NovelToon NovelToon
SIMPUL KIRANA : TAKDIR ENAM NEGERI

SIMPUL KIRANA : TAKDIR ENAM NEGERI

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Isekai / Sistem / Penyelamat
Popularitas:433
Nilai: 5
Nama Author: Noona Y

Bhaskara hanyalah pemuda biasa ... hingga sebuah kecelakaan merenggut hidupnya.
Saat membuka mata, ia telah berada di Jagaddhita—dunia yang perlahan ditelan kegelapan. Sebuah sistem misterius muncul di hadapannya.

《Misi Utama》
-Pulihkan Prisma Kirana.
-Satukan Enam Negeri.
-Selamatkan Jagaddhita.

Untuk menyelesaikan misi itu, Bhaskara harus mencari lima putri pewaris elemen—Anala, Nirmala, Sekar, Samira, dan Vajra.

Namun, menyatukan mereka tidak cukup. Ia harus membentuk Simpul Kirana, ikatan suci yang dapat membangkitkan kembali cahaya dunia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Noona Y, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 17 : BENTUK API BHASKARA

Bhaskara menelan ludah dengan susah payah. Kata-kata Anala tentang 'benang gaib telepati' dan 'ikatan pikiran' terdengar keren, tapi mengeksekusinya adalah urusan yang sama sekali berbeda.

"Oke... sambungkan pikiran... anggap saja seperti mengendalikan crane di lokasi proyek..." gumam hati Bhaskara menenangkan dirinya sendiri.

Ia mengambil napas dalam-dalam, merentangkan kedua kakinya dengan kuda-kuda kokoh. Bhaskara mengulurkan tangan kanannya, memfokuskan seluruh jalan pikirannya ke titik tengah telapak tangannya.

BRUUUSSSHH!

Sebuah bola api berukuran sedang tercipta! Bahannya membara keemasan, meletup-letup di udara.

"Bagus, Bhaskara! Sekarang, jangan dilontarkan!" seru Anala penuh semangat dari sampingnya. "Tancapkan benang telepati pikiranmu ke dalam inti bola api itu, lalu gerakkan tanganmu pelan-pelan!"

Bhaskara memejamkan mata sebelah, memusatkan seluruh kesadarannya. Di dalam pikirannya, ia membayangkan sebuah tali ikatan yang tak terlihat, menjerat bola api itu dan menghubungkannya langsung ke otaknya.

"Ikat... Tarik... Belokkan!" batin Bhaskara memfokuskan perintah.

Bhaskara perlahan menggerakkan tangan kanannya memutar di udara.

Srrr... WUUUSH!

Mata Bhaskara seketika membelalak gembira! Bola api itu benar-benar bergerak meliuk memutar mengikuti arah lambaian tangannya di udara!

"Berhasil! Anala, lihat! Bola apinya ikut gerak!" teriak Bhaskara girang setengah mati, merasa seperti pesulap paling hebat se-Agnivara.

Namun, karena terlalu kesenangan dan fokusnya terpecah oleh rasa bangga—

BENANG TELEPATI PUTUS!

Bola api yang tadinya berputar manis mendadak menjadi liar dan kehilangan kendali! Bola api itu bukannya membara naik ke langit, melainkan menukik tajam berputar-putar seperti gasing mengamuk!

"Loh?! Eh?! Jangan ke sana! Kembaliiiii!" jerit Bhaskara panik setengah mati. Ia sibuk mengibas-ngibaskan kedua tangannya konyol seperti orang mengusir tawon.

BUM!

Bola api liar itu menghantam patung batu prajurit di sudut pelataran hingga kepalanya gosong dan mengeluarkan asap tebal.

> [NOTIFIKASI SISTEM LONTAR EMAS]

> ⚠️ Peringatan Fokus: Koneksi Telepati Putus akibat 'Kesombongan Dini' Pengguna.

> 🗿 Kerusakan Properti: 1 unit Kepala Patung Prajurit Agni mengalami pematangan/gosong (Tingkat Sangat Matang).

Bhaskara seketika kram di tempat. Tangannya yang masih mengudara perlahan turun, lalu ia menoleh kaku menatap Anala dengan senyum meringis bersalah.

"E-ehem... Anala... patungnya... nanti bisa diklaim ke anggaran pembangunan istana kan?" cicit Bhaskara polos.

Anala bukannya marah, malah tak sanggup lagi menahan tawa. Tawa renyah dan manis Sang Ratu pecah membahana di pelataran latihan, membuat malam di Agnivara terasa makin hangat.

Anala berjalan mendekat, memegangi kedua pipi Bhaskara yang memerah malu, lalu menatapnya gemas.

"Paling tidak... apinya sudah mau mendengarkanmu meski sebentar, suamiku," bisik Anala lembut, matanya berbinar manis. "Mari kita coba sekali lagi... kali ini genggam tanganku, agar pikiran kita bisa saling menuntun."

