Mireya Ananta diceraikan suaminya karena tubuhnya yang gemuk.
Terusir tanpa harta, ia hanya memiliki uang dua puluh ribu rupiah dan terpaksa mencari pekerjaan.
Sebuah lowongan membawanya ke kediaman Arven Zarreti, tuan tanah bengis yang memiliki perkebunan luas di sebuah desa.
Arven membutuhkan seseorang untuk mengasuh Elden, putranya yang berusia lima tahun dan menolak sekolah karena takut bertemu orang lain.
Awalnya, Arven menguji Mireya terlebih dahulu, apakah benar di bisa membuat Elden makan tanpa harus dipaksa. Ternyata, berbekal pengalaman mengasuh anak kakak iparnya, Mireya dengan mudah membuat Elden menikmati makannya.
Keesokan hari, Penghulu datang ke rumah itu.
"Kita menikah!"
Jadi lah, beberapa hari usai cerai, Mireya langsung menjadi istri pria bernama Arven.
Mireya menjadi ibu sambung bagi Elden, dan mengurus lahan pertanian milik Arven. Bagaimana kisah mereka?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon CovieVy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
9. Kontrak yang Sangat Menguntungkan
Mireya mulai membaca isi kontrak tersebut.
Isi perjanjian itu terdiri dari beberapa poin.
Pasal 1 — Kedudukan Pernikahan
Mireya Ananta dan Arven Zarreti akan melangsungkan pernikahan secara sah sesuai ketentuan yang berlaku.
Setelah pernikahan berlangsung, Mireya akan menjadi istri Arven Zarreti sekaligus ibu bagi Elden Zarreti.
Pasal 2 — Tanggung Jawab terhadap Elden
Mireya bertanggung jawab memberikan perhatian, pendampingan, serta pengasuhan yang layak kepada Elden.
Ia tidak diwajibkan menggantikan kedudukan ibu kandung Elden, tetapi diberikan kebebasan untuk membangun hubungan sebagai ibu dan anak sesuai kenyamanan Elden.
Pasal 3 — Tempat Tinggal dan Kebutuhan
Mireya akan tinggal di kediaman utama keluarga Zarreti.
Seluruh kebutuhan dasar Mireya selama pernikahan akan ditanggung oleh Arven Zarreti, termasuk tempat tinggal, makanan, pakaian yang layak, kebutuhan pribadi, serta biaya kesehatan apabila diperlukan.
Pasal 4 — Hak dan Batasan
Pernikahan ini tidak didasarkan pada kewajiban untuk membangun hubungan cinta.
Kedua pihak sepakat untuk menghormati batas pribadi masing-masing.
Mireya tidak diperbolehkan menggunakan kedudukannya sebagai istri untuk mencampuri urusan bisnis atau pekerjaan Arven tanpa persetujuannya.
Sebaliknya, Arven tidak akan mencampuri keputusan pribadi Mireya selama tidak bertentangan dengan tanggung jawabnya terhadap Elden dan keluarga.
Pasal 5 — Keamanan dan Privasi
Mireya wajib menjaga privasi keluarga Zarreti, terutama mengenai urusan bisnis, aset, dan kehidupan pribadi Arven.
Arven bertanggung jawab memastikan Mireya memperoleh perlindungan dan keamanan selama berada di lingkungan keluarga Zarreti.
Pasal 6 — Masa Pernikahan
Pernikahan ini tidak memiliki batas waktu tertentu.
Perceraian hanya dapat dilakukan berdasarkan kesepakatan kedua pihak dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Pasal 7 — Kompensasi
Sebagai bagian dari kesepakatan, Mireya akan menerima sejumlah uang setiap bulan sebagai tunjangan pribadi.
Jumlah tersebut akan tetap diberikan selama Mireya menjalankan tanggung jawabnya sebagai istri dan ibu bagi Elden.
Mireya berhenti membaca.
Matanya naik perlahan memperhatiksn angka yang tertera. “Sebanyak ini?”
Arven mengangguk. “Itu hakmu sebagai istriku.”
Mireya kembali melihat angka yang tercantum di sana.
Jumlahnya jauh lebih besar daripada seluruh uang yang pernah ia pegang selama menikah dengan Syahzan.
Namun ada satu hal yang membuatnya justru merasa lega.
Tidak ada tuntutan untuk mencintai. Tidak ada tuntutan untuk membuat Arven bahagia. Tidak ada kewajiban menjadi istri yang memberikan jiwa dan raga.
Ia benar-benar hanya disuruh fokus mengurus Elden. Tanpa mengerjakan pekerjaan rumah. Mencuci baju, masak, mencuci piring, membersihkan rumah.
'Ah, rumah ini terlalu luas untuk aku bersihkan sendirian. Tapi syukur lah. Aku hanya menjadi ibu bagi Elden saja.'
