NovelToon NovelToon
Ma Chérie, Don'T Run!

Ma Chérie, Don'T Run!

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Obsesi
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: you see me

Bagi dunia, Hades Sterling adalah pengusaha kejam yang tak tersentuh. Namun bagi Persephone Sinclair, dia adalah suami posesif yang memanggilnya "Ma chérie". Percy suka petualangan dan kegilaan keliling dunia, sementara Hades suka membiarkannya bebas, dalam pengawasan ratusan pengawal bayangan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon you see me, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Prolog

Angin malam di atas kota New York berembus dingin, membawa serta gemerlap cahaya lampu dari gedung-gedung pencakar langit yang menjulang angkuh menembus langit kelabu. Di dalam sebuah penthouse mewah bernuansa monokrom yang mendominasi lantai paling atas sebuah menara di Manhattan, seorang pria berdiri tegak di balik dinding kaca raksasa.

​Hades Sterling. Namanya saja sudah cukup membuat para raksasa bisnis di Wall Street bergidik ngeri. Pria berdarah campuran Yunani-Italia-Amerika itu memiliki pahatan wajah bak dewa Yunani kuno, rahang nya tegas, hidung mancung sempurna, serta sepasang mata kelabu sedingin es yang mampu membekukan siapa pun dalam sekali tatapan. Ia adalah perwujudan dari kekuasaan mutlak, kekayaan tak berbatas, dan sifat tanpa ampun. Tidak ada satu pun manusia di dunia ini yang berani menentangnya, kecuali satu wanita mungil yang saat ini sedang berada ribuan mil jauhnya dari pelukannya.

​Hades menyesap bourbon mahalnya dalam keheningan, sementara pikirannya melayang pada sosok istri yang begitu ia puja sekaligus ia awasi di setiap detik napasnya. Ma chérie, panggilan kesayangan yang hanya berhak didengar oleh wanita itu seorang.

​Di balik sifatnya yang dingin, kejam, dan tidak tersentuh oleh dunia luar, Hades adalah pria yang akan berubah menjadi makhluk paling lunak, paling penurut, dan paling berbahaya di muka bumi ini jika menyangkut sang istri Persephone Sinclair atau sekarang disebut Persephone Sterling.

Di belahan bumi yang lain, tepatnya di dalam lorong keberangkatan VIP sebuah bandara internasional yang sibuk di Eropa, kekacauan tengah terjadi berkat dua orang wanita berdarah dingin dalam hal menghabiskan uang namun berhati kekanak-kanakan.

​"Tyche! Kau yakin tas edisi terbatas ini tidak akan hancur jika dimasukkan ke dalam kabin jet pribadi?" teriak seorang wanita berambut lurus panjang berwarna chesnut brown dengan nada melengking penuh drama.

​Wanita itu adalah Persephone Sinclair atau yang akrab dipanggil Percy. Dengan tinggi badan yang mungil, kulit seputih porselen, sepasang mata amber yang berbinar nakal, bibir kecil ranum yang selalu merenggut manja, serta dua buah lesung pipi manis yang tercetak di kedua pipinya setiap kali ia tersenyum lebar, Percy adalah definisi nyata dari bencana berjalan. Ia adalah tipe wanita yang oleh para awak media sosial dijuluki sebagai 'cegil' cewek gila yang tidak pernah bisa diam, hobi melakukan hal-hal ekstrem, dan sama sekali tidak memedulikan statusnya sebagai seorang istri sah dari penguasa imperium Sterling.

​Di sampingnya berdiri Tyche Vance, sahabat setianya yang juga berasal dari kalangan konglomerat elit Amerika. Tyche mendengus pelan sambil merapikan mantel bulunya, namun matanya ikut berbinar menatap puluhan kantong belanjaan berlabel brand ternama dunia yang berserakan di atas koper-koper mewah mereka.

​"Percy, kita baru saja membuat seluruh petugas bea cukai keringat dingin karena menghabiskan waktu tiga jam hanya untuk memilih syal sutra di Milan, dan sekarang kau masih meributkan tas?" balas Tyche dengan nada jengkel yang dibuat-buat, meski ia sendiri tidak bisa menahan senyumnya. "Jika suami dinginmu itu tahu kita baru saja memborong setengah butik di Paris lalu terbang ke sini hanya untuk makan malam, ia pasti akan mengirim pasukan khusus untuk menyeretmu pulang ke mansion."

