NovelToon NovelToon
KEBANGKITAN SANG PEWARIS SAKTI

KEBANGKITAN SANG PEWARIS SAKTI

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Balas Dendam / Epik Petualangan
Popularitas:4.2k
Nilai: 5
Nama Author: Bodattt

Selama tiga tahun, Ye Chen hidup sebagai menantu benalu di keluarga Su. Dia mencuci pakaian, memasak, dan menerima setiap hinaan tanpa melawan demi melindungi istrinya yang dingin namun cantik jelita, Su Yuhan. Semua orang memanggilnya anjing pecundang, tanpa tahu bahwa di dalam nadinya mengalir darah keluarga paling berkuasa di ibu kota.
​Ketika sebuah konspirasi mengancam nyawa istrinya dan mertuanya memaksanya untuk bercerai demi menikahkan Yuhan dengan tuan muda kaya, sebuah liontin giok peninggalan ibunya menyerap darah Ye Chen dan membangkitkan Warisan Tabib Naga Sakti. Di saat yang sama, iring-iringan Rolls-Royce hitam dari ibu kota tiba di depan rumahnya.
​Mulai hari ini, sang naga telah membuka matanya. Mereka yang pernah menghinanya harus berlutut!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 18: Lelang Gelap Jiangbei dan Kartu Hitam yang Membungkam Kesombongan

​Malam beranjak larut ketika Ye Chen kembali ke kamar Presidential Suite di Hotel Ritz-Carlton Jiangbei.

​Begitu pintu terbuka, aroma sedap dari teh chamomile langsung menyambutnya. Su Yuhan sedang duduk di sofa ruang tamu dengan piyama sutranya, memangku sebuah laptop. Wajahnya terlihat jauh lebih rileks setelah memenangkan pertempuran hukum di pameran siang tadi.

​Mendengar suara pintu, Yuhan mendongak dan tersenyum lega. "Kau kembali. Lama sekali. Aku hampir menyuruh Master Tang mencarimu."

​"Maaf, aku harus mencari-cari di beberapa toko antik untuk menemukan ini," Ye Chen tersenyum lembut. Ia berjalan mendekat dan mengeluarkan sebuah kotak kayu kecil berukir dari sakunya.

​Di dalamnya, terdapat sebuah tusuk konde kuno berbahan perak dengan ujung berbentuk teratai giok kecil. Itu adalah barang antik asli peninggalan Dinasti Qing yang ia beli di jalanan dengan harga beberapa juta yuan, semata-mata untuk menjaga alibinya.

​Mata Yuhan berbinar. Ia mengambil tusuk konde itu dengan hati-hati. "Ini sangat indah, Ye Chen. Terima kasih."

​Namun, saat Yuhan mendongak untuk menatap suaminya, senyum di wajahnya memudar. Cahaya lampu gantung hotel memperlihatkan wajah Ye Chen yang sedikit lebih pucat dari biasanya. Ada jejak kelelahan yang sangat dalam di matanya, meski ia berusaha menutupinya dengan senyuman.

​"Ye Chen... kau pucat sekali," Yuhan berdiri, menyentuh dahi suaminya dengan cemas. "Tanganmu juga sangat dingin. Apa kau sakit?"

​Ye Chen menggeleng pelan, meraih tangan istrinya dan menggenggamnya hangat. Membunuh dua Grandmaster Sejati dalam waktu singkat memang memeras energi fisiknya hingga ke batas maksimal. Meridiannya terasa perih seperti ditusuk ribuan jarum.

​"Hanya masuk angin biasa karena udara malam. Jangan khawatir," Ye Chen berbohong demi kebaikan Yuhan. "Aku akan mandi air hangat dan tidur, besok pagi pasti sudah sehat."

​"Biar aku siapkan air hangatnya," ujar Yuhan penuh perhatian, segera beranjak ke kamar mandi.

​Menatap punggung istrinya yang menjauh, senyum Ye Chen perlahan berubah menjadi ekspresi menahan sakit. Ia meremas dadanya pelan.

​Aku harus mendapatkan Teratai Salju Berdarah itu besok. Jika aku menunda penyembuhan meridianku, aku tidak akan bisa mengerahkan kekuatan penuh untuk melindungi Yuhan dari serangan berikutnya, batin Ye Chen serius.

​Keesokan malamnya.

