NovelToon NovelToon
Cinta Tak Selamanya Pahit, Marco!

Cinta Tak Selamanya Pahit, Marco!

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / CEO / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:5.7k
Nilai: 5
Nama Author: Itha Sulfiana

Marco Maverick membenci wanita cantik. Trauma masa lalu membuat CEO jenius yang hobi bertingkah kocak ini lebih memilih melajang, menyawer live TikTok, dan mengasuh anak sahabatnya. Bahkan saat menyelamatkan wanita mempesona di klub malam, Marco menolaknya mentah-mentah.
Penasaran dengan satu-satunya pria yang berani mencampakkannya, Isabel nekat menyusup ke hidup Marco. Putri konglomerat yang sedang buron itu menanggalkan kemewahannya dan menjelma menjadi 'Lia', sekretaris berpenampilan cupu dan kusam.
Ironisnya, Marco justru menolak pesona Isabel dalam wujud aslinya, dan perlahan jatuh hati pada kesederhanaan Lia. Namun, tak ada kebohongan yang abadi. Ketika topeng sang sekretaris terbongkar, luka lama Marco kembali menganga, menghancurkan semua rasa percaya yang baru tumbuh.
"Apakah seru mempermainkan hatiku, Lia?"
Saat bahaya masa lalu kembali mengincar nyawa Isabel, sanggupkah ia meyakinkan pria itu bahwa cinta tak selamanya pahit, Marco!?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Itha Sulfiana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10

Tepat satu jam kemudian, pintu ruang kerja Marco kembali terbuka. Seraphina melangkah masuk dengan senyum anggun yang langsung mencerahkan seisi ruangan.

"Mama!" seru Leo riang. Balita itu langsung berlari meninggalkan tumpukan balok Lego-nya dan menabrak kaki Seraphina.

Seraphina tertawa kecil, membungkuk untuk menggendong putranya. Ia lalu menoleh pada Marco yang sedang duduk bersandar di sofa sambil memegang sebuah robot mainan.

"Terima kasih banyak ya, Marco. Maaf kalau Leo merepotkanmu di jam kerja," ucap Seraphina tulus.

Marco mengibaskan tangannya santai. "Sama sekali tidak repot. Anak ini jauh lebih menyenangkan daripada membaca laporan dari manajer keuanganku."

Saat Seraphina hendak berbalik, pandangannya tak sengaja berserobok dengan Lia yang berdiri kaku di dekat pintu. Sejak tadi, dari balik kacamata tebalnya, Lia memang terus menatap Seraphina lekat-lekat. Ia sedang menganalisis wanita yang ia yakini sebagai 'mantan kekasih rahasia' bosnya itu.

Menyadari dirinya diperhatikan, Seraphina tidak merasa risih. Ia justru tersenyum hangat dan berjalan mendekati Lia, mengulurkan tangannya yang bebas.

"Halo. Aku belum sempat menyapa tadi. Aku Seraphina," sapa wanita itu dengan nada lembut.

Lia gelagapan. Ia buru-buru menyambut uluran tangan itu, menyentuh kulit Seraphina yang sehalus sutra. "S-saya Magnolia, Nyonya. Panggil saja Lia. Saya sekretaris baru Tuan Maverick."

"Oh, salam kenal, Lia. Jangan panggil Nyonya, panggil saja Sera," ucap Seraphina ramah. Ia sedikit memiringkan kepalanya, menatap Lia yang terlihat salah tingkah. "Ada apa? Kenapa dari tadi kau menatapku terus? Ada yang salah dengan riasanku?"

Lia merutuki kebodohannya sendiri yang ketahuan mengintip. Ia harus segera mencari alasan.

"T-tidak ada yang salah, Nyonya... eh, Kak Sera," dusta Lia cepat, menundukkan kepalanya sedikit.

"Saya hanya... saya hanya kagum. Kak Sera sangat cantik. S-saya terpesona sekaligus merasa iri. Andai saja saya punya kecantikan luar biasa seperti Anda."

Mendengar itu, Marco yang masih duduk di sofa langsung mendengus keras. "Tentu saja dia cantik, Ensiklopedia Basah! Kau membandingkan dirimu dengan bidadari? Kau itu lebih mirip buku sejarah yang halamannya sudah dimakan rayap!"

"Marco! Jaga ucapanmu!" tegur Seraphina tajam, memelototi Marco hingga pria itu langsung kicep dan pura-pura sibuk memutar lengan robot mainan di tangannya.

Seraphina kembali menatap Lia, senyum hangatnya kembali mengembang. Ia menyentuh lengan Lia yang terbalut blazer kedodoran itu dengan lembut.