​Mendengar nama sang suami disebut, mata amber Percy melebar seketika. Ada sedikit debar ketakutan yang merayap di dadanya bukan karena Hades akan menyakitinya secara fisik, melainkan karena ia tahu persis apa arti kepulangan. Jika ia tertangkap basah oleh Hades, pria posesif dan overprotective itu dipastikan akan mengurungnya kembali di dalam mansion megah mereka, menjauhkannya dari dunia luar, dan menjadikannya ratu yang dikurung dalam sangkar emas.

​"Makanya kita harus terus bergerak, Tyche!" bisik Percy panik namun penuh semangat, menarik koper-kopernya dengan langkah tergesa. "Selama aku belum tertangkap, aku akan travelling sejauh mungkin! Dunia ini terlalu luas untuk dilewatkan hanya dengan duduk manis di samping Hades yang menatapku seolah aku adalah permata paling rapuh di dunia!"

​Kedua wanita itu tertawa renyah, melangkah dengan gaya bak supermodel yang baru saja turun dari panggung runway, meninggalkan kekacauan administratif bandara yang mencakup koper-koper berlebih, teriakan staf maskapai, hingga kehebohan para paparazzi lokal yang gagal mengambil foto mereka karena dikawal ketat oleh pengamanan rahasia.

Kembali ke New York, di dalam ruang kerja pribadi Hades yang bernuansa gelap dan elegan, suara ketukan pintu berbunyi tiga kali sebelum seorang pria berpostur tegap melangkah masuk dengan ekspresi lelah bercampur pasrah.

​Dionisos Volkov. Teman sekaligus tangan kanan paling setia Hades.

​"Tuan," ucap Dionisos dengan nada datar, melaporkan situasi terbaru sambil meletakkan sebuah tablet di atas meja kerja mahoni. "Nyonya besar dan Nona Vance baru saja membuat kehebohan di bandara internasional Eropa. Mereka memborong seluruh stok musiman sebuah brand mewah dan menyebabkan penundaan jadwal penerbangan selama dua puluh menit karena Nyonya menolak meninggalkan toko sebelum mendapatkan warna tas yang ia inginkan."

​Hades tidak bergeming. Ia hanya melirik layar tablet yang menampilkan foto Percy tengah tertawa lebar sambil menenteng kantong belanjaan bersama Tyche. Sudut bibir pria itu sedikit terangkat, membentuk senyuman tipis yang teramat misterius, sebuah senyuman yang hanya diperuntukkan bagi sang istri.

​"Biarkan dia," ucap Hades dengan suara baritonnya yang berat dan dingin. "Selama ia tidak melanggar batas yang telah ku tentukan."

​"Batas?" Dionisos mengangkat alisnya. "Maksud Anda, larangan memakai pakaian terbuka, bikini, atau mendekati pria lain?"

​"Ya," jawab Hades singkat, namun sorot mata kelabunya berubah menjadi tajam menusuk. "Pastikan tidak ada satu pun pria hidung belang yang berani mendekatinya di sana. Dan kau tahu apa yang harus kau lakukan untuk membereskan kekacauan finansial dan administratif yang ia buat, Dionisos."

​"Baik, Tuan. Saya akan segera membereskannya seperti biasa," balas Dionisos menghela napas panjang dalam hati. Menjadi pengawal bayangan bagi istri bos besar mereka adalah pekerjaan paling menegangkan sekaligus melelahkan di dunia.

​Namun, kekacauan yang diciptakan Percy bukanlah satu-satunya masalah yang harus dihadapi lingkaran terdekat Hades. Di tempat lain di kota yang sama, seorang wanita dengan gaun malam merah menyala sedang menatap pantulan dirinya di cermin rias mewah.

