"Aku tidak pernah menyesal memilihmu untuk memiliki cintaku ,walaupun pada akhirnya kamu melupakan cintaku padamu",
Isvara.
Dexano menangis setelah melihat vidio yang ditinggalkan Isvara untuknya di hari pernikahan dexano .
"Maafkan aku Vara ,aku tidak pernah melupakan cintamu untukku ,cintamu selalu ada di dalam hatiku sampai jantungku berhenti berdetak ,aku hanya milikmu Vara,tunggu aku " .
Bagaimana kisah cinta Isvara dan dexano pada akhirnya........
HAPPY READING
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon j. seft, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 1
Di suatu malam di sebuah hutan yang sangat lebat ada seorang laki laki yang sedang dikejar sekelompok mafia."Berhenti" teriak sang ketua mafia ,laki laki itu pun berlari kencang lalu tiba tiba berhenti karena di depan laki laki itu ada jurang yang sangat dalam .
Salah satu mafia itu melihat laki laki tersebut terjebak di pinggir jurang lalu ia mengarahkan pistolnya ke arah laki laki itu kemudian,dorrrrrr,
Brukkkkk,ketua mafia yang baru sampai di tempat itu pun melihat ke arah laki laki yang dikejarnya telah terjatuh ke dalam jurang.Ketua mafia itu pun tersenyum puas.
-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_-_
"Aduhhh kayaknya mesinnya rusak deh ,gimana nih" ucap seorang wanita pada gadis disampingnya,"yahh terus gimana kak?" , "kamu turun gih lihat apanya yang rusak,aku mana ngerti mesin " , "tapi aku juga tidak tahu mesin kak" ucap gadis di sampingnya itu, "aku ngak mau tahu kamu harus turun sekarang titik" ucap wanita itu.
Gadis itu pun turun dari mobil dengan perasaan yang takut karena tempat itu sangat gelap dan dipinggir jalan itu dekat hutan yang rimbun pepohonan.Tiba tiba mobil tersebut menyala lalu melaju dengan cepat , "Kak tunggu kak ,jangan tinggalkan aku aku takuttt" teriaknya namun mobil itu sudah melaju dengan cepat.
Gadis itu menangis tergugu lalu melihat ke sekelilingnya sangat sepi dan menyeramkan ,gadis itu berharap ada kendaraan yang lewat disana namun mustahil karena ternyata ia ditelantarkan di pinggir hutan bahkan jalannya jarang ada yang melewatinya.
Gadis itu pun berjalan pelan pelan namun karena minim cahaya gadis itu pun berjalan tak tentu arah ,"ayah aku takut kenapa kakak jahat padaku tolong aku ayah hiks hiks hiks".Tiba tiba ada sebuah suara seseorang."Tolong tolong akuu " ucap seseorang itu .
Gadis itu tambah ketakutan ,"Itu suara apa,aku takut hiks hiks hiks" gadis itu langsung menangis ,"Tolong aku ", gadis itu langsung menghentikan tangisannya ,"tapi sepertinya itu suara seperti orang minta tolong" ,gadis itu pun berjalan pelan pelan ke arah sumber suara.
Tak lama kemudian , gadis itu melihat sebuah cahaya lalu gadis itu mendekatinya ,"ya ampun" kaget gadis itu ,ia melihat seorang lelaki yang terlihat pucat dan ada banyak darah di bajunya disamping nya ada sebuah handphone yang lampunya menyala.
Gadis itu pun berjalan ke arah lelaki itu dan berusaha menyadarkannya "hey bangun ,kamu kenapa" ucap gadis itu sambil menepuk pelan pipi lelaki itu agar terbangun.
Lelaki itu membuka sedikit matanya dan melihat ke arah gadis itu,"Tolong aku " ucap lelaki itu.Gadis tersebut sangat kebingungan ,namun melihat darah yang terus merembes di baju lelaki itu ,gadis tersebut tidak tega ,namun gadis tersebut tidak bisa melakukan apa apa.
Gadis itu melihat handphone di sebelah badan lelaki itu , gadis tersebut membuka handphone tersebut namun naas tidak ada jaringan sama sekali ."Bagaimana ini,aku tidak tahu harus melakukan apa ,bertahanlah ya ,aku akan cari pertolongan dulu ,hmm aku pinjam handphone nya dulu ya nanti aku kembali ke sini" ucap gadis itu pada lelaki itu.
