NovelToon NovelToon
SISTEM IQ TAK TERBATAS

SISTEM IQ TAK TERBATAS

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / Anak Genius
Popularitas:12.7k
Nilai: 5
Nama Author: Nissa Safira

Tommy Nugroho adalah siswa kelas 2 SMA yang harus tinggal kelas dan selalu menjadi bahan tertawaan karena nilai-nilainya yang hancur berantakan.

Kehidupannya yang menyedihkan dan penuh ejekan berubah drastis pada suatu malam ketika sebuah layar biru misterius muncul di kamarnya dan memberinya Sistem IQ Tak Terbatas.

Alih-alih memamerkan kejeniusan barunya yang kini mampu memecahkan masalah tersulit dalam hitungan detik, Tommy memilih untuk tetap berpura-pura menjadi murid bodoh.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nissa Safira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12

Srak!

Suara tumpukan lembar jawaban komputer diletakkan dengan agak kasar di atas meja guru.

Pak Budi, guru sejarah yang selalu tampil rapi itu, menatap murid-murid kelas sebelas IPS dua dengan wajah datar.

"Bapak sudah memindai semua lembar jawaban pilihan ganda kalian dari ujian kemarin," ucap Pak Budi memecah keheningan kelas pagi itu.

"Ada beberapa yang nilainya mengejutkan, dan ada juga yang masih sangat mengecewakan seperti biasa."

Semua murid langsung duduk dengan tegang menanti hasil ujian mereka.

Bagas yang duduk di tengah terlihat sangat gelisah sambil terus melirik tajam ke arah Dito di depan.

"Nadin, tolong bantu Bapak membagikan kertas hasil ujian ini kepada teman-temanmu," perintah Pak Budi.

"Baik, Pak," jawab Nadin sambil beranjak dari bangkunya.

Gadis berambut sebahu itu mengambil tumpukan kertas dari meja guru dan mulai berkeliling kelas.

"Selamat ya, To, nilaimu sempurna seratus," ucap Nadin sambil menyerahkan selembar kertas kepada Dito.

Dito menerima kertas itu dengan tangan gemetar dan wajah yang langsung berbinar bahagia.

"Te-terima kasih, Nadin," jawab Dito dengan senyum lebar yang tidak bisa disembunyikan.

"Sialan anak itu," gerutu Bagas dengan suara pelan namun sarat akan ancaman dari bangkunya.

Nadin terus berjalan membagikan kertas hingga akhirnya ia sampai di meja paling belakang.

Ia memegang kertas ujian milik Tommy dan menatap angka enam puluh yang tercetak besar di pojok kanan atas.

"Enam puluh, pas di batas kriteria ketuntasan minimal," batin Nadin sambil mengerutkan keningnya.

Nadin tidak langsung memberikan kertas itu, matanya justru meneliti kolom analisis jawaban benar dan salah di bagian bawah kertas.

"Tunggu dulu, ini aneh sekali," gumam Nadin di dalam hatinya dengan perasaan janggal.

Sebagai juara kelas, Nadin sangat hafal tingkat kesulitan dari setiap soal sejarah kemarin.

Ia menyadari bahwa dua puluh soal yang dijawab salah oleh Tommy adalah soal-soal paling dasar di halaman pertama bab buku.

Namun anehnya, tiga puluh soal yang dijawab benar oleh Tommy justru merupakan rentetan soal analisis tingkat tinggi yang menjebak.

Bahkan Nadin sendiri harus berpikir keras untuk menjawab tiga puluh soal bagian belakang tersebut.

"Tom," panggil Nadin pelan sambil meletakkan kertas itu di atas meja Tommy.

"Iya, Din?" jawab Tommy sambil mendongak dengan raut wajah kebingungan yang dibuat-buat.

"Lo sadar gak sih kalau jawaban lo yang salah itu semuanya soal gampang?" tanya Nadin dengan tatapan menyelidik.

Tommy merasakan sedikit getaran peringatan di dalam kepalanya saat mendengar pertanyaan kritis itu.

Namun berkat keahlian Manipulasi Ekspresi Mikro, wajahnya tetap terlihat polos dan agak bodoh.

"Masa sih, Din? Aku gak perhatiin," jawab Tommy sambil menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal.

