NovelToon NovelToon
Benci Jadi Cinta

Benci Jadi Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Anime / Cinta Seiring Waktu / Mafia / Tamat
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: bubu1234

yuna adalah perempuan cantik mandiri, dan cantik dipaksa nikah dengan Marco hanya karena kesepakatan bisnis keluarga nya
Marco adalah laki-laki yang dinggin,cuek,dan dikenal sebagai raja mafia yang namanya disegani bahkan ditakuti diseluruh dunia baginya hidup hanyalah tentang kekuatan, kekuasaan,dan kekayaan semua orang memanggil nya "Qing"
Yuna memiliki 2 sahabat terbaik nya bernama Yona dan jisoo

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bubu1234, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

benci jadi cinta (bab 15) ancaman di balik senyuman

Pagi terasa berbeda. Udara yang biasanya segar kini terasa berat. Marco bangun lebih awal, namun tidak ada senyum di wajahnya. Dia berjalan mondar-mandir di ruang kerja, telepon di tangan, memerintahkan orang-orang kepercayaannya untuk meningkatkan keamanan di sekeliling rumah. Pagar yang dulu hanya dikunci biasa kini dijaga ketat. Setiap tamu akan diperiksa terlebih dahulu. Marco tidak mau mengambil risiko sekecil apa pun.

Saat Yuna turun ke bawah, dia melihat wajah suaminya yang penuh kecemasan. Dia berjalan mendekat dan meletakkan tangannya di lengan Marco.

"Kamu belum tidur sama sekali, kan?" bisiknya lembut.

Marco menoleh, tersenyum tipis namun matanya masih gelisah. Dia meraih tangan Yuna dan mencium punggungnya.

"Aku tidak bisa tidur, Sayang. Selama Julian tahu di mana kita berada, aku tidak akan tenang. Dia bukan orang biasa. Dia cerdas, licik, dan tidak punya hati. Dia tahu kelemahanku. Dan kelemahanku saat ini... adalah kamu."

Yuna menatapnya dalam-dalam. "Aku tidak akan menjadi kelemahanmu, Marco. Aku adalah kekuatanmu. Ingat? Kita menghadapi ini bersama. Jangan pikulkan semuanya sendirian di pundakmu."

Marco mengangguk, tapi tatapannya masih gelisah. Dia tahu Yuna berniat baik, tapi dia terlalu takut membayangkan apa yang bisa dilakukan Julian padanya.

Hari berlalu dengan lambat. Yuna mencoba menenangkan diri dengan membaca buku di teras belakang. Angin berhembus lembut, burung berkicau — namun tiba-tiba ponselnya berderit. Bukan nomor yang dikenalinya. Dia ragu sejenak, lalu mengangkatnya.

"Halo?"

Suara di ujung sana terdengar lembut namun dingin, membuat darahnya membeku.

"Halo, Yuna. Senang sekali bisa berbicara denganmu. Ini Julian. Semoga Marco baik-baik saja ya?"

Jantung Yuna berpacu kencang. Dia menegakkan tubuh, melirik ke arah pintu belakang memastikan Marco tidak mendengar.

"Bagaimana kau dapat nomor ponselku? Apa yang kau mau?"

"Tenang saja, aku tidak akan menyakitimu. Setidaknya belum. Aku hanya ingin memberitahumu sesuatu — sesuatu yang Marco sembunyikan darimu. Kau pikir kau mengenalnya? Kau pikir dia adalah suami yang tulus mencintaimu sekarang? Tunggu saja sampai kau tahu kebenaran tentang kematian ibunya. Dan peran yang dimainkan ayahmu di dalamnya."

Dunia seakan berhenti berputar bagi Yuna. Tangannya gemetar hebat.

"Itu tidak mungkin... kau berbohong..."

"Apakah aku? Tanyakan saja pada Marco. Tanyakan apa yang terjadi dua puluh tahun lalu. Tanyakan kenapa dia begitu membenci ayahmu di awal pernikahan kalian. Tanyakan kenapa dia menerima pernikahan ini — bukan karena dia butuh bantuan ayahmu, tapi karena dia ingin balas dendam."

Telepon terputus. Yuna berdiri terpaku, napasnya tersengal. Kata-kata itu menghantamnya seperti palu yang berat. Dendam? Ayahnya terlibat dalam kematian ibunya Marco? Apakah pernikahan ini dimulai sebagai pembalasan dendam?

Dia tidak sadar Marco sudah berdiri di ambang pintu. Saat dia menoleh, dia melihat wajah suaminya yang pucat pasi, matanya menatap ponsel di tangan Yuna dengan ketakutan yang nyata.

"Dia menelepon mu..." bisik Marco lemah. "Dia mengatakan hal-hal itu padamu, bukan?"

Yuna menelan ludah, menahan air mata yang mulai menggenang.

"Apakah dia jujur, Marco? Apakah... pernikahan ini awalnya hanya untuk balas dendam? Apakah ayahku ada hubungannya dengan kematian ibumu?"

Marco melangkah mendekat dengan tangan terulur ke depan seakan memohon agar Yuna tidak menjauh.

"Awalnya... ya. Itulah alasanku menerima pernikahan ini. Aku benci ayahmu. Aku yakin dia bersalah. Tapi sejak hari pertama kamu masuk ke rumah ini... semuanya berubah. Kamu tidak bersalah, Yuna. Kamu tidak tahu apa-apa. Dan cintaku padamu itu nyata — lebih nyata dari apa pun yang pernah ada dalam hidupku. Jangan biarkan kata-kata Julian menghancurkan kita. Dia berbohong. Dia memutarbalikkan fakta agar kita saling menjauh."

"Tapi kau menyembunyikannya dariku!" suaranya pecah, mundur selangkah. "Kau membiarkanku hidup dalam kebohongan ini begitu lama. Bagaimana aku bisa yakin apa yang kau katakan sekarang itu benar dan apa yang dia katakan itu salah?"

Air mata jatuh di pipi Marco. Dia yang tak pernah menangis di hadapan siapa pun kini terlihat hancur.

"Karena aku takut kehilanganmu! Itulah satu-satunya alasanku menyembunyikannya. Aku takut kalau kau tahu kebenarannya, kau akan pergi. Aku tidak sempurna, Yuna. Aku punya banyak luka dan kesalahan. Tapi cintaku padamu bukanlah salah satu darinya. Tolong... beri aku kesempatan untuk membuktikannya."

Yuna menatapnya lama, hatinya terasa terbelah dua. Satu sisi dia tahu Marco mencintainya. Tapi di sisi lain, keraguan yang ditanamkan Julian mulai tumbuh seperti rumput liar yang tak bisa dicabut begitu saja. Dia tidak tahu harus percaya pada siapa. Dia hanya tahu satu hal — badai yang sebenarnya baru saja dimulai, dan di tengah badai itu, kepercayaan mereka adalah hal pertama yang diuji.

BERSAMBUNG...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!