NovelToon NovelToon
Terjebak Di Novel Sendiri:Mengubah Takdir Sang Tuan Muda

Terjebak Di Novel Sendiri:Mengubah Takdir Sang Tuan Muda

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi ke Dalam Novel / CEO / Fantasi Isekai / Fantasi Wanita / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:3.4k
Nilai: 5
Nama Author: Nopani Dwi Ari

"Aku yang menciptakan penderitaanmu... maka aku juga yang akan jadi takdir bahagiamu."

Lili tidak pernah menyangka akan bertransmigrasi ke dalam novel buatannya sendiri—menjadi Lilian, seorang pelayan biasa. Mengerikannya, ia datang saat Damian, sang tokoh utama pria, berada di titik terendah.

Dibuang keluarga, posisinya dijarah, dan tunangannya direbut anak angkat yang licik.

Tahu betul penderitaan ciptaannya, Lilian pasang badan. Berbekal 'pengetahuan masa depan', ia membongkar kejahatan anak angkat itu dan menuntun Damian merebut kembali segalanya.

Namun, saat dendam terbalaskan dan Lilian berniat pergi, Damian justru menguncinya erat.

"Kamu yang mengajarkanku cara bangkit, Lilian. Jangan harap bisa pergi setelah merebut hatiku!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nopani Dwi Ari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab.1 -Masuk ke Novel Sendiri

Di sebuah kontrakan kecil yang berantakan dengan buku-buku berserakan, Lili menatap layar laptopnya dengan hembusan napas berat. Ia terus berpikir bagaimana cara menamatkan novel buatannya. Pembacanya sepi, ditambah moodnya sedang kacau balau.

"Astaga, gimana ini? Mau tamat aja lah, lagian gak dapat duit juga. Pelit amat," cibir Lili. Ia beranjak dari kursi dan langsung merebahkan tubuhnya ke kasur.

Ingin rasanya ia pulang ke kampung halaman, tapi ia takut dinikahkan terlalu cepat. Alhasil, ia nekat kabur dan mencoba peruntungan di Kota Bandung. Sayangnya, gaji dari pekerjaannya saat ini pun sangat pas-pasan.

"Hah... Andai keluarga Laurent beneran ada, gue rela deh jadi tukang nyapu di rumah mereka," gumam Lili asal. Tanpa terasa, matanya terpejam dan ia tertidur lelap.

TIC... TAC... TIC... TAC...

Suara detakan jam dinding di kamar kontrakannya mendadak terdengar kian keras, bergema cepat di dalam kepalanya. Udara di sekitarnya mendadak mendingin secara tak wajar.

3... 2... 1...

Penyelarasan jiwa selesai. Selamat datang di dunia "Takdir Sang Tuan Muda".

BUM!

Suara gaung aneh itu menyentak kesadarannya. Suasana mendadak berubah total. Aroma minyak kayu cendana dan kemewahan yang asing menggantikan bau pengap kamar kontrakannya.

Lili mengucek matanya yang berat. Bukannya melihat langit-langit kamar kontrakan yang lembap, pandangannya justru tertumbuk pada langit-langit megah berukir emas.

Belum sempat otaknya memproses keadaan, sebuah gagang sapu mendadak didorong ke tangannya.

"Lilia! Malah melamun!" bentak seorang wanita paruh baya berseragam pelayan dengan wajah galak. "Cepat bersihkan koridor utama ini! Sebentar lagi Tuan Muda Gavin mau lewat. Awas kalau ada sebutir debu pun, kamu saya pecat!"

Lili melotot. Sapu di tangannya hampir saja jatuh.

'Tuan Muda Gavin? Anak angkat parasit yang ngerebut posisi Damian itu?!'

Seketika bulu kuduknya berdiri. Otaknya langsung mengingat gumaman konyolnya semalam sebelum tidur.

