NovelToon NovelToon
Jangan Menyesal Setelah Aku Pergi

Jangan Menyesal Setelah Aku Pergi

Status: tamat
Genre:Single Mom / Selingkuh / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:648.8k
Nilai: 4.9
Nama Author: Jalur Langit

Disa ingin memberi kejutan berupa kehamilan yang telah lama dinanti-nanti, tetapi dia malah mendapatkan kejutan lebih dulu dari Cakra. Cakra membawa pulang Risa yang sedang hamil anaknya.

Dari pada menerima Cakra, yang jelas-jelas sudah mengkhianatinya, dan harus menerima Risa sebagai madunya, Disa memilih pergi dengan membawa anak Cakra yang dia sembunyikan.

"Jangan menyesal setelah aku pergi."

***

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jalur Langit, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7

Sudah pasti Disa mendapatkan banyak pertanyaan setelah memposting story pernyataan itu.

Mengapa ia dan Cakra bercerai?

Mungkin, Cakra pun sama, diteror oleh netizen yang penasaran. Namun, baik Disa maupun Cakra masih sama-sama diam. Tidak memberikan keterangan apa pun.

Setelah Cakra melihat story yang Disa unggah, pria itu langsung mengirim pesan kepada Disa.

"Disa, kenapa kamu bikin story seperti itu? Hapus, Dis!"

"Disa, hapus story itu sebelum banyak orang yang liat."

"Disaaaa!"

Disa terkekeh kecil. Lihat mantan suaminya itu. Begitu takut namanya akan tercoreng, tetapi berani-beraninya dia bermain api di belakang Disa. Apa Cakra tidak memikirkan risikonya akan seperti ini? Bukan Disa yang akan merugi, tetapi Cakra.

Disa membalas pesan Cakra sebelum ia memblokir nomor pria itu.

Disa : "Kenapa takut, Mas? Toh, aku nggak beberkan alasan kita pisah."

Cakra : "Tetap aja. Nanti kalau ada yang tau alasannya gimana? Mau ditaruh di mana muka aku?"

Disa : "Itu urusan kamu, bukan urusanku!"

Sudah. Setelah itu, Disa langsung memblokir nomer Cakra. Dia tidak mau Cakra terus-terusan mengganggunya. Akan lebih baik jika Cakra benar-benar menghilang dari hidup Disa.

Tak usah dia tahu dengan adanya janin di rahim Disa. Biar Disa rawat dan besarkan anak ini sendirian. Jika nanti Tuhan memberi jalan untuk Cakra tahu kehadiran anak ini, maka itu adalah kesempatan untuk Disa menonton penyesalan pria itu.

"Dis ... Kamu udah periksakan kandungan kamu ke dokter?" Rahmi bertanya, menghampiri Disa yang sedang duduk di depan televisi.

"Belum, Buk. Disa belum sempat cek kandungan ke dokter," sahut Disa.

"Kamu harus periksa ke dokter kandungan, Dis," ucap Rahmi seraya membelai rambut Disa. "Mau ibu antar?"

Disa menggeleng sambil tersenyum, "Gak usah, Buk, Disa udah janjian kok sama Vina. Vina yang mau nganterin Disa."

"Yakin?"

"Iya, ntar ibu nemenin Disa periksa di bulan ke dua deh."

"Oh, yaudah." Rahmi mengangguk, sama sekali tidak keberatan jika Disa ingin cek kandungan bersama Vina.

Perlahan-lahan, Disa sedang mencoba bangkit dari keterpurukannya. Dia juga sudah berencana untuk aktif kembali menjadi content creator. Pengikutnya di media sosial sudah ada ratusan ribu, bahkan Disa dan Cakra sudah mendapatkan edorsement dari beberapa produk. Sangat disayangkan jika Disa tidak memanfaatkan akunnya.

Jika dulu konten yang ia bagikan adalah kehidupan lucu selama berumah tangga dengan Cakra, mungkin sekarang Disa harus memikirkan ide konten lain. Yang pastinya bukan tentang kehidupan rumah tangga lagi.

Mungkin ... Konten memasak? Siapa tahu ada produk peralatan memasak yang mau meng-endorse Disa.

Disa sedang melihat-lihat lagi konten-konten yang ia buat bersama Cakra. Hatinya terasa sesak dalam sekedap. Dulu, seringnya mereka membuat konten di malam hari saat Cakra tidak berada di kantor dengan harapan akan sukses bersama di kemudian hari.

