NovelToon NovelToon
Goblin Emperor

Goblin Emperor

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Fantasi Isekai / Sistem
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: PrinceArslan

Di dunia fantasi yang kejam, di mana hierarki ditentukan oleh kekuatan dan kemurnian garis keturunan, terlahir sebagai seekor Goblin adalah sebuah kutukan. Mereka adalah ras terendah-lemah, kotor, diburu sebagai ajang latihan para petualang amatir, dan dibantai tanpa ampun oleh umat manusia.

Namun, dari kedalaman keputusasaan ras yang nyaris punah di Hutan Misti, lahirlah sebuah anomali.

Bukan dengan kulit hijau menjijikkan atau tubuh bungkuk yang menyedihkan, melainkan dengan paras rupawan bagai seorang High Elf yang agung. Berambut pirang keemasan, bertelinga runcing yang elegan, dan dianugerahi ingatan serta kecerdasan dari dunia modern, ia adalah Altair-Sang Goblin Emperor pertama.

menyadari ras nya di ambang kepunahan altair pun bertekad membangkitkan kembali ras goblin yang hina, menjadi penguasa dunia dengan bantuan sistem manipulasi genetik dan kekuatan reproduksi nya sebagai sang kaisar goblin. bisakah dia menghadapi segala rintangan di depan nya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon PrinceArslan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 35: Auman Kematian di Dasar Lembah

Jeritan serigala yang matanya tertembus anak panah itu adalah pelatuk yang melepaskan kekacauan.

Sang Alpha Serigala Mistik melompat dari atas batu datarnya, mengeluarkan auman yang menggetarkan udara di dasar lembah. Empat puluh serigala berbulu hitam legam merespons panggilan itu, memutar kepala mereka ke arah bukit berbatu tempat sumber panah berasal. Mata mereka menyala merah dalam kegelapan, memancarkan nafsu membunuh yang buas.

"Mereka datang! Bertahan di posisi!" teriak Gion.

Pemimpin kelompok itu melompat turun dari bukit berbatu, pedang besarnya berlapis mana biru terang. Ia menebas leher serigala pertama yang menerjangnya, menciptakan air mancur darah yang menyiram rerumputan mati.

Di belakangnya, Balina tertawa buas. Darah penempanya yang mendidih kini dialihkan sepenuhnya ke dalam hasrat bertempur. Sang Dwarf wanita melompat, mendarat dengan dentuman keras di tengah formasi tiga serigala yang mencoba mengepung Gion.

Kapak tempur raksasanya berayun layaknya badai baja.

KRAAAK!

Satu ayunan kapak Balina membelah tubuh serigala mistik itu menjadi dua bagian dengan mudah. Tubuhnya yang kerdil memberikan keuntungan luar biasa; pusat gravitasinya sangat rendah, membuat terkaman-terkaman serigala yang mengincar leher hanya mengenai udara kosong, sementara kapaknya dengan kejam menyapu kaki-kaki monster itu hingga patah.

"Hahaha! Maju kalian, anjing-anjing kurap! Kapakku masih haus!" raung Balina, mencabut kapaknya dari tengkorak serigala lain. Zirah bajanya kini bersimbah darah hitam pekat.

Di barisan belakang, Fibia merapalkan sihirnya tanpa henti. "Hujan Api Beruntun!"

Lingkaran sihir merah menyala di udara, menembakkan puluhan bola api kecil yang meledak saat menyentuh kawanan serigala di garis belakang, mencegah monster-monster itu mengepung Gion dan Balina sepenuhnya. Rulli dengan gesit menembakkan panah-panahnya dari balik perlindungan magis Fibia, sementara Hansen sang penyembuh terus mengalirkan mana restorasi ke tubuh Gion dan Balina yang mulai mengumpulkan luka cakar ringan.

Untuk sebuah kelompok yang sering diremehkan, Kelompok Tembaga menunjukkan koordinasi tempur yang luar biasa brilian. Formasi mereka saling menutupi. Kombinasi serangan jarak dekat Rank A Gion dan Balina memotong barisan musuh seperti pisau panas membelah mentega.

Tiga puluh menit berlalu dalam pertarungan brutal itu.

Tumpukan mayat serigala mulai menggunung di sekitar mereka. Dari empat puluh ekor, kini tersisa kurang dari lima belas ekor. Namun, bayaran untuk pembantaian itu sangat mahal.

Napas Gion memburu, pedangnya terasa semakin berat. Pelindung bahunya robek, dan darah segar mengalir dari lengannya yang terkena cakaran beracun. Balina masih berdiri tegak, namun gerakan kapaknya mulai melambat; otot-otot padatnya mulai memprotes tekanan mana yang ia paksa keluar tanpa henti.