"Terus gimana caranya lo bisa jawab benar semua soal analisis tentang perjanjian pasca perang dunia?" desak Nadin belum puas.

"Oh itu, aku cuma nebak asal saja, Din, hitung kancing baju," bohong Tommy sambil tertawa hambar.

"Berarti keberuntungan lo bagus banget bisa nebak tiga puluh soal tersulit dengan benar tanpa meleset satu pun," ucap Nadin dengan nada sarkastis.

"Namanya juga lagi hoki, Din, alhamdulillah nilai enam puluh aku gak jadi dimarahin," balas Tommy pura-pura bersyukur.

Nadin mendengus pelan dan membalikkan badannya untuk kembali ke bangkunya di depan.

"Dia berbohong," batin Nadin dengan keyakinan yang mulai tumbuh kuat di kepalanya.

"Tidak ada orang yang bisa seberuntung itu menebak pola jawaban acak dari sistem komputer sekolah."

Nadin memutuskan untuk mulai mengawasi gerak-gerik Tommy si bodoh ini mulai sekarang.

Waktu berlalu hingga akhirnya bel tanda pulang sekolah berbunyi dengan nyaring.

Kringgg!

Suasana kelas langsung riuh saat murid-murid mulai membereskan buku mereka ke dalam tas.

Tommy sengaja memasukkan bukunya dengan sangat lambat karena ia sedang mengawasi Bagas.

Bagas dan Reno terlihat segera berdiri dan berjalan cepat menghampiri meja Dito.

Brak!

Bagas memukul meja Dito dengan keras hingga anak berkacamata itu terlonjak kaget.

"Ikut gue ke belakang gedung olahraga sekarang juga," ancam Bagas dengan suara rendah yang menyeramkan.

"A-aku mau langsung pulang, Gas, ibuku sudah menunggu," tolak Dito dengan suara bergetar ketakutan.

"Gue gak peduli sama ibu lo, cepat jalan atau gue seret lo dari sini!" bentak Reno sambil menarik kerah belakang seragam Dito.

Dito tidak punya pilihan lain selain pasrah diseret oleh dua preman kelas itu keluar dari ruangan.

Tommy yang melihat kejadian itu dari sudut matanya segera menggendong tas ranselnya.

"Sistem, buka Toko Sistem sekarang," batin Tommy sambil melangkah keluar kelas menjaga jarak dari mereka bertiga.

Ting!

Layar biru transparan langsung muncul di depan pandangannya.

"Tampilkan keahlian yang berhubungan dengan manipulasi suara dengan harga di bawah enam puluh poin," perintah Tommy di kepalanya.

Daftar barang di layar biru itu langsung berputar dan menampilkan beberapa pilihan baru.

[Keahlian Mimikri Suara Dasar (Aktif) - Harga: 20 PS]

[Deskripsi: Memungkinkan pengguna meniru suara siapa pun yang pernah didengarnya dengan tingkat akurasi sembilan puluh persen.]

"Beli ini," batin Tommy tanpa ragu sedikit pun.

[Pembelian berhasil.]

[Poin Sistem dikurangi -20 PS.]

[Skill Keahlian Mimikri Suara Dasar telah ditambahkan ke daftar keahlian Anda.]

Tommy tersenyum tipis merasakan ada sedikit perubahan aneh di bagian pita suaranya yang kini terasa lebih elastis.

Ia mempercepat langkah kakinya menyusul Bagas dan Reno yang sudah membawa Dito ke gang sempit di belakang gedung olahraga sekolah.

Tempat itu terkenal sangat sepi dan jarang dilewati oleh guru maupun murid lain setelah jam pulang.