"Jangan dengarkan pria menyebalkan itu, Lia. Kamu juga cantik, kok," puji Seraphina tulus.

Lia menggelengkan kepalanya pelan, tersenyum miris. "Saya tidak cantik, Kak. Saya jelek, kusam, dan... aneh."

"Kata siapa?" Seraphina membantah lembut. "Lia, dengar ya. Nilai kecantikan seorang wanita itu tidak dilihat dari segi fisiknya saja. Kecantikan fisik bisa memudar dimakan waktu, tapi kepribadian, ketulusan, dan kecerdasan akan terus bertahan. Lagipula..."

Seraphina menatap mata Lia tepat di balik kacamata tebal itu. "...hanya orang yang benar-benar mencintaimu yang akan melihat kecantikan luar biasa di dalam dirimu. Percayalah, suatu hari nanti, akan ada pria yang menganggapmu sebagai wanita paling cantik di dunia, terlepas dari apa pun penampilanmu."

Hati Lia mendadak terasa hangat. Kata-kata Seraphina tidak terdengar seperti basa-basi belaka. Ada ketulusan yang murni di sana.

Pantas saja Marco yang brengsek ini bisa jatuh cinta setengah mati pada Seraphina, batin Lia. Wanita ini memang berhati malaikat.

"T-terima kasih, Kak Sera," bisik Lia tulus.

Seraphina tersenyum dan mengangguk. Ia lalu melirik jam tangannya. "Astaga, aku harus segera turun. Suamiku sudah menungguku di lobi bawah. Marco, aku pamit ya! Sekali lagi terima kasih sudah menjaga Leo!"

Marco beranjak dari sofa, memasukkan sebelah tangannya ke dalam saku celana. "Sama-sama. Oh ya, besok malam aku akan datang ke rumahmu untuk makan malam."

"Lagi?" Seraphina tertawa kecil. "Baiklah, mau disiapkan apa?"

"Aku minta kau memasak steik kesukaanku. Tingkat kematangannya medium well, jangan sampai gosong," perintah Marco seenaknya.

"Iya, iya, Tuan Besar. Sampai jumpa besok!"

Seraphina melambaikan tangannya dan berjalan keluar ruangan bersama Leo yang juga ikut melambai lucu ke arah Marco.

Begitu pintu tertutup, keheningan menyelimuti ruangan itu.

Namun, kali ini keheningan itu tidak bertahan lama. Rasa keadilan di dalam dada Lia mendidih. Ia sudah tidak tahan lagi melihat kelakuan bosnya yang tidak tahu malu.

Meminta dimasakkan steik ke rumah mantan kekasih yang sudah bersuami? Di mana otak pria ini?!

Lia berbalik dengan cepat. Ia melangkah maju, menghadap Marco sambil berkacak pinggang. Kacamata tebalnya sedikit melorot, tapi tatapannya menyala-nyala penuh amarah.

"Tuan Maverick!" tegur Lia dengan suara keras, melupakan sejenak persona gadis penakutnya.

Marco yang baru saja hendak melangkah ke meja kerjanya terlonjak kaget. "Apa?! Kenapa kau tiba-tiba berteriak, hah?!"

"Anda ini benar-benar keterlaluan ya, Tuan!" omel Lia tanpa rem, telunjuknya menuding tepat ke wajah Marco. "Anda tidak boleh mengganggu rumah tangga Kak Sera! Sekalipun Kak Sera adalah ibu dari anak Anda, Anda harus tahu batasan! Kak Sera sudah punya suami! Anda harus bisa menghargai pasangan baru Kak Sera!"

Marco mengerjap-ngerjapkan matanya. Otaknya butuh waktu dua detik untuk mencerna omelan absurd sekretarisnya itu.

Pasangan baru? Menghargai suami Seraphina? Maksud gadis ini... menghargai Noah?!

Wajah Marco langsung berubah masam, rahangnya mengeras. Kesal mengingat sahabatnya yang seenaknya melempar seluruh tanggung jawab perusahaan padanya.

"Menghargai pria itu?!" sembur Marco dengan nada tinggi. "Untuk apa aku menghargai orang yang tidak pernah menghargaiku, hah?! Asal kau tahu saja, Ensiklopedia Basah, laki-laki yang jadi suami Seraphina itu adalah laki-laki paling jahat yang pernah ada di muka bumi ini!"

Mata Lia terbelalak. Paling jahat?