'Gue memang bilang rela jadi tukang nyapu di rumah Keluarga Laurent... tapi gak beneran dikabulkan begini juga dong! Mana malah disuruh ngelayanin si anak angkat licik ini lagi!'

Tanpa memedulikan bentakan pelayan senior itu, Lilian langsung berlari menuju kaca besar di sudut ruangan. Ia melotot menatap bayangannya sendiri di cermin—memakai seragam pelayan kusam dengan tubuh yang terlewat kurus.

"Tidakkk!" pekik Lilian tertahan.

"Kamu kenapa, Lilian?! Cepat kerja, mau saya pecat?!" bentak kepala pelayan bernama Nola itu lagi.

"I-iya, maaf. Bi... eh, Bu... eh..." Lilian gagap setengah mati. 'Aduh, mampus! Ini gue harus panggil apa ke si Bibi Nola?!' batinnya panik.

"Cepat kamu!" kesal Nola melihat tingkah anehnya.

"Iya, Bu!"

Lilian segera berlari menuju area yang disebutkan. Walau dia sendiri yang menulis latar tempat novel ini, begitu mengalaminya secara langsung, otaknya tetap dibuat pusing tujuh keliling.

"Huh, akhirnya... Cuma mau lewat aja jalanan harus disapu dulu. Dasar tuan muda palsu!" cibir Lilian pelan sambil mengayunkan sapunya.

Baru saja hendak beranjak ke area lain, Lilian mendengar samar-samar suara keributan dari arah gudang dekat paviliun belakang. Merasa curiga, ia melangkah pelan dan mengintip dari balik dinding.

"Damian..." gumam Lilian pelan sambil menutup mulutnya syok.

Di sana, Damian—sang protagonis utama—sedang dipaksa menjilat sepatu Gavin di tanah.

"Astaga, astaga... Maafkan aku, Damian!" lirih Lilian dalam hati. Ia sadar tak boleh tinggal diam. Ia harus melakukan sesuatu detik ini juga!

Mata Lilian berputar cepat mencari alat pertolongan, lalu pandangannya tertuju pada ember berisi air bekas pel yang keruh dan berbau kotor. Tanpa pikir panjang, Lilian mengangkat ember itu, berlari sekuat tenaga, dan...

BYURRR!

Air pel kotor itu sukses mengguyur tubuh Gavin dari kepala sampai kaki. Damian dan teman-teman Gavin seketika membeku, terkejut setengah mati.

"Kamu... berani sekali!" bentak Gavin dengan muka merah padam.

"Maaf, sengaja!" seru Lilian asal sambil melemparkan ember kosong itu tepat ke arah dada Gavin.

Sebelum para pengawal Gavin sadar dari rasa terkejutnya, Lilian langsung menyambar pergelangan tangan Damian dan menariknya lari kencang.

"Damian, pembantu sialan! Kejar mereka!" teriak Gavin dengan wajah merah padam, bajunya basah kuyup berbau sisa kotoran pel.

Sementara itu, Lilian terus berlari kencang sambil menggenggam erat pergelangan tangan Damian. Napasnya terengah-engah, jantungnya berdegup kencang antara takut dipecat dan panik dikejar para pengawal Gavin.

Damian yang masih syok hanya bisa mengikutinya berlari. Pria itu menatap punggung pelayan kurus di depannya dengan tatapan yang sulit diartikan.

"Kamu... gila?" bisik Damian dengan suara serak, masih tak percaya ada seorang pelayan yang berani menyiram anak angkat kesayangan keluarga Laurent demi membela dirinya.

Lilian menoleh sekilas sambil meringis ketakutan. "Gue memang gila! Tapi kalau gue biarkan lu jilat sepatu si parasit itu, cerita yang gue tulis beneran makin hancur, Damian!" jerit Lilian dalam hati.

"Udah, jangan banyak tanya! Lari aja dulu sebelum kita berdua dijadikan makanan anjing!" seru Lilian panik.