​Sebuah klub malam eksklusif bernama Black Lotus yang terletak di pinggiran kota Jiangbei tampak ramai oleh deretan mobil-mobil sport dan sedan mewah. Dari luar, tempat ini terlihat seperti klub malam biasa bagi para crazy rich provinsi. Namun, di lantai bawah tanah ke-3 gedung ini, terdapat arena Pasar Gelap terbesar di seluruh Jiangbei.

​Ye Chen melangkah keluar dari mobil Rolls-Royce bersama Master Tang Zhenhai. Ye Chen mengenakan jas hitam kasual, sementara Master Tang mengenakan pakaian Changshan-nya. Keduanya memakai topeng separuh wajah berwarna perak yang disediakan oleh penyelenggara lelang demi privasi.

​"Tuan Ye," bisik Master Tang saat mereka berjalan melewati penjagaan ketat. "Lelang malam ini diselenggarakan oleh Aliansi Dunia Bawah Jiangbei. Banyak petarung dari dunia bela diri kuno yang hadir. Kudengar, bukan hanya kita yang mengincar Teratai Salju Berdarah."

​"Siapa lagi?" tanya Ye Chen datar.

​"Lembah Raja Obat (Yao Wang Gu). Mereka adalah sekte medis kuno yang sangat berkuasa di Tiongkok Selatan. Perwakilan mereka malam ini adalah Tuan Muda Yao Feng. Dia terkenal kejam dan sangat arogan."

​Ye Chen hanya tersenyum tipis. "Di hadapanku, tidak ada yang berhak bersikap arogan."

​Keduanya masuk ke ruang VIP nomor satu yang berada di lantai balkon, menghadap langsung ke panggung utama di bawah sana.

​Satu jam berlalu dengan pelelangan barang-barang antik biasa, senjata kuno, hingga pil-pil energi tingkat rendah yang diabaikan oleh Ye Chen.

​Hingga akhirnya, lampu di panggung utama diredupkan. Sang pelelang, seorang pria tua berpakaian rapi, membuka sebuah kotak kaca bersegel es.

​Seketika, aura spiritual yang sangat pekat dan dingin menyebar ke seluruh ruangan. Di dalam kotak itu, terdapat sebuah bunga teratai seputih salju, namun kelopak-kelopaknya dialiri urat berwarna merah menyala yang tampak seperti darah segar yang berdenyut.

​"Tuan-tuan dan Nyonya-nyonya! Inilah primadona kita malam ini. Teratai Salju Berdarah berusia lima ratus tahun! Herbal langka yang mampu memperpanjang usia, menyembuhkan meridian yang hancur, dan membantu kultivator menembus alam bela diri!"

​Mata semua praktisi bela diri di ruangan itu seketika memerah karena serakah.

​"Harga pembukaan... Seratus Juta Yuan! Setiap kenaikan minimal sepuluh juta yuan!" seru sang juru lelang.

​"Seratus lima puluh juta!" teriak seorang bos properti.

"Dua ratus juta!" sahut seorang ahli bela diri berbaju zirah kulit.

"Tiga ratus juta!"

​Tiba-tiba, suara tawa arogan menggema dari ruang VIP nomor dua yang berada tepat di seberang ruangan Ye Chen.

​"Aku, Yao Feng dari Lembah Raja Obat, menawar Satu Miliar Yuan (1 Miliar RMB / sekitar 2 Triliun Rupiah)! Jika ada anjing yang berani menawar lebih tinggi dari ini, berarti ia secara terang-terangan memusuhi Lembah Raja Obat kami!"

​Hening.

Seluruh ruangan mendadak sunyi senyap.

​Ancaman itu luar biasa arogan. Lembah Raja Obat adalah sekte raksasa. Menyinggung mereka berarti tidak akan ada satu pun tabib di seluruh negeri yang mau mengobati keluargamu jika sakit. Beberapa pengusaha dan petarung yang awalnya berniat menawar langsung menundukkan kepala, mengurungkan niat mereka.

​Di dalam ruang VIP nomor dua, Yao Feng—seorang pemuda tampan dengan jubah sutra hijau—menyesap anggurnya sambil menyeringai puas. "Kumpulan sampah. Hanya dengan menyebut nama keluargaku, mereka semua jinak seperti anjing."

