NovelToon NovelToon
Kaisar Langit Abadi

Kaisar Langit Abadi

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Epik Petualangan / Action
Popularitas:5.9k
Nilai: 5
Nama Author: Chen Xuan

Saat Dewa Turun ke Dunia

"Satu jari... cukup untuk memusnahkan satu kota."

Dalam sekejap, Kota Tai berubah menjadi lautan abu. Jutaan nyawa lenyap tanpa perlawanan. Di antara seluruh penduduk, hanya seorang anak kecil berusia tujuh tahun yang selamat—Li Tianxuan.

Sebelum menghilang, sosok dewa memasuki tubuhnya.

Sepuluh tahun kemudian, Li Tianxuan melangkah keluar dari Kota Tai yang telah tersegel oleh Formasi Kuno. Namun dunia di luar seolah tak pernah mengetahui kehancuran kota itu. Demi mengungkap kebenaran, ia menempuh jalan kultivasi yang dipenuhi darah, pengkhianatan, reruntuhan kuno, dan peperangan melawan para jenius dari sekte-sekte terkuat.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Chen Xuan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3 — Kota Qingyu

Kota Qingyu

Penginapan Bulan Pertama

Di sebuah kamar sederhana yang hanya berisi dua ranjang kayu, seorang pemuda tampan terbaring tak bergerak. Hampir seluruh tubuhnya dibalut kain putih, hanya menyisakan wajahnya yang masih tampak pucat akibat kehilangan banyak darah.

Namun...

Jari telunjuknya bergerak pelan.

Kelopak matanya perlahan bergetar sebelum akhirnya terbuka.

Li Tianxuan menatap langit-langit kamar dengan pandangan kosong.

"Di mana aku...?"

Ia mencoba menggerakkan tubuhnya. Rasa nyeri langsung menjalar ke seluruh badan, membuat dahinya berkerut.

Perlahan ia duduk.

Tatapannya menyapu seluruh ruangan.

Kamar itu sederhana, tetapi bersih dan hangat. Aroma kayu bercampur harum tanaman obat memenuhi udara.

Suasana itu mengingatkannya pada rumah yang pernah menjadi tempat ia pulang. Rumah yang selalu dipenuhi tawa ayah dan ibunya. Rumah yang menjadi saksi masa kecilnya. Namun, semuanya telah lenyap bersama Kota Tai.

Li Tianxuan memejamkan mata. Kenangan itu masih terasa begitu jelas, seolah baru terjadi kemarin.

Tak lama kemudian, ingatannya kembali pada peristiwa sebelum ia kehilangan kesadaran.

Harimau Api Merah...

Dua ekor sekaligus.

Lalu...

Sosok pria tua yang muncul sesaat sebelum penglihatannya menggelap.

"Mungkinkah..."

"Beliau yang menyelamatkanku?"

Baru saja Li Tianxuan hendak turun dari ranjang...

Krek...

Pintu kamar terbuka perlahan.

Pria tua berjubah abu-abu melangkah masuk sambil membawa semangkuk air hangat. Wajahnya tetap tenang seperti sebelumnya.

"Kau sudah sadar."

Li Tianxuan langsung berdiri meski tubuhnya masih terasa sakit. Ia menangkupkan kedua tangan dengan hormat.

"Junior berterima kasih atas pertolongan Senior. Jika bukan karena Senior, mungkin nyawaku telah melayang."

Pria tua itu hanya tersenyum tipis.

"Bocah sepertimu masih bisa berdiri setelah luka separah itu. Ketahananmu tidak buruk."

Li Tianxuan hanya tersenyum tipis.

"Siapa namamu?"

"Li... Tianxuan." Ia sengaja hanya menyebut nama depannya.

Pria tua itu mengangguk pelan. "Nama yang bagus."

"Kalau begitu... bolehkah Junior mengetahui nama Senior?"

Pria tua itu berjalan ke dekat jendela. Tatapannya mengarah pada jalanan Kota Qingyu yang ramai. Setelah beberapa saat, barulah ia membuka mulut.

"Yuan Gu."

Hanya dua kata. Namun entah mengapa, nama itu terasa memiliki beban yang sangat berat.

Li Tianxuan mengulang nama itu dalam hati.

"Senior Yuan Gu." Ia kembali menangkupkan tangan. "Junior masih memiliki banyak urusan. Kebaikan Senior akan selalu kuingat."

Li Tianxuan mengambil pedang panjang yang bersandar di sudut kamar. Saat hendak melangkah keluar...

Swoosh!

Sebuah gulungan kain melayang ke arahnya.

Li Tianxuan menangkapnya secara refleks.

Saat dibuka, ternyata sebuah jubah baru berwarna hitam.