Gadis itu pun berjalan ingin mencari pertolongan namun melihat ia tersesat terlalu jauh dan ia merasa tidak bisa meninggalkan lelaki itu terlalu jauh gadis itu semakin bingung."Bagaimana ini " ,namun sebuah ide terlintas di benaknya ,"kakek terima kasih " ucap gadis itu sambil melihat ke arah langit.
Gadis itu teringat akan ajaran kakeknya sewaktu kecil dulu,sewaktu kecil gadis itu pernah diajari tentang berbagai tanaman herbal karena sewaktu kecil gadis itu sangat hobi belajar tentang obat obatan.
Gadis itu pun mencari tumbuhan yang ia butuhkan,"aku mohon tuhann bantulah aku,aku mohonnnn ,YESS ketemu" .Gadis itu tersenyum senang . Saat gadis itu ingin kembali ke tempat lelaki tadi gadis itu mendengar ada suara gemericik air ,"Itu pasti suara sungai " ucap gadis itu ,kemudian gadis itu berlari kecil ke arah suara itu dan tak lama gadis itu sampai dan benar ternyata ada sungai .
"Akhirnya ,terimakasih tuhan telah membantuku" ucap gadis itu ,gadis itu pun mengambil selembar daun berukuran cukup lebar lalu melipatnya membentuk kerucut lalu mengisinya dengan air.Kemudian gadis itu kembali ke tempat lelaki tadi.
Setelah sampai gadis itu membangunkan lelaki itu ,"hey ayo bangunlah sebentar" ucap gadis itu.Lelaki itu membuka matanya sedikit ,"ayo minum ini dulu" ucap gadis itu lagi, lelaki itu pun membuka mulutnya ,gadis itu menyuapi lelaki itu pelan pelan .
"uhuk uhuk uhukkk" laki laki itu terbatuk batuk karena terlalu cepat meminum airnya ."Pelan pelan " ucap gadis itu dan menepuk nepuk punggung laki laki itu .lelaki itu melihat ke arah gadis itu .
"Siapa kamu" ucap laki laki itu pada gadis di depannya, "namaku Isvara" ucap gadis itu pada lelaki itu.Laki laki itu tersenyum sinis."Siapa nama ayahmu?" tanya laki laki itu lagi .Isvara mengernyitkan dahinya ,"Nama ayahku Birendra ,memang ada apa kenapa kamu menanyakan nama ayahku?" tanya Isvara .
Laki laki itu hanya terdiam sambil menatap wajah Isvara .Isvara pun ikut terdiam namun Isvara melihat luka di dada laki laki itu yang semakin parah ,Isvara pun mengambil tumbuhan yang ia petik tadi lalu mencari batu untuk menumbuknya .
Tak lama obat yang dibuat Isvara jadi ,Isvara melihat ke arah laki laki yang masih melihat ke arahnya."emm aku boleh tidak membuka bajumu untuk mengobati lukamu " izin Isvara pada laki laki itu . "hmm" ucap laki laki itu.
Isvara pun membuka pakaian laki laki itu dengan pelan pelan dan setelah terbuka ,Isvara kaget bukan main karena luka itu terlihat sangat dalam dan Isvara tahu itu adalah luka dari tembakan ."Bagaimana ini ,pelurunya harus dikeluarkan kalau tidak akan infeksi " ucap Isvara panik .
Laki laki itu tersenyum sinis , "pakai ini untuk mengeluarkan pelurunya" ucap laki laki itu pada Isvara ,Isvara melihat sebuah belati yang disodorkan padanya . "Aku takut bagaimana caranya ,bukankah harus mengunakan obat bius dulu baru mengeluarkan pelurunya" ucap Isvara pada laki laki itu .Laki laki itu tersenyum "kenapa kamu sangat polos sekali ,aku curiga kamu bukan anak dari bajingan Birendra " ucap laki laki itu.isvara melotot pada laki laki itu "Beraninya kamu mengatai ayahku bajingan hah harusnya aku tidak menolongmu " ucap isvara sambil memalingkan wajahnya kesamping .
"uhuk uhukkk " laki laki itu batuk kembali namun yang membuat Isvara tambah terkejut adalah laki laki itu ternyata batuk darah ,"ya ampun bagaimana ini " ucap Isvara sambil menangis. "Peluru ini sudah diberi racun aku mohon ambil peluru ini" ucap laki laki itu lirih .
"Tapi bagaimana caranya aku takut sekali" ucap isvara.laki laki itu menyuruh Isvara memegang belati itu,Isvara memegang belati itu dengan tangan gemetar ,laki laki itu pun mengengam tangan Isvara yang sedang mengengam belati lalu ,jleepppppppp