NovelToon NovelToon
Mrs. Only His

Mrs. Only His

Status: sedang berlangsung
Genre:One Night Stand / Cinta Terlarang / Saling selingkuh
Popularitas:3.9k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Di bawah gemerlap penthouse mewah Chicago, Suzanne Klatten terjebak dalam neraka pernikahan tanpa cinta.

Enam bulan menyandang status istri sah Willem Daendels, dia hanya menerima penolakan, dihina, dan dikhianati demi wanita simpanan.

Namun, sebuah pelarian di koridor privat mengubah segalanya.

Dalam rapuhnya batin yang hancur, Suzanne menyerahkan kesuciannya kepada Aiden Luther Stone—bocah SMA berusia 18 tahun yang kehilangan kendali akibat pengaruh obat perangsang.

Saat fajar menyingsing, kepolosan runtuh dan takdir baru terajut.

Aiden yang didera rasa bersalah bersumpah akan bertanggung jawab dan menikahinya, tanpa tahu wanita misterius itu seorang istri Tetangga Apartemennya.

Di balik balutan hoodie kebesaran dan cincin pernikahan yang disembunyikan, Suzanne melangkah kembali ke neraka rumah tangganya dengan rahasia paling berdosa.

Sebuah romansa terlarang yang penuh manipulasi, dan ego yang siap membakar batas moralitas.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#6

Gedung High School Chicago yang megah itu tampak ramai seperti biasa di jam istirahat pertama.

Di salah satu sudut area lounge eksklusif yang biasa ditempati oleh anak-anak dari kalangan elite, atmosfer justru terasa sangat tegang.

Aiden Luther Stone duduk bersandar di kursi kulit dengan seragam sekolah yang melekat pas di tubuh tegapnya.

Kancing teratas kemejanya sengaja dibuka, menampilkan gurat lehernya yang kokoh.

Tangannya mencengkeram cangkir kopi hitam dengan erat, sementara matanya yang tajam menatap tajam ke arah beberapa teman dekatnya yang duduk mengelilingi meja billiard.

"Wah, gila. Itu obatnya benar-benar tinggi, Brengsek!" ucap Aiden dengan suara rendah namun sarat akan emosi, menatap beberapa temannya satu per satu.

Napasnya berembus berat saat memori tentang sensasi terbakar dan hilangnya kendali semalam kembali menghantui kepalanya.

Kent, salah satu teman dekat Aiden yang sejak tadi sibuk mengapur ujung stik biliarnya, mendengus keras.

Ia meletakkan stiknya ke meja dengan hentakan kasar, lalu menatap Aiden dengan pandangan tidak percaya.

"Kau yang gila, Brengsek!" jawab Kent berapi-api.

"Bisa-bisanya kau menerima tawaran taruhan dari anak-anak Akademi Barat semalam? Dan sekarang mereka marah-marah karena kau meninggalkan wanita sewaan yang sudah mereka siapkan di kamar hotel! Mereka merasa kau mempermainkan mereka, Aiden!"

Aiden menyipitkan matanya, meneguk kopi hitamnya yang mulai mendingin untuk meredakan gejolak di dadanya.

"Aku tidak mempermainkan siapa pun. Aku hanya pergi dari sana sebelum kehilangan akal sehatku sepenuhnya karena obat sialan yang mereka masukkan ke minumanku."

"Tapi masalahnya kau sudah kalah taruhan!" balas Kent lagi dengan nada frustrasi.

"Mereka tidak mau tahu alasanmu. Bagi mereka, kau kabur dan tidak menyelesaikan tantangannya. Mereka pasti akan datang ke sekolah ini nanti siang untuk menagih taruhan itu. Kau tahu sendiri seberapa berisiknya anak-anak kaya manja itu kalau menyangkut harga diri."

Cole, teman Aiden yang lain yang sejak tadi hanya menyimak sambil memainkan ponsel pintarnya di sudut sofa, ikut menambahkan tanpa mengalihkan pandangannya dari layar.

