Menampar si muka dua, menginjak si pria berengsek, cara belas dendam yang berbeda dengan biasanya. Mau liat bagimana sang ratu menyiksa pria berengsek dan si muka dua sampai ketakutan tapi tidak bisa kabur?
Namun kenapa kali ini, dia tidak bersembunyi atau menghindar? Kenapa dia malah terus mengikuti ku?
perhatian!!!
"Ratu" tanda kaya gini artinya itu percakapan bisa
'Ratu' tanda ini tanda nya si tokoh lagi berpikir dalam hati atau bicara di dalam hati
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aurelie Valaska, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 1
Malam hari di sebuah hotel mewah kelas atas di kamar 1079 sebuah kamar president suite, terlihat seorang gadis duduk bersimpuh di lantai kamar yabg remang-remang hanya di terangi cahaya bulan gadis itu terlihat pucat gemetar ketauan di depan nya ada seorang laki-laki yang berdiri menetap nya sambil menggoyangkan sampanye yang di pegang nya dengan lembut
"Jangan membantah ku ketahui lah di mana tempat mu dan aku pasti akan bersikap lembut pada mu" laki-laki itu berkata dengan nada percaya diri dan menyeringai sombong dia menatap gadis itu dengan tatapan meremehkan sambil sedikit mengangkat gelas sampanye nya
gadis itu semakin ketakutan dia memeluk tubuh nya semakin rapat menundukkan kepalanya semakin dalam bibir nya terkatup kenceng wajah nya kuat bisa pucat dari sebelumnya
"Aku memiliki batas kesabaran jadi jangan tidak tahu diri" laki-laki itu berkata dengan dingin dan menatap sang gadis dengan tatapan gelap nya yang mulai jengkel
Tapi respon dari sang gadis justru membuat mereka tidak bisa berkata-kata, gadis itu mengangkat kepalanya dua tangan nya memegangi perutnya nya yang terasa keram sebelum suara halus menahan tawa terdengar sebelum sebuah ledakan tawa kenceng memenuhi kamar itu
Pufft!....hahahahahah
sang gadis justru tertawa dengan sangat kencang laki-laki di depan nya sampai menatap nya dengan bingung gelas di tangan nya tergantung kaku Karena tidak habis pikir dengan apa yang dilihatnya
"Apa dia sudah gila?" laki-laki itu berbalik bertanya pada rekan nya yang berdiri di sana dengan kamera
"Apakah kah dia sudah kehilangan akal sehat nya atau pun tidak, bukan kah hasil nya tetap sama saja kan!" rekan laki-laki itu menjawab sambil tetep memegangi kamera yang sedang menyala siap untuk merekam
"Seumur hidup ku! aku belum pernah merekam wanita gila sebelum nya" lanjut laki-laki yabg sama sambil menatap dengan obsesi ke arah kamera dengan senyum yang menjijikan dia tetap merekam sang gadis
"Heh, Karana kalian sangat ingin sekali pergi ke neraka itu membuat ku tertawa" sang gadis berkata dengan suara yang sangat dingin dengan seringai dingin nya mulai muncul di bibir yang semula terkatup itu
sang gadis pun berjalan mendekati mereka dengan langkah penuh tekanan di wajah nya terlihat sebuah seringai sadis kecil yang mengerikan muncul gaun nya bergoyang lembut terkena terpaan angin AC
Dua laki-laki di depan nya menatap nya dengan tatapan yang menyiratkan kebingungan mereka bertanya serempak
"Apa maksudmu"
Gadis itu menatap sekeliling kamar hotel itu dia sana ada sebotol sampanye sebuah kamera yang menyala siap merekam
"Sampanye yang sudah di campur dengan obat khusus di dalamnya sebuah kamera, dan alat-alat aneh berserakan di kasur?Kalian benar-benar bekerja keras menyiapkan satu set alat peraga ini untuk ku" gadis itu berkata dengan datar begitu sampai di depan dua laki-laki itu dia mengangkat tangan nya lembut
