NovelToon NovelToon
Tawanan Sang Yakuza

Tawanan Sang Yakuza

Status: sedang berlangsung
Genre:Kutukan / Mafia / Dark Romance
Popularitas:7.3k
Nilai: 5
Nama Author: EILI sasmaya

⚠️ PERINGATAN
Cerita ini mengandung unsur Dark Romance & Visualisasi Horor.

Dipaksa menikah dengan pembunuh berdarah dingin demi menyelamatkan klan yang dibencinya.

Aiko Kurogawa hanya ingin hidup normal, jauh dari dunia kelam Yakuza yang mengalir di darah keluarganya.

Namun keinginan sang ayah yang sekarat memupuskan semua itu, ia dinikahkan paksa dengan Ren Tachibana, pemimpin muda Yakuza yang dingin, kejam, dan hidup hanya untuk membalas dendam.

Ren memperlakukannya sebagai aset, bukan istri. Sementara Aiko harus menyembunyikan satu rahasia besar yang bisa membuatnya dianggap gila. sejak lahir, ia dikutuk untuk bisa melihat arwah orang-orang mati.

Dan di sekeliling Ren, arwah-arwah itu tidak pernah berhenti berbisik.

Ketika bisikan para arwah mulai mengungkap rahasia kelam masa lalu.

Aiko dihadapkan pada pilihan.

bertahan diam demi keselamatannya, atau menggali lebih dalam dan mempertaruhkan nyawa demi kebenaran yang mengikat mereka berdua.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EILI sasmaya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CHAPTER 1

Kereta sore menuju pinggiran kota Kyoto berjalan dengan cepat, melewati senja yang mulai temaram. Di dalam gerbong yang penuh sesak oleh aroma keringat dan gurat kelelahan para pekerja kantoran, Aiko Kurogawa berdiri bersandar pada pintu kaca. Kedua jari tangannya mencengkeram erat tali tas ransel miliknya, mencoba menghalau rasa dingin yang mendadak menjalar di sepanjang tulang belakangnya.

Aiko memejamkan mata, namun hal itu tidak membuat situasinya membaik. Sejak lahir, sepasang matanya tidak pernah hanya melihat dunia manusia yang hidup. Darah keluarga Kurogawa yang mengalir di tubuhnya membawa kutukan yang di mana ia mempunyai kemampuan indigo untuk melihat mereka yang telah tiada, terutama mereka yang mati dengan cara yang tidak tenang.

“Dia akan datang… Serigala putih itu akan menuntut balas…”

Sebuah bisikan serak, mendengung tepat di telinga kanan Aiko.

Aiko tersentak, kelopak matanya terbuka lebar. Di sampingnya, seorang pria paruh baya sedang tertidur pulas sambil berdiri, sama sekali tidak mendengar suara apa pun. Dan di balik bayangan pria itu, sesosok arwah wanita tanpa wajah dengan gaun pengantin yang robek dan berlumuran darah sedang menatap Aiko. Jari-jarinya yang kurus dan pucat menunjuk lurus ke arah luar jendela kereta.

Aiko membuang muka dengan kasar, napasnya memburu. Jangan lihat, jangan dengarkan, jangan pedulikan, mantra itu terus ia rapalkan di dalam hati. Ia sudah terbiasa mengabaikan arwah-arwah penasaran yang kerap mengganggunya di tempat umum. Namun, belakangan ini, arwah-arwah yang ditemuinya selalu membisikkan hal yang sama tentang sosok 'Serigala Putih'. Sebuah peringatan misterius yang membuat dadanya selalu dilingkupi firasat buruk.

Begitu kereta berhenti di stasiun terdekat, Aiko langsung merangsek keluar, mengabaikan makian beberapa penumpang yang tersenggol olehnya. Ia berlari kecil menembus hawa dingin Kyoto, bergegas menuju rumah utama keluarga Kurogawa yang berdiri megah namun terisolasi di atas bukit.

Dunia luar melihat kediaman tradisional dengan tembok kokoh itu adalah simbol kekuasaan tertinggi dari klan Yakuza legendaris, Kurogawa-gumi. Tempat yang ditakuti dan disegani. tapi tidak bagi Aiko sendiri, sebab rumah itu tidak lebih dari sangkar yang mencekam untuknya. Di setiap sudut koridor kayu yang gelap, arwah para leluhur dan korban eksekusi masa lalu klan sering kali berdiri diam, mengawasinya dengan tatapan mengutuk.

