NovelToon NovelToon
SISTEM PIJATAN PENAKLUK RATU IBLIS

SISTEM PIJATAN PENAKLUK RATU IBLIS

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Penyelamat / Romansa Fantasi
Popularitas:8.3k
Nilai: 5
Nama Author: Cherlly

Setelah dipecat secara tidak hormat dari istana akibat fitnah keji, Arya harus menghadapi kenyataan pahit sebagai tukang pijit yang kehilangan mata pencaharian utamanya. Namun, nasibnya berputar drastis saat ia tak sengaja menemukan seorang wanita dengan luka parah di tengah hutan gelap yang ternyata adalah Vanya, sang Ratu Iblis paling ditakuti. Sentuhan pijatan pertamanya pada tubuh wanita itu bukan hanya menahan pendarahan, melainkan memicu aktifnya Sistem Pijatan Penakluk Ratu Iblis yang mengubah hubungan mereka dari mangsa dan predator menjadi ikatan absurd penuh intrik di tengah kejaran pasukan kerajaan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cherlly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 1

Keluar kamu dari sini, tukang pijit jalanan! teriak Kepala Pelayan istana dengan nada suara melengking penuh jijik.

Wajah tua pria paruh baya itu tampak merah padam menahan amarah karena kehadiran Arya di ruang tunggu khusus bangsawan.

Arya terdorong kasar hingga hampir tersungkur di lantai batu gerbang utama istana yang dingin dan keras.

Tas peralatan pijit usang miliknya terlempar jauh, membuat botol-botol minyak herbal berhamburan ke tanah berdebu.

Brengsek, padahal aku baru saja menyembuhkan encok selir tiga hari lalu dengan susah payah, umpat Arya dengan suara tertahan penuh emosi.

Dua pengawal kerajaan berdiri tegap di sisi kiri dan kanan sambil memegang tombak tajam dengan tatapan meremehkan.

Sudahlah, terima saja nasibmu karena Tabib Agung yang baru jauh lebih hebat daripada keahlian murahanmu itu, cibir pengawal berbadan gempal sambil meludah ke dekat kaki Arya.

Arya menggertakkan giginya sampai rahangnya terasa ngilu menahan gejolak dada yang ingin meledak seketika.

Tabib tua sialan itu hanya menjilat dan meracuni pikiran raja demi kedudukan dan harta! balas Arya tanpa bisa menahan lidahnya lagi.

Jaga mulutmu, manusia rendahan! Kamu bicara dengan pengawal istana resmi! bentak pengawal itu sambil menodongkan ujung tombak tepat ke depan hidung Arya.

Arya mendengus kasar, lalu memilih berjongkok untuk memunguti botol minyak pijitnya yang berserakan satu per satu dengan hati-hati.

Dasar istana tidak tahu diuntung, giliran butuh dicari, giliran ada yang lebih licik langsung ditendang tanpa penjelasan, gumam Arya kesal sambil mendesis pelan.

Plak!

Suara angin malam terasa menusuk kulit saat ia berdiri dan menenteng tasnya kembali ke bahunya.

Ia berjalan meninggalkan kawasan istana megah itu dengan langkah kaki yang dihentak-hentakkan ke tanah secara kasar.

Sialan, uang sewaku bulan ini tinggal separuh dan sekarang aku kehilangan sumber penghasilan terbesar di kota ini, keluh Arya sambil mengusap wajahnya yang basah oleh keringat dingin.

Jalanan setapak di pinggiran hutan kerajaan semakin lama semakin sepi dan hanya diterangi cahaya rembulan yang temaram.

Suara jangkrik bersahutan nyaring menambah suasana malam yang terasa pekat dan menyesakkan dada.

Kalau begini terus, aku bisa mati kelaparan di kolong jembatan sebelum akhir bulan, ucap Arya merutuki kemalangannya seorang diri sambil berjalan pincang.

Ia terus melangkah dengan perasaan hancur, memikirkan bagaimana caranya bertahan hidup di kota tanpa koneksi bangsawan.

Tiba-tiba, pendengarannya menangkap suara erangan tertahan yang terdengar lemah dari balik semak belukar lebat.

Uhuk... kh... suara itu terdengar tercekat di tenggorokan seseorang yang sekarat.

Arya langsung menghentikan langkah kakinya seketika dengan jantung yang berdegup kencang bukan main.

Suara apa itu? Jangan-jangan ada hewan buas atau perampok jalanan yang mengincar hartaku, batin Arya sambil melangkah mundur perlahan.

Ia mengambil sebatang ranting kayu yang cukup besar dari pinggir jalan untuk berjaga-jaga jika terjadi sesuatu.

Hei, siapa di sana? Jangan cari masalah denganku karena aku sedang sial! seru Arya dengan suara sengaja dikeraskan untuk menyembunyikan rasa takutnya.