"Seperti nya jika aku tidak membimbing nya, bagaimana bisa aku akan menghadapi mantan pacar ku itu?"lanjut gadis itu sambil mengambil gelas sampanye di tangan laki-laki di depan nya
"Dan juga dia sudah mengatakan sejak awal kepada ku bawa akan ada binatang yang harus aku hibur sampai puas" gadis itu berkata sambil berbalik menatap dingin gelas sampanye di tangan nya
"Tindakan gila dan kebodohan mu itu akan sia-sia tidak bisa menyelamatkan mu! Kau tidak akan bisa kabur dari sini" salah satu laki-laki itu berteriak dengan nada percaya diri sambil menatap sang gadis dengan tatapan sombong meremehkan
Gadis itu meletakkan sampanye nya di meja dekat nya lalu dia menyingkap rok gaun nya sedikit dari sana dia mengambil sebuah pistol yang sejak awal sudah saja sembunyikan di sana
"Siapa yang bilang... bahwa aku ingin kabur dari sini?" gadis itu menjawab dengan nada yang tanpa emosi dia mengatakan moncong pistol nya ke arah dua laki-laki itu
Dorrr
Gadis itu menarik pelatuk nya peluru tembaga panas melesat dengan cepat peluru itu mengenai pipi salah satu laki-laki yang tadi memegang sampanye sampai beberapa helai rambut nya rontok, laki-laki itu terlalu terkejut sampai borgol nya jatuh berdenting ke lantai kamar hotel
Klang
Darah segar menyembur dari pipi laki-laki itu, laki-laki itu tersentak kaget tubuh nya bergetar hebat di depan nya sang gadis tersenyum lembut sambil membungkuk sedikit
"Aduh! kurang latihan seperti nya membuat ku melesat dari target" gadis itu berkata dengan nada ceria seolah sedang bercerita tentang cuaca di pagi hari
"Tapi aku pasti tembakan berikut nya tidak akan meleset lagi" gadis itu berkata dengan nada dingin sambil mengarahkan moncong pistol nya kembali ke laki-laki itu bersiap menembak kembali, laki-laki itu terlalu ketakutan Samapi-sampai dia berteriak
HENTIKAN
"Aku akan memberikan apapun yang kau inginkan jika jika kau bisa melepaskan ku kali ini" laki-laki itu berkata dengan takut sambil memegangi pipinya yang berdarah rekan nya juga ketakutan dia bersembunyi di balik kamera nya
"pintar sekali kalian tahu kapan harus menyerah" Gadis itu berkata sambil menyeringai senang dan puas
gadis itu membungkuk sedikit menampilkan senyum yang sangat manis sambil memeluk Pistol nya dia menetap dua laki-laki itu
"Sekarang panggil kan pacar ku itu untuk datang ke sini sekarang juga"
di hotel yang sama pada saat bersamaan di kamar president suite sebelah. Kamar itu gelap hanya di terangi cahaya bulan terlihat siluet seorang gadis sedang bersandar manja di pelukan siluet laki-laki di atas kasur
"Kau seharusnya tidak memperkenalkan Elva Kirana pada sutradara Miko, apa kau tidak takut dia mungkin akan merangkak ke arah nya dan kemudian berbalik melawan kita" gadis itu berkata dengan nada yang centil dan manja
"Aku dengar rumor dalam lingkungan kalangan kita mengatakan sutradara miko memiliki hobi ya g tidak bisa di katakan lagi, Elva Kirana sudah di pastikan dia akan mengalami kesialan" laki-laki itu menjelaskan dengan seringai yang sangat puas dan sombong
"Apakah kau benar-benar ingin membuat nya menderita sebegitu parah nya" gadis itu bertanya dengan nada yang ragu-ragu
"Kau lah orang yang aku cintai dan terlebih lagi aku curiga dia sudah menduga kejadian hari itu" laki-laki itu menjawab sambil menyentuh punggung tangan gadis itu
