NovelToon NovelToon
Reincarnation Of The Lemitless

Reincarnation Of The Lemitless

Status: sedang berlangsung
Genre:Epik Petualangan / Fantasi / Reinkarnasi
Popularitas:413
Nilai: 5
Nama Author: areann._

Kael seharusnya tidak mati, tetapi kesalahan seorang dewa mengubah takdirnya selamanya. Diberi tubuh baru yang sempurna dan tiga kemampuan luar biasa—Adaptation, Infinite Growth, dan Absolute Regeneration—ia direinkarnasikan ke dunia Elyndra. Namun, alih-alih terlahir di tempat aman, Kael justru terlempar ke Death Forest, wilayah terlarang yang dipenuhi monster mematikan. Sambil mencari jalan keluar, ia mulai memahami kultivasi, sihir, dungeon, kerajaan, dan ras-ras kuat yang menghuni dunia tersebut. Pertemuannya dengan seorang Ancient Vampire bernama Seraphina menjadi awal perjalanan panjangnya. Di tengah konflik sekte, peperangan, rahasia kuno, dan cinta, Kael perlahan menyadari bahwa kedatangannya mungkin bukan sekadar kesalahan yang belum pernah diketahui manusia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon areann._, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

24 — Kabut Keemasan

Grove Kultivasi Purba terasa seperti memasuki dunia yang sama sekali berbeda begitu Kael melangkah melewati batas kabut keemasan yang mengelilinginya.

Udara di dalam terasa lebih padat, seolah setiap tarikan napas membawa masuk energi murni yang langsung meresap ke dalam setiap sel tubuhnya. Pepohonan di sini tumbuh dengan cara yang tidak wajar—daunnya berkilau seperti emas cair, dan akar-akarnya bersinar dengan cahaya lembut yang berdenyut seperti detak jantung raksasa yang tersembunyi di bawah tanah.

"Rasakan energinya," Lyra berkata, berdiri di sampingnya dengan mata terpejam, menikmati sensasi yang jelas sudah familiar baginya. "Ini adalah salah satu dari sedikit tempat di Elyndra di mana energi kehidupan World Tree meresap langsung ke permukaan tanah."

Kael menutup matanya, mencoba merasakan apa yang dirasakan Lyra. Segera dia menyadari perbedaannya—energi di sini tidak hanya padat, tetapi juga terasa "hidup" dengan cara yang sulit dia jelaskan, seolah hutan itu sendiri sadar akan kehadirannya.

"Bagaimana aku memulai?" tanyanya, membuka mata dan menatap Seraphina yang berdiri agak menjauh, mengamati dengan ekspresi hati-hati.

"Duduk bersila di tengah grove," Lyra mengarahkan, "dan biarkan energi itu masuk secara alami. Jangan memaksanya, jangan mencoba mengendalikannya. Grove ini akan memberikan apa yang kau butuhkan, asal kau cukup terbuka untuk menerimanya."

Kael mengikuti instruksi itu, duduk di rerumputan lembut yang bahkan tampak berkilau dengan cahaya keemasan halus. Dia menutup matanya, mengatur napasnya, dan membiarkan pikirannya tenang seperti yang telah dia latih sejak hari-hari pertama di Death Forest.

Perlahan, dia merasakan energi grove mulai mengalir ke dalam tubuhnya, jauh lebih lembut namun jauh lebih dalam daripada Qi biasa yang selama ini dia serap dari beast core atau meditasi normal.

[Peringatan: Energi Alam Purba terdeteksi. Kepadatan jauh melampaui standar normal.]

[Qi Gathering 3★ — Progres: 100%.]

[Tembus ke Qi Gathering 4★.]

Terobosan itu datang jauh lebih cepat dari yang dia perkirakan, hanya dalam hitungan menit pertama duduk di grove. Kael membuka matanya sedikit, terkejut dengan kecepatan kemajuan itu, namun cepat kembali fokus, menyadari bahwa dia baru saja mulai menyentuh permukaan dari apa yang bisa ditawarkan tempat ini.

