Karena terlalu lelah dengan urusan skripsi, Ayara pingsan dan saat terbangun Ayara mendapati dirinya berada dikehidupan dimasa depan.
Dimasa depan Ayara menikah dan bahkan sudah memiliki seorang anak laki-laki tampan, tetapi yang membuat Aya ingin pingsan kembali adalah Ayara menikah dengan musuhnya saat di bangku kuliah, pria tampan bernama Guzelar adalah suaminya dimasa depan.
Guzelar pria tampan yang suka menghinanya dan mengatainya wanita tidak benar karena saat di bangku kuliah Ayara suka gonta-ganti pacar hampir setiap hari, bagaimana bisa dimasa depan Guzelar menjadi pria yang lembut dan manja serta bucin padanya?.
Bagaimana Ayara bisa mengatasi semuanya dimasa depan? Menghadapi Guzelar versi bucin dan menerima fakta jika mereka sudah memiliki anak? Ikuti terus perjalanan Ayara dimasa depan! Selamat membaca.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riri-can, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tiba-tiba Punya Anak
Skripsi memang pembunuh masa muda yang kejam, dan Ayara baru saja menyadari bahwa skripsinya tidak hanya merenggut kewarasannya, tapi juga melemparkannya entah ke dimensi mana.
Kelopak mata Ayara terbuka perlahan, disambut oleh langit-langit kamar bernuansa cream dan emas dengan lampu kristal gantung yang terlihat sangat mewah. Bau disinfektan rumah sakit lenyap, berganti dengan aroma lavender yang lembut.
"Ugh... kepalaku cenat-cenut," gumam Ayara pelan sambil memijat pelipisnya.
Bukannya berada di kamar kosnya yang berukuran 3x3 meter dengan tumpukan jurnal berserakan, Ayara justru merebahkan diri di atas ranjang king-size empuk yang luasnya mirip lapangan basket mini. Namun, keterkejutan itu belum seberapa dibanding apa yang dilihatnya saat menoleh ke samping.
Seorang anak laki-laki berwajah rupawan dengan mata bulat besar dan rambut ikal halus sedang menatapnya cemas. Usianya mungkin sekitar lima tahun.
"Mama," panggil anak laki-laki itu pelan dan takut-takut.
Ayara mengerjap, lalu melotot. "M-mama? Hei, dek, salah orang ya? Kuliah aja belum selesai, aku juga baru putus, kok udah dipanggil mama? Jangan-jangan aku digendam?" batinnya histeris.
Melihat sang ibu hanya diam melongo dengan mata melotot menyeramkan, bocah itu semakin menciut.
"Mama kenapa? Iel takut," cicitnya sambil meremas ujung piyama sutranya.
Sadar bahwa ekspresinya tadi pasti mirip tokoh antagonis di sinetron azab, Ayara buru-buru berdehem dan memasang senyum paling ramah yang ia miliki.
"Aku tidak apa-apa, sayang. Ngomong-ngomong, siapa nama kamu, anak ganteng?" tanya Ayara dengan nada dilembut-lembutkan, berusaha sok keibuan.
Anak laki-laki itu mengerutkan keningnya, menatap Ayara dengan tatapan heran bercampur curiga.
"Nama Iel adalah Gabriel, mama. Mama lupa nama Iel ya?" tanya Gabriel polos, membuat pipi chubby-nya terlihat semakin menggemaskan.
"Oh, jadi nama kamu Gabriel," balas Ayara, sambil menahan diri untuk tidak mencubit pipi itu. Otaknya yang biasa dipakai ngebut ngerjain bab skripsi langsung berputar 180 derajat.
"Tunggu dulu... kamar megah, anak ganteng, panggil aku mama... Jangan-jangan aku melakukan time travel? Tapi bukan ke masa lalu, melainkan ke masa depan?!"
Seketika, binar bahagia meledak di dada Ayara. Wah, hebat benar hidupnya di masa depan! Berarti dia sukses, menikah dengan pria kaya raya, dan dikaruniai malaikat kecil selucu Gabriel.
"Lalu, di mana papa kamu?" tanya Ayara penasaran, tidak sabar ingin tahu siapa pria beruntung yang berhasil meluluhkan hati seorang Ayara di masa depan.
Gabriel mengerucutkan bibirnya, memasang wajah sedih. "Papa? Papa pergi kerja dan pulangnya lama."
