~Novel ini masih tahap revisi. Mohon maaf jika masih banyak tipo dan kepenulisan yang tidak sesuai kaidah kepenulisan dan PEUBI, terlebih di seperempat bab awal.~
Rania gadis cantik yang berprofesi sebagai guru SD bertemu dengan Kanaya anak kecil si periang yang memiliki magnet tersendiri, membuatnya begitu nyaman bersama kanaya dan begitupun sebaliknya.
Tanpa diketahui Rania, Kanaya adalah anak dari Leo dan Ayu sang kekasih yang menghianatinya dengan sahabatnya sendiri. Kanaya yang merindukan sosok seorang ibu dan terlanjur jatuh hati pada sang guru bertekad menjodohkan Rania dengan sang Papa, sesuai amanah ibunya untuk menyatukan kembali cinta Papa Leo dengan sahabatnya.
Namun, Rania sudah terlanjur sakit hati dengan pengkhianatan Leo dan Ayu yang membuatnya begitu terpuruk. Akankah Rania menerima Leo kembali setelah ia mengetahui kejadian yang sebenarnya terjadi di masa lalu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Leogirl's, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Murid Baru
Rania Anindita merupakan seorang guru SD di salah satu sekolah negeri di kota B. Ia sudah hampir tiga tahun mengabdi menjadi pengajar.
Tok! Tok! Tok!
Terdengar suara ketukan pintu. Rania yang sedang mengajar kelas satu langsung mempersilahkan.
"Silahkan masuk!"
Tampak seorang guru lelaki yang bertubuh gempal memasuki ruangan, dia adalah kepala sekolah di tempat Rania mengajar bersama seorang anak kecil yang begitu imut.
"Assalamualikum, Bu Rania! Maaf mengganggu waktunya sebentar" ucap Pak Tedi
"Waalaikumsalam, tidak apa apa pak. Ada perlu apa ya pak??"
Pak Tedi langsung mengutarakan maksud kedatangannya, setelah itu ia langsung undur diri.
"Oke anak-anak sekarang kita kedatangan teman baru di kelas ini, sayang ayo perkenalkan dirimu sama teman-teman disini !!" ucap Rania pada anak kecil itu
"Hai..." Kanaya melambaikan tangan, yang di balas lambaian tangan pula oleh siswa lainnya. "Perkenalkan nama saya Kanaya Putria Sanjaya teman-teman bisa panggil saya Aya." Kanaya memperkenalkan diri.
"Selamat datang Kanaya di sekolah baru, sekarang kamu duduk di samping Ani, ya !!" Rania menunjuk ke arah bangku kosong paling depan.
"Sini Aya!" Ani memanggil Kanaya.
Kanaya langsung duduk di bangku yang di tunjuk Rania, dan Mereka melanjut pelajarannya kembali.
"Sekarang kita lanjut lagi pelajarannya, ya anak-anak!"
"Baik bu" jawab mereka serempak.
Setelah Satu jam pembelajaran bel istirahat berbunyi anak-anak berhamburan ke luar kelas. Kanaya, anaknya cepat berbaur dengan orang sekitar, tampak ia sedang bermain dengan beberapa siswa perempuan di taman sekolah.
"Bu guru !!!" Kanaya memanggil Rania yang lewat di hadapannya.
"Iya sayang, ada apa??"
"Ini buat ibu !!" Kanaya menghampiri Rania dan memberikan sebungkus coklat.
"Buat ibu?? kenapa ibu dikasih coklat?"
"Iya,, teman-teman juga dapat. Ini buat salam perkenalan dari Aya." ucapnya sambil memamerkan gigi kecilnya.
*O*wh ya ampun gemes banget anak ini. Rania dalam hati
"Makasih sayang ...." Rania menerima pemberian Kanaya
"Boleh peluk??" tanya Kanaya kemudian.
"Boleh dong sayang , sini peluk Ibu !!" Rania merentangkan kedua tangannya dan Kanaya langsung menghambur ke pelukan Rania dan memeluk erat dirinya.
Kenapa anak ini seperti anak yang haus akan kasih sayang seorang ibu? pikir Rania.
"Makasih udah mau peluk Aya bu!" ucap Kanaya melepaskan pelukannya.
"Sama-sama sayang ... udah bel masuk, masuk gih entar ibu nyusul!"
"Baik bu ...."
Kanaya pergi menuju ruang kelas bersama teman-temannya meninggalkan Rania yang masih berdiri area taman.
*S*iapa anak ini? Mengapa aku merasa sangat dekat dengannya dan pelukannya sangat menyejukkan. Rasanya aku tak asing dengan wajahnya ... tapi hari ini pertama kali ku bertemu dengan dia sebelum ini tak pernah. Namun, wajahnya sungguh familiar.. Batin Rania sambil menatap kepergian Kanaya.
Masih dengan pemikiran yang penuh pertanyaan Rania pergi ke kantor guru untuk mengambil buku pelajaran selanjutnya.
"Kenapa kayak orang bingung Ran??" tanya Suci, sesama guru disana yang merupakan sahabat Rania.
"Emang keliatan banget bingungnya, ya??" Rania balik nanya.
"Banget....nget..."
"Aku kepikiran anak baru di kelasku, Ci!"
"Murid baru yang di anter sama bokapnya tadi pagi, Ran??" tanya Suci antusias sambil memindahkan kursinya ke dekat meja Rania dan duduk di sana.
"Mana ku tahu dia di anter ama bokap apa nyokapnya! Yang ku tahu dia di anter Kepala Sekolah ke kelasku !!" jelas Rania.
"Iya Ran dia tuch anak yang di anter bokapnya daftar di sekolah ini, trus di anter pa Kepsek ke kelasmu. Tau gak?? bokapnya guanteeeng banget say, meleleh aku melihatnya ...." cerocos Suci panjang lebar memaparkan kegantengan ayah Kanaya.
"Au ach... kamu mah kalau ngomongin cowok ganteng suka gak bisa ngrem, mending aku ke kelas lagi jam ngajarku udah mo mulai." Rania mengambil buku dan meninggalkan Suci yang masih membayangkan ayah Kanaya yang katanya ganteng gak ketulungan.
*A*pa iya sich???.