"Dan jangan lupa... mobil sport melayang."

Kalimat pendek Cole seketika menghantam Aiden kembali ke realita yang pelik.

Aiden memijat pelipisnya yang mendadak terasa pening.

Taruhan semalam memang melibatkan mobil sport edisi terbatas miliknya—kendaraan kesayangannya yang ia dapatkan sebagai hadiah ulang tahun kedelapan belas.

Aturan taruhannya sederhana namun licik: Aiden harus menghabiskan malam bersama wanita sewaan yang telah disiapkan oleh tim penantang setelah mereka mencekokinya dengan obat perangsang, untuk membuktikan apakah prinsip "tidak membawa wanita ke ranjang" milik Aiden bisa diruntuhkan atau tidak.

Aiden memang melarikan diri dari hotel tempat pesta itu berlangsung karena muak dan menolak menyentuh wanita sewaan tersebut.

Tapi, bukan berarti dia tidak tidur dengan siapa pun semalam dan melepaskan keperjakaannya.

Pikirannya langsung melayang pada sosok "Anne", wanita misterius yang ia temukan di koridor lantai penthouse-nya sendiri.

Dia telah melepaskan seluruh gejolak obat itu pada Anne, merenggut kesucian wanita itu, dan mengikat takdir mereka dalam balutan dosa manis di atas ranjangnya sendiri.

"Sial," batin Aiden.

Dia tidak mungkin mengatakan pada teman-temannya bahwa dia telah meniduri seorang wanita asing yang bukan wanita sewaan taruhan di apartemen pribadinya sendiri.

Itu adalah rahasia suci yang akan ia simpan rapat-rapat sampai dia berhasil menemukan Anne kembali.

Memikirkan bagaimana mobil sport kesayangannya terancam disita oleh anak-anak Akademi Barat karena dianggap kalah taruhan, Aiden hanya bisa menghela napas panjang.

"Kalau mobil itu hilang, Mommy pasti akan mengomeliku habis-habisan selama satu bulan penuh," gumam Aiden getir.

Ibunya, Nora Amelie, sangat ketat jika menyangkut masalah taruhan dan pergaulan bebas.

"Kalau Daddy... tidak." Aiden tahu Martin Luther, ayahnya tidak akan mengomelinya karena kehilangan mobil, melainkan akan menatapnya dengan pandangan kecewa yang jauh lebih menyiksa jika tahu putranya terlibat taruhan sekonyol itu.

Aiden mengepalkan tangannya.

"Biarkan mereka datang. Aku akan menyelesaikan urusan mobil itu dengan cara lain. Tapi aku tidak akan pernah kembali ke hotel itu atau menyentuh wanita pilihan mereka."

... * * *...

Sementara itu, di belahan kota yang sama, di dalam ruang utama penthouse megah milik keluarga Daendels, atmosfer pagi itu tidak kalah membara.

Suzanne berdiri di depan cermin besar kamar mandinya, menatap pantulan dirinya sendiri dengan napas yang tertahan.

Tangan kirinya meraba lehernya sendiri, lalu turun ke arah tulang selangka.

Di sana, di atas kulitnya yang putih, bertebaran bekas kemerahan yang sangat nyata dan pekat.

Jejak-jejak kepemilikan yang ditinggalkan oleh Aiden semalam seolah menertawakan statusnya saat ini.

Suzanne benar-benar mengutuk remaja pria itu di dalam hatinya.

Bagaimana bisa bocah SMA itu bertindak begitu agresif hingga meninggalkan tanda yang begitu sulit untuk disembunyikan?

Bahkan setelah ia memakai hoodie tinggi, beberapa tanda di dekat rahangnya masih samar terlihat jika tidak ditutupi dengan riasan tebal.

Suzanne menarik napas dalam-dalam, mengoleskan concealer tebal-tebal di atas kulitnya untuk menyamarkan noda dosa tersebut, sebelum akhirnya melangkah keluar dari kamar mandi dengan pakaian rumah yang tertutup rapat.