Bhaskara mengangguk pasrah. Ia menarik napas panjang, membiarkan jemari Anala menaut di jemari kirinya untuk menyalurkan kestabilan energi, sementara tangan kanannya terulur ke depan.

"Fokus, Bhaskara... Bayangkan sebuah bentuk yang paling kau pahami di dalam pikiranmu," bisik Anala lembut, memberikan dorongan energi dari sampingnya. "Bentuk yang paling dekat dengan jiwamu."

Bentuk yang paling aku pahami...? batin Bhaskara bertanya-tanya.

Ia memejamkan mata rapat-rapat. Bukannya membayangkan burung Garuda, naga, atau binatang mitologis Agnivara yang tak pernah ia lihat seumur hidupnya, ingatan Bhaskara justru melayang jauh ke kehidupan lamanya di bumi.

WUUUUUSSSHHH!

Udara di pelataran latihan seketika bergetar hebat! Api Agni keemasan yang melayang di udara mendadak memadat dan meregang secara dramatis. Lidah-lidah api itu terjalin rapat, membentuk dua tiang penopang utama yang menjulang tinggi, dibelit tali gaib membara yang merentang kuat.

Sebuah Ketapel Raksasa (Trebuchet) dari kobaran api murni berdiri gagah di tengah pelataran! Memiliki lengan pelontar tebal dan wadah mangkuk api raksasa di ujungnya, ketapel itu memancarkan aura tekanan magis yang begitu kuat.

Bhaskara membuka matanya, lalu menyeringai bangga melihat hasil karyanya.

"Nah, ini dia! Ketapel raksasa!" seru Bhaskara gembira.

Ia menggerakkan tangan kanannya seraya menarik benang telepati dalam pikirannya. Srrr! Lengan ketapel api itu tertarik ke belakang, menciptakan tegangan energi membara yang siap dilepaskan.

Anala melangkah mundur satu tapak, menengadah menatap struktur raksasa berukuran belasan meter dari api murni tersebut dengan napas tercekat.

"Struktur batu dan tiang penyangga murni... tanpa energi sihir, tapi ditopang oleh mekanika tekanan?" bisik Anala takjub setengah mati, mengamati tiap lekukan lengan mekanis api yang begitu presisi. "Bhaskara... benda monster apa lagi ini?!"

"Ini? Di duniaku namanya Trebuchet."

Anala berkedip bingung.

"Tre... bu... apa?"

"Mesin pelontar batu."

Bhaskara mengibaskan tangannya ke atas. "...dan BOOM!"

PSSSHHH—BLAST!

Piston hidrolik api itu meledakkan tekanan udara yang amat dahsyat! Lengan raksasa itu memukul ke depan dengan kecepatan luar biasa, melempar batu setengah ton tersebut melayang jauh melintasi langit malam Agnivara bagaikan meteor!

DUAAAAAAAAAAMMM!

Batu itu menghantam bukit batu di luar benteng istana hingga hancur berkeping-keping dan memicu gempa kecil!

Bhaskara tertawa puas sambil menepuk-nepuk tangannya. "Hahaha! Mantap! Gaya pelontar modern memang gak ada obatnya!"

Sementara itu, Anala berdiri terpaku di sampingnya dengan mata membelalak penuh kekaguman. Sang Ratu menatap suaminya seolah-olah Bhaskara adalah seorang jenius purba yang turun dari langit.

"Bhaskara..." bisik Anala, perlahan memeluk lengan suaminya erat-erat. "Dengan imajinasi dan pengetahuanmu ini... pasukan Agnivara tidak akan pernah bisa dikalahkan oleh kerajaan mana pun."

...****************...

1
Europa.
seperti biasa, novel baru, nunggu insect
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🥑⃟YAYA💘℘ℯ𝓃𝓪: 😭😭😭😭😭😭😭
total 1 replies
Phrolova
naiknya cepet banget
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🥑⃟YAYA💘℘ℯ𝓃𝓪: pacing cepatt 🤣🤣
total 1 replies
Yui
masterpiece /Angry//Angry/ aku nunggu insectnya/Drool//Drool//Drool/
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🥑⃟YAYA💘℘ℯ𝓃𝓪: gak ada insect /Curse//Hammer/
total 1 replies
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Han Boshalvaya
Waw, othor romance nulis fantasi! patut dilihat /Doge//Good/
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🥑⃟YAYA💘℘ℯ𝓃𝓪: /Awkward/ waduhhh
total 1 replies
Ironside
Wah /Hunger/
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🥑⃟YAYA💘℘ℯ𝓃𝓪: /Panic/
total 1 replies
Teteh Lia
nama tokoh na dari bahasa Sanskerta semua 👍
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🥑⃟YAYA💘℘ℯ𝓃𝓪: Isekai tema Nusantara 🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!