NovelToon NovelToon
Mahkota Bunga Dan Bayangan Hati

Mahkota Bunga Dan Bayangan Hati

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Cinta Istana/Kuno
Popularitas:390
Nilai: 5
Nama Author: AZKA DINARA

Di tengah kemegahan Kekaisaran Langit Permata, di mana kekuasaan berpadu dengan tradisi kuno dan setiap langkah selalu diawasi, lahirlah kisah cinta yang tumbuh perlahan, lembut namun kokoh seperti akar pohon tua yang menjalar dalam tanah.

Liān Huā, putri cerdas dan berjiwa bebas dari keluarga pejabat terpercaya, dipindahkan ke ibu kota bersama keluarganya. Berbeda dari wanita-wanita istana yang berusaha tampil sempurna dan menuruti segala aturan, dia tetap menjaga ketulusan hati dan keberaniannya — sifat yang justru membuatnya menarik perhatian Kaisar Yuán Zhēn, penguasa yang dikenal dingin, tegas, dan tak tergoyahkan oleh siapa pun.

Di mata rakyat dan pejabat, Yuán Zhēn adalah kaisar yang hebat dan jauh. Namun di balik wajah berwibawa itu, tersembunyi hati yang kesepian dan rindu pada kehangatan sejati. Pertemuan pertamanya dengan Liān Huā mengubah segalanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AZKA DINARA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bunga di Halaman Istana

Sinar matahari pagi menyelinap masuk melalui celah-celah jendela kayu berukir halus, menyinari halaman istana yang dipenuhi tanaman berwarna-warni. Angin berhembus lembut, membawa wangi melati yang segar, namun bagi Liān Huā, suasana ini terasa lebih seperti sangkar indah daripada rumah. Dia berdiri di dekat pagar batu, jari-jarinya membelai kelopak bunga mawar yang baru saja mekar, sambil menatap ke arah jalan setapak yang menjauh menuju gerbang utama. Hari ini adalah hari pertamanya tinggal di kompleks istana, atas perintah Kaisar — meskipun sebenarnya hanya karena ayahnya ditugaskan menjabat posisi penting di pusat pemerintahan, dan keluarga mereka harus pindah ke ibu kota.

“Nona Liān Huā, jangan terlalu lama berdiri di sini. Udara pagi mungkin sejuk, tapi nanti kamu bisa merasa pusing,” suara pelayan pribadinya, Xiǎo Yàn, terdengar lembut dari belakang. Gadis itu berjalan mendekat sambil membawa kain sapu tangan.

Liān Huā tersenyum tipis, berbalik arah. “Kamu selalu saja cemas. Di rumah lama pun aku sering berjalan-jalan sejak fajar, tidak pernah ada apa-apa. Lagipula, lihatlah betapa indahnya tempat ini. Semua tanaman tertata rapi, setiap batu ditempatkan dengan teliti... seolah tidak boleh ada satu hal pun yang tumbuh atau bergerak sendiri-sendiri.”

Xiǎo Yàn tertawa kecil. “Itulah istana, Nona. Di sini segala sesuatu punya aturan, punya tempatnya masing-masing. Bahkan pohon dan bunga pun dipangkas agar sesuai keinginan tuan tanahnya.”

Sebelum Liān Huā sempat menjawab, suara langkah kaki yang berat namun teratur terdengar dari arah lorong utama. Dua pengawal berjalan beriringan, menundukkan kepala, dan di belakang mereka berjalan seorang pemuda berpakaian jubah sutra berwarna hitam pekat dengan hiasan benang emas yang berkilau lembut di bawah sinar matahari. Pakaiannya sederhana namun berwibawa, dan setiap gerakannya memancarkan kekuasaan yang alami. Wajahnya tampan namun dingin, matanya tajam seperti elang, seolah bisa melihat apa saja yang tersembunyi di balik wajah orang lain.

Orang-orang di sekitar langsung berlutut, kepala menunduk rendah. “Kaisar Agung!”

Liān Huā terkejut sejenak, lalu segera menundukkan kepalanya juga, mengikuti kebiasaan yang baru saja dia pelajari. Dia tahu siapa dia — Kaisar Yuán Zhēn, penguasa seluruh tanah ini, orang yang paling berkuasa, yang setiap perintahnya adalah hukum. Dia hanya pernah melihatnya dari kejauhan saat upacara resmi, dan sekarang dia berjalan melewati halaman kecil ini begitu dekat.

Dia berharap kaisar hanya akan lewat tanpa menoleh, namun langkah kaki itu berhenti tepat di depannya. Suara berat dan rendah terdengar, “Kamu putri dari Liù Yúan, pejabat Pengawasan?”

Liān Huā mengangkat wajah perlahan, menatap sekilas ke arah sepatu kain bermotif naga emas itu, lalu berani memandang sedikit ke atas, tepat ke arah dagu yang tegas. “Benar, Yang Mulia. Nama hamba Liān Huā.”

Mata Kaisar Zhēn menatapnya lama, seolah sedang menimbang sesuatu. Di dalam hatinya, Liān Huā merasa jantungnya berdebar kencang — bukan karena takut, tapi karena ada sesuatu dalam tatapan itu, sesuatu yang membuatnya merasa dilihat, benar-benar dilihat, bukan sekadar salah satu dari ribuan orang yang tinggal di dalam tembok istana ini.

“Liān Huā... bunga yang indah,” ucapnya pelan, hampir seperti gumaman, lalu dia berbalik dan melanjutkan langkahnya begitu saja, meninggalkan gadis itu yang masih berdiri kaku di tempatnya.

Saat sosok itu menghilang di balik gerbang lengkung, Xiǎo Yàn berbisik dengan suara bergetar, “Ya Tuhan... Yang Mulia berbicara langsung padamu! Dan dia mengucapkan namamu... Nona, apa kamu tahu betapa beruntungnya kamu?”

Liān Huā mengusap dadanya pelan, berusaha menenangkan detak jantungnya yang masih berpacu cepat. Dia tidak tahu apakah itu keberuntungan atau awal dari sesuatu yang jauh lebih rumit. Dia hanya tahu satu hal — pertemuan singkat itu, tatapan mata yang tajam namun entah kenapa terasa hangat itu, tidak akan mudah dia lupakan. Angin kembali berhembus, mengibaskan ujung jubahnya, dan di kejauhan, bunga-bunga mawar itu bergoyang lembut, seolah ikut menyimpan rahasia awal sebuah kisah yang baru saja dimulai.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!