​Iris Montgomery. Aktris papan atas Hollywood yang kecantikannya dipuja jutaan pasang mata. Namun di balik kesuksesannya di dunia hiburan, Iris menyimpan obsesi yang membara dan destruktif terhadap Hades Sterling. Ia tidak pernah terima kenyataan bahwa ada wanita lain yang berhasil mendampingi sang miliarder, terlebih karena status pernikahan Hades dan Percy sengaja disembunyikan dari publik luas dan hanya diketahui oleh segelintir kalangan elit atas.

​Dengan senyuman penuh perhitungan, Iris sering sengaja mendekati area-area eksklusif tempat relasi bisnis Hades berada, membiarkan para pemburu berita mengambil foto mereka dari sudut tertentu, lalu menyebar rumor licik seolah-olah dirinyalah wanita yang sedang menjalin hubungan spesial dengan sang penguasa Sterling Global. Iris tahu betul bahwa Hades tidak pernah mengeluarkan bantahan resmi di media massa, bukan karena Hades peduli padanya, melainkan karena Hades menganggap rumor murahan seperti itu tidak layak untuk disentuh atau ditanggapi olehnya.

​Namun bagi Iris, diamnya Hades adalah celah untuk terus memprovokasi dan mencoba merusak hubungan sang miliarder dengan istrinya yang misterius.

Tidak jauh dari lingkaran persaingan sosialita dan dunia hiburan tersebut, ada satu nama lagi yang selalu menikmati permainan berbahaya Hefaistos Alistair.

​Mantan rekan bisnis sekaligus saingan abadi Hades. Hefaistos adalah pria ambisius yang selalu merasa berada di bawah bayang-bayang kekuasaan Hades. Apa pun yang diinginkan Hefaistos, Hades selalu selangkah lebih maju, termasuk dalam hal mendapatkan wanita. Dan sialnya, diam-diam Hefaistos menyimpan ketertarikan yang hampir mendekati kegilaan kepada Persephone Sinclair.

​Bagi Hefaistos, Percy adalah satu-satunya kelemahan Hades Sterling yang paling nyata. Ia sengaja sering memancing emosi Hades, melanggar batas-batas kesabaran sang miliarder, dan melempar tatapan penuh tantangan dalam setiap pertemuan bisnis kelas atas. Hefaistos tahu persis bahwa setiap kali ia mencoba mendekati lingkaran Percy, ia sedang bermain dengan api neraka. Namun sensasi dari bahaya itu sendiri memberinya kepuasan tersendiri, meskipun pada akhirnya ia selalu berakhir di pihak yang kalah telak di bawah cengkeraman kekuasaan Hades.

Kembali di bandara Eropa, Percy memasukkan ponselnya ke dalam tas setelah membaca pesan singkat tanpa nama yang masuk pesan berisi peringatan halus namun tegas mengenai jam malam yang harus ia patuhi. Ia tahu betul siapa pengirim di balik pesan tak bernama itu.

​Jantungnya berdegup lebih kencang. Ia tahu, waktu bermainnya tidak akan selamanya aman. Suaminya yang posesif, dingin, dan kejam itu tidak akan tinggal diam lebih lama lagi. Hades sedang membiarkannya berlari, memberinya kebebasan semu untuk menjelajahi dunia bersama Tyche, sebelum akhirnya pria itu sendiri yang akan turun tangan, menjemputnya, dan membawanya pulang ke dalam pelukan posesif yang tidak akan bisa ia hindari lagi.

​"Tyche," bisik Percy pada sahabatnya dengan mata amber yang berbinar penuh adrenalin, saat mereka melangkah masuk ke dalam kabin jet pribadi menuju destinasi pelarian mereka selanjutnya. "Kita harus terbang lebih cepat. Sebelum monsterku datang menangkapku."

​Dan di ujung dunia yang lain, sang penguasa bayangan hanya tersenyum dingin di balik meja kerjanya, membiarkan burung kecilnya terbang sebebas mungkin, karena ia tahu persis di mana sarang itu berada dan sang istri tidak akan pernah bisa benar-benar lepas darinya.

1
Hema Simangunsong
sukaaaaa cerita nyaaa, tp bukan mau tamat kan ya cerita thor.
you see me: terima kasih kakak /Whimper/
belum tamat kakak, masih ada lanjutannya.
terima kasih sudah meluangkan waktunya untuk membaca karya saya kakak hema /Smile/
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!