“Su Yang, apa sebenarnya hubunganmu dengan Tetua Lan?”
“Dia hanya pelangganku.”
“Pelanggan?!” Tang Hu membelalak. “Lalu sepuluh wanita cantik yang datang mencarimu itu?”
“Pelanggan juga.”
Dahulu, Su Yang hanyalah murid pelataran luar yang diremehkan. Namun, setelah jiwa seorang kultivator legendaris terbangun dalam tubuhnya, segalanya berubah.
Dengan teknik kultivasi yang tak tertandingi dan pesona yang sulit ditolak, ia membuat para wanita di Sekte Bunga Mendalam mulai memperebutkan perhatiannya.
“Su Yang! Kalau kau membutuhkan sesuatu, datanglah kepadaku!”
“Aku juga! Jangan lupakan aku!”
Su Yang hanya tersenyum.
“Tenang saja. Akan ada cukup banyak kesempatan bagi kalian untuk mengenalku.”
Di tengah rayuan, kecemburuan, dan rahasia masa lalunya, Su Yang kembali menapaki jalan menuju keabadian. Namun kali ini, perjalanan kultivasinya mungkin akan jauh lebih ramai daripada yang ia bayangkan.
🙏🙏🙏❤️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pelangi Suci, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 1 — Sang Abadi yang Terlahir Kembali
Pedang baja menembus dada Su Yang.
Darah mengalir membasahi jubah putihnya, sementara pemuda di hadapannya menyeringai puas.
“Cih. Sedikit lagi mengenai jantungmu.”
Su Yang menunduk, memandangi bilah pedang yang tertancap di tubuhnya. Rasa sakit itu nyata. Begitu pula suara puluhan orang yang mengelilingi panggung pertarungan.
Namun, beberapa saat sebelumnya, ia sama sekali tidak berada di tempat ini.
Di puncak Tebing Hukuman Abadi, dua sosok duduk di bawah langit malam yang tidak pernah berubah.
Salah satunya lelaki tua berwajah keriput. Aura kuno yang menyelimutinya begitu kuat hingga ruang di sekelilingnya tampak bergetar.
Di sampingnya duduk seorang pemuda tampan bernama Su Yang.
“Kejahatan apa yang membuatmu dikurung di sini?” tanya lelaki tua itu. “Kau tidak terlihat seperti orang yang pantas berada di tempat menyedihkan ini.”
Su Yang tersenyum tipis.
“Aku melakukan banyak hal. Salah satunya memakan buah terlarang yang diciptakan Kaisar Langit.”
Lelaki tua itu terbelalak.
“Kau... kau....”
Untuk pertama kalinya setelah bertahun-tahun yang tak terhitung, ia kehabisan kata-kata.
“Aku lebih terkejut kau masih hidup!”
Su Yang hanya tersenyum.
Sesaat kemudian, lelaki tua itu tertawa terbahak-bahak. “Aku bisa membayangkan wajah Kaisar Langit ketika mendengar kabar itu! Hahaha! Aku menyukaimu, Anak Muda. Siapa namamu?”
“Su Yang.”
“Kalau begitu, Su Yang, bagaimana kalau kau meninggalkan tempat ini?”
Su Yang akhirnya menoleh.
“Apa gunanya? Keluar dari sini hanya akan membuat Kaisar Langit semakin murka. Aku lebih suka duduk sampai jiwaku membusuk daripada terus berurusan dengannya.”
“Bagaimana kalau kau bisa pergi tanpa perlu mengkhawatirkannya?”
Su Yang terdiam.
Selama ribuan tahun, ia telah memperoleh kekuatan, menikmati kehidupan yang diinginkannya, dan mengenal banyak wanita yang tidak mungkin dilupakannya. Namun, semua itu kini terasa sangat jauh.
“Setelah keluar, apa yang harus kulakukan?” gumamnya. “Kembali menjalani kehidupanku yang penuh dosa? Atau membalas orang-orang yang memfitnahku?”
“Itu keputusanmu sendiri.”
Su Yang mengangkat tangan ke langit, seolah ingin menggenggam bintang.
“Kalau suatu hari aku benar-benar pergi, aku akan....”
Ia menghentikan ucapannya, lalu menggeleng.
“Lupakan. Lebih baik aku bermalas-malasan di sini sampai mati.”
Lelaki tua itu kembali tertawa.
“Kau masih terlalu muda untuk menyembunyikan keinginanmu dariku. Lagi pula, bagaimana seorang makhluk abadi sepertimu bisa mati karena usia?”
Ia berdiri dan mengibaskan lengan jubahnya.
Langit malam Tebing Hukuman Abadi mendadak berubah menjadi siang.
Su Yang bangkit dengan mata membesar.
“Siapa sebenarnya kau?”
“Hanya lelaki tua yang tidak punya pekerjaan.”
Senyum lelaki itu semakin lebar.
“Oh, sebelum kau pergi, aku ingin berterima kasih atas apa yang telah kau lakukan.”
“Berterima kasih? Untuk apa—”
Cahaya putih menelan seluruh pandangannya.
“Enyahlah!”
Aura pembunuh meledak dari tubuh Su Yang.
Pemuda yang memegang pedang di hadapannya langsung memuntahkan darah dan jatuh pingsan. Puluhan penonton di sekitar panggung turut terhuyung, sebagian tersungkur sambil mencengkeram dada.
Suasana mendadak sunyi.
