksekusi rencana-rencananya.

"Senang bertemu denganmu, Johnny," kata Rian seraya menurunkan tudung mantel hitamnya. "Namaku Rian. Kita berada di tempat yang sangat jauh dari East Blue, sebuah kepulauan yang dikuasai oleh para ninja bersenjata."

Johnny mengaruk bagian belakang kepalanya yang tidak gatal, memiringkan kepala. "Ninja? Seperti orang-orang berbaju hitam yang suka melempar pisau Bintang itu? Kedengarannya merepotkan, Aniki! Tapi tenang saja, selama ada pedangku, siapa pun yang mengganggu usaha Aniki akan kutebas!"

"Bagus. Ikut aku ke dalam gua," ujar Rian seraya berbalik melangkah menuju pintu kayu markas Dogo yang rusak. "Ada beberapa orang yang perlu kita rapikan."

"Siap, Aniki!" jawab Johnny seraya menyandarkan pedangnya di bahu dan melangkah mengekor di belakang Rian.

Di dalam gua laut Tebing Barat, suasana sangat sunyi kecuali suara terbatuk-batuk kecil dari para penyamun.

Dogo dan sebelas anak buahnya telah mengikat diri mereka sendiri menggunakan tali-tali tambang milik mereka di pilar-pilar kayu gua, sesuai perintah dingin Rian sebelumnya. Wajah mereka masih pucat pasi, ketakutan bayangan ekselusi dari "Pemburu Kirigakure".

Saat Rian melangkah masuk bersama Johnny, Dogo mengangkat kepalanya yang berkeringat dingin. Matanya mendelik kaget saat melihat sosok Johnny yang asing—seorang pria bertelanjang dada dengan kacamata hitam dan pedang gaya luar yang sama sekali tidak mirip dengan gaya ninja mana pun di Negara Air.

"N-Ninja-sama..." suara Dogo bergetar, menatap Rian dengan cemas. "Siapa... siapa orang ini?"

Johnny melangkah maju, menghentakkan kakinya ke lantai batu gua dengan keras hingga suaranya bergema. Ia menatap Dogo dan para penyamun dengan pandangan meremehkan dari balik kacamata hitamnya.

"Oi, Muka Bau!" gertak Johnny keras seraya menunjuk Dogo dengan sarung pedangnya. "Jaga mulutmu saat berbicara dengan Aniki-ku! Kalau kau berani bertindak aneh-aneh, pedangku ini tidak akan segan memotong kumismu sampai ke tulang rahang!"

Dogo dan anak buahnya menciut seketika. Meskipun mereka tidak merasakan chakra dari tubuh Johnny, ketahanan fisik dan aura intimidasi liar khas petarung lautan dari East Blue membuat para penyamun itu makin yakin bahwa Rian memiliki jaringan pengawal yang sangat berbahaya.

Rian duduk di atas kursi kayu besar yang sebelumnya milik Dogo di ujung meja. Stamina-nya yang tersisa 4 poin membuatnya memang butuh duduk untuk memulihkan diri.

"Dogo," panggil Rian tenang.

"Ya, Tuan!" jawab Dogo cepat.

"Mulai malam ini, Kelompok Penyamun Dogo dibubarkan," kata Rian datar. "Gua dan tebing barat ini resmi menjadi markas operasi milikku. Kau dan sebelas anak buahmu akan tetap bekerja di sini, tapi bukan lagi sebagai penyamun yang memeras nelayan."

Dogo menelan ludah. "L-Lalu... apa yang harus kami lakukan, Tuan?"

"Kalian akan menjadi mata dan telinga di Pulau Ren," jawab Rian seraya menyandarkan punggungnya. "Tugas kalian adalah mengumpulkan informasi tentang pergerakan kapal-kapal yang masuk ke dermaga, rumor dari pelabuhan, serta pergerakan pasukan patroli Kirigakure di perairan sekitar. Setiap minggu, laporan harus sampai kepadaku."

Rian memandang Johnny. "Johnny, mulai besok pagi, kau yang akan mengawasi latihan fisik dan kedisiplinan orang-orang ini di markas."

Johnny menyeringai lebar, menepuk dada bidangnya dengan jempol. "Serahkan padaku, Aniki! Aku akan melatih orang-orang lembek ini sampai mereka bisa mendayung kapal menembus badai tanpa menangis!"

Dogo dan anak buahnya hanya bisa mengangguk pasrah. Dibandingkan harus dieksekusi atau diserahkan ke pasukan pemburu Kirigakure, menjadi bawahan dari kelompok baru ini adalah pilihan yang jauh lebih baik untuk bertahan hidup.

Rian menyuruh Johnny membuka ikatan Dogo dan anak buahnya secara bertahap untuk membersihkan sisa-sisa jerami terbakar di mulut gua dan memperbaiki pintu yang hancur.

Sementara mereka bekerja di bawah pengawasan ketat Johnny yang terus berteriak memberikan perintah, Rian menyandarkan kepalanya dan memanggil antarmuka status sistem untuk memeriksa seluruh data yang terbarui secara konsisten.

━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━

SYSTEM STATUS

Nama: Rian Usia: 20 Level: 1

Strength: 8 Speed: 7 Vitality: 8 Stamina: 5 (Perlahan Pulih) Intelligence: 14

System Point: 300 SP Reputation: 100 (Public - Pulau Ren)

Skills:

Rokushiki: Kami-e (Basic)

Navigation (Basic)

Kenbunshoku Haki (Basic)

Characters:

Johnny (Uncommon - Bounty Hunter) - Lokasi: Markas Tebing Barat

Inventory:

Basic Hunting Knife (1)

Kapak Besi Kecil (1)

Kompas Kuningan (1)

Tali Tambang Rami (Sisa 3 meter)

Pelindung Dahi Kirigakure Tergores (1)

Jurnal Pelayaran Kuno (1)

Kantong Air Kulit (2 Liter)

Roti Gandum Kering (2)

Uang Tunai: 36.200 Ryo

Perahu Layar Kayu Kecil (1 - Terikat di Dermaga Timur)

Plat Nomor Tambat Dermaga #14 (1)

Achievement:

First Survival

World Discovery

Tactical Advantage

Civilized Footprint

Organization: - (Dalam Proses Pembentukan) Territory: Markas Tebing Barat (Pulau Ren)

━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━

Rian memandang ke arah mulut gua tempat Johnny sedang berkacak pinggang mengawasi anak buah Dogo yang sedang mengangkut puing kayu.

Perekrutan Johnny memberikan landasan keamanan yang jauh lebih kokoh. Dengan 300 System Point yang tersimpan dan modal uang 36.200 Ryo, Rian siap memperkuat markas Tebing Barat dan melangkah ke fase berikutnya: membangun jaringan informasi terselubung di wilayah laut Negara Air.

1
SR07
kebetulan sekali ygy🗿
SR07
anak buah dogo🗿,itu udh jadi bawahan lu, panggilan yang cocok harusnya anggota fraksi atau apapun itu asal cocok🗿
SR07
masih heran kenapa MC nya malah summon karakter di kapal dah, kan seharusnya itu rahasia yang tidak boleh diketahui 🗿
SR07
langsung Balik modal😅
SR07
iya lah jir, lu dipantai brok bukan kamar, pertanyaan macam apa itu, kalau lu bangun di kamar yang beda baru pertanyaan gitu🗿
Tahir Muhammad
upp terus
Rem Suzuki
upp terus thor
Sub Zero
lanjut bagus banget
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!