​Di panggung, sang juru lelang tersenyum canggung. "S-satu Miliar Yuan dari Tuan Muda Yao! Apakah ada... apakah ada yang menawar lebih tinggi?"

​"Satu miliar sekali..."

"Satu miliar dua kali..."

​Yao Feng sudah bersiap berdiri untuk merayakan kemenangannya.

​Namun, tepat sebelum palu diketuk, suara tenang namun menggema terdengar dari ruang VIP nomor satu.

​"Sepuluh Miliar Yuan."

​Suara itu pelan, tapi efeknya seolah ada bom nuklir yang diledakkan di tengah ruangan.

​Berapa?! SEPULUH MILIAR YUAN?! (Sekitar 20 Triliun Rupiah!)

​Mata sang juru lelang nyaris melompat keluar dari rongganya. Para hadirin di lantai bawah menjerit kaget, menatap ke arah ruang VIP nomor satu dengan horor. Siapa orang gila yang membuang sepuluh miliar yuan hanya untuk sebuah tanaman?!

​Di ruang VIP nomor dua, gelas anggur di tangan Yao Feng hancur berkeping-keping karena diremas terlalu kuat. Wajah pemuda arogan itu memerah karena amarah yang memuncak.

​"Siapa bangsat yang berani mencari mati di VIP nomor satu?!" raung Yao Feng dari balkonnya. "Aku ini Yao Feng! Aku sudah memperingatkan kalian!"

​Dari ruang VIP nomor satu, Ye Chen yang sedang duduk menyilangkan kaki, bahkan tidak repot-repot berdiri. Ia memegang mikrofon di meja, suaranya terdengar malas dan dingin di seluruh penjuru ruangan.

​"Kupikir Lembah Raja Obat itu kaya raya. Ternyata hanya sekumpulan pengemis miskin yang mengandalkan gertakan. Jika kau tidak punya uang, tutup mulutmu dan pulanglah minum susu, Bocah."

​Booooooom!!!

​Kalimat itu menampar wajah Yao Feng di depan ratusan tokoh dunia bawah Jiangbei. Wajah pemuda itu kini bukan lagi merah, tapi ungu kehitaman menahan murka.

​"Kurang ajar! Kau pikir aku tidak punya uang?!" Yao Feng meraung, kehilangan akal sehatnya. "Dua belas miliar yuan!"

​Itu adalah batas maksimal kas tunai yang dibawanya hari ini.

​Ye Chen bahkan tidak menunggu satu detik pun. "Lima puluh miliar yuan."

​Keheningan absolut. Tidak ada satu pun suara napas yang terdengar.

​Lima puluh miliar yuan?! Angka itu bahkan setara dengan kekayaan total sebuah keluarga konglomerat kelas menengah! Dibuang begitu saja untuk sebuah bunga?!

​Master Tang Zhenhai yang duduk di samping Ye Chen menelan ludah dengan susah payah, kakinya bergetar. Ia tahu Tuan Ye sangat kaya, tapi ini... ini adalah level kekayaan yang berada di luar jangkauan logika manusia!

​Yao Feng terhuyung mundur, memuntahkan setetes darah dari bibirnya karena Qi-nya kacau balau akibat amarah ekstrem. Lima puluh miliar... dia sama sekali tidak bisa melawannya!

​"T-Tuan di VIP nomor satu..." Juru lelang berbicara dengan suara bergetar dan berkeringat dingin. "P-penawaran sebesar ini... m-mohon maaf, Anda harus membuktikan bahwa Anda memiliki dana tersebut, atau kami terpaksa—"

​Sebelum juru lelang selesai bicara, Master Tang berjalan keluar ke balkon VIP nomor satu. Di bawah tatapan ribuan mata, mantan jenderal itu melemparkan sebuah kartu berwarna hitam pekat dengan ukiran naga emas ke bawah panggung.

​Kartu itu melayang dan ditangkap dengan gemetar oleh staf lelang.

​Begitu staf itu memasukkan kartu tersebut ke mesin pemindai khusus VVIP, layar raksasa di belakang panggung yang terhubung ke rekening bank global seketika menampilkan sederet angka yang panjangnya membuat mata siapa pun buta.

​[Status: VERIFIED. Limit: UNLIMITED.]

​Kartu Hitam Naga Tertinggi!

