NovelToon NovelToon
Apoteker Matre Dan Dewa Perang Papan Tripleks

Apoteker Matre Dan Dewa Perang Papan Tripleks

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Romansa Fantasi / Fantasi
Popularitas:5.4k
Nilai: 5
Nama Author: heldahell

Shen Ruozi, mahasiswi kedokteran modern yang super judes dan matre, terlempar ke zaman kuno dan terpaksa tinggal di gua. Ogah hidup miskin, ia berniat menjadi juragan obat kaya raya memanfaatkan ilmu medis abad ke-21 miliknya.

Takdirnya berubah kocak saat ia menyelamatkan Long Tianxu, Jenderal Besar berwajah kaku seperti papan tripleks yang sekarat karena racun kronis. Bukannya tunduk pada wibawa sang Dewa Perang, Ruozi malah menjadikannya asisten magang tanpa gaji, buruh numbuk jamu, hingga investor paksaan untuk mendanai apotek barunya di ibu kota!

Menghadapi musuh politik kekaisaran dengan modal lencana emas Jenderal, tabib matre yang tidak pernah mau rugi ini siap mengguncang dunia medis kuno!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon heldahell, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 7: Jaminan nyawa dan jurus sandera

Mendengar tagihan seratus sepuluh tael emas yang disodorkan Ruozi, Lei Jin langsung memegangi dadanya, merasa jantungnya hampir copot. Ia menatap tuannya dengan pandangan meminta keadilan, berharap Long Tianxu akan memberikan perintah untuk meringkus gadis kurang ajar ini. Namun, sang jenderal besar hanya diam berdiri sambil memeras ujung jubah hitamnya yang basah kuyup, memberikan isyarat lewat tatapan mata bahwa semua yang dikatakan gadis desa itu memang benar adanya.

Lei Jin menghela napas berat yang terdengar sangat menderita. Dengan pasrah, ia meraba sabuk zirahnya dengan panik, lalu mengeluarkan sebuah kantong kulit kecil yang tampak kempes dan mengenaskan.

"Mohon ampun, Yang Mulia. Kami terburu-buru melakukan pencarian setelah Anda jatuh ke hulu sungai akibat disergap musuh. Saat ini... hamba hanya membawa tiga puluh keping perak dan tidak memegang emas sama sekali," lapor Lei Jin dengan nada bersalah yang amat sangat, kepalanya kembali tertunduk lesu di hadapan tuannya.

Ruozi yang mendengar kata 'perak' alih-alih 'emas' langsung bergerak secepat kilat merebut kantong kulit itu dari tangan Lei Jin. Ia membukanya, menuangkan isinya ke telapak tangan, dan seketika itu juga senyum manis di wajahnya lenyap, berganti menjadi ekspresi sedatar papan triplek.

"Duh, Mas Lei Jin... ini mah boro-boro seratus tael emas, buat bayar uang muka sewa sapu sama denda ngerusak tanaman di depan guaku aja masih kurang! Aku enggak menerima sistem paylater atau cicilan ya!" omel Ruozi sambil menatap kepingan perak itu dengan pandangan menghina.

Tianxu yang sejak tadi menyimak perdebatan itu akhirnya melangkah maju, aura dinginnya membuat Lei Jin langsung kembali bersikap siaga. "Aku tidak akan lari dari utangku, Gadis Kecil. Kalung giok naga yang ada di tanganmu itu nilainya jauh lebih tinggi daripada seratus tael emas," ucap Tianxu dengan nada mutlak, mencoba menenangkan dokter matre di depannya.

Ruozi refleks meraba balik jubahnya, memastikan kalung giok hijau tua itu masih tersimpan dengan aman di sana. "Ya tahu, Mas. Tapi kan giok ini belum jadi duit cair! Hari gini mana ada toko bakpao di desa seberang yang mau nerima barter pakai giok kerajaan? Yang ada aku langsung dituduh maling terus digebukin warga!" balas Ruozi, tetap bersikap realistis sebagai mantan orang modern yang butuh uang tunai darurat.

"Lalu apa maumu?" tanya Tianxu, rahangnya mengeras menahan sabar yang sudah di ambang batas.

Ruozi mengetuk-ngetuk bilah bambunya ke dagu, memasang wajah berpikir yang sangat mencurigakan sebelum akhirnya tersenyum licik. "Gampang! Mas Lei Jin, kamu pulang sekarang ke markas atau ke istana atau ke mana pun itu. Ambil seratus sepuluh tael emas tunai, terus bawa ke sini. Sementara kamu jemput duitnya, bos kamu ini tetap tinggal di sini sebagai jaminan alias sandera medis!"

"Apa?! Kau berani menyandera Jenderal Besar?!" teriak Lei Jin kaget setengah mati, tangannya langsung bergerak refleks memegang gagang pedangnya di pinggang.

Namun, sebelum Lei Jin sempat menarik pedangnya seujung kuku pun, Ruozi sudah lebih dulu melangkah maju dan menepis tangan Lei Jin menggunakan bilah bambu tagihannya. "Heh! Enggak usah pakai otot! Kalau bos kamu ini dibawa pergi sekarang terus di jalan demamnya kambuh lagi gara-gara sisa racun, siapa yang mau tanggung jawab? Pokoknya enggak ada uang, enggak ada kepulangan! Mas Tianxu tetap di sini jadi asisten magangku sampai besok!" pungkas Ruozi mutlak, membuat Tianxu hanya bisa memijat pelipisnya yang mendadak berdenyut nyeri lagi.

