NovelToon NovelToon
Super Sistem Pekerjaan Impian

Super Sistem Pekerjaan Impian

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Crazy Rich/Konglomerat / Mengubah Takdir
Popularitas:11.1k
Nilai: 5
Nama Author: ex

Setelah dipecat dari pekerjaannya dan diputuskan oleh sang pacar di hari yang sama, Bima Aditama mengira hidupnya telah hancur, hingga sebuah "Sistem Pekerjaan Impian" mendadak muncul dan memutarbalikkan nasibnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14

Pria paruh baya itu membungkukkan badannya hingga sembilan puluh derajat penuh di hadapan Bima.

Semua orang di lobi, termasuk para tamu dan staf kebersihan, langsung menghentikan aktivitas mereka karena terkejut.

Cindy yang berdiri di balik meja resepsionis merasa nyawanya baru saja melayang keluar dari tubuhnya.

General Manager yang galak dan berkuasa itu sedang membungkuk hormat kepada pemuda gembel yang baru saja dia usir.

"Jadi... dia ini bos besar yang baru?" ucap Cindy dalam hati dengan tubuh gemetar hebat.

Bima memandang Frans yang masih membungkuk di depannya dengan tatapan tenang.

"Berdirilah, Pak Frans, tidak perlu terlalu kaku seperti itu," ucap Bima ramah.

Frans menegakkan kembali tubuhnya lalu menyeka keringat di dahinya menggunakan sapu tangan.

"Mohon maaf yang sebesar-besarnya karena saya tidak menyambut Tuan secara langsung di pintu depan," ucap Frans penuh penyesalan.

"Saya tidak menyangka Tuan akan datang meninjau hotel secara mendadak pagi ini."

"Tidak apa-apa, saya memang suka berkeliling tanpa pemberitahuan agar bisa melihat kondisi asli tempat ini," jawab Bima santai.

Bima lalu melirik ke arah Cindy yang wajahnya sudah sepucat mayat hidup.

"Termasuk melihat kelakuan beberapa karyawan yang suka merendahkan tamu dan mencuri uang perusahaan."

Mata Frans langsung melotot marah menatap resepsionis wanita di balik meja tersebut.

Frans bukan orang bodoh, dia langsung mengerti apa yang baru saja terjadi sebelum dia turun ke lobi.

"Cindy! Apa yang sudah kamu lakukan pada Tuan Bima?" bentak Frans dengan suara menggelegar.

"S-saya minta maaf, Pak! Saya tidak tahu kalau beliau adalah pemilik baru kita!" isak Cindy yang langsung menangis ketakutan.

"Tolong maafkan saya, Tuan Bima, saya janji tidak akan mengulanginya lagi!"

Bima hanya menggelengkan kepalanya pelan menanggapi tangisan palsu wanita itu.

"Pak Frans, saya ingin staf ini dipecat hari ini juga secara tidak hormat," perintah Bima tanpa keraguan.

"Dan pastikan divisi keuangan mengaudit semua transaksi yang dia lakukan selama setahun terakhir."

"Jika terbukti ada penggelapan, serahkan dia ke polisi tanpa mediasi apa pun."

Frans mengangguk tegas menyanggupi perintah mutlak dari sang bos besar.

"Baik, Tuan Bima, saya akan segera memanggil pihak keamanan untuk membereskan masalah ini."

Frans memberi isyarat kepada dua petugas keamanan bertubuh besar untuk menyeret Cindy pergi dari meja resepsionis.

Wanita sombong itu terus menangis dan memohon ampun, namun Bima sama sekali tidak mempedulikannya.

"Nah, Pak Frans, kudengar Anda sedang memimpin rapat penting dengan jajaran direksi?" tanya Bima mengalihkan pembicaraan.

Frans kembali menundukkan kepalanya dengan sopan di depan Bima.

"Benar, Tuan. Kami sedang mengadakan rapat dengan pihak penyuplai bahan makanan utama hotel kita."

"Ada masalah dengan pihak penyuplai itu sampai harus rapat di akhir pekan begini?" selidik Bima yang sebenarnya sudah tahu jawabannya.