​Sang juru lelang langsung berlutut di atas panggung menghadap ke arah VIP nomor satu. "D-Dana terverifikasi! Lima puluh miliar yuan... SAH! Teratai Salju Berdarah menjadi milik Tuan di VIP nomor satu!"

​Di VIP nomor dua, Yao Feng menatap layar itu dengan mata berurat merah. Ia menoleh ke arah dua pengawal tingkat Grandmaster yang mengawalnya.

​"Tuan Muda, apa yang harus kita lakukan?" tanya salah satu pengawal.

​"Siapa pun bajingan itu, dia baru saja mempermalukanku dan Lembah Raja Obat!" desis Yao Feng dengan niat membunuh yang gila. "Kekayaan tidak ada artinya jika kepalamu dipenggal! Kita hadang dia di luar kota. Aku menginginkan Teratai itu, dan aku menginginkan nyawanya!"

​Di saat yang sama, di Kediaman Keluarga Utama Su.

​Su Zheng sedang berlutut di sebuah ruangan bergaya paviliun kuno. Di depannya, duduk bersila di atas tikar bambu, seorang pria tua dengan rambut putih panjang dan pedang perak tergeletak di pangkuannya.

​Pria tua itu adalah Jian Nantian, sang 'Dewa Pedang', sekaligus Ketua Asosiasi Bela Diri Provinsi Jiangbei. Ia adalah eksistensi legendaris yang telah menyentuh batas Alam Semi-Ilahi (Half-step Divine).

​"Ketua Jian," suara Su Zheng bergetar penuh harap dan keputusasaan. "Kedua Grandmaster Asosiasi telah dibantai oleh Ye Chen. Dia bukan hanya menghancurkan keluarga saya, tapi dia menampar wajah seluruh Asosiasi Bela Diri Jiangbei!"

​Mata Jian Nantian perlahan terbuka. Di dalam pupilnya yang keruh, seolah ada pedang tak kasat mata yang menyayat jiwa siapa pun yang menatapnya.

​"Seorang pemuda usia dua puluhan... membunuh Tetua Ketiga dan Keempatku..." gumam Jian Nantian pelan, namun suaranya membuat pilar-pilar paviliun itu bergetar. "Apakah ini lelucon, Su Zheng?"

​"Saya berani bersumpah atas nama leluhur Keluarga Su! Dia adalah monster, Ketua Jian! Jika Anda bersedia turun gunung dan memenggal kepalanya, Keluarga Su bersedia menyerahkan tiga puluh persen dari total saham konglomerasi kami kepada Anda secara pribadi!"

​Tiga puluh persen dari konglomerasi Keluarga Su bernilai ratusan miliar yuan. Bahkan seorang petarung setingkat dewa pun tidak akan bisa menolak godaan kekayaan sebesar itu untuk membiayai sekte mereka.

​Jian Nantian membelai gagang pedang peraknya. Senyum tipis yang mematikan terbentuk di bibirnya.

​"Tiga puluh persen. Kesepakatan yang bagus," ucap Dewa Pedang itu, berdiri perlahan. Saat ia berdiri, aura tiraninya meledak, menghancurkan meja teh kayu di dekatnya menjadi debu kayu. "Katakan di mana pemuda arogan itu berada. Pedangku sudah sepuluh tahun tidak merasakan darah Grandmaster. Malam ini, aku akan meminum darahnya hingga tetes terakhir."

1
yos helmi
sdh banyak cerita seperti alur ini.. tp semua ng pernah tamat.. cerita ciplakan/saduran.. jd jgn harap tamat
Marthen
dari teknik bela diri penakluk naga apakah ada sutra naga penyerap energi agar kultivadinya naik lagi kan sayang energi musuh yg terbuang....?
Arinto Ario Triharyanto
mantap ini😎
Marthen
banjir darah mewarnai pesta ulangtahun
Arinto Ario Triharyanto
tegas lugas gak pake lama... mantul 😎
Marthen
seru sekaLi.....
Marthen
keren....suka dgn jalan ceritanya.....
Fajar Fathur rizky
cepat bantai Asosiasi bela diri sampai ke akar akarnya
Fajar Fathur rizky
cepat bantai semua musuhnya sampai ke akar akarnya
Fajar Fathur rizky
cepat bantai su zheng bikin dia menyaksikan sendiri pas yechen bantai semua klan su sampai ke akar akarnya bikin su zheng mengutuk putranya sendiri
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!