Dia melanjutkan meditasinya sepanjang hari, dan setiap jam yang berlalu membawa kemajuan yang biasanya membutuhkan waktu berminggu-minggu dalam kondisi normal.

[Qi Gathering 4★ — Progres: 45%.]

[Qi Gathering 4★ — Progres: 78%.]

Seraphina duduk tidak jauh darinya, mengawasi dengan campuran kekaguman dan sesuatu yang lain yang tersembunyi di balik matanya. Dia sendiri, meski tidak duduk bermeditasi secara langsung, tampak menyerap sedikit energi dari grove hanya melalui kedekatannya dengan tempat itu, wajahnya perlahan tampak lebih segar dan hidup dibanding beberapa minggu terakhir.

Ketika malam mulai turun, Kael akhirnya membuka matanya sepenuhnya, merasakan tubuhnya bergetar dengan energi baru yang mengalir deras di setiap meridiannya.

[Qi Gathering 4★ — Progres: 100%.]

[Tembus ke Qi Gathering 5★.]

"Kau menembus dua tingkat dalam satu hari," Lyra berkata dengan mata melebar, jelas terkejut meski dia sendiri yang menyarankan tempat ini. "Aku belum pernah melihat kemajuan secepat ini, bahkan untuk standar Elf sekalipun."

"Rasanya luar biasa," Kael berkata, meregangkan tubuhnya yang terasa lebih ringan dan lebih kuat dari sebelumnya. "Seperti setiap sel dalam tubuhku baru saja dicuci bersih dan diisi ulang dengan energi segar."

"Grove ini memang istimewa," Lyra mengakui, "tapi kemajuanmu tetap luar biasa. Kebanyakan kultivator, bahkan dengan bantuan tempat seperti ini, tidak akan bisa menyerap energi sebanyak itu tanpa mengalami ketidakstabilan atau bahkan bahaya deviasi Qi."

"Mungkin karena Adaptation-ku," Kael menduga, mengingat bagaimana kemampuannya selalu membantunya menemukan cara paling efisien untuk memproses hal-hal baru, termasuk kali ini energi purba yang jauh lebih kompleks dari apa pun yang pernah dia hadapi.

Mereka melanjutkan latihan itu selama tiga hari berikutnya, dan setiap hari membawa kemajuan yang konsisten meski tidak selalu sedramatis hari pertama. Pada hari keempat, Kael akhirnya menembus batas Qi Gathering sepenuhnya.

[Qi Gathering 5★ — Progres: 100%.]

[Tembus ke Spirit Core Realm 1★.]

Terobosan itu terasa berbeda dari sebelumnya—bukan hanya peningkatan kekuatan, tetapi perubahan fundamental dalam cara Qi-nya bekerja. Dia bisa merasakan pembentukan sesuatu yang baru di pusat dadanya, sebuah inti kecil energi yang berdenyut dengan kekuatan yang jauh lebih terkonsentrasi daripada sebelumnya.

"Spirit Core," Seraphina berbisik dengan kekaguman yang tulus, merasakan perubahan signifikan dalam aura Kael. "Kau sudah mencapai realm ketiga dari tujuh realm yang diketahui, dalam waktu kurang dari setahun sejak kau tiba di dunia ini."

"Rasanya masih ada jarak yang sangat jauh untuk ditempuh," Kael berkata, meski dia tidak bisa menyembunyikan kepuasan dalam suaranya mengingat betapa jauh perjalanannya sejak hari pertama di Death Forest.

"Kau benar," Lyra menambahkan dengan senyum, "tapi kecepatan kemajuanmu benar-benar tidak seperti apa pun yang pernah kulihat. Jika kau bisa mempertahankan laju ini, kau mungkin akan mencapai realm yang setara dengan Dravos jauh lebih cepat dari yang siapa pun bayangkan."

Kael menatap ke arah kabut keemasan yang masih menyelimuti grove itu, merasakan tekad baru mengalir bersama energi segar dalam tubuhnya. "Kalau begitu aku akan terus berlatih di sini selama waktu yang kita punya, memanfaatkan setiap kesempatan sebaik mungkin sebelum konfrontasi berikutnya dengan Dravos tiba."

