NovelToon NovelToon
Hasrat Sang Nona Janet

Hasrat Sang Nona Janet

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / CEO / Action
Popularitas:838
Nilai: 5
Nama Author: as2357zzjdj

Janet Gabriella Virginia seorang wanita muda yang berusia 27 tahun yang harus mengalamin kehilangan kedua orang tuanya. ia memiliki kekayaan dan kekuasaanya di Keluarga Virginia. Namun saat hidupnya merasa baik-baik saja Janet harus mengalami hal buruk di mana seorang misterius mencoba untuk menghabisi nyawanya tentu saja dirinya merasa tidak aman. Janet mencoba mencari seorang pria berani untuk bisa melindungi dan jaganya agar tetap aman_____

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon as2357zzjdj, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 1 Kehilangan

   Mobil mewah hitam dengan melaju cepat yang seakan-akan mencoba lari dari sesuatu jalanan terlihat kosong tidak ada kendaraan sama sekali di malam hari. waktu menujukan sudah tengah malam tentu saja terlihat sepi tidak ada orang-orang di pinggir jalan yang nongkrong atau yang parkir kendaraan. Mobil terus melaju cepat dengan kecepatan penuh wajah seorang pria dewasa sangat ketakutan hingga berkeringat panic yang sedang menyetir mobilnya.

"aku engga mau mati, engga mau mati". ucapnya, dengan kegelisahan dan ketakutan ia terus melihat kaca sepion kaca mobil mata pria dewasa tersebut terbuka kaget ada sebuah mobil di belakang nya lagi mengejar dirinya, ia langsung menambah kecepatan nya

Cekkit....

   suara ban mobil tergiang di telinga nya dengan setir mobil membelokkan ke kiri pria dewasa terus melihat kaca sepion mobil masih saja dua mobil di belakang nya masih bisa mengejar nya. ia merasa kesal dan ketakutan. saat di pertigaan.

Bruk....

seketika mobil nya tertabrak oleh mobil truk angkutan barang hingga mobilnya terguling - guling dan____

Dur.....

Mobil itu pun meledak dan kebakar tidak ada seorang pun melihat kejadian itu. dua mobil yang tadinya ingin memastikan pria yang di dalam mobil mewah hitam itu masih hidup atau tidak. memilih pergi begitu saja meninggalkan orang itu terbakar bersama mobilnya.

*****

Janet Gabriella Virginia saat ini lagi berduka harus kehilangan ayahnya yang baru saja meninggal dunia. saat ini ia harus menyaksikan pemakaman di temani adik tirinya Alicia Jeanne Zornes seorang wanita yang usia 25 tahun.

   Janet menaburkan bunga di atas kuburan ayahnya dengan kaca mata hitam di wajah matanya. engga kuasa harus kehilangan ayah yang ia sayangi. dirinya tidak punya siapa-siapa lagi hanya dirinya saat ini.

    Janet berjongkok tangan kanan menyentuh kayu nisan dengan berlinang air mata

"Ayah...! ayah hiks.... ". Janet marasa tidak kuat untuk mengatakan sesuatu untuk terakhir kalinya.

   Alicia menyentuh pundak (bahu) untuk menguatkan Janet agar tetap tegar dan tabah

" kak yang tabah, aku ikut sedih, kita pulang yuk... ". Ajaknya

" tunggu sebentar lagi". minta Janet untuk menunggu sebentar lagi, dirinya masih belum ingin pergi

   Ekpresi wajah Alicia merasa kesel yang harus menemani kakaknya yang dari tadi tidak ingin pulang, cuaca terasa panas Alicia tidak tahan dengan trik matahari.

"Sudah lah kak ayo... aku enggak tahan, PANAS!!! ". kesel Alicia sambil merengek

    Janet melipat kedua tangan di bawah dada (Bersedekap) nya dengan ekpresi bete

   Tidak lama Janet bangkit melihat wajah Alicia terlihat kesel pada dirinya.

" ayo... jangan kayak gitu!! ". Minta Janet dengan nada tegar

" Hem!!! ". jawab bete

    Mereka berdua pun melangkah jalan meninggalkan makam ayahnya Janet. Sesampainya di dekat mobil hitam mewah Alicia masuk kedalam mobil di ikuti Janet memasuki dalam mobil. Terlihat di jok depan mobil sudah ada Pak Sopir yang sedang menunggu.

"Pulang non!?? ". Tanya nya melihat kedepan jalan

" iya". jawab singkat Janet

   Mobil pun berjalan meninggalkan pemakaman. Di perjalanan menuju rumah terlihat Alicia hanya melihat-lihat di layar ponsel tentang media atau Twiter.