1
Ira mariyani
langsung perlihatkan aja kak kejiniusannya sitomy
Nissa Safira: Wkwk sabar kak! 🤣 Aku tau kakak udah gemes banget pengen Tommy langsung naik podium teriak "GUE JENIUS 157 IQ!"🔥🔥
Tapi kalau aku perlihatkan sekarang, Clarissa sama Prof Handoko cuma kaget 5 menit terus selesai kak.
Tenang kak, sebentar lagi pas ujian akhir karantina, topeng bego nya Tommy bakal aku buka setengah dulu di depan Nadin. Abis itu baru full di depan Clarissa. Pas itu bakal puas banget!
Makasih udah gemes sama Tommy ya kak, berarti penyamaran Tommy berhasil nipu kakak juga! Wkwkwk🤣🤣🙏
total 1 replies
Adelina Lin
thor, buat Clarissa dan keluarganya juga prof. handoko dipermalukan diacara Olimpiade, dan titel juara Clarissa di cabut, karena dia memenangkan oliampide yang dulu pun tidak jujur.
Wega Luna
kadang lelucon konyol selain untuk menghibur bisa jadi pisau bermata dua,aku sering memakai lelucon konyol untuk membungkam orang tua wali murid yang gengsinya gede ,teman yang sok pamer atau sok pintar, atau orang yg ngerasa dirinya itu spesial,,,🤣🤣🤣🤣
Nissa Safira: WKWKWK KAKAK INI SENIORNYA TOMMY SIH😂🤣
Bener banget kak, saya setuju banget sih!
Lelucon konyol itu senjata paling ampuh buat ngadepin orang yang gengsinya selangit. Kalau kita ladenin serius, kita capek. Kalau kita bales pakai joke receh tapi logikanya nusuk, yang gengsi gede itu yang malah keliatan bodoh sendiri.
Tommy itu emang saya inspirasikan dari orang-orang kayak kakak ini kak, yang di luar keliatan cengengesan, tapi otaknya muter cepet buat ngebalikin analogi lawan😎🔥
total 1 replies
Wega Luna
secangkir kopi untuk Tommy👍👍👍
Wega Luna: gas ,,,,aku jadi penasaran🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
Wega Luna
🤣🤣🤣🤣🤣🤣100 tom ,,,,👍
Night Watcher
ini outhor yg baik dan berfikiran maju, mau menerima kritik sekalipun pedas dgn lapang hati.
lanjut thor, tak sukreb deh outhor yg begini.
Nissa Safira: Waaaah makasih banyak kak 😭🙏
Seneng banget. Soalnya buat saya, pembaca yang mau komen pedes jujur itu berharga banget kak.
Kritik pedesnya kakak yang bikin novel ini bisa maju. Jadi jangan kapok komen pedes lagi ya kak!🥰🙏🙏
total 1 replies
Night Watcher
di bab² olympiade ini jujur sangat gak masuk akal, jd bikin bosen.
ini ajang olympiade, kenapa sempat terjadi perdebatan antara 2 peserta yg satu regu mewakili satu sekolah, tentang cara menjawab pertanyaan. ditambah setiap ahir jawapan ada kata "pak" dr tomi.
ini lebih cocok kalo di ajang diskusi di kelas.
Nissa Safira: Wah makasih banget kak udah jujur, ini masukan paling berharga buat saya 🙏
Bener kak, saya akui bab olimpiade ini memang agak maksa. Harusnya kan cerdas-cepat, Teng! Jawab! Teng! Jawab selesai, bukan malah debat satu regu di atas panggung 😅
Jujur niat saya pengen nunjukin kocaknya Tommy, tapi saya kebablasan naruh dramanya di tengah lomba, jadinya kesannya kayak diskusi kelas, bukan olimpiade kota. Maaf ya kak bikin bosen🙏🙏🙏
Makasih udah diingetin kak🤝🙏
total 1 replies
Night Watcher
mana ada diacara beginian peserta sempet bercakap² soal kecepatan ngitung...
Nissa Safira: HAHAHA bener banget kak 😅🙏
Iya kak kalau di olimpiade beneran mah, jangankan ngobrol, napas aja harus dihemat ya kak, waktunya mepet banget.
Itu aku sengaja lebay-in dikit kak biar dramanya dapet. Soalnya kalau aku tulis realnya:
Teng! Jawaban 8,55 jam. Benar.
Udah gitu doang, kan kempes kak gak ada greget keselnya si Leo 😂
Anggep aja itu adegan slow-motion ala film kak, di dunia nyata cuma 2 detik, tapi di novel aku lambatin biar pembaca bisa ngerasain Nadin yang otaknya udah mau meledak denger alesan ngawur Tommy.