Malam itu, saat mereka beristirahat di dekat grove, Seraphina duduk lebih dekat dari biasanya kepada Kael, wajahnya diterangi cahaya keemasan lembut dari energi grove yang masih menyelimuti area sekitar mereka.

"Aku bangga padamu," katanya pelan, suaranya penuh kehangatan yang tulus. "Sungguh."

"Terima kasih," Kael menjawab, menatapnya dengan penghargaan yang mendalam, momen intim yang mulai terasa semakin sering terjadi di antara mereka seiring waktu yang mereka habiskan bersama.

Pada hari kelima di Grove Kultivasi Purba, sesuatu yang tidak terduga terjadi ketika Kael sedang dalam sesi meditasi mendalam.

Tanah di sekitarnya mulai bergetar lembut, dan kabut keemasan yang biasanya tenang mulai berputar membentuk pola yang jelas disengaja, bukan sekadar fenomena alam acak. Dari pusat pusaran kabut itu, sebuah sosok mulai terbentuk—tinggi, ramping, terbuat sepenuhnya dari cahaya keemasan dan dedaunan yang saling terjalin, dengan mata yang bersinar seperti dua bintang kecil.

"Penjaga Grove," Lyra berbisik dengan nada penuh hormat dan sedikit terkejut, segera membungkuk dalam-dalam. "Aku tidak menyangka akan melihatnya muncul. Dia sangat jarang menampakkan diri, bahkan kepada keluarga kerajaan sekalipun."

Kael membuka matanya, menatap sosok mengambang itu dengan campuran kekaguman dan kewaspadaan. "Siapa—atau apa—itu?"

[Entitas Kuno Terdeteksi: Penjaga World Tree.]

[Perkiraan kekuatan: Melampaui skala pengukuran normal.]

Notifikasi itu membuat Kael menahan napas. Bahkan Dravos, dengan segala kekuatannya, memiliki angka perkiraan yang bisa dibaca sistemnya. Entitas ini benar-benar berada di luar jangkauan pengukuran apa pun.

"Manusia kecil," suara itu bergema, tidak seperti suara biasa melainkan seperti gemerisik ribuan daun yang berbisik bersamaan, "energimu telah mengganggu ketenangan grove ini selama lima hari terakhir. Aku datang untuk melihat sendiri apa yang menyebabkannya."

"Aku... minta maaf jika aku telah mengganggu," Kael berkata dengan hati-hati, berdiri untuk menghadapi entitas itu dengan hormat meski tubuhnya menegang waspada.

"Tidak perlu meminta maaf," Penjaga itu menjawab, mendekat dengan gerakan yang seperti mengalir, bukan berjalan. "Aku hanya penasaran. Dalam ribuan tahun aku menjaga tempat ini, jarang ada makhluk yang bisa menyerap energi grove secepat dan sedalam yang kau lakukan tanpa mengalami kerusakan pada jiwa atau tubuh mereka."

Entitas itu mendekat lebih jauh, matanya yang bersinar menatap langsung ke arah dada Kael, seolah bisa melihat langsung ke dalam esensi keberadaannya.

"Menarik," gumamnya, nada suaranya berubah menjadi lebih serius. "Aku merasakan sesuatu yang familiar dalam dirimu, sesuatu yang seharusnya sudah lama hilang dari dunia ini."

"Darah Primordial," Kael menebak, mengingat kata-kata Dravos yang terus menghantui pikirannya sejak pertemuan mereka.

Penjaga itu tampak terkejut mendengar istilah itu diucapkan dengan begitu langsung. "Kau tahu tentang itu. Bagaimana bisa seorang manusia biasa mengetahui rahasia kuno semacam itu?"

"Aku bukan manusia biasa," Kael menjawab jujur. "Dan aku sedang mencoba memahami apa sebenarnya yang aku miliki dalam diriku, terutama karena ada seseorang yang berambisi untuk merebutnya."

Penjaga itu terdiam sejenak, seolah mempertimbangkan sesuatu yang sangat penting. "Aku hidup sejak sebelum era kultivasi dan sihir seperti yang dikenal dunia saat ini. Aku ingat masa ketika Darah Primordial bukan legenda, melainkan kenyataan yang mengalir bebas di dunia ini, sumber dari semua kekuatan elemen dan kehidupan itu sendiri."

