NovelToon NovelToon
Menaklukan Sang Duda Dan Kedua Kembar Bar Bar Nya

Menaklukan Sang Duda Dan Kedua Kembar Bar Bar Nya

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Duda / Anak Genius
Popularitas:60.4k
Nilai: 5
Nama Author: Senja

Hari yang seharusnya menjadi hari paling bahagia dalam hidup Zoey berubah menjadi mimpi buruk.

Di depan ratusan tamu undangan, sahabat yang paling ia percaya mengaku tengah mengandung anak calon suaminya.

Tak ingin keluarganya dipermalukan, Zoey melakukan sesuatu yang bahkan tak pernah terlintas di benaknya. Ia menarik tangan seorang pria asing yang kebetulan hadir sebagai tamu.

“Aku akan menikah dengannya.”

Pria itu adalah Damian, konglomerat tampan berusia tiga puluh delapan tahun yang dikenal dingin, berwibawa dan sulit didekati. Demi alasan masing-masing, mereka sepakat menjalani pernikahan tanpa cinta.

Namun, sesaat setelah resmi menjadi suami istri, Zoey dibuat syok oleh kenyataan yang sengaja tidak diberitahukan Damian. Pria itu adalah seorang duda dengan anak kembar berusia enam belas tahun.

Mampukah Zoey menaklukkan sang duda yang menutup hatinya sekaligus memenangkan hati kedua kembar nakalnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 23

“Kalian pulang saja dulu sembari menunggu Victoria. Aku sudah meminta izin pada kepala sekolah agar dia juga bisa pulang lebih awal hari ini,” ucap Zoey memecah kecanggungan di antara Damian dan Victor yang berdiri di halaman sekolah.

Damian mengernyit, menatap istrinya yang tampak sibuk merapikan tas selempangnya. “Kau sendiri mau ke mana? Ini sudah hampir siang.”

“Ada urusan penting yang harus ku selesaikan,” jawab Zoey singkat. Ia menatap Damian dengan serius. “Dan bisakah kau menepati janjimu, Damian?”

“Maksudmu?”

“Untuk tidak bersikap kasar pada Victor dan Victoria. Jangan menghakiminya sebelum kau tahu cerita dari kedua belah pihak.”

Damian mendengus pelan, lalu memalingkan wajahnya dengan angkuh. “Lihat saja nanti.”

Zoey menghela napas tipis, beralih menatap Victor yang sejak tadi hanya diam menunduk.

“Mama pergi dulu sebentar, Sayang. Jangan kangen, ya,” goda Zoey sembari menarik pelan hidung mancung Victor dengan gemas. “Kalau papamu berani macam-macam dan memarahi mu lagi, hubungi saja Mama. Biar Mama yang mengurusnya. Oke?”

Mata Victor membelalak karena sentuhan tiba-tiba itu. Ia refleks membuang muka untuk menyembunyikan kedua pipinya yang mendadak memerah tomat karena perhatian ibu sambungnya yang sama sekali tak terduga ini.

“Siapa juga yang kangen,” gumam Victor pelan.

Damian yang melihat interaksi itu berdehem keras, merasa posisinya sebagai ayah sekaligus suami seolah diabaikan.

“Pulanglah tepat waktu. Jika urusanmu sudah selesai, hubungi aku. Aku bisa menjemputmu.”

“Tidak perlu repot-repot, Damian. Jaga saja anak-anak dengan baik.”

Setelah mengucapkan kalimat perpisahan itu, Zoey melangkah pergi.

Di depan gerbang sekolah, sebuah mobil suv hitam mewah rupanya sudah terparkir menunggu Zoey sejak tadi.

Seorang supir berseragam rapi membukakan pintu untuknya. “Kita ke mana sekarang, Nona?”

“Rumah Papa,” jawab Zoey tegas sembari memakai kacamata hitamnya.

****

Sesampainya di kediaman keluarga Alexander, Zoey buru-buru masuk.

“Astaga, Zoey sayang! Bagaimana keadaanmu di sana? Beberapa hari tidak bertemu, kenapa kau terlihat kurus? Apa tinggal di rumah itu membuatmu tertekan? Katakan pada Mama. Jangan dipendam sendiri,” cerocos Malika, memutar tubuh Zoey seolah sedang memeriksa barang berharga.

“Biarkan putri kita masuk dulu,” sahut Alexander yang baru saja turun dari lantai dua sembari melonggarkan dasinya.

Malika langsung menatap suaminya dengan penuh amarah. “Ini semua gara-gara kau, Suamiku! Kenapa kau membiarkan putri tunggal kita menikahi duda beranak dua itu, hah?! Kudengar dari ibu-ibu sosialita, anak-anak remajanya itu sangat nakal, pembangkang dan susah diatur! Aku tidak mau Zoey jadi pembantu di sana!” kesal Malika menyalahkan suaminya.

“Putri kita sendiri yang mau menikah dengannya, Ma. Aku hanya mengabulkan permintaannya,” balas Alexander membela diri dengan tenang.

“Tapi tetap saja–”

“Cukup, Ma!” potong Zoey akhirnya, melepaskan kacamata hitamnya dengan raut wajah yang sangat serius. “Aku datang kemari bukan ingin mempermasalahkan soal pernikahanku. Aku sangat bahagia, sungguh. Dan soal anak kembar suamiku, Mama tenang saja. Mereka bukan monster. Aku bisa mengatasi mereka dengan caraku sendiri.”

Zoey beralih menatap ayahnya. “Aku ada perlu penting dengan Papa.”

