NovelToon NovelToon
Istri Sang Iblis

Istri Sang Iblis

Status: tamat
Genre:Mafia / Balas Dendam / Wanita perkasa / Selingkuh / Teman lama bertemu kembali / Menyembunyikan Identitas / Tamat
Popularitas:16.4k
Nilai: 5
Nama Author: Ashly Garcia

Selama sepuluh tahun, Kayana Wiratama mengabdikan segalanya untuk satu pria. Ia menyusun setiap kontrak, memenangkan setiap pertempuran bisnis, dan mengubah "anak papa" bernama Kevin Santoso menjadi seorang raja korporat—hanya untuk dicampakkan, ditampar, dan dipermalukan di depan seluruh kalangan atas demi seorang perempuan berwajah malaikat. Malam itu, hati Kayana mati. Tapi seorang perempuan yang jatuh dari puncak selalu punya dua pilihan: hancur, atau bangkit sebagai sesuatu yang jauh lebih menakutkan.

Di balik topeng "tunangan terbuang" yang dikasihani semua orang, tersembunyi kebenaran yang tak seorang pun berani bayangkan: otak paling cemerlang di negeri ini, seorang perempuan dengan kecerdasan yang mengerikan dan masa lalu yang berdarah. Dan ketika takdir mempertemukannya kembali dengan Darian Adiwangsa—pria yang dijuluki "sang Iblis", penguasa dunia yang dingin, mematikan, dan tak tersentuh—dunia mulai berubah.

Di mata semua orang, Darian adalah momok yang membuat kota gemetar. Tapi di hadapan Kayana, iblis itu rela berlutut. "Cukup minta, dan seluruh dunia akan kuletakkan di kakimu." Semakin dalam Kayana terseret ke dalam kehidupannya, semakin banyak rahasia terkuak: pengkhianatan keluarga yang membesarkannya, sebuah "kecelakaan" yang menyembunyikan cinta masa kecil yang terlupakan, dan ingatan yang sengaja dirampas darinya.

Sementara para mantan dan pengkhianat menuai balasan setimpal satu per satu, Kayana harus memilih: terus melarikan diri dari masa lalunya, atau merebut kembali takhta, nama, dan hati yang pernah dirampas darinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ashly Garcia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28

Hal pertama yang menyambut Kayana ketika mobil berhenti di jalan masuk adalah kilatan-kilatan terang dan bunyi klik kamera yang menyaingi acara karpet merah selebriti papan atas. Namun kali ini, yang hadir adalah kalangan atas yang kekayaannya jauh lebih besar daripada para selebriti, jadi tak heran jamuan ini menjadi acara yang begitu besar.

Kayana menghela napas menghadapi kerumunan paparazi dan lampu-lampu terang yang begitu menyilaukan hingga ia harus menutupi matanya. Meski kaca mobilnya sangat gelap, cahaya itu tetap menembus.

Ia gugup membayangkan harus menghadapi sorotan setelah dua tahun menghilang. Ia hampir lupa bagaimana harus bersikap di depan paparazi atau keluar dari mobil dengan anggun.

Ia menarik napas dalam-dalam untuk menenangkan saraf yang kian menegang. Menghitung mundur dari lima, ia bersiap keluar dari mobil.

Ketika mobil di depan Maybach-nya akhirnya menjauh, Kayana tahu kini gilirannya turun. Ia menatap hati-hati ke karpet merah itu sebelum memutar bola matanya.

Begitu mobilnya tiba di ujung karpet merah, kamera-kamera menyoroti mobil mahal itu. Semua orang penasaran ingin melihat siapa gerangan sosok memesona, pria atau wanita, yang akan keluar dari mobil semewah itu.

Mereka menahan napas penuh antisipasi ketika sopir keluar dari mobil. Sopirnya saja terlihat tampan dan tegap! Orang di dalam mobil itu pastilah seseorang yang teramat berpengaruh!

Sopir itu menggunakan tubuhnya untuk menghalangi pandangan orang-orang, lalu membuka pintu hanya sedikit.

"Sudah siap, Nyonya?" tanyanya sambil menahan kilatan kamera yang menyilaukan.

Kayana menarik napas panjang, lalu mengangguk. "Siap," ucapnya mantap.

Sopir itu memberi anggukan penegasan sebelum menyingkir dan membuka pintu lebar-lebar.

Seketika kamera-kamera berklik dan suara riuh orang-orang terdengar. Banyak seruan tertahan menyebar di antara kerumunan saat kamera bergerak secepat kilat.

Pertama muncul sebilah kaki yang jenjang dan ramping, disusul kaki yang satunya.

Ketika Kayana keluar dalam segala keanggunannya, bahu tegak dan kepala terangkat, orang-orang tak percaya dengan yang mereka lihat. Berbalut gaun berwarna indah, dipertegas anting safirnya, ia bagai dewi yang memukau.

Ketika ia tersenyum dan melambai anggun ke arah kamera, kekacauan pun pecah. Para pewawancara maju, kamera berklik makin cepat, dan orang-orang mulai berbisik serta bergunjing di antara mereka.

Mereka tak menyangka sang mantan Ratu kalangan atas keluar dengan begitu anggun. Ya ampun, ia diusir dari singgasananya, tapi berjalan seolah mahkota itu masih di kepalanya!

"Yang benar saja! Itu Kayana?"

"Bagaimana dia bisa mendapatkan gaun itu?! Itu dijahit khusus—"

"Tunggu sebentar... gaun itu..."

"Lupakan gaunnya, lihat saja anting di telinganya!"

"Cih, beking sekuat apa lagi yang dia cengkeram sekarang?"

"Ha! Tentu saja perempuan jalang itu langsung menemukan om-om berdompet tebal! Selalu saja menyedot uang pria!"

"Dan datang tanpa pendamping, memalukan sekali."

Orang-orang bicara dan bergunjing tentang kehadiran Kayana. Kalaupun ia mendengar cemoohan itu, ia tak menunjukkannya. Sebaliknya, ia tersenyum cemerlang kepada para musuhnya dan berjalan menyusuri karpet merah, bagai dewi yang melangkah di atas pilar-pilar marmer.

Sekalipun ia tampak sempurna tanpa cela sedikit pun, orang-orang tetap akan berbicara. Sekalipun ia berbalut busana mahal, mereka akan selalu menunjuk-nunjuk kekurangannya.

Kayana sudah menerima kenyataan pahit itu. Apa pun yang ia lakukan atau ucapkan, orang-orang akan tetap bicara, karena begitulah sifat mereka. Dahulu, ia pun pernah menjadi salah satu dari orang-orang yang hatinya penuh kebencian dan rasa jijik.

Ia paham dari mana kata-kata itu berasal, tapi ia tak pernah menyadari dampaknya bagi orang lain, sampai ia sendiri yang merasakan betapa menyayatnya kata-kata itu.

Tanpa mengacuhkan gunjingan riuh, Kayana masuk ke ruang jamuan. Ia bahkan tak menoleh sedikit pun pada nyonya rumah ketika menyerahkan undangan, lalu masuk.

Ketika pintu terbuka, seratus pasang mata mengikutinya. Seketika, obrolan riang berubah menjadi bisik-bisik lirih. Musik masih mengalun, orang-orang masih bercengkerama, tapi banyak mata terpaku pada sang mantan Ratu.

Ketika orang-orang melihat namanya dalam daftar tamu, mereka mengira ia terlalu takut untuk sekadar datang. Mereka pikir ia pengecut dan akan kabur, jadi ketika ia tiba, berbalut penampilan terbaiknya, orang-orang terkejut.

Setidaknya, sampai mereka mengamati lebih saksama busananya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!