Aiko melepas sepatunya di sela pintu masuk, melangkah tergesa-gesa menyusuri koridor. Langkah kaki gadis itu mendadak terhenti saat melewati ruang kerja ayahnya. Pintu geser kayu itu sedikit terbuka, membawa aroma obat-obatan yang menyengat bercampur dengan hawa kematian yang mencekam di dalamnya.

"Masuk, Aiko," sebuah suara berat, dan penuh tekanan terdengar dari dalam.

Aiko menelan ludah, mengatur emosinya sebelum menggeser pintu itu lebih lebar. Di balik meja kayu besar, duduk Hiroshi Kurogawa. Pria yang dulunya dijuluki Sang Naga Hitam Timur itu kini tampak begitu rapuh. Karena penyakit dalam yang telah menggerogoti tubuh kekarnya, menyisakan kulit yang menggelambir longgar di atas tulang-tulang pipinya. Namun, sepasang mata tua itu masih memancarkan kilat kejam yang membuat nyali menciut saat menatapnya.

"Duduklah," perintah Hiroshi, disusul batuk kering yang tertahan.

Aiko melangkah pelan, melipat kedua kakinya di atas bantal duduk dengan anggun. Ia menunduk, tidak sudi menatap sudut ruangan di mana tiga bayangan hitam, arwah musuh yang dihabisi ayahnya dulu sedang berdiri menatap mereka dengan seringai mengerikan.

"Aku tidak punya banyak waktu lagi, Aiko. Dokter bilang usiaku tidak akan melewati musim gugur ini," Hiroshi memulai tanpa basa-basi. "Kau adalah putri tunggal keluarga ini. Dan karena kau menolak menyentuh bisnis haram ini, aku harus memastikan ada pria yang cukup kuat untuk melindungimu saat aku tiada. Dunia bawah terlalu kejam untuk wanita sepertimu."

Firasat buruk Aiko yang tertahan di kereta tadi mendadak mencuat ke permukaan. "Apa maksud Ayah?"

Hiroshi mendorong sebuah map dokumen ke hadapan Aiko. "Aku sudah menjatuhkan pilihan. Bulan depan, kau akan menikah dengan Ren Tachibana. Pemimpin muda dari Tachibana-gumi."

Kata-kata itu bagai hantaman yang membuat tubuh Aiko menegang seketika. "Pernikahan? Ayah, aku baru berusia dua puluh dua tahun! Dan lagi... Tachibana-gumi? Mereka hanyalah faksi kecil yang baru bangkit dari puing-puing kehancuran. Kenapa aku harus diserahkan pada orang asing?!"

"Dia bukan sekadar orang asing!" potong Hiroshi. "Ren Tachibana adalah pria berbahaya, kejam, dan hidupnya digerakkan oleh dendam. Tapi dia adalah satu-satunya pria yang memegang teguh komitmen di dunia kejam ini. Menikah dengannya adalah satu-satunya cara agar darah Kurogawa tidak dihabisi oleh musuh-musuh kita setelah aku mati!"

Air mata kemarahan mulai menggenang di pelupuk mata Aiko. Ia mencengkeram kain roknya. "Melindungiku? Ayah menyerahkanku pada seorang pembunuh, seorang Yakuza yang tangannya berlumuran darah, dan Ayah menyebut itu perlindungan?! Aku membenci dunia ini, Ayah! Aku tersiksa setiap hari karena kutukan di darahku, dan sekarang Ayah ingin mengunciku selamanya dalam kegelapan bersama monster seperti dia?!"

Uhuk! Uhuk!

Hiroshi mendadak terbatuk hebat hingga tubuhnya terguncang ke depan. Saputangan putih yang digunakannya seketika ternoda oleh darah segar. Wajah pria tua itu semakin pucat, namun tatapannya justru menyiratkan keputusasaan yang mendalam.

"Titahku sudah bulat, Aiko," bisik Hiroshi setelah berhasil menguasai napasnya yang putus-putus. "Kau tidak memiliki pilihan lain. Keluarlah."

Dengan rasa kekecewaan dan amarah yang membakar dada, Aiko bangkit berdiri tanpa membungkuk hormat. Ia berbalik dan melangkah cepat, membanting pintu geser kamar ayahnya hingga berdentum keras di sepanjang koridor yang sunyi.

Begitu sampai di kamarnya yang luas di lantai tiga, Aiko langsung mengunci pintu dan menjatuhkan diri di atas tempat tidur. Ia menangis dalam diam, meredam suaranya di balik bantal. Mengapa takdirnya harus sehancur ini? Kemampuan melihat arwah sudah cukup mengisolasi dirinya dari dunia normal, dan kini ia harus dipaksa menjadi istri dari seorang ketua mafia yang kejam.