Mendengar jawaban itu, senyum di wajah Ayara langsung lenyap. Jantungnya berdegup kencang bukan karena jatuh cinta, tapi karena gelombang panik mendadak menyergap.
"Papa pergi kerja dan lama pulangnya? Tunggu... jangan-jangan Gabriel tidak punya papa?" batin Ayara mulai dihinggapi pikiran-pikiran buruk.
"Jangan-jangan aku tidak pernah menikah sama sekali dan punya anak di luar nikah?!"
Seketika, memori masa lalunya di kampus berkelebat cepat di kepala. Di kampusnya, Ayara memang terkenal sebagai playgirl kelas kakap. Hobinya gonta-ganti pasangan sudah menjadi rahasia umum. Bahkan di masa kejayaannya, Ayara pernah mencetak rekor memiliki tujuh mantan berbeda dalam kurun waktu satu minggu saja.
Ayara meringis ngeri mengingat hobi masa lalunya yang luar biasa liar itu. "Ya ampun, aku dulu hobi tebar pesona sana-sini, jangan-jangan aku beneran hamil di luar nikah gara-gara khilaf?!"
Panik, merasa bersalah, sekaligus kasihan pada bocah di depannya, Ayara langsung terduduk dan menarik Gabriel ke dalam pelukannya.
"Maafkan mama ya, sayang... Pasti kamu sangat sedih karena tidak memiliki papa, kan?" ucap Ayara dramatis, suaranya bergetar menahan rasa iba yang mendalam.
Mendengar ucapan absurd sang mama, Gabriel justru terkejut. Alih-alih merasa tenang, bocah itu malah langsung mewek dan menangis kencang.
"Huwaaa... Iel punya papa! Papa kan lagi kerja!" isaknya pecah, membuat suasana kamar langsung ramai.
Tangisan Gabriel justru semakin memperkuat dugaan Ayara. "Tuh kan! Dia nangis karena malu nggak punya papa, tapi gengsi ngaku! Duh, beneran anak di luar nikah ini mah! Lelaki brengsek mana sih yang udah ngerusak masa depanku terus kabur?! Awas aja kalau ketemu, bakal kujejalkan skripsi bab satu sampai tiga ke dalam tenggorokannya!"
Ayara merutuki kebodohannya di masa lalu dengan penuh penyesalan. "Cup, cup, cup... Jangan menangis, sayang. Walau papa kamu tidak ada dan tidak mau bertanggung jawab, mama akan tetap kerja keras biayai hidup kamu. Mama kan sekarang udah insaf nggak jadi playgirl lagi," hibur Ayara seraya mengusap punggung kecil Gabriel, merasa makin ngawur.
Gabriel mendongak, air mata masih membasahi pipinya yang tembem. Dengan napas tersengal-sengal karena habis menangis, bocah itu memprotes keras.
"Mama ngomong apa sih?! Papa ada! Papa setiap malam selalu cium kening Iel sebelum tidur! Kok mama bilang papa nggak ada?!"
"Mama ini kenapa sih? Kemarin kan mama sendiri yang bilang kalau Papa lagi sibuk kelola cabang perusahaan baru di luar kota, makanya pulangnya sebulan sekali. Kok sekarang malah nuduh papa nggak ada?"
Skakmat. Ayara terdiam kaku bagaikan patung porselen.
Otaknya yang tadinya merancang skenario sinetron azab tentang "Kisah Tragis Ibu Muda Hamil di Luar Nikah" mendadak error. Jadi... dia benar-benar punya suami sah? Dan suaminya bukan buronan atau lelaki tidak bertanggung jawab, melainkan pria yang sibuk bekerja?
"Ah... oh... begitu ya?" ucap Ayara kikuk, tersenyum kaku sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"Mama... mama cuma ngetes ingatan kamu, sayang! Hehe... iya,"
Gabriel mendengus kecil, membuang muka dengan gaya yang, ya ampun, plek ketiplek mirip orang dewasa yang sedang kesal.
"Alasan. Mama pikun pasti gara-gara terlalu sering nonton pria joget di laptop?"
Mulut Ayara menganga lebar. "Ucapannya tajam dan nyelekit banget," batin Ayara protes dalam hati.
"Ini anak umur lima tahun kok omongannya kayak penagih hutang profesional? Tajam banget bikin mental ciut."