Setelah merasa cukup jauh dan aman, Lilian akhirnya melepaskan cengkeraman tangannya pada pergelangan tangan Damian.

Napas Lilian terengah-engah. Namun sebelum ia sempat bicara pada Damian, mendadak seluruh pergerakan di sekitarnya membeku. Damian terdiam di tempat seperti patung, bahkan tetesan keringat di dahinya berhenti menetes.

BZZZT...

Sebuah layar transparan hologram berwarna biru muda mendadak muncul tepat di depan wajah Lilian.

[Hai, Host! Selamat datang di dunia "Mengubah Takdir Sang Tuan Muda".]

"Astaga! Kaget gue!" pekik Lilian sambil menepuk dadanya.

[Tugas Anda di sini adalah membantu Protagonis Pria yang tertindas untuk merebut kembali seluruh haknya dan mencapai puncak kejayaan. Takdir yang Anda tulis sebenarnya bagus, hanya saja terlalu kejam untuk Damian.]

Lilian memutar matanya malas. "Heh! Hari gini kalau ceritanya gak kejam dan gak bikin emosi, ya gak laku!" cibir Lilian.

[Oke, lupakan soal itu. Jika misi utama Anda berhasil, Anda akan mendapatkan hadiah uang tunai senilai 3 Milyar Rupiah yang dikirim langsung ke rekening dunia nyata Anda. Selain itu, ada bonus senilai 10 Juta Rupiah untuk setiap misi sampingan yang berhasil diselesaikan.]

Mata Lilian seketika berbinar mendengar angka fantastis itu. Utang kontrakan, gaji pas-pasan di Bandung, dan ketakutan dinikahkan di kampung langsung menari-nari di otaknya.

"Bentar, bentar... 3 Milyar?! Beneran?!" tanya Lilian antusias. Tapi raut wajahnya mendadak berubah ragu. "Tapi... kalau misinya selesai, gue bisa balik lagi ke dunia nyata gue, kan? Gue gak bakalan terjebak selamanya di sini?"

"Baik, Host. Semoga berhasil misinya. Bye!"

Sistem pun menghilang dan waktu kembali bergerak normal. Lilian menatap Damian yang berdiri di depannya—tampak sangat kurus, lusuh, dan tak terurus.

'Kasian banget... Penampilan aslinya ternyata lebih menyedihkan dibanding yang gue karang di laptop,' ucap Lilian dalam hati.

"Kenapa kamu menolongku?" tanya Damian tiba-tiba. Suaranya serak dan dingin. Ia hafal betul karakter para pelayan di rumah ini—semuanya bermuka dua dan selalu menghindari dirinya. "Kamu gak takut dipecat?"

"Ya enggak dong! Ngapain takut?" balas Lilian dengan semangat membara. Tanpa ragu, ia menepuk pelan pundak Damian. "Justru mulai sekarang, aku yang bakal bantuin kamu!"

Damian tersentak kecil merasakan tepukan di pundaknya. Sudut bibirnya terangkat tipis, membentuk ukiran senyum yang sangat samar.

"Bantu aku?" Damian terkekeh sinis, walau binar matanya tak bisa menyembunyikan rasa terkejut. "Kamu cuma pelayan kecil di rumah ini, Lilian. Kamu bahkan gak punya kuasa apa-apa."

"Hei! Kecil-kecil begini, otakku encer ya!" Lilian berkacak pinggang. Ia mendekat lalu berbisik pelan, "Aku tahu semua kebusukan si Gavin itu, Tuan Muda. Aku tahu cara bikin dia kapok."

Mata Damian menyipit tajam. "Dari mana kamu tahu?"

'Ya tahulah, kan aku yang nulis takdir kamu!' jerit Lilian dalam hati.

"Pokoknya aku tahu!" potong Lilian cepat sebelum Damian bertanya lebih jauh. "Yang penting sekarang, kamu obati luka kamu dulu. Kalau kamu ambruk duluan, gimana mau balas dendam?"

