"Eh...anak kecil minggir kamu!!"-usir bodyguard Naren-
"Lahh...aku duluan yang disini"-jawab Rena dengan ketus-
"Makanya datang lebih pagi dongg...gimana sih!!!"-berkacak pinggang di hadapan Naren-
Seorang Serena yang tidak tahu jika orang dihadapannya adalah ketua Mafia yang paling kejam Narendra Oliver Pradipta.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nana_Jm, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Salah Paham
Pagi itu Serena sedang antri makanan di suatu restoran yang terkenal masakannya enak. Tak di sangka ada segerombolan orang masuk dan langsung menghampiri dirinya.
Suasana berubah menjadi hening terlebih pemilik restoran yang sudah mengetahui siapa segerombolan orang itu.
"Minggir kamu anak kecil!! Ini tempat bos kita!!"-usir bodyguard Naren dengan tatapan tajam-
"Enak aja...aku udah dari tadi yaa disini!!"-jawab Serena dengan ketus-
"Tuhhh masih banyak yang kosong!! Ribet banget sih!!"-celetuknya sambil menunjuk beberapa meja yang terlihat kosong-
Beberapa orang di dalam restoran saling pandang, mereka berbisik pelan. Pemilik restoran itu langsung menghampiri Serena dan meminta maaf kepada orang-orang itu.
"Ngapain minta maaf segala sih Om!!"-tegur Serena yang nampak heran-
"Ssstt.....pindah tempat aja yaaa?"-bujuk pemilik restoran-
"Lahh...nggak bisa gitu dong!!"
"Makanya datang lebih awal dong?? Kalau perlu sebelum restorannya buka udah datang!!!"-jelas Serena sambil berkacak pinggang tepat di hadapan Narendra-
Narendra menahan salah satu bodyguard yang ingin mengusir Serena dari tempat duduk itu. Naren memberi kode untuk ke tempat yang kosong saja.
"Tapi bos....."-berbisik pelan-
"Duduk saja disitu!! Jangan buat keributan!!!"-tegur Naren menatap tajam ke semua bodyguardnya-
Dirinya menatap intens gadis kecil yang berani membentaknya di tempat ramai. Tak pernah sekalipun dalam hidupnya ada yang berani membentaknya seperti itu. Naren tampak tersenyum tipis melihat Serena yang menatap tajam dirinya.
"Lucu juga dia"-gumamnya pelan-
"Bos...sepertinya dia nggak tahu siapa sebenarnya bos ini?"-ucap Viktor, salah satu bodyguardnya-
"Biarkan saja!! Itu lebih baik"-tersenyum tipis sambil melirik sekilas Serena-
Serena memesan beberapa makanan untuk dibawa pulang, karena jika makan di tempat sepertinya akan membutuhkan waktu yang lama. Rena datang sendiri ke restoran itu dengan motor miliknya.
Penampilannya yang biasa saja membuat orang tidak akan mengenali dirinya yang ternyata anak tunggal dari keluarga Arkatama, keluarga berpengaruh dan paling ditakuti di kota Shine.
"Bos...anak itu seperti familiar wajahnya"-bisik Viktor menatap ke arah Serena-
"Kamu suka anak kecil sekarang!!!"-tegur Naren yang mulai kesal-
"Maaf bos! Nggak bermaksud"-tersenyum kikuk sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal-
Pesanan milik Serena sudah jadi, dan gadis itu langsung bergegas pulang dari restoran. Dirinya melewati Narendra dan rombongannya sambil menatap sinis ke arah mereka.
"Dasar orang tua!!"-ucapnya pelan saat melewati Narendra-
Narendra mendengar ucapan Serena meskipun pelan, bukannya marah dirinya malah tersenyum gemas karena ekspresi wajah Serena yang lucu.
"Heh.....anak kecil!! Beraninya kamu yaa!!"-tegur Viktor ke Rena yang sedikit kasar dengan bosnya itu-
"Kenapa anak besar?!"-jawabnya sambil berkacak pinggang-
Pemilik restoran yang melihat hal itu mulai takut jika nanti usahanya tiba-tiba di tutup oleh mereka. Hans yang gemas dengan sikap Serena bergegas menghampiri gadis itu. Namun langkahnya di tahan oleh Narendra.
"Kau mengenal gadis itu!!"-menatap Hans dengan ekspresi wajah dinginnya-
"Kamu nggak tahu siapa dia?!! Haaa!!!"-bentak Viktor sambil tertawa kecil-
"Siapa emangnya?!! Dia hantu??!"-jawab Serena asal-
"Cihhhh...dia salah satu......."-ucapannya terhenti karena teguran Narendra-
"VIKTORRR!!!!"-teriaknya menghentikan ucapan Viktor dan menghampirinya-
"Dahlah....nggak jelas banget kalian ini!!!"-ucapnya dengan nada kesal- dan ekspresi wajah julid-
Narendra menatap kepergian Serena dan dirinya sempat mengambil foto kendaraan yang dipakai oleh gadis itu. Hans yang menyadari hal itu menjadi sedikit khawatir dengan keselamatan Serena.