Mata gadis itu terbelalak kaget dia langsung bangun dari posisi nya yang tadi sedang berbaring manja si pelukan laki-laki itu
"Lalu apa yang harus kita lakukan selanjutnya? dia tidak boleh mengetahui nya" kata gadis itu dengan panik
"santai saja, terakhir kali dia hanya cukup beruntung saja untuk kembali dengan selamat" laki-laki itu berkata sambil bersandar nyaman di headboard
"Tapi dia sebentar lagi akan jadi gadis yang Malang yang sedang terpojok di tangan sutradara miko yang pasti akan meninggalkan noda tidak terhapus kan pada wanita manapun yang memiliki hasrat rahasia dengan nya" lanjut laki-laki itu sambil melirik gadis di sebelah nya
"Kau pria yang tidak berperasaan! Hanya aku yang bisa tahan dengan sikap mu dan apa yang kau lakukan" gadis itu berkata sambil terkekeh kecil
"Apa yang aku lakukan semua nya demi dirimu, aku sudah memperkenalkan Elva Kirana pad Sutradara miko sebagai imbalan nya! dan sutradara miko akan mengijinkan mu memainkan peran Su Yan" laki-laki itu memeluk gadis nya dari belakang sambil berbisik dengan suara berat menggoda
"Wah! benarkah itu?"gadis itu berkata dengan nada yang sangat bahagia
Gadis itu membayang kan masa depan karir artis nya sambil berkata dalam hati dengan sangat sombong dan terlihat puas
'Hmpah! Elva Kirana aku sudah lama tidur pacar nu! Dan sekarang kau harus mengorbankan tubuh mu demi masa depan ku yang sangat menjanjikan! lihat betapa menyedihkannya kau sekarang!'
Tiba-tiba saja terdengar suara ponsel berdering dengan sangat kencang membuyarkan lamunan gadis itu
DRTTT....DRRTTT
Laki-laki itu pun mengambil nya dan mengangkat nya sambil turun dari atas kasur sementara sang gadis hanya melihat nya saja
"sutradara miko, apa yang bisa ku bantu untuk mu?" laki-laki itu bertanya sambil aduk di pinggir kasur
"baiklah, aku akan segera pergi ke sana" laki-laki itu menjawab malas sambil menutup telepon nya lalu meletakkan ponsel nya ke kasur
BIIP
"Kau mau pergi ke mana?" gadis itu bertanya dengan nada manja sambil menyentuh bahu nya dan menatap laki-laki nya yang sedang memakai pakaian formal
"Sutradara miko baru saja memberitahu ku bahwa Elva Kirana ingin bertemu dengan ku. dia bahkan menolak untuk percaya bahwa aku yang mengirim nya pada sutradara miko" laki-laki itu menjawab sambil memakai jas nya dan menoleh ke arah gadis nya
"Apa dia sungguh sangat bodoh?" gadis itu mengumpat sambil setengah tiduran di kasur sambil menampilkan wajah kesal
"Aku hanya akan mengecewakan nya lagi pula seorang gadis yang tidak berguna itu aku tidak Sudi memiliki nya lagi mulai besok" laki-laki itu berkata kejam sambil memasang dasi nya
"Tunggu aku di sini aku akan segera kembali untuk melanjutkan malam kita" laki-laki itu berkata sambil melambai kan tangan nya lembut pada gadis si atas kasur
Laki-laki itu pun pergi ke kamar sebelah kamar 1079 laki-laki itu tidak repot-repot mengetuk pintu dia langsung berjalan masuk kamar itu dengan angkuh
"Elva Kirana, biarkan aku jelaskan yang sebenarnya bahwa aku sudah lama bosan dengan mu" laki-laki itu berkata dengan sombong dan percaya diri sambil bersandar di pintu kamar yang di buka itu sambil menutup mata ya
Laki-laki itu pun pun membuka mata nya dan menatap ke dalam kamar dengan tatapan mata yang dingin tidak berperasaan laki-laki itu berkata
"jadi kedepannya jangan cari atau ganggu aku...."laki-laki itu menghentikan ucapannya saat melihat ke dalam
Apa?
