Sebuah kecelakaan membuat Alya terbangun di Dinasti Shue, ratusan tahun sebelum zamannya, dalam tubuh Shen Yueli, seorang putri bangsawan yang telah menikah dengan Pei Chanqing, jenderal dari kediaman militer.
Sebagai mahasiswi Sastra China, Alya memang mengenal sejarah negeri itu. Namun hidup di dalamnya adalah perkara berbeda.
Terlebih, pernikahan mereka bukan karena cinta, melainkan sebuah pernikahan politik antara dua kediaman militer.
Kini Alya harus belajar menjadi pengantin dari zaman kuno, sementara sang suami sama sekali tidak berniat mencintainya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AnaDww, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 1—Shen Yueli
Alya Maheswari baru saja menyelesaikan tugas riset tentang sebuah dinasti. Dinasti Shue, di mana Pei Chanqing yang dikenal sebagai seorang jenderal besar membuat sejarah: mengurung musuh, memberantas kudeta, dan menyelamatkan dinasti.
Satu hal unik yang ia tahu hanyalah istrinya, Shen Yueli, yang rela dimadu dengan sepuluh selir di setiap kemenangan yang didapat sang suami. Hal itu membuat Alya Maheswari terus menggerutu bahwa pria, jika sukses, pasti akan mencari banyak wanita.
Kepalanya menggeleng pelan. Ia baru saja turun dari halte bus ketika tiba-tiba sebuah sepeda motor menabraknya dengan kencang. Seluruh lembaran kertas dalam pelukannya menghambur. Tubuhnya terpelanting bersama ponsel yang masih berdering memanggil, "Calon Suamiku."
Darah merembes deras, tubuhnya mengejang. Ponsel baru saja terangkat dan suara seorang wanita menyambut, "Hei, dengar! Rio memutuskan pertunangan kalian."
Seiring dengan tubuhnya yang mengejang dan nyawa yang seolah dipertaruhkan, beberapa orang mengerubungi, sementara yang lain mencoba menelepon ambulans. Langkah tergesa terdengar ketika seorang pria mendekat dan berteriak, "Saya anggota medis."
Mata Alya digenangi air mata. Begitu tubuhnya dibalik oleh sang tenaga medis, seluruh pandangannya menjadi gelap—benar-benar gelap, menyisakan aroma anyir darahnya sendiri.
Ingatannya berputar pada masa-masa bersama Rio. Bahkan di penghujung nyawanya, pengkhianatan itu terjadi. Berputar bagaikan memori terindah dan terburuk, selama tiga tahun bersama, pria itu selalu tampak baik, hingga suara di balik telepon ketika ia meregang nyawa membuat Alya menyadari...
Ia dikhianati.
Uhuk!
Ia terbatuk, dadanya kian sesak. Rasanya pasokan udara tergantikan oleh air, dan hawa dingin menusuk tulang. Suara berisik tadi telah lenyap, teredam air yang masuk ke telinganya. Alya segera membuka mata; ia tengah tenggelam. Ia membelalak kaget, kepalanya berputar sebelum ia berenang ke atas.
Di sana, banyak orang mengelilinginya.
Ia megap-megap, mengambil oksigen sebanyak mungkin.
"Nona Shen Yueli!" teriak mereka kian keras, lantang dan bergerak maju, mencoba meraih lengan gadis itu.
Alya masih setengah sadar. Ia terduduk di pinggir kolam air yang dalam—ia baru saja tenggelam. Matanya melihat sekeliling. Ia masih ingat terakhir berada di halte bus, bukan?
Sepertinya, bahkan setelah mati, ia mengunjungi tempat yang sangat ia sukai: sejarah Tiongkok, pakaian orang-orang yang mengenakan gaun Hanfu dari sutra campuran hingga katun dan wol. Bahkan dalam keadaan basah kuyup, Alya menyadari pakaian sutra berwarna merah muda yang membalut tubuhnya.
"Nona Shen Yueli." Suara itu kembali memanggilnya. Alya tampak bingung, terutama ketika ia masih sibuk menekan dadanya dan menepuknya beberapa kali. Seorang pelayan muda datang menghampiri, membawa mantel hangat.
Uhuk!
Air keluar dari mulutnya, matanya mengerjap kaget. Hidungnya terasa perih, membuatnya membatin, "Sial!"
Seolah belum berhenti, seseorang tampak berlarian mengenakan Hanfu putih. Tampak tergesa, ia berteriak memanggil nama Shen Yueli, membuat Alya kian mengernyit. Ia bertanya-tanya apakah dirinya sedang berada di surga atau di dalam mimpi.
Wanita itu mendekat. "Kakak, syukurlah kau baik-baik saja."
Ucapan mereka kian terdengar aneh karena menggunakan bahasa Mandarin.
Dengan suara yang serak, Alya bertanya, "Siapa dirimu?"
"Kakak, ini aku, adikmu, Shen Xuer."
Mata Alya melebar. Shen Xuer? Shen Yueli? Bukankah itu adalah nama putri-putri dari Jenderal Besar Shen Yan di Dinasti Kekaisaran Shue?
Gadis itu melihat sekeliling, matanya sedikit mengabur sebelum tubuhnya benar-benat lemah dan terjatuh pingsan.
...----------------...
Akhirnya terjebak ambisi sendiri
Berharap jadi selir atau gimana..
etdaaah
🤭🤭🤭🤭
🤣🤣
🤭🤭🤭
seruuu