Makasih koreksinya kak🤝🙏🙏
total 1 replies
Night Watcher
45 kyknya bukan ukuran kecil utk standar kaki org indo deh...
logis dikit kelesss..😇😇
Night Watcher
awas, ntar kepalanya melayang sendiri..🤭🤭🤭
Night Watcher
kok kakak kelas? kan sama² kls 12?
Night Watcher
tadi pas bell masuk, listrik padam. jd utk belnya mukul velg mobil yg digantung..🤭🤭🤭
Nissa Safira: WKWKWK IDE BAGUS KAK🤣🤣🤣
Kringgg! = bel listrik normal
Teng! Teng! Teng! = pas listrik padam, Pak Satpam mukul velg mobil yang digantung di pos satpam pake kunci inggris 😂
Makasih kak idenya! Mulai bab besok kalau ada tulisan Teng Teng Teng berarti di sekolah lagi mati lampu ya kak! Detailnya dapet banget!🤣🤣🤣
total 1 replies
Night Watcher
kadang "kringgg" kadang "teng tenggg"..🤭🤭
Nissa Safira: HAHAHA ketahuan deh 🤣 kamu udah jeli banget sih kak🤣🤣
Iya kak, itu aku yang typo pas nulis kebut-kebutan, kadang bel listrik tulisnya Kringgg! kadang bel manual tulisnya Teng Teng Teng! niatnya mau bedain bel kelas sama bel upacara, tapi malah jadi bikin bingung ya kak.
Makasih udah diingetin kak😅😅
total 1 replies
Night Watcher
duh... sayang banget, sistemnya masih manual.. gak matic ehh gak otomatis terpasang..🤭🤭
Nissa Safira: HAHAHA Iya kak, sengaja aku bikin sistemnya manual, gak matic🤣🤣
Kalau otomatis kepasang terus, Tommy jadi OP gak ada obat kak, 1 detik langsung dewa hacker. Gak seru dong, musuhnya belum sempet napas udah kalah😅
Jadi di novel ini sistemnya kayak alat tukang kak, dipasang kalau dibutuhin aja. Contohnya pas di warnet Berkah Net itu, dia aktifin Kriptografi Dasar dulu baru otaknya ngebut. Kalau dia lagi di kelas pura-pura bodoh, skillnya dia matiin biar akting begonya natural 100%.
Makanya Tommy harus mikir dulu "aku butuh skill apa nih buat lawan musuh ini?" bukan sistem yang mikirin buat dia. Biar kesannya dia yang ngendaliin sistem, bukan sistem yang ngendaliin dia💪🙏🙏
total 1 replies
Wega Luna
jujur otak aku emang GK ber-IQ 140 tapi pura pura bodoh itu keahlian ku🤣🤣🤣🤣🤣,jadi tahu mana yg bener bener baik atau gk🤣🤣🤣🤣lebih suka praktek langsung daripada teori, lanjutkan tom ,,,aku mendukungmu👍🤣🤣
Nissa Safira: HAHAHA kak ini komen paling jujur se-Indonesia! 🤣🤣🤣
Setuju banget kak, pura-pura bodoh itu skill dewa tau! Soalnya pas kita pura-pura bego, baru keliatan mana temen yang beneran baik kayak Nadin, mana yang toxic kayak Clarissa.
Tommy juga gitu kak, dia IQ 140 tapi sengaja jadi peringkat 31 biar bisa ngamatin semua. Orang pinter teori banyak, tapi yang jago praktek langsung di lapangan kayak kakak & Tommy itu yang paling bahaya 😎🙏🤣🤣
total 1 replies
Rifqy Channel
saya memohon kakak untuk bisa di publik Tommy itu supaya gak pura-pura bodoh lagi. biarkan untuk segera diungkapkan dan ikut serta Olimpiade dan juga ubah pura-pura nya. aku udah bosen kalo pura-pura terus. saya mau Tommy segera di ungkap aslinya😭🙏😭
Nissa Safira: Halo kak, terima kasih banyak udah baca sampai sejauh ini dan kasih masukan jujur! 🙏
Aku paham banget rasa bosennya kalau Tommy pura-pura terus. Justru itu yang mau aku bangun kak.
Kalau dia diungkap sekarang pas IQ 117, efeknya cuma "oh pinter". Tapi kalau dia diungkap nanti pas IQ 150+ di depan ribuan orang di Olimpiade kota, efeknya bakal "GILA MERINDING".
Aku lagi nabung rasa sakit hatinya biar nanti pas payback rasanya 10x lebih puas. Sabar sedikit lagi ya kak, panggung kota sudah dekat. Topengnya akan retak di sana🤣🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!