"Dasar anak itu yaa!!"-menepuk jidatnya sendiri-
"Habislah sudah sekarang!! Rena....Rena..."-gumamnya pelan dan kembali masuk kedalam-
Sepulangnya dari restoran, sepanjang jalan Narendra lebih banyak diam.. dirinya sibuk memandang foto Serena yang dia ambil diam-diam saat gadis itu mengambil motornya.
"Bos...ada yang mengganggu pikiran?"-tanya Viktor pelan-
"Maaf bos....tadi hampir kelepasan"-lanjutnya sambil menunduk-
"Bisa diam nggak!!! Langsung pulang ke apartemen!!"-perintahnya sambil menyandarkan tubuhnya-
Serena juga tinggal di salah satu apartemen, tapi jika ada temannya yang akan berkunjung dirinya selalu datang ke rumah kos-kosan yang biasa dia sewa untuk sementara waktu.
Apartemen miliknya ternyata satu gedung dengan apartemen milik Narendra, hanya saja beda lantai. Hanya orang-orang yang sangat kaya raya yang bisa menempati apartemen mewah itu
"Hahhh....sampai juga akhirnya"-berjalan santai di lobby apartemen-
"Pada mau kemana sih?!! Rapi banget orang-orang itu"-menatap kerumunan orang yang memakai jas hitam rapi-
"Ohh...mungkin bos mereka mau datang kali yaa"-ucapnya asal sambil melompat kecil-
"Kok bisa ada anak kecil di apartemen semahal ini ya?"-bisik salah satu pengunjung apartemen-
"Mungkin orang tuanya yang beli"-jawab temannya yang tak mau ambil pusing-
Beberapa menit setelahnya, Narendra sampai di Apartemen dan disambut oleh orang-orang yang sempat dilihat oleh Serena. Mereka adalah bawahan Narendra yang berada di apartemen itu.
"Aku masuk sendiri!! Kalian pulang saja!!"-bergegas masuk dan meninggalkan orang-orang nya-
Tiba-tiba Serena keluar dari lift bersamaan dengan Narendra di hadapannya yang akan masuk ke dalam lift Keduanya saling bertatapan mata, namun secepat kilat Serena membuang muka dan langsung bergegas pergi.
Dirinya mengambil barang yang ada di lantai dasar, Viktor melihatnya berjalan santai ke arah resepsionis.
"Lhoo...itu kann?! Ngapain dia disini?"-ucapnya terkejut dengan kemunculan Serena-
"Wahhh....aku harus samperin nih anak!!"-mengepalkan tangannya dan menghampiri Serena-
"Tapi....ntar pak bos tau gimana?!! Biarin ajalah!!"-balik badan dan mengurungkan niatnya-
Serena kembali lagi ke apartment sambil membawa paperbag berisi barang-barangnya. Sedangkan Narendra belum juga naik ke apartment miliknya, dia masih menunggu gadis itu kembali dan ternyata benar. Serena muncul kembali dan langsung masuk lift di ikuti oleh Narendra yang berdiri di sampingnya.
"Disini juga?"-tanya Narendra tanpa menatap Serena-
"Siapa?!! Sok kenal!!"-jawab Rena dengan ketus-
Serena keluar lebih dulu, karena apartemen miliknya ada di lantai 6 sedangkan milik Narendra ada di lantai 8. Tanpa Serena tahu, Narendra mengikutinya sampai ke apartemen.
"Jadi itu apartemen dia"-tersenyum tipis dan berlalu pergi-
"Orang tua?!!"-tertawa kecil mengingat ucapan Serena yang memanggil dirinya orang tua-
"Jangan sampai lepas kali ini Naren!!!"-ucapnya di depan cermin sambil tersenyum tipis-
Malam harinya Narendra berniat keluar mencari makanan dan berakhir bertemu kembali dengan Serena yang membawa makanan dari luar.
Dengan tatapan sinis, Serena melihat Narendra dari atas sampai bawah dan tersenyum miring.
"Ngapain sih pak tua?!! Ohh...mana tuh pengawalnya?"-tanyanya iseng tapi juga tetap julid-
"Mereka sudah pulang Nona"-jawab Narendra dengan lembut-
"Nona?!! Sorry yaa!! Kenalin...Queen!!"-mengibaskan rambutnya yang panjang dan mengenai wajah Narendra-
"Wanginya aku suka"-tersenyum tipis sambil menatap lekat Serena-
"Ish....biasa aja dong lihatnya!!"-menyilangkan kedua tangannya dan berjalan miring menghindari Narendra-
Laki-laki itu dibuatnya tak berkutik, baru kali ini seorang mafia kalah dengan anak kecil yang petantang petenteng sekali ucapannya.
~Selagi bener trabas aja ya Rena....urusan orangnya emosi belakangan yaa~🤭