Frans menghela napas berat, wajahnya menunjukkan beban pikiran yang cukup besar.

"Pihak PT Bumi Pangan memaksa kami menandatangani perpanjangan kontrak eksklusif selama lima tahun ke depan."

"Mereka menaikkan harga suplai secara tidak masuk akal, tapi kami kesulitan mencari pengganti dalam waktu singkat karena relasi monopoli mereka."

Bima tersenyum tipis mendengar keluhan dari manajer kepercayaannya ini.

Tebakannya semalam di dalam mobil ternyata seratus persen akurat mengenai niat busuk Pak Tommy.

"Menarik sekali," gumam Bima santai.

"Ayo kita ke ruang rapat sekarang, Pak Frans."

"Saya ingin melihat sendiri sehebat apa penyuplai makanan yang berani memeras hotelku ini."

Frans mengangguk patuh dan langsung membimbing Bima berjalan menuju lift khusus VIP.

Kedua orang itu naik ke lantai atas yang merupakan area steril khusus untuk manajemen tingkat eksekutif.

Pintu lift terbuka menampilkan lorong berkarpet merah tebal yang sangat mewah dan sunyi.

Frans membuka pintu ganda ruang rapat utama yang terbuat dari kayu jati berukir indah.

Cklek.

Di dalam ruangan yang luas itu, belasan manajer eksekutif hotel sedang duduk tegang mengelilingi meja bundar besar.

Di ujung meja seberang, Pak Tommy duduk dengan posisi menyandar santai sambil menghisap cerutu mahalnya.

Anton, sang asisten setia, berdiri di sebelahnya sambil memegang dokumen kontrak.

"Nah, Pak Frans akhirnya kembali juga," sambut Pak Tommy dengan suara angkuh yang menggema di ruangan.

"Bagaimana? Sudah memutuskan untuk menandatangani kontrak ini agar kita semua bisa pulang dan liburan?"

Pak Tommy sama sekali tidak menyadari siapa pemuda yang berjalan masuk di belakang Frans.

Frans berdehem pelan untuk menenangkan suaranya yang sedikit bergetar.

"Mohon perhatian semuanya, mari kita berdiri sejenak untuk menyambut pemilik tunggal baru dari Hotel Grand Cakrawala."

"Perkenalkan, ini adalah Tuan Bima Aditama."

Seluruh manajer eksekutif hotel serempak berdiri dari kursi mereka dan membungkuk hormat kepada Bima.

Pak Tommy yang sedang asyik menghisap cerutunya mendadak tersedak asap tebal.

Uhuk uhuk.

Matanya terbelalak lebar menatap wajah pemuda yang baru saja diperkenalkan sebagai bos besar itu.

Anton yang berdiri di sebelahnya sampai menjatuhkan pena mahalnya ke lantai karena terkejut setengah mati.

"K-kamu?" tunjuk Pak Tommy dengan jari gemetar ke arah Bima.

"Kamu kan sopir taksi online kurang ajar yang menjemputku semalam!"

Seluruh manajer hotel di ruangan itu saling berpandangan bingung mendengar teriakan Pak Tommy.

Pemilik baru mereka yang memiliki uang triliunan rupiah disebut sebagai sopir taksi online?

1
Naga Hitam
wahh tidak ada truk tronton
YUI: tidak perlu ketabrak truk dulu🤣🤣
total 1 replies
Yuliana Tunru
bodoh dan arogan x kau vina ..tak sabar mau tau gmn reaksi x saat tau siapa bima 🤣🤣 makin seruuu dan yg pasti up x benar2 bikin puasss 👍👍
Oarashi
gas
Yuliana Tunru
cuma bisa bilang wooow bima ..cslon pacar udaman tuh siska 🤭🤭
Kasma Wati
.🤣🤣🤣🤣🤣
Heri Susanto8246
bodoh
Yuliana Tunru
up x ndk kaleng3 ..ma kasih thorr 💪💪 trs ya 👍👍
aldo
lanjut author semangat terus 🙏🙏🙏🙏
Yuliana Tunru
cerita yg bagus thorr wuka gaya bima yg tenang tp cerdik..bonus vote buat kisah mu
YUI: terimakasih kak☺️
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!