"Pakailah! Pakaianmu sudah tidak layak digunakan."

Li Tianxuan menatap jubah itu beberapa saat.

Tanpa berkata apa-apa, ia segera mengenakannya. Jubah hitam itu menutupi seluruh perban yang membalut tubuhnya.

Kini penampilannya jauh lebih rapi.

Li Tianxuan membungkuk hormat. "Terima kasih, Senior." Ia pun meninggalkan kamar.

Sesaat setelah pintu tertutup, Yuan Gu menatap ke arah pintu sambil tersenyum tipis.

"Bocah yang menarik, sangat menarik..."

Begitu kalimat itu selesai... Sosok Yuan Gu menghilang begitu saja, seolah tidak pernah berada di ruangan itu.

Begitu keluar dari Penginapan Bulan Pertama, langkah Li Tianxuan langsung terhenti. Matanya membelalak. Di hadapannya terbentang sebuah kota yang begitu hidup.

Suara pedagang menawarkan dagangan. Tawa anak-anak yang berlarian. Keramaian para kultivator. Asap makanan yang mengepul dari warung-warung. Seluruh pemandangan itu membuat tubuh Li Tianxuan membeku.

Tanpa ia sadari, air mata mengalir perlahan di pipinya.

Sepuluh tahun.

Sepuluh tahun lamanya ia hidup sendirian di tengah kota mati. Kini, Ia kembali mendengar suara kehidupan. Namun justru karena itulah, dadanya terasa semakin sesak.

"Kota Tai..." gumamnya lirih.

"Mengapa harus kotaku...?"

Tangannya mengepal erat, bayangan Dewa berjubah emas kembali memenuhi pikirannya. Satu kata. Hanya satu kata.

Seluruh Kota Tai berubah menjadi lautan reruntuhan.

"Lenyap..."

Li Tianxuan tanpa sadar menyentuh dahinya.

Tempat di mana cahaya emas itu pernah masuk.

"Apa yang sebenarnya kau lakukan padaku...?"

Tak ada jawaban. Ia menarik napas panjang, lalu memutuskan berjalan menyusuri Kota Qingyu.

Baginya, Kota ini terasa seperti Kota Tai yang hidup kembali. Setiap tawa yang terdengar mengingatkannya pada masa kecil yang telah hilang. Namun ketenangan itu tidak berlangsung lama.

Di tengah jalan...

Seorang pemuda berpakaian mewah menghadang langkahnya. Di belakang pemuda itu berdiri beberapa pengawal dengan wajah angkuh.

Li Tianxuan melirik sekilas. Lalu memilih berjalan memutar. Ia tidak ingin mencari masalah.

"Berhenti."

Suara dingin terdengar dari belakang. Li Tianxuan tetap melangkah.

"Hei! Sialan!"

Salah seorang pengawal maju sambil berteriak.

"Apa kau tuli? Di hadapanmu berdiri Tuan Muda Keluarga Long, Long Aotian!"

Langkah Li Tianxuan akhirnya berhenti. Namun bukan karena takut. Melainkan karena ia mulai merasa terganggu.

Long Aotian melangkah mendekat, tatapan angkuhnya menyapu Li Tianxuan dari ujung kepala hingga kaki.

"Bocah, kau cukup berani mengabaikanku."

Li Tianxuan mengangkat pandangan. Sorot matanya sedingin es. Tanpa sedikit pun rasa takut, ia berkata dengan suara datar.

"Menyingkir dari jalanku! Aku sedang tidak ingin membuat masalah."

Keheningan langsung menyelimuti jalanan.

Tak seorang pun menyangka ada orang yang berani berbicara seperti itu kepada Long Aotian.

1
Ilham Yono
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Slight/
Ilham Yono
cerdas..mengakui keunggulan lawan..
Ilham Yono
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Determined//Curse/
Ilham Yono
terbaik
Ilham Yono
hem/Proud//Proud//Proud//Chuckle/
Ilham Yono
hem/Facepalm/
Ilham Yono
/Determined//Determined//Determined//Determined/
Ilham Yono
good jobs
Ilham Yono
beuh orang sombong mah gosong
Ilham Yono
beuh☠️⚔️☠️⚔️☠️⚔️👻
Ilham Yono
hahaha..malah jadi pemicu terobosan /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Ilham Yono
hahaha..malah jadi pemicu terobosan /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Ilham Yono
banyak cakap..kemampuan senyap
Kadai Kecil
Lanjut lu woi thor/Curse/
Kadai Kecil
Kok habis /Curse/
Kadai Kecil
lanjut terus
Kadai Kecil
Tidak ada jeda nih
Kadai Kecil
semangat thor
Kadai Kecil
apa-apaan ini thor 🤣/Facepalm/
Kadai Kecil
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!