Alexander mengangguk paham. Sorot matanya yang tajam seakan sudah bisa menebak bahwa putrinya tidak datang hanya untuk sekadar rindu.

“Ikut ke ruang kerja Papa.”

“Mama buatkan teh chamomile ya, Sayang? Supaya kau lebih rileks,” tawar Malika, masih dengan raut khawatir.

“Iya, Ma, terserah Mama saja,” sahut Zoey seadanya sebelum melangkah mengikuti sang ayah.

Begitu pintu ruang kerja itu tertutup rapat, Alexander menatap serius sang putri.

“Ada masalah apa sampai kau datang dengan wajah seperti mau berperang?”

“Sebenarnya, kedatanganku kemari karena aku ingin meminta bantuan penuh dari Papa.”

“Bantuan?” Alis Alexander terangkat. “Tumben sekali. Bantuan apa?”

Zoey merogoh tasnya, mengeluarkan ponsel dan menggeser layarnya beberapa kali. Ia menyodorkan ponsel itu ke atas meja ayahnya, menampilkan sebuah profil keluarga kaya raya.

“Aku berhasil melacak informasi ini saat perjalanan kemari. Aku ingin tahu segala hal tentang keluarga Robert, tanpa ada yang terlewat.”

Alexander memicingkan mata melihat nama yang tertera di layar. “Keluarga Robert? Untuk apa kau mencari tahu tentang keluarga sombong itu?”

“Tentu saja untuk menghancurkan mereka sampai ke akar-akarnya, Pa,” jawab Zoey dengan nada dingin.

Mendengar jawaban itu, tawa Alexander justru meledak memenuhi ruangan.

“Menghancurkan? Astaga, Zoey. Tidak biasanya putriku yang tenang bersikap meledak-ledak seperti ini. Apa anak dari keluarga Robert berulah padamu?”

“Bukan padaku, tapi pada kedua anak sambung ku,” ucap Zoey.

Tawa Alexander perlahan mereda. Ia menatap putrinya dengan serius, menyadari bahwa insting keibuan Zoey telah bangkit.

Ya, meski sekedar ibu tiri.

“Begini, Zoey. Keluarga Robert memang punya pengaruh, tapi mereka tidak berdiri sendiri. Mereka berada tepat di bawah naungan perlindungan keluarga Alfred.”

“Lalu? Apa masalahnya? Papa punya relasi yang cukup untuk menumbangkan perusahaan mereka, kan?” tuntut Zoey tak sabar.

Alexander tersenyum simpul, lalu menggeleng pelan. “Maksud Papa, kau harus membicarakan masalah ini dengan Damian dan meminta bantuannya.”

Zoey mengernyit tak suka. “Kenapa harus melalui suamiku? Kenapa Papa tidak bisa langsung mengeksekusinya untukku?”

“Papa bisa saja membantumu, Nak. Sangat bisa Tapi, kau sudah menikah. Ini adalah ranah keluargamu sekarang. Dan soal keluarga Alfred, kau harus tahu bahwa Papa tidak punya banyak wewenang untuk menembus pertahanan mereka. Semua akses utama, monopoli bisnis, dan jalur kelemahan keluarga Alfred, suamimu lah yang memegang kendali penuh atas hal itu,” jelas Alexander.

Zoey terdiam.

“Jika kau ingin menghancurkan klan Robert hingga tak bersisa, kau butuh kekuatan Alfred. Dan satu-satunya cara menggerakkan Alfred adalah melalui suamimu, Damian,” pungkas Alexander mutlak.

“Sial! Sia-sia saja aku bergegas datang kemari!” gumam Zoey frustrasi.

Haruskah ia pulang sekarang dan menurunkan harga dirinya demi merayu Damian agar mau meminjamkan kekuasaannya?

Padahal baru beberapa jam yang lalu ia berdebat hebat dengan pria arogan itu di ruang BK.

1
Mundri Astuti
dasar tuan duda 😂😂
Mundri Astuti
😂😂😂
Endang Sulistiyowati
Dapet kecupan semangat ya Zoey, hahahaa 🤣
Sastri Dalila
😅😅
rheisha
Otw jatuh cinta ini roman nya...😁
rheisha
kaya nya si gitu zoey...😁
Bunda SalVa
menang 1 - 0 kamu Damian, dapat bibir perawan 😄😄
Nisa Via
diicch Tuan kulkas kek nya agak mencair yaa 😂😂😂
Sri Rahayu
hahaha...kena kiss Damian ya Zoey, gmn rasanya panas dingin ga Zoey 🤩🤩🤩...lanjut Thorr
Helen@Ellen@Len'z: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣adakah ini namanya ciuman pertama zoey ya 🤭🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
Anonim
Heeeee lucunya ❤️❤️❤️
Anonim
Keluarga laucu 😍😍😍
ryuka
🤣🤣🤣🤣🤣🤭🤭🤭🤭🤭🤭🔥🔥🔥🔥🔥🔥
Ni'mah azzahrah Zahrah
wah wah ini mah gilaaa, gengsinya mulai runtuh
Anonim
😄😄😄😄
Anonim
Lucunya
Sri Rahayu
ga bapak ga anak sama2 kaku keras gengsian....semoga zabar Zoey 🤩🤩🤩🤩🤩....lanjut Thorr😘😘😘
Susi Sayadi
wes wani ngambung😆😆😆
🇦 🇵 🇷 🇾👎
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
🇦 🇵 🇷 🇾👎
🤣🤣🤣🤣🤣ngku lho
🇦 🇵 🇷 🇾👎
mampus lh kau
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!