Tidak ada jawaban dari balik semak-semak itu, yang terdengar hanyalah suara napas yang memburu dan tersengal-sengal lemah.

Duh, kenapa aku jadi penasaran begini sih, padahal urusanku sendiri sudah sangat kacau, gumam Arya merasa serba salah.

Dengan rasa penasaran yang mengalahkan rasa takutnya, Arya menyingkirkan dahan-dahan berduri menggunakan ranting kayunya.

Deg!

Jantung Arya serasa copot saat melihat apa yang terhampar di balik semak-semak bersemak lebat tersebut.

Seorang wanita bergaun mewah tampak tergeletak tak berdaya dengan genangan darah segar di sekitarnya.

Ya ampun! Darah di mana-mana! kaget Arya sampai menjatuhkan ranting kayu di tangannya ke tanah.

Wanita itu memiliki luka sayatan yang sangat menganga di bagian dada dan bahunya, mengeluarkan darah yang tidak ada hentinya.

Hei, Nona! Bangunlah, kamu masih hidup? panggil Arya sambil berlutut dengan panik di samping wanita itu.

Wanita itu membuka matanya sedikit, memperlihatkan manik mata yang sayu namun menyiratkan ketajaman yang luar biasa tajam.

Pergi... bisik wanita itu dengan suara parau yang hampir tak terdengar oleh telinga.

Pergi bagaimana, kalau dibiarkan setengah jam lagi kamu pasti mati di sini karena kehabisan darah, jawab Arya spontan dengan nada jengkel campur iba.

Arya memeriksa denyut nadi di pergelangan tangan wanita itu yang terasa sangat lemah dan nyaris tak berdenyut sama sekali.

Sial, keahlian pijitku memang untuk menyembuhkan pegal, tapi titik akupuntur darurat bisa dipakai untuk menahan pendarahan, pikir Arya cepat.

Ia langsung membuka tas kerjanya dan mengeluarkan botol minyak pijit khusus serta jarum akupuntur kecil miliknya.

Tahan sebentar, ini bakal sedikit sakit tapi setidaknya nyawamu tertolong malam ini, ujar Arya mencoba menenangkan.

Arya mulai menekan titik-titik vital di sekitar bahu wanita itu dengan jari-jarinya yang terlatih selama bertahun-tahun.

Tekanan demi tekanan diberikan dengan presisi tinggi untuk menghentikan aliran darah yang menuju luka robekan tersebut.

Cih, tubuh wanita ini keras sekali seperti baja, padahal lukanya parah, batin Arya keheranan saat merasakan otot-otot di bawah jarinya.

Tiba-tiba, suara dengungan aneh yang sangat keras bergemuruh di dalam kepala Arya tanpa peringatan apapun.

[Sistem Pijatan Penakluk Ratu Iblis berhasil diaktifkan setelah mendeteksi kontak fisik pertama.]

[Sinkronisasi energi antara Host dan Subjek Target sedang berlangsung... 10%... 40%... 80%... 100% Sempurna!]

[Selamat! Host Arya mendapatkan skill pasif awal: Sentuhan Pemulihan Mutlak dan Ketahanan Fisik Tingkat Menengah.]

Arya terlonjak kaget sampai terjengkang ke belakang dan menabrak pohon besar di dekatnya.

Suara apa itu tadi?! Kepala ku rasanya mau pecah jadi dua! teriak Arya sambil memegang kepalanya sendiri dengan kedua tangan.

Ia menatap sekeliling dengan panik, mengira ada orang yang sengaja mengerjainya di tengah hutan gelap ini.

Jangan-jangan aku sudah gila karena dipecat istana hari ini, gumam Arya dengan wajah pucat pasi.

Namun, keterkejutan Arya belum ada apa-apanya dibanding apa yang terjadi pada wanita di depannya saat itu.

Luka parah di tubuh wanita tersebut mendadak tertutup sendiri dengan kecepatan kilat, meninggalkan bekas kulit yang mulus tanpa noda sedikit pun.

Eh? Lukanya... kok bisa langsung nutup sendiri?! gero Arya dengan mata melotot lebar nyaris keluar dari soketnya.

Wanita itu perlahan bangkit berdiri dengan gerakan yang kaku namun memancarkan aura dingin yang membekukan udara malam.

Manusia... berani sekali kamu menyentuh tubuh suci seorang Ratu Iblis, ucap wanita itu dengan suara berat yang menggetarkan jiwa.

Arya menelan ludahnya mentah-mentah, tenggorokannya terasa kering seketika mendengar kata-kata mengerikan itu.

R-Ratu Iblis? Jangan bercanda, kamu cuma korban perampokan hutan kan? balas Arya terbata-bata karena rasa takut yang mencengkeram.