Di belakang, kondisi jauh lebih buruk. Rulli telah kehabisan anak panah. Fibia berlutut dengan wajah pucat pasi; kapasitas mana-nya telah mencapai batas kritis, tongkat sihirnya hanya mampu mengeluarkan percikan api lemah. Dan Hansen, sang penyembuh, nyaris pingsan karena terlalu memaksakan pengeluaran mana untuk menjaga Gion tetap hidup.

Melihat mangsanya melemah, sang Alpha akhirnya bergerak.

Monster raksasa itu melesat menembus tumpukan mayat kawanannya dengan kecepatan yang mustahil untuk ukuran tubuhnya. Mana biru di bulunya meledak, menciptakan tekanan angin yang membuat bebatuan di sekitarnya terpelanting.

"Awas, Balina!" teriak Gion, mencoba menghadang.

Namun Alpha itu terlalu cepat. Ia menerjang Gion dengan kekuatan penuh, menghantamkan cakarnya yang setajam belati ke arah dada sang Swordsman.

TRANG!

Gion menahan serangan itu dengan menyilangkan pedangnya, namun hantaman fisik Alpha tersebut memiliki bobot seekor badak. Gion terlempar ke belakang, pedangnya terlepas, dan punggungnya menghantam dinding batu hingga retak. Ia batuk darah, tulangnya patah, dan seketika kehilangan kesadaran.

"GION!" teriak Fibia histeris.

"Sialan kau, monster!" Balina meraung marah. Sang Dwarf mengayunkan kapaknya dengan sisa tenaga terakhirnya, menargetkan leher sang Alpha.

Namun, Alpha itu bukanlah serigala liar bodoh. Ia membaca pergerakan kapak yang melambat itu, menghindar ke samping dengan lincah, lalu menggigit lengan Balina yang memegang kapak.

Kekuatan gigitan monster itu meremukkan pelindung baja Balina. Rasa sakit yang luar biasa membuat Balina menjerit, kapaknya terlepas jatuh berdentang ke tanah. Sang Alpha mengibaskan kepalanya, melempar tubuh kerdil Balina sejauh beberapa meter hingga berguling di atas genangan darah.

Sisa serigala yang ada kini perlahan merapatkan barisan, mengepung Fibia, Hansen, Rulli yang tak berdaya, serta Balina yang terkapar memegangi lengannya yang patah.

Keputusasaan absolut menyelimuti Kelompok Tembaga. Mereka telah bertarung dengan sangat heroik. Mereka telah membuktikan bahwa kekuatan mereka nyata, bukan sekadar kelompok lemah yang mengambil misi aman. Namun, realita dunia ini kejam. Kelelahan perjalanan berhari-hari mengkhianati mereka di momen paling krusial.

Sang Alpha melangkah maju, memamerkan taringnya yang meneteskan darah, bersiap untuk mengoyak tenggorokan Balina.

Balina memejamkan mata, menelan ludah kepahitan. "Maafkan aku, teman-teman... egoku yang membawa kita ke neraka ini."

Namun, tepat sebelum taring raksasa itu menyentuh leher Balina, udara di lembah itu mendadak menjadi sangat dingin. Bukan dingin dari suhu cuaca, melainkan dinginnya teror murni yang menusuk langsung ke sumsum tulang.

WUSSHHH!

Sebuah tombak angin berwarna ungu pekat melesat dari kegelapan kanopi pohon purba di atas mereka, menembus tepat ke bahu kanan sang Alpha dengan presisi bedah yang mengerikan.

Sang Alpha melolong kesakitan, terpelanting ke samping saat darah birunya menyembur keluar.

Fibia, Balina, dan anggota kelompok yang tersisa membuka mata mereka dengan terkejut. Mereka menatap ke arah bayangan pepohonan, berharap bantuan dari petualang tingkat tinggi yang kebetulan lewat.

Namun, harapan itu hancur berkeping-keping saat ilusi pembias cahaya di sekitar kanopi perlahan memudar.

Dari balik kegelapan, sosok tinggi berjubah hitam melayang turun dengan keanggunan seorang bangsawan, dikelilingi oleh pancaran mana ungu yang menekan udara. Di belakang sosok itu, bayangan-bayangan besar bermata kuning melompat turun dari dahan pepohonan, mendarat dengan suara debuk yang berat. Belasan Hobgoblin elit, dengan otot pekat dan zirah hitam rapi, kini telah mengepung seluruh sisa kawanan serigala dan para petualang yang sekarat itu.

Zyrus Pangeran Ungu menjejakkan kakinya di atas tanah berbatu. Mata ungunya yang tajam menatap merendahkan ke arah para manusia yang kelelahan dan ketakutan itu.

Waktu bermain telah usai. Sang pemangsa sesungguhnya kini telah turun ke panggung.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!