Bersama-sama, mereka membangun nama bukan lagi dari nol, tetapi dari minus. Kini, terpaksa Disa harus menghapus beberapa konten dan foto yang bersangkutan dengan Cakra. Tidak semuanya memang, tetapi itu cukup menyesakkan.

Teringat masa-masa sulit yang sudah dilewati bersama-sama. Kini, semua hanya tinggal kenangan.

Rencana indah apa, Tuhan, yang akan terjadi padaku nanti sehingga Engkau membuat hidupku sehancur ini?

*

"Assalamualaikum, Ibu!"

"Waalaikumsalam, Vina."

"Disanya ada?"

"Ada di dalam, masuk aja sana. Mau nganter Disa cek ke kandungan, ya?"

"Iya, Bu. Seratus buat ibunya Disa yang pecelnya selalu juara, heheheh."

Vina, setelah turun dari motor kemudian berbasa-basi dengan rahmi, langsung masuk ke dalam rumah. Ia menuju kamar Disa. Dilihatnya sahabatnya itu sedang merias wajahnya di depan cermin.

"Belum siap?" tanya Vina.

"Bentar lagi, ya," sahut Disa.

Vina duduk di tepi tempat tidur, menunggu Disa sambil memperhatikan wanita itu merias dirinya. Jika Disa suka berdandan dan lebih cenderung feminim, maka Vina agak sedikit tomboy.

Rambut Disa tergerai panjang, sementara rambut Vina pendek mirip potongan laki-laki. Disa hari itu memilih membalut tubuhnya dengan dress selutut berwarna merah muda, sementara Vina memakai celana jeans dipadukan dengan kemeja kotak-kotak.

Sangat kontras sekali penampilan kedua perempuan itu.

"Udah, Dis, udah cantik banget elaaahhh," cibir Vina pada Disa yang kini sedang memoleskan lipstik di bibirnya.

"Diem deh."

"Lagian kenapa sih cewek tuh harus pake bedak sama lipstik segala? Aku nggak pernah pake tapi biasa-biasa aja tuh," cibir Vina.

Disa melirik Vina malas, "kodratnya cewek ya gini, Vin. Kamunya aja yang males dandan."

Tetapi, meskipun Vina jarang bahkan hampir tidak pernah dandan (paling hanya memakai sunscreen), wajah Vina tetap terlihat imut. Tidak berjerawat dan tidak berminyak.

"Bukan males, tapi gak suka," bela Vina.

Vina merasa geram dengan Disa yang tidak kunjung selesai dalam merias dirinya. Setelah selesai mengaplikasikan lipstik di bibir, kini Disa sedang menyisir rambutnya. Terdiam lama, seolah sedang berpikir, bagusnya rambutnya ia diikat atau dibiarkan tergerai saja?

"Ayo dong, Dis, keburu lumutan aku nungguinnya," omel Vina yang mulai merasa kesal. Lama-lama, ia seret juga si Disa.

"Iya, sabar! Ini bentar lagi selesai kok."

Disa akhirnya memilih untuk memasang jepit rambut. Sebagian rambutnya ia jepit, sebagian lagi ia biarkan tergerai.

"Udah yuk berangkat," ajak Disa.

Mereka pergi ke rumah sakit menggunakan motor Vina. Vina juga yang menyetir, sementara Disa hanya duduk manis di belakangnya.

Setelah sampai di rumah sakit dan mendapat nomor antrean, Disa dan Vina segera menuju ke poli kandungan. Di depan ruangan itu, sudah ada beberapa pasangan suami istri yang sedang duduk di kursi tunggu.

Hati Disa teriris melihatnya. Wanita lain ditemani oleh suami mereka, sementara Disa? Bukan ditemani oleh laki-laki yang membuatnya hamil, ia malah ditemani oleh sahabatnya.

"Pasti kamu lagi mikir, kan? Orang lain ditemenin sama suaminya, sementara kamu enggak. Pasti mikir gitu, iya kan?" tebak Vina berbisik pelan di dekat telinga Disa.

"Ngga tuh," sangkal Disa. Meksipun semua yang dikatakan Vina adalah benar.

Pintu ruangan akhirnya terbuka. Orang-orang yang baru saja melakukan pemeriksaan di dalam bersama dokter kandungan, akhirnya keluar. Entah suatu kebetulan macam apa, ternyata yang baru saja keluar dari ruang pemeriksaan itu adalah Cakra, bersama dengan Risa dan mamanya.

Disa langsung menegang ketika tatapan mereka saling bersinggungan.