Lilian menyodorkan saputangan bersih dari saku seragamnya. Perhatian kecil yang sudah sangat lama tidak pernah Damian rasakan dari siapa pun di rumah ini.

Damian menerima saputangan itu perlahan, menatap Lilian dengan tatapan yang sulit diartikan.

Bersambung ...

Halo semuanya! 👋✨

Selamat datang di ceritaku yang baru! Kali ini aku membawakan nuansa yang sedikit berbeda dari cerita transmigrasi biasanya. Bukan sekadar masuk ke dunia novel dan foya-foya, tapi ada intrik balas dendam yang cerdas, aksi pasang badan yang memuaskan, dan hubungan yang deep serta posesif!

Tolong jangan di-skip ya, guys, pliss! 🙏❤️

Jangan lupa dukungannya ya:

📌 Masukkan ke Pustaka/Favorit biar enggak ketinggalan update

👍 Like, Komentar, kasih bintang lima dan Vote terbaik kalian!

Satu interaksi dari kalian bikin semangat nulis naik 1000%! Selamat membaca dan mari ikuti perjalanan Lilian & Damian! 🥰📚✨

1
Jannah R
yaaa thor minimal buar 2 prat lh ini mah author ny yg ragu bwt nambah🤭...neeext thor semangat
jumirah slavina
hadohhhh periiii kepooooo
jumirah slavina
dengerin tuh baik²
buat apa bertahan demi laki² yang tidak mau menikahi'mu

balik wwooii... balikk...
jumirah slavina: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣

Kang bakso'y yang ganteng ya Kak., buat vitamin mata

🤣🤣
total 4 replies
jumirah slavina
wow....
wow....
kejutan....
ada apa ini Li...
jumirah slavina: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
Jannah R
neeext thor,dh gc sabar nunggu jeluanjutan cerita ny
jumirah slavina
tenang Li.. tar d'dunia nyata kita nyari berondong tampan rupawan yang kaya raya royal baik serta setia
jumirah slavina: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
jumirah slavina
udah 3th aja...
Emak Bapak'mu gak nyariin Kamu Li
AriNovani: /Facepalm//Facepalm/
total 5 replies
jumirah slavina
hilihhhhhhhhhh... akal²n Cla biar d'samperin Kamu...
jumirah slavina
kumpul dugong ya mereka
jumirah slavina: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 8 replies
jumirah slavina
udah lh Li... ngak apa... ganti pacar baru
jumirah slavina: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
Jannah R
seru,tdk bertele² dn konflik gc terlalu berat semoga cerita ny makin seru,dn gc ngantung
Jannah R
cerita ny seru gc bertele² dn jika ad konflik cepat terselesai kn gc kepanjangan,cerita seperti ini yg ku cari semoga cerita ny mangkin seru ke depan ny
jumirah slavina: wajib seru ya🤲🤲
total 1 replies
jumirah slavina
tenang... tenang....
tarik nafas lewat mulut...
buang lwt bawah...

bbrrooootttt🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
AriNovani: /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
jumirah slavina
jomblo lagi deh pas balik dunia nyata

tapi Kamu jadi kaya raya Li
AriNovani: /Facepalm//Facepalm/
total 3 replies
jumirah slavina
hheehh Cicak... jurus nemplok'mu udah gak. ampuh lagi., minggir Kamu
AriNovani: /Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
jumirah slavina
maklumin Peri., Host pikun🤣🤣🤣
jumirah slavina: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
jumirah slavina
minggir lh wwooii.,
mengganggu aja
jumirah slavina
brisik banget wwooii
dia kau Gagav
jumirah slavina
walaupun perempuan tinggal Kamu satu²y d'dunia., Dami. lebih memilih jomblo abadi
jumirah slavina: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
jumirah slavina
dasar parasit
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!