Wanita yang mengaku sebagai Ratu Iblis itu menatap Arya tajam dengan kilatan mata merah menyala di dalam gelapnya malam.

Aku adalah Vanya, penguasa wilayah kegelapan yang sedang dijebak oleh pengkhianat busuk! desis Vanya dengan niat membunuh yang meluap-luap.

Vanya mengangkat tangan kanannya, berniat meremajakan kepala manusia di depannya menjadi berkeping-keping dalam satu ayunan maut.

Mati kamu, cacing tanah! bentak Vanya sambil mengayunkan tangannya dengan kecepatan kilat ke arah leher Arya.

Arya memejamkan matanya rapat-rapat, merelakan nasib sialnya yang berakhir tragis di tangan monster malam ini.

Bugh!

Suara hantaman angin kencang menerpa wajah Arya, tapi tidak ada rasa sakit yang menembus lehernya.

Arya membuka matanya perlahan dengan tubuh bergetar hebat ketakutan setengah mati.

Tangan Vanya berhenti tepat setengah sentimeter dari leher Arya, tidak bisa bergerak maju lagi karena tertahan oleh sesuatu yang tak kasat mata.

[Peringatan Sistem: Ikatan Pijatan Terbentuk. Host dan Target terikat dalam aturan mutlak.]

[Ratu Iblis Vanya dilarang keras melukai atau membunuh Host selama status ikatan aktif.]

Vanya mengerang frustrasi sambil menarik tangannya kembali dengan wajah penuh kemarahan yang tertahan di dalam dadanya.

Sialan apa ini?! Kenapa tubuhku tidak menuruti perintahku untuk membunuhmu?! murka Vanya sambil mencengkram kepalanya sendiri.

Arya menghembuskan napas panjang yang terasa tertahan di dadanya sejak tadi.

Uff... hampir saja nyawaku melayang gara-gara menolong orang salah di hutan sialan ini, ucap Arya lemas sambil terduduk di tanah.

Vanya menatap Arya dengan tatapan penuh kebencian sekaligus kebingungan yang luar biasa besar.

Manusia sialan, mantra sihir apa yang sudah kamu gunakan padaku hingga aku tidak bisa membunuhmu?! tanya Vanya dengan nada mengintimidasi.

Mana ku tahu! Aku cuma tukang pijit keliling yang baru saja dipecat istana, bukan penyihir hitam! jawab Arya ngegas karena kesal dituduh sembarangan.

Suasana malam di tengah hutan itu mendadak hening, menyisakan ketegangan aneh di antara seorang manusia buangan dan penguasa kegelapan.

Baiklah, kalau kamu tidak mau mengaku, aku akan pastikan hidupmu menderita setelah aku keluar dari sini, ancam Vanya tajam.

Arya mendengus pelan mendengar ancaman wanita angkuh di depannya itu.

Silakan saja, toh hidupku memang sudah hancur total hari ini setelah diusir dari istana, balas Arya sinis tanpa rasa takut lagi.

Vanya terpaku sejenak mendengar jawaban pasrah namun penuh kepahitan dari mulut manusia di hadapannya.

Dipecat istana? Apa maksudmu? tanya Vanya dengan sebelah alis terangkat.

Sudahlah, bukan urusanmu, lebih baik kamu pergi sana sebelum aku menyesal sudah menolongmu, usir Arya sambil bangkit dan membersihkan celananya.

Vanya mendengus dingin, namun ia sadar kekuatannya belum pulih sepenuhnya untuk berjalan sendiri di luar hutan ini.

Ikut aku, perintah Vanya dengan nada mutlak seorang penguasa.

Hah? Ogah banget, aku mau pulang tidur! tolak Arya mentah-mentah tanpa mempedulikan status wanita itu.

Vanya menggertakkan giginya kesal, menyadari bahwa ia kini terikat pada tukang pijit manusia yang menyebalkan ini.

1
gofur
mantap kaka karya kamu🥰
Anton barly
💟💟💟💟
Shinta geol
🥰🥰🥰🥰🥰
nurul khusna
😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘
Antoni gergio
💞💓💗💖💝
samuel df
😍🤩🤩🤩🤩
Jangkar pion
iblis yg cantik😘
yudi permana
🌟🌟🌟🌟🌟🌟
nabila
🤩🌹😘😍🥰
putri andini
😍🥰
asyifa fauziah
🌹😘🥰😘
setiawan
pijatan yang mematikan sang ratu
yani
keren kaka semangat berkarya🥰
sasa
💞💕💞💞💞💞💞
fitri
🥰😘🥰😘🥰🤩🤩
pricilia
🌹🌹🌹🌹🌹
Angel
🌟🥳🤠
clara
hebatkaka
Yono Haryono
bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!