Su Yang mencabut pedang dari tubuhnya, lalu memeriksa ingatan yang baru membanjiri kepalanya.
Ia kini berada dalam tubuh seorang kultivator berusia enam belas tahun yang juga bernama Su Yang. Wajahnya bahkan sama persis dengan wajahnya ketika muda.
Namun, kekuatannya telah lenyap.
Tubuh ini hanyalah murid pelataran luar Sekte Bunga Mendalam, sebuah sekte yang mengutamakan Kultivasi Ganda. Pemilik tubuh sebelumnya memiliki reputasi buruk dan hampir tidak mengalami kemajuan selama setahun bergabung.
Penyebab pertarungan ini pun sederhana.
Ia mencoba mendekati seorang murid perempuan bernama Xing Xing, lalu menyinggung pasangan wanita tersebut, Yan Ming. Keduanya akhirnya bertarung di panggung sampai salah satu kehilangan nyawa.
Jadi, lelaki tua itu memberiku kehidupan baru?
Su Yang menatap pemuda yang tergeletak di depannya.
Dan aku langsung disambut tusukan pedang.
“Semua berhenti!”
Seorang pria paruh baya melompat ke panggung.
“Siapa yang mengizinkan kalian mengadakan pertarungan hidup dan mati hari ini? Pergi sebelum kupanggil bagian kedisiplinan!”
Para penonton segera membubarkan diri.
Pria itu, Tetua Sun, menatap Su Yang dengan kening berkerut.
“Siapa namamu?”
“Su Yang.”
Tetua Sun mengangguk, lalu mengangkat Yan Ming yang masih pingsan.
Su Yang meninggalkan panggung tanpa menoleh lagi.
Namun, perjalanan menuju tempat tinggalnya tidak berlangsung tenang.
“Lihat! Itu Su Yang!”
“Bukankah dia seharusnya mati di tangan Yan Ming?”
“Kenapa jubahnya penuh darah, tetapi dia masih berjalan?”
Beberapa murid menghadang jalannya.
“Hei, bagaimana kau bisa selamat?”
“Aku tidak punya waktu bermain dengan anak-anak. Minggir.”
Su Yang melewati mereka begitu saja.
“Berhenti, Bajingan!”
Salah seorang murid mengejarnya dengan tangan terkepal.
Su Yang menoleh.
Hanya satu tatapan.
Murid itu mendadak membeku. Wajahnya pucat, kedua kakinya gemetar, lalu tubuhnya jatuh terduduk.
Ia merasa seolah seekor binatang buas sedang menatapnya, menunggu kesempatan untuk menerkam.
“Hmph. Sekumpulan orang bodoh.”
Su Yang melanjutkan langkah.
Para murid yang tertinggal hanya mampu saling memandang.
“Benarkah itu Su Yang?”
“Tidak mungkin. Su Yang yang kukenal bahkan tidak berani membantah orang lain.”
“Wajahnya memang sama... tetapi rasanya seperti orang yang berbeda.”
Tang Hu, teman sekamar Su Yang, hampir menjatuhkan barang yang dipegangnya ketika melihatnya pulang.
“K-Kau masih hidup?!”
“Aku ingin beristirahat. Jangan ganggu aku.”
Su Yang langsung masuk ke kamar.
Di depan cermin, ia mengamati wajah mudanya. Kemudian ia membersihkan darah, mengoleskan obat pada luka di dada, dan membalutnya.
Sudah sangat lama ia tidak melihat darahnya sendiri.
Dahulu, ia merupakan makhluk abadi yang mendekati puncak dunia kultivasi. Sekarang, luka dari seorang kultivator Alam Roh Dasar saja cukup untuk mengancam nyawanya.
Ia duduk di tepi ranjang.
Tubuh ini baru mencapai Tingkat Ketiga Alam Roh Dasar. Karena belum memiliki pasangan Kultivasi Ganda, perkembangannya hampir terhenti.
Padahal, ketika pertama kali bergabung, wajah tampannya menarik perhatian banyak murid perempuan. Ketertarikan mereka menghilang setelah mengetahui reputasinya sebagai pemuda yang dianggap tidak berbakat dan sulit diajak berkomunikasi.
Di sekte yang kemajuan muridnya bergantung pada kecocokan pasangan, ketampanan saja tidak cukup.
Su Yang menghela napas.
“Dulu, begitu banyak wanita luar biasa ingin menjadi pasanganku. Sekarang, mencari satu pasangan saja sulit.”
Ia tertawa kecil, tetapi senyumnya perlahan memudar.
Beberapa wajah dari kehidupan sebelumnya muncul dalam ingatannya.
Jika aku masih berada di alam semesta yang sama, mungkin mereka masih hidup.
Su Yang mengepalkan tangan.
Aku akan menemukan kalian.
Namun, sebelum itu, ia harus membangun kembali kekuatannya dari awal.
Dan langkah pertamanya adalah mengubah reputasi tubuh ini.
......................
Bersambung...
udah tahu wajahnya saja bisa membuat para lelaki iri hati malah dengan sengaja mengajak semua wanita di rumah makan untuk bergabung dengan dia🤭🤭🤭🤣🤣🤣
semoga dalam beberapa hari dekat ini akan ada lebih banyak atensi dan juga apresiasi untuk semua karyamu👍👍👍
karena sebelum ini ada beberapa novel yang seperti dihapus karena mungkin terdapat adegan yang tergolong vulgar
Aku berharap ini akan terus berlanjut sampai ceritanya benar-benar tamat