"Apa yang terjadi padanya?" Kael bertanya, merasakan pentingnya informasi yang mungkin akan dia terima.

"Ia terpecah," Penjaga menjawab, suaranya membawa kesedihan kuno yang mendalam. "Dalam sebuah peristiwa yang bahkan aku sendiri tidak sepenuhnya pahami, kekuatan primordial itu terpecah menjadi fragmen-fragmen kecil, tersebar dan tersembunyi di berbagai sudut dunia, kadang bersembunyi dalam bentuk-bentuk yang tidak terduga—termasuk, mungkin, dalam darah seorang manusia yang terlahir kembali dari dunia lain."

Kael merasakan berat dari pengungkapan itu. "Jadi aku hanya membawa satu fragmen, bukan keseluruhan kekuatan itu?"

"Kemungkinan besar," Penjaga mengangguk pelan. "Tapi bahkan satu fragmen bisa menjadi sangat berbahaya di tangan yang salah, terutama jika seseorang berhasil mengumpulkan lebih dari satu fragmen dan mencoba menyatukannya kembali."

"Dravos," Seraphina, yang sejak awal berdiri diam mengamati percakapan itu, akhirnya angkat bicara. "Kau pikir dia mungkin sudah memiliki fragmen lain?"

"Aku tidak tahu pasti," Penjaga menjawab, menatap Seraphina dengan pengenalan yang samar. "Tapi mengingat obsesinya yang sudah berlangsung seribu tahun, kemungkinan itu tidak bisa diabaikan."

Kael merenungkan informasi baru itu dengan berat, menyadari bahwa skala ancaman yang mereka hadapi mungkin jauh lebih besar dari yang mereka bayangkan sebelumnya. "Apa yang bisa kau sarankan kepadaku?"

Penjaga itu mempertimbangkan pertanyaan itu untuk waktu yang lama sebelum akhirnya menjawab. "Fragmen dalam dirimu masih dalam tahap awal kebangkitan, tersembunyi jauh di dalam esensimu. Grove ini telah membantu mempercepat kultivasi normalmu, tapi untuk benar-benar membangkitkan potensi penuh dari fragmen itu, kau membutuhkan lebih dari sekadar energi alam biasa."

"Apa yang kubutuhkan?"

"Pemahaman," Penjaga menjawab sederhana. "Pemahaman tentang dirimu sendiri, tentang kekuatan yang kau miliki, dan tentang tanggung jawab yang menyertainya. Adaptation yang kau miliki bukan kebetulan—ia adalah manifestasi alami dari fragmen Primordial dalam dirimu, kemampuan untuk memahami dan menyatu dengan segala sesuatu di sekitarmu."

Kael mencerna informasi itu, merasakan kepingan-kepingan teka-teki tentang dirinya sendiri mulai membentuk gambaran yang lebih jelas, meski masih jauh dari lengkap.

"Terima kasih," katanya akhirnya, membungkuk hormat kepada entitas kuno itu. "Untuk kebijaksanaan yang kau bagikan."

"Jaga dirimu baik-baik, manusia kecil dengan darah kuno," Penjaga itu berkata, mulai memudar kembali menjadi kabut keemasan yang menyelimuti grove. "Dunia ini akan membutuhkan keseimbangan yang bisa kau bawa, lebih dari yang kau sadari sekarang."

Ketika sosok itu sepenuhnya menghilang, keheningan menyelimuti grove untuk beberapa saat, semua orang yang hadir masih mencerna apa yang baru saja terjadi.

"Fragmen Darah Primordial," Lyra akhirnya berkata, memecah keheningan itu. "Ini jauh lebih besar dari yang pernah kubayangkan."

"Kita perlu memberitahu ayahmu dan Sect Master Aldric tentang ini," Kael berkata, menyadari implikasi besar dari informasi yang baru saja mereka terima. "Ini mengubah segalanya tentang bagaimana kita harus mempersiapkan diri menghadapi Dravos."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!