   Janet hanya fokus sama tablet nya yang lagi banyak kerjaan. tidak terasa mobil pun sampai. Gerbang pagar pintu di bukakan sama penjaga rumah, mobil pun memasuki Teras rumah terlihat ada sebuah patung dengan air manjur di tengah Teras. dan ada beberapa mobil mewah terparkir, mobil pun berhenti parkir dengan aman di depan rumah.

   Keluarga Virginia sangat kaya rumah pun sangat mewah dan besar seperti rumah bangsawan. terlihat ada dua pria menjaga di samping pintu.

   Tiga pria itu yang saat ini lagi menjaga depan pintu pagar

   Mereka berdua melangkah jalan depan pintu rumah. Alicia buka pintu dan memasuki ke dalam rumah di ikuti Janet.

   Alicia duduk di kursi sofa sambil main ponselnya. Janet lanjut melangkah jalan ke ruang makan

"non!! . Sahut seorang wanita tua ia adalah pembantu rumah.

" iya bi?? ". Tanya Janet sambil tarik kursi dan duduk di kursi depan meja makan

" barusan pengacara telepon ke rumah ini, ingin bicara dengan nona!! ". Ujar nya

" oh. ok nanti saya telepon balik, makasih bi". Ucap Janet dengan nada tenang

    wanita tua itu melangkah pergi ke dapur untuk melanjutkan masak.

Janet menghubungi pengacara ia ingin tahu apa yang ingin dibicarakan padanya.

"hallo, pak. apa dan yang ingin dibicarakan sama saya?? " tanya Janet

"iya... ada hal yang saya harus sampai kan. nanti malam saya akan ke rumah nona ". ucapnya

" baik, saya tunggu ". jawab Janet menutup telepon.

Janet mengambil air gelas minum dua tegukkan ia minum meletakkan air gelas di atas meja.

****

****

Brak...

Bruk...

druk....

terlihat seorang pria gagah dengan setelan badan nya yang hanya pakai celana jas hitam panjang, tubuh badanya tidak pakai baju setengah telanjang terlihat dua dada dan perut kotak roti sobek sangat gagah berani, walaupun di wajah babak belur, ia lagi adu duel dengan teman petarung nya di atas ring, di iringi orang-orang taruhan di sorakan dengan kencang

"Leon... jangan kalah... ayo... Leon!!! ". Sorakan bergema terdengar oleh pria gagah tersebut. dia adalah Leon Steven yang usia 30 tahun. ia terpaksa ikut petarung untuk mendapatkan uang.

" Leon. lebih baik ngaku kalah saja". Ucap nya dia adalah Piter teman dekat nya Leon

terlihat Leon masih tidak ingin kalah ia pun langsung maju

kedua pria itu pun melanjutkan pertarungan yang sengit saling adu pukul dan adu banting

Bruk....

Leon langsung banting tubuh Piter. seketika tubuh Piter kebanting dan terjatuh ambruk. Leon seperti seorang badak yang terlihat gagah tidak goyah ia hanya berdiri dengan gagahnya.

"Hahhhuuuuuuuhhh". sorakan untuk Leon merasa dirinya sudah menang. Piter tidak bisa lagi bangkit terlihat sudah tidak berdaya.

beberapa orang kecewa karena Piter kalah dengan Leon taruhan yang mereka buat kehilangan uang. sebagai orang yang berpihak pada Leon merasa senang dan bahagia mereka mendapat uang taruhan.

Leon pun melangkah turun dari ring menghampiri mereka

"keren .... ini baru jagoan ku hahahaha!!! ". Ucapnya Salah satu dari mereka merasa bangga sudah menang taruhan

Leon mengmbil handuk mengusap di wajahnya yang babak belur tapi ia tidak merasa sakit sudah terbiasa baginya mengalami seperti itu.

" nih... uang buat mu". Ucap seorang pria tua menyerah kan satu gepok uang pada Leon, Leon pun mengmbil uang dari tangan dia.

"makasih". jawab Leon dengan nada berat ekpresi datar tidak ada senyuman di bibir nya, Leon tidak banyak bicara langsung melangkah jalan pergi meninggalkan mereka begitu saja.

Leon keluar melangkah jalan menyebrangi jalan untuk membeli makan. Tidak lama Leon keluar dari pedangan makan di tangan nya sudah membawa makan untuk membawa pulang. Leon bergegas jalan di sisi jalan. beberapa kendaraan lewat. dirinya tidak memiliki kendaraan ia lebih suka jalan kaki lagian tidak terlalu jauh dari tempat nya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!