Suasana kamar mendadak mendingin secara tidak wajar. Hembusan angin malam yang entah datang dari mana membuat tirai kamarnya bergoyang pelan.

Prang!

Kotak perhiasan kayu milik mendiang ibunya yang diletakkan di atas meja rias tiba-tiba terjatuh dan terbalik di atas lantai, menumpahkan seluruh isinya. Aiko tersentak, langsung bangkit dengan waspada. Namun, rasa takutnya seketika menguap digantikan oleh kehangatan magis yang terasa familier. Aroma bunga sakura yang lembut menyeruak masuk ke indra penciumannya, dimana aroma yang sangat ia rindukan selama sepuluh tahun terakhir.

"Ibu...?" bisik Aiko dengan suara bergetar.

Di dekat meja rias, udara tampak bergelombang tipis. Sebuah siluet wanita bergaun putih muncul secara samar. Wajahnya cantik namun pucat, memperlihatkan gurat kasih sayang yang mendalam. Itu adalah Yumi Kurogawa, ibunya.

Arwah Yumi tidak bisa berbicara karena batasan dimensi mereka, namun tangan transparannya bergerak perlahan, menunjuk ke arah lantai. Di sana, sebuah tusuk konde kuno dengan hiasan kelopak bunga sakura yang memudar tampak bersinar redup. Benda itu adalah peninggalan nenek Aiko yang juga memiliki kemampuan indigo. Jemari transparan Yumi kemudian bergeser, menunjuk ke arah map berisi profil Ren Tachibana yang sempat dibawa Aiko dari ruang kerja ayahnya.

Aiko mengerutkan kening, mencoba mencerna maksud ibunya. "Ibu... apa kau ingin aku menerima pernikahan ini? Apakah pria ini adalah takdirku?"

Arwah Yumi mengangguk sangat pelan, memberikan senyuman tipis yang menenangkan sebelum akhirnya wujudnya memudar dan menyatu dengan kegelapan malam.

Aiko berdiri mematung cukup lama. Isyarat dari ibunya pasti bukanlah sebuah jebakan. Dengan tangan bergetar, Aiko memungut tusuk konde tersebut, lalu membuka map milik Ren Tachibana.

Lembar pertama menampilkan foto seorang pria berusia dua puluh delapan tahun dengan rambut hitam pendek dan tatapan mata yang tajam. Wajahnya tampan dengan rahang tegas, namun auranya begitu mengerikan.

_________

Guys, ini versi terbaru setelah Author revisi. Jangan lupa tinggalkan like, dan komentar 🫶🏻

1
PrettyDuck
bagusss ❤️❤️
penulisannya rapi, enak dibaca, gak bertele-tele.
alurnya juga jelas dan bikin penasaran.
btw aku naksir sama ren. dia tipikal male lead yang aku suka wkwk
good job author 👌🫶
PrettyDuck
isss, ini mah ren emang niat ngepublish hubungan mereka gak sih. terlalu mencolok ommm /Facepalm/
PrettyDuck
potoin. biar ren cemburu wkwk
PrettyDuck
wkwk lu ngekorin aiko mulu soalnyaaa.
hana kan gak tau aiko itu nyonyah
PrettyDuck
naksir beneran dong diaa /Facepalm/
jodoin aja, niar besok2 bisa double date bareng aiko-ren
PrettyDuck
kok sok ikrib gini dia? kayaknya biasanya kayak kanebo deh 🥴
PrettyDuck
ngerasa bersalah pasti aiko 🥲
Lenny Utami
iya aku jga penasaran
Lenny Utami
wahhh bagus nih nasehatnya
Lenny Utami
skip skip skip serem tor... aku GK mau baca lebih yang ini..😭
SANG
Maaf, hadiahnya ditunda dulu. Poinku tidak cukup ya Thor/Pray//Pray//Pray//Pray//Pray/😄😄🤣🤣🤣
Lenny Utami
Halah nanti juga ujungnya klepek² itu..
SANG
Lanjut thor💪👍💪👍
Lenny Utami
otak ku tolong jangan ngeres
Lenny Utami
pertanyaan Aiko lucu..
SANG
Kenapa begitu, justru aku yang tidak senang...
SANG
Kamu tanya saya...
SANG
Iklan untukmu thor👍💪👍
Lenny Utami
abot Iki semangat Aiko
SANG
Apakah benar seperti itu, kabar dari mana itu datangnya...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!