Draven Aleric adalah seorang pria misterius yang memiliki kekuatan Shadow Absolute,kekuatan bayangan mutlak yang tidak berasal dari Buah Iblis, melainkan lahir dari dalam tubuhnya sendiri.
Di dunia yang berada di bawah kendali Pemerintah Dunia, Draven menolak menerima tatanan yang telah mengatur kehidupan manusia selama berabad-abad.
Bersama 2 sahabatnya Zorana dan Axel mereka memulai perjalanan dilautan untuk menjadi pusat kekuatan dan kekuasaan baru.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon General Blast, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 1 - Pulau Wings
Di sebuah pulau di lautan Blue tepatnya di South Blue bernama pulau Wings.
Seorang anak muda berusia 19 tahun bernama Draven Aleric sedang berjalan dengan wajah tenang dan santai di sebuah desa di pulau itu,
Seorang laki-laki tua yang sedang bersantai bertanya kepada nya
"hei..Draven, jadi kapan kau akan berlayar" tanya orang tua tersebut,
Draven lalu menghentikan langkah nya dan menghadap ke orang tua itu
"mungkin besok ,pak tua" senyum Draven ke arah nya
"saya harap besok anda datang ke pelabuhan pagi hari untuk mengantar saya berlayar" ujar Draven sopan
Orang tua itu tertawa
"tentu saja Draven..semua orang akan mengantarkan kalian besok, kau lebih baik mempersiapkan keberangkatan mu" jelas orang tua tersebut.
Lalu Draven berjalan lagi
"ya pak tua, saya ingin menuju pelabuhan mengecek kapal yang akan kami pakai besok..sampai bertemu besok pagi pak tua" ujar Draven sambil berjalan menuju pelabuhan.
Orang tua itu melihat Draven berjalan menuju pelabuhan pulau Wings
"dasar anak muda.." senyum orang tua itu.
Draven akhirnya sampai di pelabuhan dan melihat kapal nya yang sederhana tidak besar namun juga tidak terlalu kecil, dari kapal terlihat seseorang sedang mengecek kayu-kayu yang ada di kapal
"apa semua berjalan lancar?" tanya Draven pada orang itu yang merupakan seorang pengrajin kapal di pulau Wings.
Pengrajin kapal itu tidak menoleh ke Draven ,dia tetap fokus mengecek setiap sisi-sisi kayunya
"semua berjalan dengan baik, Draven" ujar pengrajin kapal itu, lalu dia berdiri dan menatap Draven yang berada di dermaga
"saya akan meyakinkan anda bahkan badai besar pun tidak akan bisa menenggelamkan kapal ini" jelas pengrajin kapal itu.
Draven tersenyum
"itu bagus..jika kami tenggelam karena badai besar,tentu aku akan kembali dan menuntutmu dengan tuntutan besar" canda Draven
Pengrajin kapal itu tertawa
"aku akan memberikan seluruh harta milikku jika kapal ini tenggelam karena badai" balas pengrajin kapal tersebut.
Setelah beberapa saat seorang laki-laki seumuran dengan Draven datang , laki-laki ini membawa pedang yang menempel di pinggang nya
"mengecek kapalmu lagi?" tanya laki-laki itu saat dia berdiri di sebelah Draven lalu menatap kapal itu
"kau tahu..hari ini kau sudah mengecek 5x kapalmu" cetus laki-laki itu yang adalah Axel teman Draven dari kecil.
Draven tetap melihat kapalnya
"hanya mengecek seluruh persiapan nya" jawab Draven
Axel lalu melihat pengrajin kapal itu
"jadi semua sudah sempurna, Pak?" tanya Axel ke pengrajin kapal itu
"tentu saja Axel..besok pagi kalian akan siap berlayar dengan aman" jawab pengrajin kapal tersebut.
Draven lalu menoleh ke Axel
"kau lihat Zorana?" tanya Draven ke Axel
Axel lalu menatap Draven
"kulihat tadi dia menuju makam di bukit belakang.." jawab Axel pada Draven.
Lalu Draven berbalik
"ayo kita temui dia.." ajak Draven kepada Axel yang lalu diikuti Axel tanpa berbicara apapun.
Draven dan Axel berjalan menuju ke bukit belakang di pulau Wings, saat mereka sampai keduanya melihat seorang wanita sedang menaburkan bunga di sebuah makam.. Draven dan Axel lalu mendekati nya
"berpamitan?" tanya Draven di belakang wanita itu melihat ke arah wanita itu lalu ke makam di depannya.
Wanita itu lalu menoleh ke belakang dan melihat Draven dan Axel lalu mengangguk dan kembali menabur bunga yang tersisa ke makam tersebut.
"aku harus memberitahu ayahku bahwa aku akan meninggalkan nya dalam waktu yang tidak menentu" kata wanita itu yang tidak lain adalah Zorana yang juga merupakan teman kecil dari Draven dan Axel.
Draven tersenyum menatap makam ayah Zorana
"kurasa..ayahmu tersenyum disana mengetahui anak perempuan nya akan pergi ke lautan" jelas Draven
Zorana ikut tersenyum menatap makam ayahnya
"benar ayah pasti senang.." ujar Zorana lalu tanpa sadar sebuah air mata mengalir perlahan dari matanya menuju pipinya dan menetes ke tanah makam ayahnya.
"dulu ayah sering bercerita kepadaku tentang lautan yang begitu luas dan indah..lalu dia berjanji suatu saat akan mengajakku mengarungi lautan" cerita dari Zorana
Draven dan Axel menatap Zorana
"tapi kekacauan dunia membuat ayahku harus pergi sebelum dia bisa menepati janji itu.." tambah Zorana lalu menangis.
Axel tertunduk mendengar cerita Zorana, Draven lalu memegang pundak Zorana.
"ayahmu masih ada di dalam dirimu, dia hadir di dalam dirimu menjadi tekadmu dan kekuatanmu.." ujar Draven kepada Zorana.
Lalu Draven berbalik dan menatap ke arah langit,
"kita akan mewujudkan apa yang belum bisa orang tua kita capai, perjalanan besok adalah awal kita untuk mewujudkan mimpi..bukan hanya mimpi kita tapi mimpi orang tua kita,mimpi warga pulau Wings dan mimpi kebanyakan orang di seluruh dunia" jelas Draven berbicara dengan tenang dan pasti.
Mendengar apa yang dikatakan Draven, Zorana mengusap air matanya dari pipinya lalu berbalik menghadap Draven dan mengangguk ,kali ini dengan anggukan keyakinan.. sementara Axel yang bersandar di pohon dengan tangan terlipat di dadanya menatap Draven lalu tersenyum dan mengangguk.
semangat!