"Mana ada mama pikun, mama kan cuman... eh, ngomong-ngomong, papa kamu itu orangnya kayak gimana, Iel?" tanya Ayara penasaran, mencoba mengalihkan topik pembicaraan sebelum dia semakin mempermalukan diri sendiri di depan anaknya sendiri.
Gabriel melipat kedua tangan kecilnya di dada, menatap Ayara dengan pandangan menyelidik.
"Papa itu tinggi, tampan, kaya, suaranya berat, galak kalau lagi di kantor, tapi kalau sama mama... papa suka berubah jadi manja. Suka meluk mama dari belakang pas mama lagi masak."
Ayara membayangkan deskripsi itu. Seorang pria tinggi, tampan, berwibawa, galak di kantor, tapi bucin akut sama dirinya di rumah?
"Wah, hoki banget versi masa depanku! Kirain dapet cowok tak bertanggung jawab, nggak tahunya dapet CEO dingin berhati lembut khusus buat istri."
"Ohhh... gitu," balas Ayara mengangguk-angguk paham, meski dalam hati dia masih merasa seperti orang asing yang nyasar ke kehidupan mewah orang lain.
"Terus, papa kamu galak nggak kalau sama kamu?"
"Nggak galak, tapi tegas!" jawab Gabriel cepat.
"Papa sering bilang, Iel harus jadi anak penurut supaya nggak bikin mama kecapekan. Tapi hari ini mama malah pingsan lagi kan? Pasti gara-gara mama begadang nonton drama!" cibir Gabriel dengan mata menyipit tajam.
Ayara mengerjap, merasa skakmat untuk kedua kalinya oleh bocah berumur lima tahun. Sifat aslinya yang suka ngegas hampir saja keluar.
"Eh, enak saja! Mama pingsan itu gara-gara skripsi, tahu! Bukan karena... eh, maksud mama, iya, mama semalam kurang tidur karena... nonton drama!" ralat Ayara cepat, hampir saja keceplosan membongkar identitas aslinya yang seorang mahasiswi abadi tingkat akhir.
Gabriel menghela napas panjang, sebuah gestur helaan napas dewasa yang sangat tidak cocok dilakukan oleh anak seimut dirinya.
"Tuh kan, mama mulai ngelantur lagi. Nanti kalau Papa pulang dan lihat mama pucat begini, Iel pasti bakal dimarahin sama papa karena nggak bisa jaga mama."
"Emang papa kamu kalau ngomel serem ya?" tanya Ayara ngeri-ngeri sedap.
"Serem banget! Suaranya kayak singa kelaparan!" bisik Gabriel dramatis, membuat bulu kuduk Ayara meremang seketika.
Ayara menelan ludah susah payah. Di satu sisi, dia merasa sangat beruntung karena suaminya kaya raya dan memiliki anak selucu malaikat kecil ini. Tapi di sisi lain, bayangan tentang sosok suami galak bersuara berat yang dijuluki singa kelaparan oleh anaknya sendiri sukses membuat nyali Ayara menciut drastis.
"Ya Tuhan masa depan... Tolong kuatkan mental Ayara yang polos dan cantik ini sebelum suami galak itu pulang ke rumah!" batin Ayara merana dalam diam, sementara Gabriel sudah kembali tersenyum manis sambil menarik-narik ujung baju sang mama.
"Mama, Iel lapar. Ayo turun, biar bibi siapkan makanan enak buat mama supaya nggak pingsan lagi," ajak Gabriel manja, melupakan perdebatan tadi dalam waktu kurang dari satu menit.
Ayara hanya bisa tersenyum kaku, membiarkan jemari kecil itu menggenggam tangannya erat-erat, melangkah keluar kamar menuju takdir masa depan yang sama sekali belum ia kenal ujung pangkalnya.
Bersambung...
tapi dari orang yg paling dia cintai .
yg dikira jadi pelindung dia
😔🥹🥹🥹
sayang akal sehat selalu mengalah. Karena jajan nya aku banyak. kalau kabur susah ntar jajan nya🤣🤣🤣🫣
nanti suaminya marah besar itu istri kesayangan nya main ditarik ajaa🫣🫣🤣
seenggaknya dia inget akyu
eh ..kok cyiin nya kebawa lagi thor🤣🤣
biar trauma nya terputus
anak pertama mereka??🥹🥹🥹
meminta pertolongan adalah langkah pertama kita mau sembuh
jadi ga usah takut dan malu...
ayo kita sembuh bersama