Mireya menatap pria di hadapannya.
“Jadi… selama aku menjaga Elden, aku mendapatkan semua ini?”
Arven menjawab datar. “Itu bukan bayaran karena kamu menjaga Elden.”
Mireya terdiam.
“Kamu akan menjadi istriku. Itu adalah hak yang kamu terima jika menjadi istriku.”
Jawaban itu membuat Mireya sedikit terkejut.
Arven kemudian bersandar. “Pernikahan ini memang tak ada landasan cinta.”
Mireya diam.
“Aku menikahimu karena Elden membutuhkan seorang ibu. Karena di rumah ini, tak satu pun perempuan yang ia temukan.”
Tatapan Arven berpindah ke arah lorong menuju kamar di mana Elden tadi ketiduran.
“Dan sejauh yang kulihat, kamu adalah orang yang paling diterima olehnya.”
Mireya menunduk kembali menatap surat kontrak di tangannya.
Baru satu malam ia berpisah dengan Syahzan, ia merasa hidupnya lebih terarah.
Meski tak ada janji cinta, itu artinya tak kan ada harapan palsu. Ini hanya sebuah kesepakatan.
Dan anehnya, justru itu yang membuatnya merasa aman. Tanpa melayani Arven sebagai suami.
Mireya mengambil pulpen yang terletak di atas meja.
Namun sebelum menandatangani, ia mengangkat wajah.
“Tuan Arven.”
“Hm?”
“Kalau suatu hari Elden tidak menginginkanku lagi… bagaimana?”
Arven terdiam sejenak.
“Kalau dia tidak lagi membutuhkanmu sebagai ibunya, nanti kita bicara kembali.”
Mireya mengangguk setuju. Ia menatap lembar terakhir.
Kemudian tersenyum tipis. “Baik.”
Tangannya mulai bergerak.
Namun tepat sebelum ujung pulpen menyentuh kertas, suara kecil terdengar dari lorong.
“Ibu…”
Mireya langsung menoleh. Arven juga menatap ke arah yang sama. Elden berdiri di sana dengan mata setengah terpejam.
Tangannya mengusap mata. “Kenapa aku ditinggal sendiri?”
Mireya buru-buru meletakkan pulpen. “Elden? Kenapa bangun?”
Elden berjalan mendekat dengan langkah mengantuk.
“Ibu tiba-tiba hilang. Aku takut…”
Mireya berdiri memeluk Elden dan mengusap punggungnya. “Maafkan aku. Ayo kembali tidur.”
Elden mengangguk. Namun sebelum kembali ke kamar, ia menggenggam tangan Mireya.
Arven memperhatikan tangan kecil itu.
Kemudian pandangannya jatuh pada kontrak yang masih terbuka di atas meja lalu dua punggung yang menjauh.
Ia hanya bisa menghela napas.
*bersambung*
kepercayaan itu ga tumbuh dalam semalem..
dia udah pernah mencoba mempercayai seseorang dengan segenap jiwa dan raganya ,dan endingnya menyakitkan.
jadi cobalah kau bangun kepercayaan nya dulu
ambil simpatinya, dan sembuh kan lukanya
baru dia akan bisa membuka hatinya🥹
lucu amet si mereka🤣🤣
kontrak oh kontrak🤔
mending jujur daripada mantan mertua yang mengacaukan semua greget sama Mire
trauma diselingkuhi itu kyk kangker dufalam tubuh,ga keliatan tapi sakitnya nyata. merasuk Ampe kedalam aliran darah dan otak kita tanpa kita sadari
selalu mempertanyakan apakah kita cukup baik
apakah ini semua karena salah kita?
apakah ada g kurang dr kita?
sampai mati pasti kebawa🥹🥹
Mau nya lupa
maunya ga dipikirin
tapi...🫣🥹🥹
Dia takut nasib pernikahannya akan sama dgn sebelumnya
bahkan sekelas artis sebelah aj yg lagi rame
ketemu yg baru,setengah mampus nyerein istrinya 🤣🤣.
katanya yg baru dipilih karena lemah lembut.
hei...kami juga awalnya kembang desa
pas lama nikah jadi kembang api🤣🤣🤣
apalagi pengalaman mireya yg paket komplit...🥹
hatinya aja ga ada gerbang nya di KK
ga ada yg jagain🤣🤣🤣
Iddah itu berlaku pas suami ngucapin talak kan?
nah...si b4ngs4t itukan nalak nya udah lama...lebih dr 3 bulan kali
di pengadilan mah tinggal ketik pali doank
wahhhh....begini orang yg ga ngerti agama sok sok an mau pake dalili agama
tapi bener Lo
kita yg terbiasa di sajikan pisau didepan mata,tetibaan dikasih bunga
pasti bingung kan ya🫣🥹🥹