Namun, kejutan buruk lainnya sudah menantinya di ruang tengah.

Willem Daendels ternyata tidak pergi ke kantor hari ini.

Pria itu duduk di sofa dengan laptop yang terbuka di depannya, namun pandangan matanya yang dingin langsung terarah tajam pada Suzanne begitu wanita itu melangkah mendekat.

Willem menutup laptopnya dengan kasar, menciptakan dentuman yang menggema di ruangan yang sunyi itu.

Ia berdiri, berjalan mendekati Suzanne dengan tatapan mata yang dipenuhi oleh kebencian yang mendalam.

Sikap membangkang Suzanne tadi pagi rupanya masih menyisakan kekosongan ego yang besar di dalam diri pria borjuis itu.

"Kau tahu, Suzanne? Menatap wajahmu di pagi hari seperti ini membuat seleraku hilang," ucap Willem dengan nada suara yang sangat merendahkan, sengaja menekan setiap kata untuk menghancurkan mental istrinya.

"Kau harus menjadi jalang yang tidak menghasilkan apa-apa di rumah ini, sementara keluargaku harus terus mengalirkan dana untuk membiayai perawatan ayahmu yang sekarat di rumah sakit itu? Kau benar-benar parasit."

Willem maju satu langkah, menatap Suzanne dari atas ke bawah dengan pandangan muak.

"Keluarga Klatten sudah bangkrut, dan kau hanya seonggok daging tidak berguna yang menumpang hidup di atas kemurahan hati nama Daendels. Kau harus sadar diri, jangan pernah berlagak sombong di depanku agar biaya pengobatan ayahmu tidak ditanggung lagi oleh keluargaku!"

Mendengar ancaman lama yang selalu digunakan Willem untuk mengikat lehernya itu, Suzanne tidak lagi merasa gemetar atau ketakutan seperti bulan-bulan sebelumnya.

Rasa sakit yang ia rasakan semalam, dikombinasikan dengan validasi instan yang ia dapatkan dari pemujaan intens Aiden di atas ranjang, entah bagaimana telah melahirkan sebuah keberanian baru yang dingin di dalam jiwanya.

Dia bukan lagi Suzanne yang tidak berdaya.

Suzanne menatap langsung ke dalam manik mata Willem, tanpa ada kepanikan sedikit pun.

Sudut bibirnya terangkat, membentuk seulas senyum sinis yang sangat tipis namun mematikan.

"Kau bilang aku tidak menghasilkan apa-apa, Willem?" tanya Suzanne, suaranya terdengar begitu tenang, datar, dan sarat akan provokasi terselubung.

Willem mengernyitkan alisnya, merasa aneh dengan ketenangan istrinya yang tidak biasa.

"Apa maksudmu?"

Suzanne melangkah maju, memperpendek jarak di antara mereka hingga ia bisa merasakan aura kemarahan Willem, lalu berbisik dengan nada yang begitu santai namun menusuk tepat di ulu hati suaminya.

"Aku menghasilkan 500 juta semalam."

Deg.

Ruangan itu mendadak menjadi sepi laksana kuburan.

Willem mematung di tempatnya berdiri, matanya melebar sempurna menatap Suzanne.

Kalimat pendek yang keluar dari mulut istrinya laksana petir di siang bolong yang menghancurkan seluruh keangkuhannya.

"Kau... apa yang kau katakan?" tanya Willem, suaranya mendadak meninggi, mencampurkan rasa terkejut yang luar biasa dan amarah yang mulai merayap naik ke kepalanya.

"Jalang... apa yang kau lakukan semalam?!"

Suzanne tidak menjawab lagi.