"Disa?" gumam Yuni memanggil. Wanita yang pernah menjadi ibu mertua Disa, namun juga yang tidak pernah menyukai Disa itu, bertanya, "Sedang apa kamu di sini, Dis?"

"Antri sembako," ceplos Vina menjawab.

Disa langsung menyenggol lengan Vina dengan sikunya. "Hush!"

Vina lalu berkata, "Ya lagian pake nanya. Udah tau ada di sini ya pastinya mau—"

"Nemenin temen aku cek kandungnya," sambar Disa cepat memotong ucapan Vina sebelum Vina memberitahukan jika ia tengah hamil.

Vina melotot tidak terima, namun Disa segera memberi kode lewat matanya.

Belum waktunya Cakra dan mamanya tahu tentang kehamilannya.

Yuni tersenyum mengejek, "Jangan tersinggung ya, Dis, tapi saya sama Cakra baru saja nemenin Risa periksa kehamilannya."

"Siapa juga yang tersinggung," tandas Vina sambil memutar bola matanya. Disa tersenyum tipis.

Cakra hanya diam, namun matanya berkali-kali melirik ke arah Disa. Setahu Cakra, teman Disa yang bernama Vina ini belum menikah.

Masa iya, dia belum menikah tapi sudah hamil?

Cakra jadi curiga. Benarkah Vina yang akan periksa kehamilan atau malah ... Disa?

...****************...

1
Ellina Seraphine
kan.. kan.. gw tebak Risa hamil bukan anaknya Cakra.. 🤣
Katherina Ajawaila
iya bener kelamaan kAllau 1 thn 40 hr nya bocil aja biar tar belah duren nya barengan sm 40 hr lahir nya si kembar
Katherina Ajawaila
Disa jgn mau balik sm Cakra jikok, jorok ngk jelas bekas jablai piala bergilir😡
Katherina Ajawaila
habis nge jablai. percaya aja itu pelacur mu hbs lahiran juga ngk ada takut nya, mmg dasar anjing betina bentar lg juga bunting 😆
Katherina Ajawaila
kereeen lah Rayyan, biar kejengkang Cakra😁
Katherina Ajawaila
waaaauuu keren lah Dosa jadi istri kspten Rayyan, pilot booo, biar keje. ngk ang bu yuni liat baby nya pasti yg cewek mukanya Cakra 🥰
Katherina Ajawaila
org Bpk nya Bukan kamun, kamu hanya pencuci dot nya aja Cakra, yg nk bisa gambil lah muka nya, apa lg kalau di tes DNAnya, jauh k laut ngk kelihatan😆
Katherina Ajawaila
lo aja bego Cakra kenapa Risa bekelit paduin sm Andre, itu lo hanya tempat cuci botol yh di manfaatin
Katherina Ajawaila
mantap karna aku hamil anak Andre bukan kamu mas, jawab pelacur
Katherina Ajawaila
kelar ketahuan bejad nya Risa semoga 🤬
Katherina Ajawaila
pelacur ketahuan srjengkak lg langsung cabut loh 5 huruf. perek aja belagu. 😔
Katherina Ajawaila
nmnya pelacur nhk. mungkin nolak krn mmg profesinya, semoga ketahuan biar msk dua" di prodeo. mantap kan jablai 🤑
Katherina Ajawaila
m yuni ngk takut dosa ua ngejilit kelar
s" menantunya yg asli yg mana yg udh bolong br di amgkatsntu yg mana, biar aja pasti bakal ketahuan nanti nya
Katherina Ajawaila
mantap, kabualan terus, org pelacur ya pinter ngeles aja
Katherina Ajawaila
mantap lo Tida pelacur receh ngk. malu jual lendir sana sini belum aka kena penakut kelamin 🤬
Katherina Ajawaila
mati aja lo Cakra yg lo anter bukan darah daging mu, ntar juga ketahuan 😖
Katherina Ajawaila
tau" hamil aggur Risa,krn anak. zinah
Katherina Ajawaila
keren PP nya Cakra, semoga menjadi. kenyataan yg kuasa akan unjukin. siapa sebenarnya cucu yg asli dara Cakra stau. yg. beramai ramai
Katherina Ajawaila
kita lihat itu pasti anak beramai ramai ngk jelas pecun, bisa" cacat, di situ mau blng apa lg semesta merestui atau karma berlaku, tunggu aja Disa tgl main nya
Katherina Ajawaila
ngk di mana" sahabat kadang jd racun ngk malu ya buka kaki buat suami temen, ngk jorok amat rasa nya apa ya, suami teman gitu loh, bisa jadi udh ngk ori tu sih, masa mau jd pelakor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!