"Dia itu iblis berwujud manusia!" lanjut Marco berapi-api, menumpahkan segala unek-uneknya tentang Noah. "Gara-gara dia, aku terjebak di perusahaan ini! Aku disuruh mengurus segala macam tetek bengek yang membuat kepalaku mau pecah! Gara-gara pria sialan itu juga, aku jadi lambat menemukan jodoh! Waktuku habis terkuras untuk membereskan masalahnya!"

Lia mendengarkan semua itu dengan napas tertahan. Otaknya yang sudah terlanjur salah paham langsung menerjemahkan kalimat Marco ke dalam skenario sinetron yang luar biasa dramatis.

Fiks! batin Lia mengambil kesimpulan sesat. Pria ini menyesal! Dulu dia pasti menolak menikahi Kak Sera karena gila kerja. Lalu pria itu datang merebut Kak Sera! Dan sekarang si Brengsek Marco ini marah karena Kak Sera sudah bahagia dengan pria lain! Rasakan!

Lia mendengus keras. Matanya memelototi Marco dari balik lensa tebalnya. Kilat kebencian dan rasa muak terpancar jelas di wajah cupunya. Ia mulai berkomat-kamit merutuk dengan suara yang sengaja disamarkan.

"Rasakan... Pasti dulu kau yang mencampakkan Kak Sera, makanya dia menikahi pria lain, kan? Sekarang kau menyesal sampai tidak bisa move on... Dasar pria egois... Rasakan karma dari perbuatan bejatmu itu..." gumam Lia berbisik-bisik seperti sedang membaca mantra, wajahnya menunduk tapi matanya menatap tajam ke atas.

Melihat tatapan menyeramkan dan mulut yang berkomat-kamit itu, nyali Marco mendadak ciut. Bulu kuduknya berdiri seketika.

Marco perlahan melangkah mundur, mengangkat kedua tangannya di depan dada seolah sedang berlindung dari serangan gaib.

"H-hei! Apa yang kau gumamkan itu, hah?!" seru Marco panik, suaranya sedikit bergetar. Ia menunjuk Lia dengan jari telunjuk yang gemetar. "K-kau menatapku seperti mau membunuhku! Fiks! Nyonya Brenda benar-benar memungut dukun dari pasar gelap! Perempuan ini memang nenek sihir!"

Lia menghentikan gumamannya, memiringkan kepalanya sedikit, masih dengan tatapan horor yang mematikan.

"M-menjauh dariku!" Marco semakin panik dan langsung melompat bersembunyi di balik meja kerjanya yang besar. Hanya kepalanya yang menyembul dari balik monitor.

Marco menelan ludah, menatap Lia dengan mata membulat ketakutan.

"Dia pasti kembali merapalkan mantranya untuk menyantetku," gumam Marco pada dirinya sendiri, wajahnya pias. "Kopi rasa sup ayam, dasi pencekik, suplemen meledak, dan sekarang mantra santet? Aku harus waspada. Gadis ini bukan sembarang ensiklopedia. Dia ensiklopedia ilmu hitam!"

1
ryuka
ciieeee marcooooo 😍😍😍😍😍🤣🤣🤣🤣🤣
Sastri Dalila
🤣🤣🤣
Muft Smoker
aaa tuan marcoo mulai nyaman niih ma sekertaris baruu ny🤭🤭🤭
ryuka
🤣🤣🤣🤣🤣🤣 mau di colok liaaaa idung kamu 🤭🤭🤭🤭🤭🤭
Sastri Dalila
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Muft Smoker
mau di colok tu hidung mu Lia 🤭🤭🤭🤣🤣🤣🤣
ryuka
👍👍👍👍/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Sastri Dalila
🤣🤣🤣💪💪
Sastri Dalila
👍👍👍
Muft Smoker
lanjuuut kak ,,
ryuka
🤣🤣😍🤣🤣 bagussss marco pecat aja itu ceewe parasittt itu
Sastri Dalila
🤣🤣🤣
Muft Smoker
mau jdi kutu rambut di hidup Marco yx Alana ,,
oooh tdk bisaaa ,, anda gx liat tuh calon pawang ny udh ngeluarin tanduk dari kening ny🤭🤭🤭🤣🤣🤣
ryuka
lanjuuutttt thoooooerr
Sastri Dalila
🤣🤣🤣
ryuka
eeeaaaa.. eeaaaaa...
Dew666
💝
Muft Smoker
dag dig dug nyeesss yx kalian 🤭🤭🤭🤣🤣🤣🤣
Sastri Dalila
😅😅😅
ryuka
ayooo semangattt marco & liiaaaaaa 🔥🔥🔥🔥🔥
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!