Dia hanya menatap Willem dengan tatapan kosong yang dingin, lalu berjalan melewati tubuh pria itu begitu saja menuju dapur, meninggalkan Willem yang kini mulai dilanda kepanikan moral dan kecurigaan yang membakar jiwanya sendiri tentang apa yang sebenarnya terjadi pada sang istri di luar sana semalam.

1
nayla tsaqif
"duaarrr!!! Nya knp pke tanda baca sih thor,, berasa di kagetin sama bang eiden
😌
Rosdianah: huhuhu Maafkan typo author 🫶🙏🏻
total 1 replies
Ainun Mahya
lanjutkan karyamu kakak author💪💪💪
Rosdianah: Ma'aciww kak reader 🫶🥰
total 1 replies
Shankara Senja
Kadang suka kasihan sama anak yg menikah karena perjodohan atau hutang budi..dan lebih kasihan lg bertahan dng menyakiti hatinya demi ortu yg kek gini ini ..
Rosdianah: huhuhu iya banget kak🥲
total 1 replies
Mia Camelia
yah nora jadi jahat gitu ya, kasian anne terpojok terus🤣🤣🤣
Rosdianah: wkwkwk😅🤭
total 1 replies
Mia Camelia
ulat bulu licik udah mulai keluar nih, aduh semoga aiden gk kena jebakan lgi😔🤔
Rosdianah: huhuhu🤭
total 1 replies
Mia Camelia
ayo ngaku aja sih aiden klo cewe itu anne 🤣🤣🤣
Rosdianah: Dicoret dari KK kaaa🤣 bini orang soalnya 🤣🤣🤣
total 1 replies
Debu Nakal
thor... tlng kasih tahu suzzy, suruh nongol tuh anak. ni ku dh nungguin ampe berjamur tp dianya ka gak nongol2 😅🤣
Rosdianah: huhuhu seminggu ini author sibuk Di dunia nyata🙏🏻
total 1 replies
nayla tsaqif
Gk bpk gk anak,, sikapnya dewsa sebelum waktunya,,, 😌😌😌 good boy!
Rosdianah: kesayangan author dan kak reader 🥰🤭
total 1 replies
Mia Camelia
ayo thor bikin wiliiam cemburu🤔
Rosdianah: siap kak🤭
total 1 replies
Mia Camelia
ih gemes deh aiden so sweet banget🥰😄
Rosdianah: hihi biar jadi kesayangan kak reader 😅
total 1 replies
Mia Camelia
waduh siapa lagi nih🤔
Rosdianah: Paparazi kak🤭😅
total 1 replies
Mia Camelia
ngebayangiin nih kalo mereka beneran udh jadian, pasti romantic banget🤔😂
Rosdianah: author juga suka ngebayangin kak🤭🤣
total 1 replies
Mia Camelia
😄😄😄
Rosdianah: ma'aciww sekali Komentar nya adalah semangat author 🤭😅🥰
total 1 replies
Mia Camelia
omg 🥰🥰🥰 aiden gentlemen bangat sih😄😄😄
sukaaak thor sama tokoh pria yg begini👍
Rosdianah: brondongnya kak Reader 🤭
total 1 replies
Mia Camelia
ayo aiden lindungiin anne, 🥰😄
Rosdianah: Author Jabanin 🤭
total 1 replies
Mia Camelia
ayoooo berontak anne, kejar tuh berondong👍🤣
Mia Camelia
wah aiden udh mulai panas nih sisi obsesif nya, pingin liat klo brondong ngejar2🥰🥰🥰
Rosdianah: hahah author Jabanin kak🥰🤭
total 1 replies
Mia Camelia
wiliam kaya nya udh mulai kepoo sm suzanne🤔🤔
nayla tsaqif
Ceritanya brondong terus, thorr,?? , ada cerita sugar duda gk...?? 🤭
Rosdianah: Nanti Author buatkan kak reader 🤭🥰
total 1 replies
nayla tsaqif
Vexana istri bang landon,, 😌
Rosdianah: sorry typo ya Kak Reader 🙏🏻 syukur diingatin 🥰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!