Lei Jin menatap tuannya dengan pandangan meminta kepastian, menanti kode apakah ia harus menebas gadis gila di depannya ini atau mematuhi perintahnya. Namun, Tianxu hanya bisa mengembuskan napas panjang yang sarat akan kepasrahan mendalam. "Lakukan saja apa yang dikatakannya, Lei Jin. Kembali ke markas perbatasan dan bawa emasnya besok pagi," perintah Tianxu dengan sisa-sisa wibawa yang terdengar sangat lelah.

Mendengar perintah langsung dari sang jenderal, Lei Jin tidak punya pilihan lain selain melepaskan pegangan pada pedangnya. Ia membungkuk hormat ke arah Tianxu dengan wajah yang sangat masygul. Sebelum melompat pergi, ia sempat melemparkan tatapan tajam yang penuh ancaman ke arah Ruozi, seolah ingin berkata, ‘Awas kau kalau macam-macam pada Yang Mulia!’

Ruozi sama sekali tidak peduli dengan tatapan menusuk itu; ia justru melambaikan tangan dengan ceria seolah sedang melepas keberangkatan turis VIP. "Hati-hati di jalan ya, Mas Lei Jin! Titip salam buat kasir markas, jangan lupa emasnya harus yang berkilau, enggak menerima yang karatan!" seru Ruozi riang, membuat langkah Lei Jin di atas dahan pohon sempat oleng karena menahan kesal.

Begitu sosok Lei Jin menghilang di balik rimbunnya hutan terlarang, suasana di pinggir kali mendadak kembali sunyi, menyisakan kecipak air sungai dan tatapan membunuh dari Tianxu. Ruozi yang menyadari dirinya sedang ditatap seperti mangsa oleh seekor harimau, langsung berdeham kecil dan berlagak sibuk merapikan jubah compang-campingnya.

"Nah, berhubung statusmu sekarang resmi jadi tahanan jaminan medis, jangan harap bisa santai-santai ya, Mas Tianxu," ujar Ruozi, kembali menatap pria itu dengan pandangan menuntut. "Matahari sudah mulai turun, dan stok kayu bakar di dalam gua sudah menipis. Waktunya kamu kerja lembur bagai kuda."

Tianxu yang tangannya masih agak basah karena habis memeras jubah sutranya, langsung mengepalkan tinju hingga urat-urat di lengan kekarnya menonjol. "Kau benar-benar tidak memiliki rasa takut sedikit pun, ya? Di ibu kota, orang-orang bahkan tidak berani menatap langsung ke mataku," desis Tianxu dengan suara rendah yang sangat mengintimidasi.

Bukannya gemetar ketakutan, Ruozi justru tertawa renyah, menampilkan deretan giginya yang putih. "Aduh, Mas tampan, di dunia lamaku maksudku, di prinsip hidupku kewibawaan itu enggak bisa dipakai buat beli beras. Selama kamu masih berutang seratus sepuluh tael emas, di mataku kamu cuma seonggok aset berjalan yang harus dirawat baik-baik supaya enggak lecet," balas Ruozi dengan logikanya yang sangat materialistis.

Tianxu akhirnya menyerah total dan memilih untuk tidak mendebat gadis ajaib ini lagi demi menjaga kesehatan mentalnya yang kian terancam. Dengan langkah berat dan jubah sutra hitam yang tersampir di pundaknya, sang Jenderal Besar Kerajaan itu mulai berjalan masuk ke dalam hutan untuk memunguti ranting kering, diikuti oleh si Bocil yang berjalan di belakangnya sambil memegang sebilah kayu kecil seolah-olah sedang mengawal seorang tahanan kelas kakap.

1
Fwyz
rouzi merebus obat herbal di hutan belantara dan di kemiskinan itu pake apa ya, lagipula kok bisa nemu botol banyak, emang botolny dari kayu kah?
heldahell: bikin botol dari kayu kak,zaman dlu kan belum ada botol ya😁
total 1 replies
Fwyz
keren bangett ceritanya bisa nambah wawasan dan berasa baca komik🤭luf yuu batt😍😍👍👍
Fwyz: iya thor ma sama
total 2 replies
sibaweh abduh
bagus sekali
Maria Lina
tambah dikit aj up nya hadeh😭😭🤔
heldahell: lagi sibuk kak,jadi 2 bab aja up nya🥹,tungguin besok lagi yaa
total 1 replies
Maria Lina
kenapa 2 lgi thor biasa 5 bab 🤣🤣🤣
Aisyah Suyuti
good
Maria Lina
wkwk kasian bocor
Maria Lina
mkasih thor ud up bnyk😘😘🙏🙏
lin sya
lucu klo baca ceritanya komedinya dpt thor
The Dream26: hai kak, Novel 'RUMAH' telah hadir, cerita spektakuler dan seru dari Author The Dream26, mampir ya
total 1 replies
Maria Lina
wkwk dsr lo rouzi haha..makasih thor ud up nya😘😘😘🙏🙏🙏
Maria Lina
mantap raouzi wkwk
Maria Lina
maaksih bnyk thor ud up nya🙏🙏😘😘
Maria Lina
mkasih thor ud up bnyk🙏🙏😘😘
Maria Lina
lanjut lgi thor wkwk..sebagian cerita mu ud ku baca thor wkwk
heldahell: terimakasih kak,sudah setia baca karya²ku, terharu banget🥹🥰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!