APA YANG SEBENARNYA TERJADI DI SINI
Laki-laki itu berteriak kaget sambil menatap ke dalam dengan mata terbelalak di dalam kamar dia melihat Elva Kirana duduk menyilangkan kakinya di sofa menatap nya dengan angkuh sementara sutradara miko dan rekan nya bersujud di lantai gemetar ketakutan di depan Elva Kirana, laki-laki itu pun berpikir sambil menyentuh dagu nya
'sutradara Miko pasti hanya sedang memainkan permainan ya ag sangat bagus dan seru saja'
"Lakukan sekarang" Elva Kirana berkata dengan tenang sambil melirik sutradara miko di bawah kaki nya
Sutradara Miko yang gemetar ketakutan pun langsung bangun berlari ke arah laki-laki di depan pintu itu memegang pundak nya dan mendorong dengan keras sampai laki-laki itu jatuh ke lantai
"Apa yang coba kalian lakukan pada ku apa yang kalian inginkan" laki-laki itu bertanya dengan panik
"pegang dia dengan erat jangan sampai lepas" Sutradara miko memerintah rekan nya dengan tegas
Laki-laki yang tadi memegangi kamera pun menahan laki-laki itu dengan kuat di lantai
Laki-laki itu mencoba protes dan berkata pada sutradara Miko tapi terlambat sutradara miko sudah memaksa nya minum sampanye
Tunggu dulu...
Ugh!
Gluk
Apa yang masuk ke tenggorokan ku? apa yang kalian paksa aku minum" laki-laki itu terbentuk-batuk sambil memegangi dadanya
Uhuk.....uhuk
Elva Kirana pun berdiri dari sofa nya melangkah ke arah laki-laki itu dengan tatapan dingin kejam sadis nya dia berkata
"Kau sudah memberikan ku hadiah yang sangat besar dan aku...aku hanya mengembalikan nya kepada mu dengan setimpal" Elva Kirana berkata dengan dingin
"Apa? Berani nya kau! Melakukan itu pada ku"laki-laki itu berkata dengan marah dan jengkel menatap Elva Kirana
Elva Kirana pun melangkah mendekati nya dan kaki kanan nya menginjak pundak laki-laki itu yang sedang duduk dilantai karena dorongan tadi. Laki-laki itu menatap Elva Kirana dengan kesal dan marah
"Apa kau tahu keberadaan mereka yang telah lebih dulu mengecam ku terakhir kali?" Elva Kirana bertanya dengan nada mengejek
Laki-laki itu marah tapi kemudian dia merasakan ada sesuatu yang salah pada tubuh nya dia berkata dalam hati
'sial sesuatu sudah di tambah kan ke dalam anggur tadi!'
Elva Kirana pun menuturkan kaki nya dari pundak laki-laki itu dia berdiri di depan laki-laki itu sejenak kemudian Elva Kirana pun melangkah keluar dari kamar hotel itu
"Sekarang rencana jahat mu pada ku akan di perburuk oleh mereka" Elva berkata dengan nada yang sangat kejam
Di dalam kamar sutradara miko memborgol dua tangan laki-laki itu rekan nya memegangi kamera dan mulai merekam adegan di kamar itu
"Beraninya kau mencoba untuk menjebak ku"sutradara miko berkata dengan marah sambil mencambuk laki-laki utu dengan kencang tanpa perasaan
Darah mulai merembes dari tubuh laki-laki itu menetes ke lantai kamar hotel itu dengan sangat banyak di ikuti teriakan laki-laki itu
AH!
Di balik pintu kamar hotel hotel nomor 1079 kamar president suite itu hanya terdengar suara sutradara miko yang marah di susul suara laki-laki itu yang memohon di lepaskan
"Aku akan menyiksa mu Sampai mau mati"
"Lepaskan aku! Tolong lepaskan aku!"
Elva Kirana di depan kamar itu dia hanya menatap dengan seringai puas lalu berbalik melangkah pergi meninggalkan area kamar itu dengan tegas tanpa menoleh lagi